
Dan, itu adalah malam pertama dan terakhir Farhan bertemu dengan Tissa setelah dua bulan ini Tissa tak bisa ia temui. Malam itu, Tissa menghentikan ciuman panas mereka dan pergi tanpa kata. Farhan tak bisa menemui Tissa lagi saat malam itu, dan di sinilah Gadis itu berada. Di pernikahan Fatih dan Raysa.
Tissa benar-benar membuat Farhan gila.
“Wanita yang cantik.” Bisik Mami Lena, Mami nya Farhan.
Farhan menoleh dan mendapati wajah sang ibu yang tersenyum. “Jika kamu bahagia, maka Mami juga akan bahagaia. Asal kamu dan gadis itu saling mencintai.”
“Doa kan Farhan, Ma.”
“Pasti, tapi kamu harus janji, berikan Mami cucu yang banyak. Mami sepi di rumah.”
Farhan hanya menaggapi ucapan sang Mami dengan tersenyum. Bisakah Farhan memberikan sang Mami seorang cucu jika ia menikah dengan Tissa. Farhan kembali menatap kearah gadis yang ia cintai. Farhan mengerutkan keningnya, kemana Tissa? Kenapa ia menghilang dan hanya menyisakan sang ibu nya di sana?
Tanpa Farhan sadari, jika Tissa tahu jika Farhan memperatikannya, untuk itu Tissa bergabung bersama Kayla yang duduk tertutup oleh keluarga lainnya.
“Kay, gimana kehamilannya?”
“Kak Tissa!!”
“Call me Tissa.”
“Eh iya, maaf.” Kayla menyering menampilkan gigi putihnya yang rapi. “Kamu tanya apa tadi? Kehamilan aku ya? bayi aku insya allah sehat-sehat aja kak. Hanya menunggu lahiran aja.”
“Rencana normal ya?”
“Iya kak, kalo bisa sih normal aja. Biar semakin terasa gregetnya menjadi seorang ibu. Kamu kapan? Aku dengar kamu punya hubungan dengan Farhan?”
Tissa menaikkan alisnya sebelah, kemudian ia tersenyum. “Gosip ah, aku sama dia Cuma temenan.”
Terdengar suara Mc yang mengumumkan untuk acara sungkeman. Tissa menoleh kearah Kayla di saat bumil cantik itu menghela napas leganya sambil tersenyum.
“Akhirnya, perjuangan Bang Fatih membuahkan hasil yang begitu manis.”
“Ya, aku ikut bahagia dengan melihat pernikahan mereka. Tak menyangka jika mereka akhirnya bersama.”
“Kita gak pernah tau ya kak yang namanya takdir.”
“Kamu benar, semuanya bagaikan sebuah rahasia ya.”
*
Daddy Bara, Bunda Sasa, Mami Mili, dan Papi gilang duduk berurutan. Siap menerima uluran tangan dan sang anak dan menantunya.
Raysa berjalan dengan lututnya dan di bantu oleh Naya untuk mengangkat kebaya pengantin modern dari minang tersebut. Hasil rancangan dari Mami Ara. Raysa mencium punggung tangan Daddy Bara, tangis pun tak dapat Raysa bendung di saat ia meminta restu kepada sayang ayah, juga kembali meminta maaf kepada pria yang
sudah menjadi cinta pertamanya itu.
Daddy Bara juga tak dapat membendung lagi tangisnya, ia peluk putri kesayangannya itu dengan erat.
“Maafin hiks ... semua salah Ica, Dad,” ujar Raysa sambil tersedu-sedu.
“Maafin Daddy juga sayang, Daddy sangat mencintai kamu.” Daddy Bara membenamkan wajahnya di bahu Raysa.
Bunda Sasa juga ikut terisak, tak hanya Bunda Sasa, tapi semua orang yang mengetahui bagaimana Daddy Bara begitu menyayangi putri nya itu.
