
Raysa terkejut saat Romi mengatakan jika seluruh karyawan Fatih juga ingin ikut berpartisipasi untuk merayakan ulang tahun Fatih pada saat tepat pukul 12 malam nanti.
Bahkan mereka sengaja mengumpulkan uang untuk membeli kado dan juga kue ulang tahun untuk Fatih. Bagi mereka, Fatih bukanlah Bos yang sombong. Fatih adalah bos yang sangat peduli dengan kesejahteraan karyawannya, Fatih juga bos yang selalu memberikan dukungan kepada setiap karyawannya. Maka dari itu, Fatih sangat di sayangi oleh seluruh karyawannya. Mau yang di kantor arsiteknya ataupun di perusahaan Mami Mili.
Namun, tak semuanya sih memang yang ikut merayakan. Ada juga yang hanya mengumpulkan uang saja, karena memang ada urusan keluarga, ada juga yang sudah pulang lalu kembali ke kantor. Intinya seluruh karyawan yang tak bisa ikut berpartisipasi, mereka ikut mengumpulkan uang membeli kado untuk sang bos kesayangan.
Seperti saat ini, Fatih yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaan nya di perusahaan Mami Mili pun tak menyadari jika karyawannya masih ramai di gedung tersebut
Huuf, bisa dibayangkan berapa banyak karyawan di gedung tersebut. Namun yang ikut merayakan pastinya yang masih singgle, yang udah menikah hanya beberapa saja. Apalagi anak-anak mereka sudah pada besar. Jadi gak ada yang di khawatirkan lagi yang akan menunggu kepulangan mereka di rumah. Bisa dikatakan yang tersisa hampir sebagian dari karyawan Fatih.
ya gimana mau menyadari coba, kan Bos Fatih gak keluar-keluar dari ruangannya. Sibuk sama kertas yang menumpuk di atas meja nya. Bos Fatih ingin menyelesaikan pekerjaannya agar besok, di hari lahirnya, Bos Fatih bisa seharian menghabiskan waktu bersama pujaan hati tanpa ada gangguan pekerjaan.
Fatih merenggangkan tubuhnya, ia melirik kearah jam yang melingkar di pergelangan tangannya, jam yang sudah menunjukkan hampir pukul 12 malam. Jam couple miliknya dan Raysa. Fatih tersenyum di saat mengingat wajah jealous dari pujaan hatinya Layca.
"Hah, aku rindu kamu, Layca." Ujar Fatih sambil mengelus foto Raysa yang ada di dalam ruanganya.
Tap ...
Tiba-tiba saja seluruh lampu di ruangan kerja Fatih mati. Fatih terkesiap dan langsung meraba ponsel nya ada di atas meja. Belum lagi Fatih menghidupkan lampu senter yang ada di ponselnya, tiba-tiba Fatih mendengar suara pintu terbuka dengan di iringi suara lembut dari Raysa yang sedang menyanyikan lagu ulang tahun sambil memegang kue ulang tahun yang terdapat beberapa lilin di atasnya.
Selamat ulang tahun ...
selamat ulang tahun ...
selamat hari ulang tahun ...
selamat ulang tahun ...
Terdengar suara ketukkan yang berasa dari sebuah gitar dan di susul dengan paduan suara
Happy birthday Bos Fatih ...
Happy birthday Bos Fatih ...
Happy birthday ... happy birthday ...
Bos Fatih ...
cling ....
Lampu pun kembali hidup, ruangan kerja Fatih kembali terang sehingga Fatih dapat melihat seluruh karyawannya berada di dalam ruanganya.
Untung luas, jadi bisa masuk sebagian ke dalan ruangan Fatih, walaupun mereka harus berdempet-dempetan.
Fatih menutup mulutnya melihat betapa ramainya karyawan yang ikut merayakan ulang tahunnya.
Raysa berjalan mendekati Fatih dan menyodorkan kue ulang tahun kepada Fatih.
"Selamat ulang tahun Abang Fatih,"
"Layca, ini ..."
Fatih meneteskan air matanya, satu tangannya ke pinggang dan satu lagi di kepalkannya lalu digigitnya demi menahan Isak tangisnya. Fatih membelakangi seluruh karyawannya, Fatih merasa malu karena menangis di depan karyawannya.
Raysa memberikan kue yang ia pegang kepada Romi, Raysa pun menyentuh lengan Fatih, dan seketika Fatih langsung memeluk tubuh Raysa, menangis di dalam pelukannya.
Raysa menepuk-nepuk pelan punggung Fatih, membiarkan Fatih menangis sampai ia merasa lega. Tak hanya Fatih, beberapa karyawan pun ikut menangis, terharu dengan Rekasi sang bos yang ternyata sangat terkejut dengan kejutan apa yang mereka berikan.
