
"Kenapa, Mas?" tanya Bunda Sasa kepada Daddy Bara yang sedang memperhatikan sekelilingnya.
"Raysa dan Fatih,"
"Biarkan mereka, Mas. Nikmati lah makanan mu."
"Yaah, kamu benar. Aku hanya penasaran saja, apa Fatih sanggup lima ronde atau tidak."
"Kenapa bahasamu seperti itu, Mas?"
"Biar kita cepat punya cucu."
Bunda Sasa pun terlihat menatap kosong kearah makanannya. Daddy Bara dengan cepat dapat mengambil perubahan ekspresi sang istri.
"Kenapa sayang?"
"Hmm, Aku hanya takut, Jika Raysa mengalami hal yang sama dengan ku." ujar Bunda Sasa dengan sendu.
"Maksud kamu?"
"Hmm, aku takut jika Raysa juga terlambat untuk mendapatkan buah hati."
"Sayang, Jangan bicara seperti itu, insya Allah kita punya menantu yang memiliki bibit unggul."
"Maksud, Mas?"
"Fatih terlahir dari bibit unggul."
"Aku gak ngerti loh Mas."
"Gilang menanam benih nya di dalam rahim Mili, hanya sekali. Dan Fatih langsung jadi."
"Emang ada hubungannya ya, Mas?" tanya Bunda Sasa dengan bingung.
"Gak juga sih, tapi kita berdoa saja ya. Semoga mereka cepat di berikan momongan."
"Amiin ... semoga saja Mas."
Tak berapa lama Raysa dan Fatih pun tiba dan bergabung dengan Bunda Sasa dan Daddy Bara.
"Yang lain mana Bun?" tanya Raysa.
"Biasalah, lagi pacaran."
Daddy Bara menyemburkan minumannya saat melihat Fatih.
Ekhem, lebih tepatnya ke leher Fatih yang banyak terdapat tanda cinta. Daddy Bara tidak menyangka jika sang putri ternyata sangat ganas.
Tunggu, apa sifat keganasannya di ranjang menurun kepad sang putri?
Waah, genetik turunan yang luar biasa.
"Kalian udah makan?" tanya Bunda Sasa.
"Udah, tapi aku pingin makan lagi, masih lapeer." ujar Raysa sambil melihat-lihat menu yang terletak di atas meja.
'Gimana gak Laper? siap makan tadi malah dia yang ngajak main? padahal siapa yang bilang capek?' batin Fatih.
Setelah memesan makanannyq, Raysa pun melihat sekeliling hingga matanya kembali menuju kepada sang suami. Lebih tepatnya ke leher sang suami.
Raysa membuka mulutnya dan membulatkan matanya. Yang benar saja? Fatih menggunakan kaos berleher rendah yang mana menampilkan bekas tanda cinta dari Raysa di sana.
__ADS_1
Raysa perlahan melirik kearah sang Bunda dan Daddy yang sedari tadi mengulum senyumnya.
'Ya ampun, pasti bunda dan Daddy ketawa karena melihat leher Fatih deh. Iiih, malu banget deh.' batin Raysa sambil menendang Kaki Fatih.
Fatih menoleh dan langsung tersenyum kepada Papi Gilang yang baru tiba dan menyapa mereka.
"Waah, pengantin baru udah nongol aja nih." goda Papi Gilang.
"Laper Pi." jawab Fatih.
"Leher kamu kenapa tuh? jangan bilang?" Papi Gilang melirik kearah sang menantu yang sudah menundukkan wajahnya.
Bwhahaha ....
Pecahlah tawa Papi Gilang, yang mana berakibat mendapatkan cubitan dari Mami Mili.
"Gak nyangka, ternyata keganasan Bara nurun ke Raysa." ujar Papi Gilang yang kembali mendapatkan cubitan dari Mami Mili.
Tak hanya Mami Mili, namun Papi Gilang juga mendapatkan pukulan dari Mama Kesya karena telah berani menggoda putrinya itu.
"Kamu ini ya, pinter banget deh bikin anak aku malu." geram Mami Mili dan memeluk Raysa.
"Gak usah kasih jatah ntar Mil, biarian aja dia." ujar Mama Kesya mengompor-ngompori.
"Emang gak dapat jatah kok, lagi bendera perang, lagian entar setelah bersih, ada yang gak tahan untuk tidak mendapatkan jatah " goda Papi Gilang yang mana membuat Mami Mili kembali mencubit pinggangnya.
Memang sudah menjadi kebiasaan Mami milo, jika dirinya telah bersih dari menstruasi, maka hormon seksual Mami Mili meningkat, dan sering menggoda Papi Gilang. Papgi Gilang bisa apa? jika sang istri sedang menginginkan surganya.
*
"Layca, kamu kenapa?" tanya Fatih yang sedari tadi melihat jika Faysa terus saja cemberut.
"ini gara2 Abang, kenapa gak pakai yang lebih tertutup sih bajunya?" rengek Raysa.
"Panas dari mana? ini malam loh Abang, cuacanya dingin."
"Aku kepanasan sayang," Fatih membuka kaos bajunya.
"Panas kok muka mesum gitu, bilang aja kalo pingin." ujar Raysa dengan kesal.
Fatih terkekeh, " tau aja sih. yuukkss..."
"Kenyang." Rajuk Raysa dan duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
"aayukk dong Layca."
"Masih kenyang, abaaaang."
"Layca." Fatih mencuil-cuil bemda kenyal yang ada di dada Raysa.
"apaan sih Abang, geli tau ..."
