
Sasa mencium tangan Nenek dan mencium tangan Yuri. Bagi Sasa, mereka adlaah irnah yang mulia dan perlu di hormati. Walaupun susah, mereka tidak meminta, tetapi berusaha menghasilkan uang dengan usaha.
" Aaww, yah putus" Ujar Sasa saat baru saja berdiri."
" Ini, sendalnya nenek kembalikan"
" Gak pa-pa nek, Deket doang tokonya. Saya bisa nyebrang kok sambil lari. Saya permisi dulu ya, Assalamualaikum"
" walaikumsalam, terima kasih nak cantik. Oh ya, nama kamu siapa? Maaf nenek sampai lupa menanyakan nama kamu"
" Marisa, panggil saja Sasa"
" Terima kasih kakak Sasa."
Setelah berpamitan, Sasa berjalan dengan sedikit berjinjit, karena merasa panas di telapak kaki nya. Namun Sasa tetap menyunggingkan senyumnya.
Sasa menunggu lampu rambu berubah menjadi merah, selama berdiri, Sasa sekali-kali bergantian kaki nya menginjak kaki yang satunya.
"Aammppp" Sasa terkejut saat tiba-tiba tubuhnya melayang.
" Lo" Pekik Kesya yang sudah melingkarkan tangannya di leher Bara. Karena Bara menggendongnya secara tiba-tiba ala Bridal style.
Bara terkekeh melihat wajah Sasa yang sudah panik, dan memerah.
" Turunin, kok malah ketawa sih" kesal Sasa.
" Kaki kamu panas mungil, nanti bisa luka"
" Ya tapi gak usah pake gendong-gendong. Malu tau di liatin."
Benar memang apa kata Sasa, saat ini para pengendara yang baru saja terjebak lampu merah, sedang memandang mereka dengan senyum, bahkan ada yang mengambil foto mereka, untuk di jadikan bahan ceriwisan di dunia Maya.
Bara melangkah kan kaki nya sambil menggendong Sasa. Sasa sudah menutup wajahnya sebelah tangan agar tidak terlihat wajahnya. Bara terkekeh melihat wajah Sasa yang memerah karena malu di campur kepanikannya.
Sedangkan di dalam toko, Mami Shella, Kesya dan teman Mami Shella sudah heboh dengan pemandangan yang tersaji kan.
" Waah, udah kayak d film-film romantis gitu"
Lena sampai keluar dari meja kasir dan melihat pemandangan yang tengah heboh jadi penglihatan sang ibu-ibu sosialita.
" Waah, romantis banget sih" Lena langsung mengeluarkan ponselnya dan memvideokan pemandangan yang sangat romantis itu.
Kesya langsung membukakan pintu saat melihat Bara dan Sasa sudah mendekat.
" Waahh, romantis banget sih" Goda Kesya.
Bara hanya tersenyum lebar menanggapi ucapan Kesya. Perlahan Bara menurunkan Sasa.
" Duuh, gimana rasanya di gendong Mas Bara Sa?" Goda Kesya.
Lena juga gak mau kalah, dia ikut menggoda Sasa, bahkan Beti dan Ica juga sudah ikut-ikutan bersorak menggoda Sasa.
" Iihhh, apaan sih" Ujar Sasa dengan menutup kedua pipinya.
" Duuh, sampai merona begitu. Ha..ha..ha.."
Sasa mengerucutkan bibirnya yang terlihat lucu.
__ADS_1
" Mungil, kamu jangan pancing-pancing aku" Bisik Bara.
Sasa melirik kearah Bara dan memberikannya tatapan sinis. Bara hanya terkekeh melihat wajah Sasa yang terlihat lucu.
" Sasa" Panggil Mami Shella.
Sasa dan Bara langsung membolakan matanya saat melihat Mami Shella dan teman-temannya tengah tersenyum menggoda kepada mereka.
" Sini" Panggil Mami Shella.
Sasa melirik kearah arah Bara, kemudian melihat ke arah Kesya.
" Udah sana" Kesya menolak sedikit tubuh Sasa untuk berjalan.
Sasa dengan canggung dan wajah merona menghampiri Mami Shella dan teman-temannya.
" Kenalin, ini teman-teman Mami"
Sasa yang di perkenalkan dengan teman-teman Mami Shella mendadak membeku. Ada apa ini? Kenapa Mami Shella mengenalkan dirinya kepada teman-teman sosialita nya?.
" Eemm, Saya Sasa " Ujar Sasa gugup sambil mencium punggung tangan teman-teman Mami Shella.
" Sasa, Kamu masih ingat saya?" Tanya Linda.
Sasa mengerutkan keningnya, " Bunda Linda?" Ujar Sasa sedikit ragu.
" Iya sayang, ini Bunda"
" Ya ampun Bunda, apa kabar?"
Linda langsung saja memeluk Sasa saat Sasa ingin mencium tangannya kembali.
" Iya Bunda, terakhir setahun yang lalu. Bunda kenapa gak pernah mau ke panti lagi?"
" Iya, Bunda sakit dan menjalankan pengobatan di luar negri."
Sasa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Sasa belum menyadari Bara sudah berdiri di belakangnya, hingga suara ibu-ibu yang lain mengintruksi Sasa melihat kearah Bara.
" Di lihat-lihat, kalian sedikit mirip ya. Mungkin ini yang namanya jodoh"
Sasa memandang kebelakang, dan mendapati Bara yang sudah berdiri di belakang nya smabil tersenyum lebar.
" Doain ya Tante"
" Apaan sih" Gerutu Sasa.
" Ya di doain minta kita berjodoh, Boleh kan Mi?" Tanya Bara.
" Tentu dong. Mami senang banget malah jika kamu dengan Sasa"
Bara merasa sedikit lega, setidaknya Mami ha sudah menerima Sasa, tentang masa lalu Sasa, akan Bara difikirkan caranya untuk menjelaskan kepada Mami dan Daddy nya.
Berbeda dengan Bara yang terlihat bahagia, Sasa terlihat pucat mendengar ucapan Mami dari pria yang menjulang tinggi di belakangnya ini. Apa Mami nya saat ini tengah menjodohkan dirinya dengan sang anak? Oh tidak..
" Sa, kamu mau kan sama Bara?" Tanya Mami Shella.
" Eemm, itu.. Sasa belum ada kefikiran kesana Mi" Tolak Sasa halus.
__ADS_1
" Kamu gak suka sama Bara?"
" Bukan gitu Mi, tapi__"
" Mi, kasih Bara waktu buat yakini Sasa ya. Mohon doa nya juga Mami, Tante, agar Sasa ni bisa luluh hatinya untuk Bara"
" Amiin, tentu dong Bara. Pria baik-baik pantasnya mendapatkan wanita yang baik"
Sasa merasa tercubit di dalam hati. Pasalnya sasa merasa jika dirinya bukanlah perempuan yang baik. Dia hanya anak seorang mantan narapidana, dan mantan preman. Sasa hanya tersenyum kecut.
" Kamu bawa apa?"
" Oh, ini buah sirsak. Belum masak sih Mi. Mau aku peram dulu, terus nanti aku buat rujak sirsak"
" Wah, kelihatannya enak, Mami mau ya kamu kirimin rujak nya"
" Iya, Key juga Mau"
" Iya Mami, Mbak Key, nanti kalo sudah matang, saya buatin deh rujak sirsak nya. Di jamin pasti ketagihan"
" Gak sabar deh" Ujar Kesya sambil mengelus perut buncitnya.
" Ya udah, Sasa kembali kerja ya. Kelamaan izin udah nih"
" Okey"
Kesya dan Bara pun duduk bersebelahan dengan meja Mami Shella dan teman-temannya.
" Shel, kamu beruntung loh dapat menantu seperti Sasa. Anak saya aja pernah lamar Sasa, tapi berhubung dia sudah menikah, dan ingin menjadi kan Sasa istri keduanya, Sasa menolak, dengan alasan tidak ingin menyakiti hati istri anak aku. Kamu bisa bayangin kan, kurang apa coba anak aku"
" Syukur deh dia gak jadi nikah dengan anak kami, jadi Sasa bisa nikah sama Bara"
" Iyaa sih, jodoh kita gak pernah ada yang tau"
" Sasa itu gak cuma sering jadi relawan di panti jompo, tapi dia sering membagikan makanan dan buku kepada anak pinggir kali."
" Benarkah? Wah, hebat banget sih Sasa. Jarang-jarang loh ada gadis muda yang mau habisin waktunya buat jadi relawan"
" Asal kalian tau, Sasa itu bahkan tidak jijik sama sekali, saat ada orang tua yang tercirit, alias mencret. Sasa dengan sabar membersihkan nya, dan memandikannya"
" Mantu idaman itu Mah."
Bara yang mendengar nya, tersenyum semakin lebar, sehingga membuat Kesya ikut tersenyum melihat Bara yang bisa tersenyum lepas. Bara memang sangat berubah saat bersama Lia dan Sasa. Terlihat Bara bisa menjadi dirinya sendiri saat bersama Sasa. Dan Kesya suka itu, Bara yang menjadi dirinya sendiri.
" Eheem, kayaknya bakal makin cinta nih" Goda Kesya.
" Bukan makin cinta, tapi cinta Bangeet"
Mereka pun tertawa bersama. Sesaat Bara melupakan pekerjaannya yang menguras tenaga dan otak, serta masalahnya yang mana tiba-tiba saja Lia sudah dipindahkan ke Jakarta, walaupun mereka tidak di kantor yang sama. Itu membuat Bara sedikit tidak tenang, mengingat peristiwa di cafe saat itu.
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..
__ADS_1
salam SaBar ( Sasa Bara)