"Aah, ini sungguh memalukan." Ujar Fatih sambil merelai pelukannya dan menghapus air matanya.
"Selamat ulang tahun Bos Fatih." seru seluruh karyawan.
Fatih kembali meneteskan air matanya, Fatih menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih banyak, Aku gak nyangka kalo kalian akan memberikan kejutan seindah ini. Terima kasih banyak."
"Sama Bos Fatih." Ujar Salah satu karyawan.
"Kami sayang Bos Fatih." Ujar seluruh karyawan sambil memberikan lambang hati untuk Fatih.
__ADS_1
Fatih terkekeh dengan si matanya yang kembali mengalir. Fatih membalas ungkapan hati mereka dengan membentuk lambang hati dari jari jempol dan jari telunjuknya.
"Ah, Bos Fatih ternyata seksi banget kalo lagi nangis." Ujar salah satu karyawan cewek yang menatap Fatih dengan memuja.
Raysa langsung menatap nya tajam, dan karyawan perempuan itu menampilkan sederet gigi nya dengan dua jarinya yang berbentuk huruf V.
Fatih langsung meraih pinggang Raysa dan berbisik. "Aku tak akan berpaling dari siapapun. Aku mencintai mu."
Fatih mendaratkan sebuah ciuman di kening Raysa, yang mana membuat seluruh karyawan bersorak Sorai meminta lebih.
"Cip*k dong bos, cip*ok." teriak salah satu karyawan.
"Belum muhrim, nanti deh kalo udah muhrim." jawab Fatih yang mana di sambut dengan seruan lemah dari karyawannya.
"Nan, nanti aku ulang tahun, kamu kasih kejutan juga ya." bisik Momol kepada Nanda.
"Iih, males ..."
"Hah, bahagia banget lihat Fatih bahagia gitu," lirih Tissa yang di dengar oleh Farhan.
Farhan menatap kewajah Tissa yang ikut tersenyum dengan air mata yang juga ikut mengalir dari sudut matanya.
"Nih ..."
Tissa menoleh kearah Farhan yang menyodorkan sapu tangannya. Karena Tissa hanya memandang sapu tangan tersebut, maka Farhan pun berinisiatif untuk menghapuskan sisa air mata yang berada di sudut mata Tissa.
*
Fatih menganga melihat jika seluruh karyawannya sengaja patungan untuk membelikannya sebuah jaket mahal, dan juga merayakan hari ulang tahunnya. Di hadapan Fatih sudah terhidang makanan yang lezat dari hasil uang patungan para karyawannya.
"Waah, kalian sungguh luar biasa." Ujar Fatih memberikan dua jempolnya kepada para Karyawannya.
"Ini bentuk dari rasa cinta kami kepada Bos Fatih."
"Terima kasih, aku sungguh sangat tersanjung. Kalo gitu, mari silahkan di nikmati."
"Bos, potong kue dulu dong." Ujar Romi mengingatkan tentang kue yang tadi Raysa bawa, namun tak jadi di potong oleh Fatih karena sang empu menangis terharu.
"Bos, potongan pertama untuk siapa?" teriak salah satu karyawan.
"Untuk calon istri dong, Layca."
Fatih menarik pinggang Raysa dan menyuapi nya dengan kue ulang tahun miliknya. Raysa pun mengambil satu potong kue dan menyuapi ke mulut Fatih. Gemuruh tepuk tangan pun memenuhi ruangan aula, di mana oara karyawan sengaja mendekor aula kantor tersebut demi merayakan hari ulang tahun Bos mereka.
"Mari makan ...." ujar Romi yang memang sudah terasa lapar.
*
Fatih menggenggam tangan Raysa sepanjang perjalanan pulang mereka. Tak sekalipun Fatih melepaskan genggaman tangannya. Sesekali juga Fatih mengecup punggung tangan Raysa.
"Aku mencintai kamu."
"Aku juga mencintai kamu."
Cup,
Raysa mengecup pipi Fatih dengan cepat.
"Kamu curang Layca. Aku sedang menyetir."
Ray mengendikkan bahunya sambil tertawa pelan.
Fatih memarkirkan mobilnya di baseman apartemen mereka. Raysa pun membuka seatbel nya dan juga pintu mobil.
Namun sayangnya Raysa tak dapat membuka pintu tersebut karena Fatih menguncinya.
"Abang." lirih Raysa di saat melihat wajah Fatih yang menatapnya dengan sayu.
Fatih mencondongkan tubuhnya ke arah Raysa dan menyusupkan tangannya ke leher Raysa dan menyelipkam jari jemarinya di rambut Raysa.
__ADS_1
"Menikahlah dengan ku."