"Makanya, Ayuukkk.."
Raysa menghela napasnya pelan. "Lima belas menit lagi, oke?"
"Hmm, baiklah. bangunkan aku ya, jina aku tertidur."
"Oke."
Raysa melirik kearah Fatih yang sudah naik keatas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya. Raysa pun kembali fokus kepada ponselnya, tak lupa ia men-silent ponselnya.
__ADS_1
Me : Mbak, gimana caranya supaya menjadi malam yang sangat berkesan dan memuaskan?
Send
*
Quin, Kayla, dan Anggel pun meraih ponsel mereka di saat mendengar suara notifikasi. Sontak mereka tersenyum membaca pesan group yang di buat oleh Raysa.
Quin : Gunakan lingeri yang aku kasih ke kamu.
Kayla : jangan lupa mandi dan pakai mewangian yang menggoda, hidupkan musik klasik dna bergeraklah dengan menggoda.
Anggel : Jangan lupa bunga mawar yang di gigit, lalu kami belaikan Bunga mawar itu ke wajah, turun ke dada, turun k perut, kemudian berikan gerakan sensual di bawah sana, sambil mengatakan 'Aku menginginkanmu.'
Anggel, Quin, dan Kayla mengirim pesan di waktu yang hampir bersamaan namun tempat yang berbeda.
Raysa yang sedang memegang ponselnya pun, langsung membaca pesan yang masuk.
'Lingeri? musik? mawar? hmm...'
Raysa melihat kesekeliling kamarnya, beruntungnya Raysa karna kamar ini memang di dekor untuk pengantin baru. Jadi yang pastinya bunga mawar segar akan ada di dalam kamar mereka.
Raysa melirim kearah Fatih yang sudah menutup matanya, dengan gerakan pelan, Raysa berjalan kearah lemari dan membukanya dengan perlahan.
Bagaikan maling yang takut ketahuan mencuri, Raysa melakukannya dengan gerakan yang sangat pelan. Raysa bernapas lega di saat Fatih masih dalam posisi yang sama, ia pun meraih lingeri merah menyala serta menggoda pemberian Quin, kemudian ia mengambil parfum dengan wewangian vanila dan cake yang manis. Raysa bergegas kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Ah, baru membayangkan nya saja Raysa sudah tak sabaran untuk di masuki oleh Fatih. Raysa mandi berendam di dalam bathup dengan aroma terapi wangi mawar. Tak perlu lama, karena Raysa hanya ingin menyegarkan Saha tubuhnya, kemudian ia mengeringkan tubuhnya dan menggunakan lingeri pemberian Quin.
"Duh, ini sih bukan cd ya, tapi tali yang d sangkut di belahan. Bisa banget deh orang buat beginian, gak payah susah-susah buka, langsung celup aja." gumam Raysa sambil memakai lingeri lengkapnya.
Tak lupa Raysa menyemprotkan parfum yang baru ia beli, ke leher, dada, paha, dan perutnya. Hampir sebagian tubuhnya ia semprotkan agar dapat menggoda Fatih, si jago nya ngebor.
Raysa perlahan membuka pintu kamar mandi, ia kembali bernapas lega di saat melihat Fatih masih dalam posisinya semula. Raysa tak tahu, apa Fatih memang benar-benar tidur, atau hanya pura-pura, lagi pula jika Fatih pura-pura, bukankah itu menguntungkan untuk nya? jadi ia tak harus bersusah payah untuk membangunkan Fatih.
Raysa mematikan lampu utama, dan membiarkan lampu temaram namun masih terlihat jelas pun untuk menyala.
"Layca." lirih Fatih dengan suara serak nya, Fatih terbangun saat Raysa mematikan lampu utamanya.
"Tetaplah di tempat mu, Abang." ujar Daysa dengan seksi.
Fatih pun mendudukkan dirinya dan mengambil kembali semua kesadarannya. Fatih membulatkan matanya saat melihat Raysa menggunakan lingeri merah menyala yang sangat seksi dengan belahan dada yang rendah. Yang mana menampilkan gundukan putih yang tak besar dan tak terlalu kecil namun pas untuk di genggam dan sangat puas untuk di nikmati.
Raysa memutar sebuah musik klasik yang menggoda dari ponselnya. Raysa menarik satu tangkai bunga mawar dan menggigitnya dengan gerakan sensual. untungnya bunga mawar tersebut sudah tak ada lagi durinya.
Raysa mengeliukkan tubuhnya yang kaku untuk bergoyang, namun tetap saja terlihat menggoda bagi Fatih. Perlahan, Raysa turunkan kimono lingeri nya sambil berjalan dengan sensual serta menggoda kearah Fatih.
Fatih menelan ludahnya, di bawah sana, si adik mungil nya sudah bergerak untuk melihat si pemilik kehangatannya.
Raysa naik keatas tempat tidur, lalu ia duduk di atas pangkuan Fatih, yang mana sangat jelas sekali adik mungil Fatih merasakan sesuatu yang berlobang di milik Raysa.
Raysa mengambil bunga mawar di mulutnya, kemudian ia membawa bunga mawar itu ke wajah Fatih, turun keleher, dada, dan perut. Raysa goyangkan pinggulnya dengan sensual sambil berkata. 'Aku menginginkan mu.'
Tak butuh waktu lama, Fatih langsung menyambar bibir Raysa dan membalikan posisi mereka.
'Aah, kamu sungguh nikmat, Layca ..." desah Fatih di tengah percintaan mereka.
**
Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.
Jangan lupa like and komen.
__ADS_1
Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA