
Raysa menggeliatkan tubuhnya saat merasakan ada yang mengganggu tidurnya.
Raysa semakin kegelian saat sesuatu itu mulai menciumi wajahnya.
"Emm, Abang ...." lirih Raysa dengan nada seraknya.
Raysa semakin terusik dikala sesuatu tersebut tanpa henti mencium dan menjilati wajahnya. Raysa pun membuka matanya, dan betapa terkejutnya Raysa saat mendapati seekor kucing berada diatas tempat tidurnya.
"Hei, kenapa Kamu bisa ada disini?" ujar Raysa kepada sang kucing yang masih setia mengendus wajahnya.
Tak berapa lama pintu terbuka, menampilkan Fatih dari balik pintu.
"Loh, kok ada kucing? kucing siapa?" tanya Fatih sambil menghampiri Raysa yang masih berada duatas tempat tidur.
"Gak tau, Aku bangun udah ada dia aja disini ngendus-ngendus wajah Aku," ujar Raysa sambil membelai kepala kucing hingga badannya.
"Hmm, pasti punya orang nyasar masuk kesini. Masuk dari balkon kali ya,"
"Bisa jadi, tadi kan sengaja dibuka pintunya, Pas kita tidur."
Fatih menganggukkan kepalanya. Yaa, memang mereka sengaja membuka pintu balkon kamar agar merasakan segarnya udara lautan.
"Abang dari mana?" tanya Raysa saat setelah menyadari jika Fatih tak ada di sampingnya saat ia terbangun tadi.
"Oh, tadi Mami telpon, ada perlu sebentar."
"Masalah kerjaan?" tanya Raysa lagi.
"Bukan, tapi Mami mau kasih kejutan ulang tahun untuk Papi."
"Hah? Benarkah? waah ..."
"Iya, makanya tadi Aku reservasi restorannya, untuk membuat kejutan nanti malam."
"Papi ulang tahun hari ini?"
"Hmm, kebetulan banget kan?"
"Iyaa ... eh, ni kucing gimana?"
"Ya udah, Kamu mandi aja dulu, ntar kita tanya umumin ke pihak informasinya."
Raysa menganggukkan kepalanya, ia memberikan kucing tersebut kepada Fatih, dan bergegas turun dari tempat tidur.
*
Fatih dan Raysa sudah berada di pusat informasi, mereka juga sudah mengumumkan perihal tentang kuncing berbulu tebal yang masuk kedalam kamar Raysa dan Fatih tadi.
"All right, we'll put this cat here. We have to go, (Baiklah, Kami akan meletakkan kucing ini di sini. Kami harus pergi)," ujar Fatih.
"Thank you, sorry for the inconvenience. Have a nice day. (Terima kasih, maaf atas ketidaknyamanannya, Selamat menikmati hari indah)."
Fatih dan Raysa pun berlalu dari pusat informasi tersebut, hingga saat mereka sedang berjalan sambil bercanda, ada seorang pria yang terlihat buru-buru dan tanpa sengaja menabrak Raysa. Untungnya Fatih sigap dan menarik tubuh Raysa sebelum Raysa terjatuh bersama pria itu.
"I'm sorry, I'm in a hurry. (maafkan saya, saya buru-buru)" ujar pria asing tersebut.
"Be careful next time, Sir, (lain kali hati-hati, Tuan)," ujar Fatih dengan nada dinginnya dan sorot matanya yang tajam.
__ADS_1
Fatih merangkul pinggang Raysa dan membawanya pergi. Entahlah, Fatih merasa tak suka cara pria asing itu memandang kearah Raysa.
*
Acara kejutan untuk Papi Gilang pun berhasil sempurna. Papi Gilang sampai meneteskan air mata bahagianya.
"Papi berharap, agar bertambahnya usia Papi saat ini, Papi diberi umur panjang, dan masih bisa melihat cucu dan cicit, Papi."
"Amiin ..."
Kebersamaan Fatih dan keluarganya pun tak luput dari pandangan seseorang yang telah menaruh hati kepada Raysa.
"she's very pretty, (Dia sangat cantik)," ujar pria asing.
*
Fatih sedang mengobrol bersama dengan Para Papi, sedangkan Raysa sedang bersama para Mami.
"Mi, bentar ya, Ica mau ketoilet dulu," pamitnya.
