
Semua orang sudah pulang kerumah masing-masing, hanya menyisakan Kesya, Vina dan Sasa. Sedangkan Vano mendapatkan panggilan dari klien yang berada di luar negri. sedangkan Bara dan Arka tengah membuang sampah. Sasa ikut membantu Kesya dan Vina membersihkan halaman belakang.
" Mbak, udah biar Key sama Sasa aja yang bersihin. Mbak pulang aja, sayang Zein, takutnya nangis karena mau nyusu"
" Beneran nih gak papa?"
" Iya Mbak "
" Ya udah, Mbak pulang ya. Sa, Mbak duluan yaa"
Sasa pun menganggukkan kepalanya.
" Vina sudah pualng?" Tanya Bara yang baru saja tiba dari membuang sampah.
" Udah, Key suruh pulang. Sayang Baby Zein"
" Udah Key, besok biar minta tolong sama Art Vano ana buat bersihin nya" Ujar Arka.
" Tinggal dikit lagi kok. Lagian Sasa juga lagi cuci piringnya dikit lagi siap"
" Aduuh" Kesya tiba-tiba saja meringis.
" Kenapa sayang?" Tanya Arka khawatir.
" Perut aku sakit Mas. Kayaknya aku mau melapor dulu deh. Aku tinggal ya sebentar. Sa, Aku ke bilik termenung dulu yaa"
" Oh iya Mbak"
Tinggallah Bara dan Sasa, karena Arka ikut mengekor Kesya kedalam kamar.
Sasa masih fokus dengan mencuci piringnya, sedangkan Bara sudah berdiri di belakang Sasa sambil memperhatikan tubuh mungil Sasa.
Sasa mencuci tangannya dan mengeringkannya dengan serbet yang tersedia.
" Astaghfirullah" Sasa terkejut saat dia berbalik badan ternyata Bara sudah berada di belakangnya.
" Hobi banget sih ngagetin?" kesal Sasa.
Bara meletakkan kedua tangannya di sisi tubuh Sasa, sehingga membuat Sasa harus bersandar di kitchen set.
" Kamu mau apa?" Tanya sasa gugup.
Cup.
" Kamu buat aku gila Mungil" Bara kembali mendekatkan wajahnya, tangan Bara sudah meraih pinggang Sasa dan menempelkan tubuh mereka, hingga sebuah teriakan menghentikan pergerakannya.
" Mas Bara " Kesya memukul bahu Bara.
" Key" Bara langsung melepaskan pelukannya dari pinggang Sasa.
Sasa sudah menunduk malu karena terciduk dengan Bos cantiknya.
Di toko kue, Kesya sedang menantikan kehadiran sang suami. Yang katanya ingin merayakan hari jadi Lena dan Duda. akhirnya Duda mendapatkan restu dari sang Ayah Lena. Arka langsung menghampiri sang istri saat tiba di toko, dan mendaratkan ciuman di kening, kemudian di bibirnya.
" Iih Mas, apaan sih. Malu tau sama Mas Bara" ujar Kesya setengah berbisik yang masih di dengar oleh Sasa dan Bara.
" Kan udah HALAL sayang, jadi boleh dong cium di mana aja" Ujar Arka sambil melirik kearah Bara dengan menekan kata Halal.
Sasa sudah membuang wajahnya kearah lain, karena merasa malu mengingat kejadian saat di rumah Kesya, yang terciduk oleh Arka dan Kesya.
Bara sudah mendengus kesal, lihat saja, jika si mungilnya itu sudah menerima cintanya, Bisa Bara jamin, jika dia akan segera menikahi mungilnya itu, dan akan membalas Arka. Bara menatap tajam kearah Arka, kemudian dia beralih kearah Sasa.
" Mungil, aku mau gitu juga" Ujar Bara manja.
" Mas, aku aduin ya ke Mami" Teriak Kesya.
__ADS_1
" Aduin aja dek, Biar cepat-cepat di kawinin sama si Dia" Tunjuk Bara ke arah Sasa.
" Iih, Ogah gue" Ujar Sasa dan berdiri dari duduknya.
" Mau kemana? Sini aja mungil"
" Mau pipis, kenapa?"
" Boleh ikut?"
Tlaakk.
Kesya menyentil kening Bara sehingga membuat Bara meringis dan mengelus keningnya yang terasa panas.
" Makasih Bos ku yang cantik. Lain kali timpuk aja pake kursi"
" Kamu yakin?" Ujar Kesya dengan nada menggoda.
Sasa mengerjapkan matanya cepat, kemudian dia menepis tangan Bara dan berlari kecil kearah dapur.
Kesya dan Arka sudah terkikik melihat tingkah Sasa. Suka, tapi masih malu.
" Jadi belum di terima nih ceritanya?" Goda Kesya.
" Hah, itu lagi itu lagi, belum Kekey, kamu doain aja supaya dia Nerima Mas. oh ya, emangnya tampang Mas mirip play boy ya?"
Kesya menganggukkan kepalanya, begitupun dengan Arka.
" Ah, kayaknya Mas bertanya dengan orang yang salah" Kesal Bara, dan di susul oleh tawa Kesya dan Arka.
Arka, Kesya, Bara, Sasa, Duda, Lena, Bela, Ica, Jodi, dan Ara pun duduk bersama sambil menikmati Pizzia yang di belikan oleh oleh Duda dalam rangka merayakan hari jadian Duda dan Lena. Tak berapa lama Fadil datang sendirian.
