Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 71


__ADS_3

"Hiks ..."


Isak tangis Raysa yang tersedu-sedu pun menarik perhatian semua orang. Bunda Sasa yang ada di samping Raysa pun langsung memeluk sang putri. Ingin sekali rasanya Raysa berteriak dan berlari kearah Fatih. Jika tak mengingat ancaman Farhan dan hubungan baik kedua keluarga nya.


Farhan kembali mengepalkan tangannya, ia menarik Raysa dari pelukan Bunda Sasa, yang mana membuat Bunda Sasa dan Raysa terkejut. Daddy Bara sudah menatap tajam kepada Farhan yang sudah beraninya menarik kasar tangan sang putri.


"Kita harus bicara." bisik Farhan yang hanya di dengar Raysa.


Tanpa bicara lagi, Farhan menarik tangan Raysa untuk mengikutinya. Raysa hanya menurut dengan tangis yang masih menghiasi wajahnya tanpa perlawanan. Farhan membawa Raysa keluar dari gedung yang sudah di hiasi dengan indah itu.


Daddy Bara sudah siap mengejar, namun di halang oleh pengawal Farhan. Daddy Bara membuat perlawanan, begitu pun dengan Ibra, Rayan, Rian, Lana, Zein, Veer, Lucas, dan yang lainnya sudah ikut menyerang para pengawal Farhan. Om Riko sampai berteriak untuk menghentikan para pengawal mereka semua sehingga pertengkaran pun terhentikan.


"Bar, gue minta maaf atas perbuatan anak gue." Ujar Om Riko dengan rasa bersalah nya. DNA menggeram karena ulah sang putra yang tak terduga itu.


"Gue bakal buat perhitungan dengan putra Lo jika sampai seujung jari anak terluka." Ujar Daddy Bara dengan murka.


"Abash, periksa cctv. Cari ke mana mereka pergi." Titah Daddy Bara.


Abash langsung meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Dad, mereka menuju atap gedung."


Daddy Bara dan yang lainnya pun langsung berlari menuju di mana tempat Farhan membawa Raysa, termasuk Om Riko juga ikut mengejarnya.


Tante Uli, istri dari Om Riko pun menghampiri Bunda Sasa dan Oma Shella.


"Maafin Farhan, Sa, Tante." Ujar Tante Uli dengan tersedu-sedu.


Oma Shella menghela napasnya kesal, namun bagaimana pun Uli tak bersalah.


"Kita berdoa saja jika Farhan tak melukai Raysa." Ujar Oma Mega dengan ketus.


Bunda Sasa hanya bisa menutup matanya dan berdoa agar sang putri baik-baik saja.


Daddy Bara dan yang lainnya pun tiba di lantai tertinggi gedung milik keluarga Moza tersebut. Pandangan yang pertama kali terlihat adalah Farhan yang bersandar di dekat pintu dengan wajah tertunduk.


Bugh ...


Satu pukulan mendarat di wajah Farhan dari Daddy Bara.


Bugh ....


Satu pukulan lagi kembali mendarat di wajah Farhan dari Om Riko.


"Papi gak pernah ngajarin kamu berbuat kasar kepada perempuan." Desisnya dengan murka.


Farhan hanya tersenyum mendapatkan pukulan dari orang-orang yang di hormati nya itu.


"Mana Ica?" Tanya Daddy Bara dengan murka.


"Di luar." Jawab Farhan sambil tersenyum tanpa sedikitpun merasa bersalah.


Daddy Bara membuka pintu dengan kasar. Betapa terkejutnya Daddy Bara saat melihat Fatih dan Raysa tengah berciuman.


"FATIIHH ....." pekik Daddy Bara.


*


Farhan menarik tangan Raysa untuk terus mengikutinya.


"Berhentilah menangis, karena itu membuat kamu jelek."


Bukannya berhenti, Raysa semakin terisak. Fatih memang tak menggenggam tangannya dengan kasar seperti yang di awal. Namun Raysa masih saja takut dengan hal-hal buruk yang terjadi.


Terlihat Farhan sedang menerima panggilan dari seseorang. Lalu ia menekan tombol lift dan menuju ke lantai paling atas.


Raysa hanya menatap setiap angka yang terus naik. Raysa tak tahu ke mana Farhan akan membawanya, hingga lift berhenti di lantai teratas gedung milik keluarga Moza.


"Ki-kita mau kemana?" Tanya Raysa dengan bergetar.


"Bertemu dengan seseorang."


Farhan membuka pintu yang menghubungi atap gedung ini. Terlihat Fatih tengah berdiri membelakangi mereka.


Raysa menatap kearah Farhan, seolah bertanya dengan Farhan apa yang akan di lakukannya.


