
" Akhh" Rintih Kesya.
"Mbak !!" seru Sasa panik.
Sasa dengan cepat menyuruh Arka mendudukkan Kesya di lantai, dengan Arka menjadi sandarannya. Sasa meluruskan kaki Kesya, dan mengelus perut Kesya dengan lembut. Sambil membacakan ayat suci Alquran. Bara yang melihat itu merasa hatinya menghangat.
" Udah enakan Mbak?"
Kesya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Sasa. " Terima kasih Sa"
Dalam hati, Kesya berdoa agar Sasa dan Bara dapat bersatu. Begitupun dengan Arka, Gilang, Duda, dan Jodi. Mereka berdoa dalam hati masing-masing, dengan doa yang sama. Agar Sasa membiarkan hatinya menerima Bara.
Suara Mr. Yamatama membuyarkan fokus mereka, Orang kepercayaan Mr. Yamatama sudah mendapatkan lokasi di mana Ando saat ini berada, begitupun dengan Fadil dan Puput.
" Kita kesana sekarang, sebelum pernikahan Ando dan Puput terlaksana" Titah Gilang.
" Aku ikut" Ujar Sasa.
" Kamu di sini, temani Kesya ya" Ujar Bara lembut.
" Aku tetap akan ikut" Ngotot Sasa yang sudah berdiri di hadapan Bara.
Bara menghela Napas nya. Bara tau jika Sasa jago bela diri, namun tetap saja itu sangat berbahaya untuk Sasa, Bara tidak ingin terjadi apapun kepada sasa.
Di pegang nya kedua lengan Sasa. " Mungil, kamu tetap di sini ya, bersama Kesya. Aku janji akan bawa Fadil dan Puput dengan selamat".
Setelah mengatakan itu, Bara melepaskan tangannya, dan membalikan badannya, namun gerakan Bara terhenti saat Sasa menarik jaketnya. Bara kembali menghadapkan tubuhnya ke arah Sasa.
" Aku ikut. Aku ingin memastikan keselamatan mereka sendiri. Dan aku juga ingin memastikan Lo baik-baik aja" bisik Sasa dinaknir kalimatnya.
Bibir Bara membentuk lengkungan senyum saat mendengar tuturan Sasa. Setidaknya Sasa mengkhawatirkan nya, dan itu membuta Bara semakin yakin jika Sasa menyukainya.
Arka membawa Kesya menuju rumah sakit, sedangkan Bara, Sasa, Mr.Yamatama, Gilang, Jodi, Duda, dan 2 anak buah Bara, menuju tempat persembunyian Ando.
Sebelumnya Mr.Yamatama sudah memberikan syarat kepada Bara, agar tidak menaikkan kasus ini ke jalur hukum. Mr.Yamatama tidak ingin nama baiknya hancur karena cucu nya. Jika Bara dan yang lainnya tidak menyetujui, maka Mr.Yamatama menolak bekerja sama. Untuk itu Bara tidak menghubungi Tim nya, dan Arka mengutus anak buah nya saja.
TIDAK SAH" terdengar suara teriakan yang lantang dari depan pintu rumah Ando.
Tante Ana, Ando, Puput, Ayah Iqbal, Penghulu, dan 2 orang pengawal Ando yang menjadi saksi melihat kearah sumber suara.
Betapa terkejutnya Ando saat mengetahui siapa yang datang.
" Ayah" Lirik Tante Ana.
" Opa?"
Ya, Mr. Yamatama datang bersama Bara dan rombongannya. Ando berdiri dan menarik Puput kedalam pelukannya.
" Pernikahan ini tidak sah" Ujar Mr. Yamatama.
__ADS_1
" Ando sudah mengucapkan ijab Qabul, dengan walinya yang sah. Letak mana pernikahan ini tidak sah Opa? Dan saat ini Puput telah resmi menjadi istri Ando." Ujar Ando tanpa takut.
Mr. Yamatama tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Ando. Sedangkan Ando, Tante Ana, Bara, Gilang, Sasa, dan semua orang yang ada di sana menatap heran kearah Mr.Yamatama.
Mr. Yamatama memerintahkan seseorang, dan membawa Penghulu asli untuk hadir di hadapan Ando, sedangkan Penghulu yang menikahkan Ando tadi, langsung saja membuka penyamarannya.
Puput bernapas lega, bahwa ternyata dia belum menjadi istri Ando. Setidaknya ada harapan untuk dirinya tidak akan pernah menikah dengan Ando.
" Gak, gak mungkin. Puput sudah sah menjadi istri Ando" Teriak Ando.
" Belum ada yang menyebut kata SAH, jadi pernikahan ini batal"
Puput merasakan pelukan Ando mengendur, sedari tadi Puput melihat kearah Sasa yang memberikan kode untuk berlari kearahnya. Perlahan Sasa mendekat kearah Ando agar dia bisa meraih tubuh Puput saat Puput semakin mendekatinya.
" Ando, dengarkan Opa.___" Mr. Yamatama pun berusaha untuk membujuk cucu nya itu agar berfikir jernih, dan apa yang di lakukannya itu ada lah salah.
Ando menyadari jika Puput sudah tidak berada di sebelahnya, dia mencari keberadaan Puput, dan ternyata Puput sudah berada di belakang Sasa.
" Ha..ha.., kau gadis kecil. Aku sudah sangat geram kepada mu. Kau selalu saja menggagalkan rencana ku" tunjuk Ando murka.
Sasa mengerutkan keningnya. Kemudian Sasa mengingat satu kejadian, saat Puput ingin pulang dengan taksi online sehari sebelum Puput menghilang, Sasa melarang Puput untuk pergi karena curiga dengan keadaan sekitar. Jadi Sasa menawarinya untuk mengantarkan Puput pulang. Sesampainya di jalan, mereka memang di ikuti, namun Sasa sengaja lewat daerah kuasaannya, Agar para preman di daerah situ membantunya. Benar saja, motor yang dikendarai Sasa di jegat, dan perkelahian pun terjadi.
" Jadi itu semua ulah Lo?"
" Kenapa? Kau terkejut? Sebaiknya kau kembali kan Puput, atau aku akan menembak mu" Ando langsung saja mengeluarkan pistol yang ada di balik punggungnya.
Sasa berdiri dengan berani untuk melindungi Puput. Walaupun dalam hatinya dia saat ini ketakutan, dan bayangan saat Ayahnya meninggal terulang kembali bagaikan film yang sedang di putar. Keringat mulai membasahi seluruh pori-pori Sasa.
Ando mengarahkan pistolnya kearah Fadil yang terkulai lemas dan berlutut menyaksikan semuanya.
Sasa mendorong Puput kearah Gilang dan berlari untuk melindungi Fadil.
DOR....
Satu tembakan terdengar.
Dor... Dor...
Dua tembakan pun menyusul, Pistol yang di pegang oleh Ando terjatuh, dan tak berapa lama dia juga berlutut dan memegang Dadanya.
" Andoo" Teriak Tante Ana dan berlari kearah Ando.
Para Bodyguard Ando sudah di amankan oleh pengawal Tn. Yamatama dan orang utusan Arka.
Tn. Yamatama menatap Gilang tajam, karena sudah berani-beraninya menembak Ando.
" Itu tidak akan membuatnya mati" Ucap Gilang dengan Puput yang masih dalam pelukannya.
Sasa yang sudah memeluk Fadil untuk melindunginya merasakan sesuatu yang berat yang juga memeluknya dari belakang. Sasa menolehkan kepalanya, dan melihat Bara tengah tersenyum manis kepadanya.
__ADS_1
Sasa menahan tubuh Bara yang hampir terjatuh, Sasa merasa ada cairan yang keluar dari punggung Bara. Dengan gemetar Sasa melihat tangannya. Air matanya langsung jatuh membasahi pipi nya saat melihat darah di tangannya.
" Bara " lirih Sasa.
Untuk pertama kalinya, Bara mendengar Sasa memanggil namanya dengan lembut.
Perlahan mata Bara tertutup, dengan berbarengnya teriakan nyaring dari Sasa.
" BARAAAAA"
Ando sudah di amankan oleh dua anak buah Bara. Tn. Yamatama bernapas lega saat mengetahui jika pistol yang di gunakan Gilang adalah airsoftgun.
Gilang langsung menyuruh membawa Fadil, dan Bara ke rumah sakit. Gilang juga sudah menghubungi Arka untuk menyiapkan Tim medis.
Sesampainya mereka di rumah sakit, Bara, Fadil, dan Puput langsung di tangani oleh Tim medis.
" Hiikss.. Bara Lo harus selamat hiikkss..." Sasa meremas jari jemarinya sambil menahan getaran hebat di dalam dirinya.
Bara terlalu banyak mengeluarkan darah. Sudah 20 menit Bara di ruang operasi, Sasa masih saja menangis. Mami Shella yang baru saja datang, dan melihat Sasa duduk dengan meremas tangannya yang berlumur darah, serta air matanya yang terus keluar sambil menangis sesenggukan pun langsung saja memeluk Sasa. Pecahlah tangis Sasa di dalam pelukan Mami Shella.
"Mami, Bara Mi.. hikss.. Bara... Hikss. Semua salah Sasa. hiksss..."
" Ssstt... Sasa gak salah, Bara pasti baik-baik aja. Percaya sama Mami. Dia butuh do dari kita semua" Ujar Mami Shella menenangkan Sasa yang gemetaran sambil membelai rambut Sasa.
Ibu mana yang tidak khawatir dengan kondisi sang anak yang sedang bertaruh nyawa di dalam ruangan operasi itu. Namun melihat Sasa yang menangis, serta tubuh gemetarembuat Mami Shella harus menguatkan dirinya.
Fadil mengalami memar yang luar biasa di seluruh tubuhnya. Untungnya pukulan bodyguard Ando tidak sampai membuat organ vitalnya terluka.
Tangan Puput juga sudah di obati, benang yang di gunakan menjahit tangan Puput, benang yang paling bagus, hingga nantinya tidak akan meninggalkan bekas. Kondisi tubuh Puput juga sudah diperiksa, hanya mental Puput yang sedikit terguncang. Puput juga sudah di berikan obat penenang dan saat ini sedang tertidur.
Satu jam empat puluh lima menit, pintu ruang operasi terbuka menampilkan Leo yang keluar dari dalam.
" Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar. Masa kritisnya juga sudah lewat, kita tunggu Bara siuman saja"
" Alhamdulillah" ucap syukur pun keluar dari bibir semua orang yang berada di sana.
Sasa merasa lega, setidaknya dia tidak akan kehilang lagi orang yang sangat di cintainya itu. Sasa berjanji, dia akan mengatakan kepada Bara jika dia mencintai Bara, setelah Bara siuman.
Gilang melihat tubuh Sasa yang terhoyong dan kehilangan keseimbangannya. Gilang langsung menangkap Sasa, sebelum Sasa tiduran di lantai dan merasakan dinginnya lantai itu.
Dalam sekali gerakan Gilang menggendong Sasa dan membawa lari Sasa ke UGD. Sasa langsung di tangani oleh para ahli.
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..
__ADS_1
salam SaBar ( Sasa Bara)