Jika kalian bertanya, patah hati terberat dari seorang ayah apa? Yaitu melepaskan putri kesayangannya kepada orang yang di cintainya. Putri kesayangannya akan menjadi milik orang lain. Milik seorang pria dari pilihan sang putri. Cinta putrinya kini telah terbagi, di dalam hatinya sudah ada pria lain, yaitu suaminya. Daddy Bara benar-benar kembali merasakan patah hati yang teramat sakit, namun juga bahagia dalam saat yang bersamaan, karena Raysa, putrinya menikah dengan pria yang tepat. Pria yang menyayanginya dengan banyak cinta. Pria yang sedari kecil selalu mengatakan jika dirinya akan membawa Layca nya pulang ke rumah nya sebagai seorang istri. Pria kecil yang tiba-tiba mengatakan jika impiannya adalah untuk menikah dengan Layca. Pria yang selalu ada di saat
dirinya tak ada. Pria yang rela menukar darahnya demi menyelamatkan Layca nya, bahkan pria itu tak ingin Layca nya tahu jika dirinay lah yang telah menyelamatkan nya. Pria itu adalah Fatih. Anak dari sahabatnya.
Daddy Bara merelaikan pelukannya, Raysa mengusap pipi sang Daddy dan mencium kedua pipi sang Ayah. Daddy Bara membalas mencium kening sang putri dengan sayang. Raysa berpindah ke Bunda Sasa. Bunda Saas pun melakukan hal yang sama, Bunda Sasa langsung memeluk sang putri dengan peuh cinta.
Fatih berjalan dengan lututnya, ia mencium punggung tangan Daddy Bara dan meminta restu kepada mertuanya itu.
“Jaga dia untuk ku, jangan kamu sakiti hatinya, dia adalah permata hati ku. Sekali aku mendengar kamu menyakitinya, maka aku akan menjemputnya kembali.” Ujar Daddy Bara kepada Fatih.
“Tegur Fatih, jika Fatih salah, bimbing Fatih, agar bisa menjadi kepala keluarga yang membawa istri dan anak-anak Fatih ke jalan yang benar. Jangan pernah lelah untuk mengingatkan Fatih. Tak pernah sekalipun Fatih berniat untuk menyakiti Layca, jika itu terjadi, tolong tegur Fatih, tapi jangan pisahkan Fatih dengan Layca. Fatih sangat mencintai Layca.”
Daddy Bara memeluk menantu nya itu. “Daddy akan menegurmu dan selalu mengawasi mu. Terima kasih karena telah mencintai Ica dengan begitu besar.”
“Terima kasih karena Daddy sudah mempercayakan Layca kepada Fatih.”
“Ingat nak, surga mu saat ini ada di bawah telapak kaki suami mu. Turuti semua perintah suami mu, jangan pernah
__ADS_1
membantahnya, jika ada masalah, selesaikan dengan kepala dingin. Jangan bairkan orang lain tau permasalahan keluarga kalian, karena istri adalah pakaian suami.” Nasehat Bunda Sasa sebelum Raysa berpindah ke Mami Mili.
Raysa mencium punggung tangan Mami Mili.
“Makasih banyak Mi, udah mau terima Ica sebagai menantu Mami. Makasih atas doa-doa Mami yang udah doain Ica dan Fatih untuk hidup bersama. Makasih yang sebesar-besarnya, karena Mami udah lahirin seorang pira yang sangat penyayang dan begitu mencintai Ica. Hiks ... Makasih banyak, Mi.”
“Sama-sama sayang, makasih udah mau membuka hati kamu untuk Fatih. Mami minta, tolong bahagiakan dia, cintai dia sepenuh hati kamu. Fatih adalah kesalahan yang terindah untuk Mami. Tapi Mami sangat bersyukur, karena kehadiran Fatih, Mami bersatu dengan cinta sejati Mami. Mami sangat menyayangi Fatih, begitu dengan
kamu.” Mami Mili mengusap hidungnya yang berair.
“Mami doakan, kalian bisa mencinta satu sama lainnya hingga maut memisahkan. Hanya Kamu yang pantas untuk Fatih.”
“Makasih, Mi.”
Fatih berpindah ke Bunda Sasa, ia mencium punggung tangan Bunda Sasa.
“Tolong jaga Ica, sayangi dia, tegur dia dengan lembut jika Ica salah, Bunda percaya sama Fatih. Bunda titip Ica ya, bimbing dia menjadi istri yang baik.”
“Iya Bun, ingatkan Fatih, jika Fatih mulai lalai dalam melaksanakan tugas Fatih sebagai seorang suami.”
Berpindahnya Raysa dari Mami Mili ke Papi Gilang, Fatih pun berpindah ke Mami Mili.