"Aku terlambat untuk memiliki kamu, Ca. Aku gak mungkin memaksa kamu untuk mencintai aku, sedangkan kamu mencintai orang lain. Aku juga gak bisa mengalahkan besarnya cinta Fatih kepada Kamu. Dan aku rasa, yang bisa membuat kamu bahagia hanyalah Fatih."

__ADS_1


Raysa terisak, dan itu membuat Fatih menoleh ke belakang. Fatih mengernyitkan keningnya di saat melihat Farhan dan Raysa ada di belakangnya. Fatih dengan cepat menghapus air matanya.


"Gue percaya, Lo bisa bahagiain Ica. Gue percayain Ica sama Lo." Ujar Farhan kemudian ia berbalik dan meninggalkan Raysa dan Fatih berdua di atap gedung.


Raysa terisak namun bibirnya terukir sebuah senyuman. Sedangkan Fatih masih bingung dengan apa yang terjadi saat ini.


Raysa menghapus air matanya, perlahan ia melangkahkan kakinya dengan senyum yang terus terukir di bibirnya, hingga Raysa tepat berada di hadapan Fatih.


"Layca, kamu___"


"Pertunangannya batal. Aku cinta nya cuma sama kamu, aku cuma mau kamu yang jadi tunangan aku, dan aku mau kamu jugalah yang menjadi suami dan ayah dari anak-anak aku."


Fatih terkejut, ia tak tahu harus berkata apa.


"Layca, ini___"


satu tetes air mata Fatih terjatuh di pipinya. Raysa mengangkat tangannya dna menghapus air mata yang membasahi pipi Fatih.


"Aku janji, mulai sekarang, pipi ini gak akan lagi basah dengan air mata kesedihan, tapi ia akan basah dengan air mata kebahagiaan. Kamu mau kan, jadi tunangan aku? dan juga bersedia kan menunggu aku hingga habis masa ngabdi ku? setelah itu kita menikah."


"Layca, kamu? kamu lamar aku?"


"Iya, aku lamar kamu. Aku gak mau menunggu terlalu lama untuk kamu melamar aku."


"Layca, ini ... aku ... Layca, aku benar-benar bahagia."


Fatih kembali menjatuhkan air matanya. Raysa tersenyum, ia menangkup wajah Fatih, kemudian berjinjit dan mengecup kedua mata Fatih.


"Kamu harus janji, jika air mata ini adalah air mata kebahagiaan."


Fatih menganggukkan kepalanya. "Iya, aku akan menangis bahagia. Aku akan membuat kamu bahagia."


"Janji?"


"Hmm, janji. pinky promise?" Ujar Fatih menunjukkan jari kelingkingnya.


Raysa terkekeh, kemudian ia mengaitkan jari kelingkingnya dengan kelingking Fatih.


"Pinky promise."


Fatih mengecup tangan Raysa yang masih terkait oleh tangannya. Ia tertawa bersama Raysa yang juga tertawa dengan cantiknya.


"Aku tau, dan aku juga cinta kamu, Abang Fatih." Ujar Raysa dengan wajah yang merona.


"Aku suka mendengar kamu memanggilku Abang."


"Mulai sekarang, Aku akan memanggil kamu Abang."


"Harus ...." Ujar Fatih sambil mengecup hidung Raysa cepat.


Raysa mencebikkan bibirnya di saat Fatih tak melakukan lebih.


"Kenapa?"


"Hanya hidung?" tanya Raysa debgan wajah merona.


"Maksud kamu?"


Tak ingin menunggu lama, Raysa menangkup pipi Fatih dan membawanga untuk menunduk. Raysa mencium bibir Fatih dengan penuh cinta, di mana Fatih terkejut dan membelalakkan matanya. Raysa mencium bibir Fatih dan mengh*sapnya, hingga suara bariton menggelegar bagaikan petir yang menyambar bumi.


"FATIIIH ....."


Sontak saja Raysa dan Fatih memisahkan diri mereka.


"Daddy" lirih keduanya dengan wajah yang pucat.


Daddy Bara dengan langkah besarnya langsung menghampiri kedua anaknya itu. Saat Daddy Bara mengangkat tangannya, Raysa langsung berdiri di depan Fatih dan melindungi nya.


"Salah Ica, Ica yang mencium Abang Fatih. Ica mau nikahnya sama Abang Fatih." Pekik Raysa yang mana membuat semua orang terkejut namun detik selanjutnya juga tertawa.


Ingat, saat Daddy Bara meminta kepada Oma Shella untuk menikah dengan Bunda Sasa? Dan itu terulang kembali kepada Raysa.


Opa Roy menepuk bahu sang putra, dan terkekeh.


