
Sudah satu bulan kepergian Sasa tanpa kabar. Padahal Arka sudah menyebar anak buahnya. Segala tempat yang biasa Sasa kunjungi pun sudah di datangi, dari panti asuhan, panti jompo, anak bawah jembatan, dan anak jalanan. Tapi tetap saja mereka tidak bertemu dengan Sasa setelah kejadian berita yang membuat Sasa menghilang.
Hari ini adalah tepat tujuh bulan usia kandungan Kesya. Kakek Farel mengadakan acara syukuran kecil-kecilan, yang sebenarnya juga termasuk besar bagi kalangan orang biasa.
Kakek Farel sengaja mengundang anak-anak dari panti asuhan dan juga panti jompo yang biasa di datangi oleh Sasa. Bahkan keluarga Moza sudah menjadi Donatur tetap di tempat mereka.
Setelah banyaknya ujian yang menimpa toko Kesya, Daddy Roy, Mami Shella, dan Bara. Di mana Bara yang biasa ceria, terlihat sangat murung setelah kepergian Sasa satu. Bahkan Mami Shella juga tidak banyak bicara seperti biasa.
Walaupun begitu, Setidaknya Bara tidaj semurung seperti baru-baru ditinggalkan Sasa. Tapi Bara lebih banyak menghabiskan waktu di kantor dan lapangan agar tidak selalu mengingat Sasa. Bahkan Bara berencana membuka usaha titipan kilat, yang di dukung oleh Arka.
Kesya, Arka, Fadil, dan Puput sedang mengobrol bersama, kemudian mata mereka serentak berhenti di Bara, yang sedang melamun dengan sepiring kue di tangannya.
" Pasti mikirin Mbak Sa lagi" Gumam Kesya
" Belum ada kabar juga tentang Sasa?" Tanya Kesya yang masih memandang sang Abang.
" Belum. Sasa benar-benar seperti di telan bumi."
Tak berapa lama Vina dan Vano datang ikut bergabung dengan Kesya, Arka, Puput, dan Fadil.
" Kayaknya lebih berat kehilangan Sasa dari pada Lia" Ujar Vina.
" Hmm, Sasa memang beda"
" Yaa, Semoga saja mereka bisa bersatu lagi."
" Amiinn" Jawab semuanya serentak.
" tca..tca..tca.." Ujar Baby Zein sambil meraih tubuh Kesya. Kesya mengambil alih Baby Zein dari Vano.
" Ooh, Rindu Aunty yaa sayang. Pingin di gendong Aunty ya" Ujar Kesya sambil menciumi pipi Zain.
" Iya Oma" Jawab Vano, yang mendapat lirikan tajam dari Kesya.
" Udah nasib Key, kawin sama om-om" Tambah Vina lagi.
Tawa pun menggelegar, hingga sampai ke telinga Bar. Bara pun menoleh dan ikut bergabung bersama mereka, mana tau dia bisa sedikit mengalihkan fikirannya dari Sasa.
" Wah, keponakan Om pada lagi ngapain nih?" Bara mengganggu Lana di gendongan Fadil, hingga terbangun dan menangis.
" Usil banget si Lo Bar" Ujar Fadil kesal dengan Bara. Lana Baru saja tertidur setelah rewel sedari tadi.
" He. he. he.. Biar rame aja gitu" Ujar Bara dan semakin mengganggu Lana yang sudah berpindah ke gendongan Puput.
" Bara, jangan di ganggu Lana nya, Kamu ih.. Kalo kamu buat sendiri sana" Ujar Tante Mega kesal karena melihat Bara terus saja mengganggu Lana. Namun detik selanjutnha Tante mega menutup mulutnya rapat-rapat. Seolah tau jika dia baru saja salah berbicara.
__ADS_1
Bara hanya tersenyum kecut dan beralih mengganggu Zein.
Plaak..
Tangan mungil Zein mendarat di pipi Bara, hingga menimbulkan bunyi yang nyaring, hingga mengundang tawa dari semuanya.
" Waah, Anak Papi pinter banget sih" Ujar Vano dan terkikik geli melihat wajah Bara yang sudah gemes dengan Zein.
" Zein udah pinter yaa nabok Om. sini om gelitiki." Bara menggeliti Zein hingga Zein juga ikut menangis. Dan terjadilah perpaduan suara antara Zein dan Lana.