Raysa tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Langsung saja Fatih menempelkan bibirnya ke bibir Raysa. Menc*capnya dan meng*lumnya dengan penuh kelembutan namun menuntun. Faysa membalas ciuman Fatih dengan mengikuti irama dari permainan bibir Fatih. Raysa juga sudah mengalungkan tangannya di leher Fatih, menyusupkan jari jemari lentiknya ke dalam rambut gondrong Fatih.
Fatih melepaskan ciuman mereka di saat merasakan Raysa kehabisan napas.
"Aku mencintai mu, Bang. Sangat mencintai kamu."
Raysa kembali menempelkan bibirnya di bibir Fatih. Mereka pun kembali menikmati manisnya benda kenyal yang basah, sembari saling berbagi Saliva. Melepaskan rindu yang sudah beberapa bulan ini tak bertemu dan saling bersentuhan.
*
Tissa tertidur di dalam mobil Farhan di saat mereka berada di jalan pulang. Farhan memandangi wajah Tissa yang terlelap dengan nyenyak nya, namun Farhan enggan untuk membangunkan, karena tadi Tissa sempat bercerita jika dirinya baru tertidur 2 jam. Biarlah Tissa beristirahat sejenak di dalam mobil Farhan. Saat ini mereka sudah berada di carport Yang ada di Galeri Tissa.
Farhan memandangi wajah Tissa, entah kenapa ia tergoda untuk merasakan seberapa kenyalnya bibir ranum miliK Tissa. Farhan pun mendekat dan menempelkan bibir mereka, tak puas hanya sekedar menempel, Farhan pun mengul*m bibir ranum miliK Tissa.
"Eeuunggk"
Farhan dengan cepat menjauhkan dirinya sebelum ketahuan mencuri ciuman dari Tissa.
"Huuff ...." Farhan mengelus dada nya karena Tissa masih terlelap dalam tidurnya.
Farhan menyelimuti tubuh Tissa dengan menggunakan Jas yang ia pakai.
"Aku gak tau perasaan apa yang aku rasakan saat ini. Namun aku merasa nyaman bila berada di dekat kamu. Tapi aku takut, jika perasaan ini hanya perasaan semu dari diriku yang ingin melupakan Raysa. Maafin aku yang bajingan ini Tis, kamu wanita yang baik, aku takut jika perasaan aku ini dapat menyakiti kamu."
Farhan pun menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi. Menghela napasnya beratnya berkali-kali, dan memejamkan matanya untuk menjernihkan fikirnanya. Namun ternyata Farhan yang juga merasakan lelah karena perasaannya yang masih bimbang pun ikut tertidur di dalam mobil bersama Tissa.
*
Tok ... tok ... tok ...
"Buk ..."
Tissa mengerjapkan matanya di saat mendengar suara ketukan dari kaca mobilnya.
Tissa langsung terduduk di saat menyadari jika dirinya tertidur di dalam mobil. Tissa menoleh kearah Farhan yang masih terlelap dan tak terganggu sedikit pun dengan suara ketukan dari jendela. Tissa menurunkan kaca mobilnya.
"Ibu tertidur di mobil?"
"Ya, "
"Ibu gak bawa kunci ya? maaf saya semalam menginap di rumah teman. Kirain ibu bawa kunci."
"Iya, saya lupa membawanya. Ya sudah, kamu masuk saja duluan, nanti saya menyusul."
"Kalo gitu saya permisi dulu, Buk."
Asisten Tissa pun langsung pergi meninggalkan Tissa yang masih di dalam mobil bersama Farhan. Tissa kembali memandang kearah Farhan yang masih terlelap. Tissa melirik kearah jam tangannya, sudah pukul 8 pagi ternyata.
Tissa menghela napasnya dan menoleh kmebali ke arah Farhan. Mau tak mau, tega tak tega, Tissa harus membangunkan Farhan.
"Han, bangun ... udah pagi.." Tissa menggoyangkan pelan tubuh Farhan, namun Farhan tak juva bergeming.
"Farhan, bangun ..."
Tissa mencoba menggoyangkan lengan Tissa dengan lebih kuat, namun Tissa terkejut di saat Farhan meraih lengan nya dan menariknya kedalam pelukannya.
"Sa, aku mencintai mu." gumam Farhan sedikit tak jelas di telinga Tissa.
"Sa?" batin Tissa yang berada di dalam pelukan Farhan.
Entah mengapa, Tissa merasa jika 'Sa' yang di sebut oleh Farhan adalah untuk Raysa, bukan untuk dirinya.
Sepertinya Tissa memang tak boleh berharap lebih dari hubungannya dengan Farhan.
**
Hai .. Hai .. Hai ..
__ADS_1
Jangan lupa Like, komen, dan Vote ya ...
Salam Sayang dari LAYCA n FATIH