"Persis kamu dulu." Ujar Opa Roy yang mana membuat wajah Daddy Bara merona.


Opa Roy memeluk sang cucu. "Selesiakan dulu masa mengabdi kamu, baru menikah."

__ADS_1


Fatih masih berdiri dengan wajah pucat nya. Hingga Papi Gilang mendekat dan meninju lengan sang putra.


"Cinta nya terbalaskan huh?"


Fatih terlihat gugup dan kikuk. Ia merasa malu karena ketahuan berciuman dengan Raysa, tepatnya Raysa yang menciumnya.


"Jadi, acara ini sebaiknya di lanjutkan. Dan pesta ini hadiah dari aku untuk kalian berdua yang cintanya benar-benar sangat besar dan rela berkorban." Ujar Farhan yang mana membuat semua orang bernapas lega.


"Jadi kamu udah rencanain semua ini?" Tanya Om Riko.


"Iya Pi, bahkan Farhan sampai mengancam Ica, jika Ica berani membatalkan pertunangan ini, Maka Farhan akan menghancurkan karir Fatih. Lihat lah, Ica tak ingin melihat Fatih hancur, jadi ia rela mengorbankan kebahagiaannya. Mana mungkin Farhan tega memisahakn dua orag yang saling mencintai."


Om Riko menepuk bahu Farhan. "Kamu mengambil keputusan yang benar."


*


Farhan memberikan sepasang cincin pertunangan dirinya dan Raysa, kepada Fatih.


"Ini juga hadiah dari gue."


"Malam ini gue pasang yang ini, ntar gue oesna yang lain." Ujar Fatih kepada Farhan.


Farhan terkekeh, ia hanya menganggukkan kepalanya. " Terserah Lo."


Fatih memasangkan cincin di jari manis Raysa, kemudian ia mengecup jari-jari lentik tersebut, sehingga membuat sahabat dan saudara nya itu bersorak ikut merasakan kebahagiaan.


Raysa pun memasangkan cincin di jari manis Fatih. Herannya, cincin itu muat di jari-jari Fatih, padahal cincin itu adalah ukuran jari manis Farhan, yang mana jari-jari nya lebih kecil dari jari-jari Fatih yang mana tubuh Fatih terbilang lebih besar dari Farhan.


Fatih terkejut saat mendapatkan sosok wanita cantik yang tiba-tiba saja sudah berada di samping Farhan, dengan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah. Sepetinya Fatih bisa menebak, jika Tissa ikut andil dalam misi Farhan kali ini.


Setelah memasangkan cincin di jari manis Fatih, Raysa berjinjit dan mengecup pipi Fatih, yang mana membuat Fatih merona dan Malu. Sorakan pun kembali terdengar, terutama dari mulut Lana dan Lucas yang bersorak dengan sangat kuat.


Daddy Bara menepuk keningnya sendiri, karena melihat tingkah sang putri yang terbilang agresif.


"Dulu aja gak mau, sekarang lihat tuh, kelakuan anak Bunda." Ujar Daddy Bara.


"Sama seperti kamu." Ujar Oma Shella yang mendengar percakapan Daddy Bara dan Bunda Sasa.


Bunda Sasa tersenyum dan menyetujui perkataan sang Mami.


*


"Jadi, Lo ikut andil membantu Farhan?" Tanya Fatih kepada Tissa.


"Cincin itu juga aku yang membuat ukurannya sebesar ukuran jari kamu." Tissa menunjukkan cincin yang sempat di curi nya dari tas Fatih.


"Pantes, gue cariin rupanya sama Lo."


Tissa, Farhan, dan Fatih pun terkekh. Tapi tidak dengan Raysa yang merasa malu dan bersalah karena telah membenci Tissa.


"Ah, kenalin, tunangan gue." Ujar Fatih kepada Tissa dan Farhan.


"Jadi, kalian berdua?" Fatih menunjuk kearah Farhan dan Tissa.


"Kami hanya berteman." jawab Tissa cepat.


Fatih menganggukkan kepalanya.


"Tissa, Mami gak nyangka kamu di sini. Mama kamu sehat?"


"Alhamdulillah, udah sehat Tante. Tapi Mama gak bisa ikut ke sini, karena si bungsu sakit. Mama juga titip salam untuk Tante."


"Walaikumsalam. Ya udah, yuuk di nikmati hidangannya."


Mami Mili pun membawa Tissa untuk di kenalkan kepada yang lain.


"Tissa cewek yang baik, dan Lo beruntung karena telah menjadi cinta pertamanya." Ujar Fatih yang mana membuat Farhan dan Raysa terkejut.


\=\= Gimana-gimana? udah tergojek kah dengan Farhan? hahhaha.....


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...

__ADS_1


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2