“Makasih banyak, Mi, atas doa-doa Mami selama ini. Berkat doa Mami, akhirnya Fatih bisa bersama dengan orang yang sangat Fatih cintai.”
“Kebahagiaan seorang ibu adalah melihat anaknya bahagia. Berjanjilah untuk selalu bahagia dan juga, jaga Ica dan jangan pernah berubah mencintai nya. Sayangi dia tanpa sedikitpun rasa sayang yang akan kamu kurangi untuknya.”
“Iya Mi, Fatih janji akan tetap bahagia dan tak akan mengurangi rasa cinta dan sayang Fatih untuk Layca.”
“Papi, makasih banyak karena telah mendidik Abang Fatih dengan banyak cinta dan menjadikan abang Fatih pria yang bertanggung jawab. Terima kasih banyak, hikss ...” ujar Raysa dengan menangis tersedu-sedu.
Papi Gilang langsung memeluk menantunya itu dengan sayang.
“Bahagialah dengan Fatih, jika ia melakukan kekerasan dengan kamu, katakan pada Papi, biar Papi yang akan menghukumnya.”
Fatih mencium punggung tangan Papi Gilang. Papi Gilang pun menarik tangan Fatih dan memeluknya. Menepuk-nepuk punggung Fatih sambil menangis.
“Putra kebanggaan Papi, Jadilah suami dan ayah yang selalu ada untuk keluarganya.”
Tak ada lagi kata-kata yang bisa Fatih ucapkan, ia hanya bisa menangis di dalam pelukan sang papi yang juga sudah terasa sebagai sahabatnya. Ya, hubungan Fatih dan Papi Gilang sekilas tak terlihat bagaikan ayah dan anak, karena mereka selalu terlihat kompak dan saling menggoda di saat yang tepat.
memiliki jiwa seni yang tinggi. Setiap hasil karya Fatih, kakek selalu membanggakannya dan meminta untuk membangun gedung-gedungnya dengan hasil karya sang cucu.
Fatih dan Raysa berpindah ke Eyang putri dan Eyang kangkung nya Fatih, orang tua dari Papi Gilang. Mereka melakukan hal yang sama dan memeluk kedua eyangnya itu.
Hingga mereka tiba di hadapan Oma Shella dan Opa Roy.
“Ingat, jangan berantam saat malam pertama,” goda Opa Roy yang mana mengundang tawa dari semua orang.
Fatih dan Raysa yang menangis pun juga ikut tertawa dibuatnya.
“Jangan ketawa aja, buatkan Oma cicit yang banyak. Percuma banyak duitnya kalo anaknya dikit banget.” Tambah Oma Shella yang mana membuat wajah Raysa bersemu merah.
*
Para tamu undangan pun bergantian bersalaman dengan Fatih dan Raysa, hingga tiba saatnya Tissa dan sang mama yang menyalami mereka.
“Selamat sahabat baikku, duh, bakal gak ada yang galau-galau lagi nih. Trus, gak ada yang temenin gue bergadang.”
“Makanya, nikah.”
“Hhh, nanti deh, mikirin karir lebih enak kayaknya.”
Tak ada yag tahu tentang penyakit Tissa selain sang mama dan Farhan. Tissa menyimpan kabar itu karena tak ingin di kasihani.
“Ada Farhan tuh,” bisik Fatih dan di goda oleh Raysa.
“Males ah, gak bisa move on dia dari istri Lo.” Tissa terkekeh dan mencium pipi Raysa sebelum ia meninggalkan pengantin untuk tamu yang lainnya.
Tissa menyadari jika Farhan berusaha untuk mendekatinya, namun Tissa lebih memilih menyibukkan diri dan menghindar agar tak ada waktu untuk dirinya dan Farhan bertemu dan berbicara. Setidaknya untuk saat ini. Kalo untuk acara nanti malam, lihat nanti deh bagaimana caranya untuk bisa menghindar dari Farhan. Dan,
sebaiknya untuk saat ini Tissa memilih pulang lebih cepat dari jadwal yang ia tentukan. Farhan benar-benar bekerja keras untuk menemuinya.