" Puput Mana?" Tanya Arka.
Fadil mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan Arka.
" Dia belum sampai sini?" Tanya Fadil lagi.
" Lo gak bareng dia?"
" Tadi dia bilang ketemu seseorang, trus nanti sepulang dari sana, dia menyusul ke sini." Ujar Fadil dan duduk di sebelah Jodi.
" Coba deh kak Fadil hubungi, masa belum datang juga" Tanya Kesya.
Fadil meraih ponselnya dan mencoba menghubungi nomor Puput.
" Kok gak aktif ya?" Gumam Fadil.
" Coba sekali lagi" saran Kesya.
Fadil pun mencoba menghubungi Puput, tapi hasilnya sama. Ponsel Puput tidak bisa di hubungi.
" Emangnya Puput ketemuan sama siapa?" Tanya Arka.
" Sama siapa ya? Tadi gue kurang jelas gitu dengernya saat Puput izin ke gue, karena terlalu fokus ke kerjaan."
Fadil kembali mencoba menghubungi ponsel Puput, tapi hasilnya nihil. Panggilannya masih tidak tersambung.
" Mungkin batrenya lowbat kali " Ujar Ara.
" Bisa jadi" Ujar Fadil, tapi dalam hati dia merasakan hal yang tidak enak. Takut terjadi sesuatu yang buruk kepada Puput. Tapi Fadil mencoba untuk berfikir positif.
Ara masih mencoba mendekati Jodi, dan Bela yang memang juga menaruh hati kepada Jodi pun tidak mau kalah. Mereka berebutan untuk mencari perhatian Jodi. Hingga Bela dan Ara bertaruh, siapa yang paling banyak menghabiskan potongan Pizzia yang sudah dilumuri saos di seluruh atasnya, dia yang berhak duduk di sebelah Jodi, dan yang kalah harus menjauh.
Kesya, Sasa, Ica, dan Lena sudah iba melihat wajah Ara yang memerah kepedasan dan di aliri air mata. Kesya tau, jika Ara tidak tahan pedas, dan Kesya berusaha untuk menghentikan Ara. namun keras kepalanya Ara, menurun dari sifat keras kepala ayahnya.
__ADS_1
Baru gigitan ke 5, Ara sudah tidak sanggup dan berlari ke belakang untuk mengeluarkan semua isi mulutnya. Jodi menatap punggung Ara dengan iba. Bela bersorak girang karena itu artinya dia menang. Bela langsung saja duduk di sebelah Jodi dan memberikan perhatian kepada Jodi.
Ara kembali dengan keadaan lemas. Bagaimana tidak, dia memuntahkan semua isi perutnya.
" Nih, minum" Ujar Kesya menyodorkan segelas teh manis yang tadi sempat di buatnya saat Ara di kamar mandi.
" Makasih Mbak" Ara menyandarkan kepalanya di bahu Kesya. Kesya menepuk punggung Ara dengan pelan. Rasanya Ara ingin mati saja, menahan rasa pedas yang sungguh luar biasa, seakan bibirnya dower dan tebal 10 kali lipat dari bibir normalnya.
" Kamu gak pa-pa Ra?" Tanya Bara khawatir.
" Hmm" Ara sudah menutup matanya, jika sudah begini, dia akan menderita sakit perut.
" Udah tau gak tahan pedas, masih aja sok jagoan"
"Hmm"
Ara hanya menyahut ucapan Bara dengan gumaman.
Sepulan Arka, Fadil, dan Bara. Sasa mendatangi Jodi yang duduk di luar ruang kerja Kesya.
" Bang, Lo gak kasian sama Ara?"
" Kenapa?"
" Anak orang nahan pedas demi mencari perhatian Lo. Masa Lo gak kasian gt?"
" Lah, gue harus gimana coba? kan bukan gue yang suruh"
" Hmm, gue tau. Hati kecil Lo merasa iba, cuma Lo nya gak mau tunjukkin. Tapi setidaknya Lo antarin dia pulang gitu. Dalam setengah jam ini, dia udah 4 kali bolak balik ke kamar mandi"
" Tugas gue jaga Nyonya Bos, bukan Ara"
" Sasa benar kok bang, mending Abang antar Ara pulang deh. Lagian ada Sasa di sini yang pasti bakal jagain aku" Titah Kesya.
" Tapi Mbak?"
" Titah Nyonya Bos mau di langgar?"
" Siap Nyonya Bos"
Jodi langsung berdiri dan menghampiri Ara yang berada di lantai bawah.
" Ayo pulang!!"
" Hah??" Sasa yang tengah terbaring di sofa pun terkejut dengan ucapan Jodi.
" Mbak Kesya suruh saya antar kamu pulang"
" Oohh, ya udah hayuukk" Ara dengan semangat berdiri dan meraih tangan Jodi. Bela yang melihat itu merasa kesal.
" Gak usah pegang-pegang" Jodi menyingkirkan tangan Ara.
" Ya udah kalo gak boleh" sebelah tangan Ara masih setia memegang perutnya yang perih.
Bela sudha tersenyum mengejek Ara yang mendapatkan penolakan dari Jodi. Bukan Ara namanya jika begitu saja dia sudah menyerah. Tapi berhubung saat ini Ara tidak memiliki kekuatan untuk merayu Jodi, jadi dia memilih untuk memikirkan perutnya.
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..
salam SaBar ( Sasa Bara)
__ADS_1