Setidaknya untuk sesaat Bara bisa tersenyum dan melupakan kesedihannya. Walaupun Zein menolak untuk di ciumi dan di gendong oleh Bara. Baby Zein juga menjambak rambut Bara karena memaksa untuk menggendongnya.
" Bara, udah jangan diganggunkagi. Nanti cengeng Lana dan Zein" Tegur Mami Shella.
Bara hanya tersenyum tipis, dan beralih mengambil anggelina yang memang juga terbilang dekat dengan Bara.
" Anggel sama Mas Bara aja yukk.. Gak seru sama Lana dan Zein, cengeng"
" Salah siapa Mas?" kesal Vina.
Bara hanya mengangkat bahunya acuh. Dia membawa anggelina menjauh dari kerumunan dan mengajaknya bermain di luar.
Acara tujuh bulanan Kesya pun berjalan dengan lancar. Anggelina juga sudah tertidur dalam gendongan Bara. Bara meletakkan Baby Anggelina di dalam kamar nya.
Bara menoleh dan tersenyum.
" Maafin ucapan Tante tadi ya"
Bara tersenyum tipis. " Gak pa-pa kok Tan,"
" Makasih ya"
Bara hanya menjawabnya dengan anggukan kecil dan senyum tipis. Entah kemana perginya senyum Bara yang selalu terkembang lebar dan memamerkan sederet giginya yang rapi dan putih.
" Kamu pulang kerumah kan Bar?" Tanya Mami Shella saat Bara berpamitan dengan Kakek Farel.
" Bara ke apartemen aja Mi. Besok harus Bara apel pagi"
" Kan bisa dari rumah."
" Mi.." Bara memberikan wajah sendunya.
" Hmm, ya udah. Besok pagi kamu jangan lupa sarapan yaa.. Atau mau Mami bawain nasi goreng?"
" Gak usah Mi. Bara bi bubur aja nanti saat perjalanan ke kantor. Bara pamit duluan pulang ya Mi. Bara ngantuk"
__ADS_1
" Ya udah, nyetirnya hati-hati ya"
Bara pun akhirnya pamit dengan semua orang. Setelah itu Bara melajukan mobil Range Rover putihnya dengan kecepatan sedang. Sambil mendengar kan musik yang menemani perjalanannya. Bara menghentikan mobilnya saat mendengar lagu 'Cintanya Aku'.
Bayangan dirinya dan Sasa bernyanyi di dalam mobil dengan dinginnya hujan yang berguyur deras di luar. Bara tidak pernah melupakan setiap momen bersama Sasa.
" Huaaaaaaaaa..... Aaaaaaaaaa" Bara berteriak kuat dengan bulir bening yang jatuh dari matanya. Hati Bara sakit, sangat sakit karena terlalu merindukan mungilnya.
Mami Shella memilikk firasat tidak enak, ponsel Bara sedari tadi tidak di angkat oleh pemiliknya.
" Kalo Mami khawatir, Mami datangin aja ke apartemen sana"
" Ya udah, Daddy antarin yaa.. Perasaan Mami beneran gak enak."
"Iyaa, Mami siap-siap terus. Selesai sarapan, kita berangkat."
" Baiklah suami ku"
Mami Shella membawa bekal nasi goreng untuk Bara. Tadi Mami shella sudah menghubungi Andi, menanyakan keberadaan Bara. namun Andi bilang jika Bara belum datang.
" Cepat Dad, perasaan Mami gak enak"
"Iya sayang, ini juga udah cepet."
Sesampainya di apartemen, Mami Shella langsung turun dan berlari. Hingga melupakan. bekal yang di bawanya.
Daddy Roy hanya geleng-geleng kepala mihat sang istri. Jika sudah khawatir, pasti Mami Shella bakal heboh sendiri.
" Bara... " Mami Shella sudah berkali-kali menekan bel dan bahkan sudah menggedor pintu apartemen.
" Dad, hubungi keamanan" Ujar Mami Shella saat melihat Daddy Roy sudah tiba di sebelahnya.
Daddy Roy langsung menghubungi pihak keamanan untuk membuka pintu apartemen. Dengan sigap satpam yang bertugas langsung membuka pintu. Mami Shella langsung menghambur kedalam aparatemen, dan melihat Bara tergeletak di lantai.
" BARAAA.."
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..
salam SaBar ( Sasa Bara)
__ADS_1