*
__ADS_1
Resepsi malam pertama pun tiba. Raysa benar-benar cantik dengan menggunakan gaun berwarna coklat susunya dengan dihiasi kerlap-kerlip batu swarovski yang bertaburan di bagian perut dan juga rok nya yang kebang bagaikan baju princees. Sedangkan bagian dadanya terdapat batu permata yang di susun dengan indah
sehingga membuat tampilan Raysa semakin mewah.
Dengan menggunakan jas lengkapnya berwarna senada dengan baju Raysa, Fatih juga terlihat sangat tampan. Apalagi bagian rambutnya yang menjadi pusat perhatian semua orang. Ya, Fatih memotong rambutnya agar terlihat rapi dan semakin tampan di hari spesialnya ini.
“Abang tampan banget.” Bisik Raysa di telinga Fatih.
“Untuk kamu dan malam pertama kita.” Fatih mengedipkan matanya sebelah .
“Bang, istrinya Kak Lucas cantik banget ya malam ini.”
“Iya, tapi si Lucas aja yang bego.”
Ya, Lucas telah menikah. Namun bukan sebuah pernikahan seperti yang diinginkannya, dan juga bukan dengan wanita yang ia cintai. Namun, karena ada yang menjebak mereka, ia terpaksa menikah dengan seorang model yang sangat menyebalkan menurutnya.
“Luc, istri tuh di gandeng mesra gini, jangan di anggurin. Ntar di culik orang bau tau rasa Lo.” ujar Veer.
“Gak Lo liat dia sibuk banget dia dengan penggemarnya? Biarin aja deh, lagian dunia dia dan dunia gue berbeda.”
“Dunia lo dan dunia sarah juga beda, tapi lo bisa selalu ada untuk dia. Nah, tu cewek istri lo saat ini, sebaiknya lo mulai lupakan Sarah dan cintai istri lo.”
“Lo tau sendiri, pernikahan ini bukan kemauan gue atau pun Nia. Lagian pernikahan ini tidak akan bertahan lama.”
Veer dan Lana benar-benar tidak bisa menebak jalan fikiran Lucas. Jelas-jelas sarah sudah mengkhianatinya, tapi ia masih berharap dengan perempuan itu. Padahal saat ini Lucas telah memiliki istri yang tak kalah cantiknya dari sarah. Bahkan lebih muda dan lebih imut dari sarah.
Suara MC pun menggelegar dan mengambil perhatian semua orang. “Baiklah, saatnya kita mendengarkan sepatah dua patah kata dari kedua orang tua mempelai. Kepada Daddy Bara, waktu dan tempat di persilahkan.”
Daddy Bara naik keatas pelaminan dan menggaruk alisnya yang tak gatal. Ini benar-benar mendadak, ia tak menyiapkan apa-apa untuk di ucapkan.
“Kepada Fatih dan Ica, Daddy harap, kalian bahagia hingga tua dan hanya mautlah yang memisahkan. Daddy gak tau mau bilang apa, karena semuanya telah Daddy katakan sebelumnya sama kalian. Mungkin, hanya satu bait lagu ini mewakili perasaaan Daddy saat ini.”
Daddy Bara mengambil napasnya dan membuangnya secara perlahan.
Kini kau tlah menemukan dia ...
Seseorang yang mampu membuatmu bahagia ...
Ku iklaskan kau bersanding dengannya ...
Aku titipkan, dia ...
Lanjutkan perjuanganku tuk nya ...
Bahagiakan dia, kau sayangi dia ...
Seperti ku menyayanginya ...
Kan ku iklaskan, dia ...
Lanjutkan perjuanganku tuk nya ...
Kan ku terima ...
Dengan lapang dada ...
Kau lah jodohnya ...
Raysa meneteskan air matanya mendengar sebait lagu yang di nyanyikan oleh Daddy Bara. Raysa pun berjalan menghampiri sang Daddy dan memeluknya dengan menangis terharu.
“Teruslah tetap bahagia, sayang.” Daddy Bara mengecup kening Raysa sambil menitikan air matanya.
**
Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.
Jangan lupa like and komen.
Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA.
Salam Rindu dari FARHAN n TISSA
Untuk Lucas, bakal ada novel nya sendiri ya, tapi aku belum tau apa di lapak ini atau di tempat lain.
__ADS_1
Doakan saja kontrak Abash dan Arash cepat turun ya, jadi aku bisa masukin cerita lucas.