Para Mami pun menganggukkan kepalanya.
"Hati-hati ya sayang, perasaan Bunda tiba-tiba gak enak," cetus Bunda Sasa.
Raysa pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum lembut. Fatih yang memang sedari tadi tak lepas memperhatikan Raysa pun, mengerutkan keningnya saat melihat Raysa pergi menjauh dari Para Mami.
"Pi, bentar ya, Abang ketoilet dulu," pamitnya.
"Iyaa, jangan kamu ajak Ica ketoilet dan main di sana," ujar Papa Fadil yang mana mendapatkan tempelengan dari Papi Gilang dan juga Daddy Bara.
Sesat emang ajarannya Papa Fadi.
"Bun, Layca kemana?" tanya Fatih.
"Ica ketoilet tadi bilang ya, baru aja pergi. Fatih, kamu susulin ya, perasaan Bunda gak enak." ujar Bunda Sasa.
Fatih menganggukkan kepalanya dan langsung menyusul Raysa setelah berpamitan.
*
Raysa baru saja masuk kedalam kamar mandi, tanpa Raysa sadari jika ada seseorang yang juga mengikutinya.
Setelah selesai membuang air kecil, Raysa pun keluar dari bilik kecil tersebut, ia sangat terkejut saat melihat seorang pria tengah menatap dengan lapar.
"Hai pretty," sapanya sambil tersenyum manis.
Raysa tak menghiraukan, ia pun berjalan melewati pria tersebut menuju pintu keluar. Namun, pria tersebut malah menghalangi jalannya.
"Move (minggir)," ujar Raysa.
Pria asing tersebut pun memberikan jalan untuk Raysa. Raysa berjalan melewatinya dan membuka pintu tersebut.
Terdengar suara tawa dari pria asing tersebut sambil memegang kunci dan memainkannya.
"You're not gonna make it out, sweety. Let's spend some time together, ( kamu tidak akan bisa keluar, manis. Mari habiskan waktu kita bersama),"
Raysa sungguh geram, bodohnya ia melupakan untuk membawa ponselnya.
__ADS_1
"open the door, ( buka pintunya)," ujar Raysa dengan geram.
"After our make love, (setelah percintaan kita)," ujar Pria tersebut dan berjalan mendekat.
Raysa langsung saja menendang pria itu, namun pergerakan Raysa terasa sulit karena ia menggunakan gaun panjang dan pas body.
Pria asing itu semakin merasa tertantang dengan Raysa yang garang. Ia pun kembali mendekat dan membuat perlawanan.
Raysa kewalahan dengan gaun yang ia kenakan, hingga akhirnya pria tersebut berhasil mengunci pergerakan Raysa. Yang mana kedua tangan Raysa berada di belakang punggungnya, sedangkan pria tersebut menempelkan tubuh Raysa westafel, sehingga membuat Raysa mencondongkan bokongnya.
"Your body is so beautiful, ( tubuhmu sangat indah)," ujar Pria tersebut sambil meremas bokong Raysa.
Emosi Raysa sudah naik keubun-ubun. Ia berharap jika Fatihnya datang untuk menyelamatkan dia.
Ceklek ...
Pria asing dan Raysa langsung menoleh kearah pintu yang terbuka.
"Dasar brengsek," maki Fatih dan langsung menghajar pria asing tersebut tanpa ampun.
*
Di restoran di mana Fatih merayakan ulang tahun sang Papi. Hanya ada dua toilet wanita. Fatih sudah memeriksa toilet wanita yang lain, tak ada Raysa di sana. Fatih pun memeriksa toilet yang satu lagi, yang mana pintunya terkunci dari luar.
Fatih mendengar suara barang jatuh dari luar, ia pun bergegas memanggil pihak restoran yang kebetulan sedang lewat arah situ.
Fatih meminta pihak restoran untuk membuka pintu kamar mandinya, dan beruntingnya Fatih, jika yang ia temui adalah seorang yang memang bertugas untuk membersihkan toilet, dan ia memegang semua kunci cadangan setiap toilet.
Ceklek ...
Darah Fatih langsung mendidih saat melihat Istrinya di lecehkan. Dengan gerakan cepat, Fatih pun langsung menghajar pria asing tersebut hingga babak belur.
"Layca, Kamu gak papa, sayang?" tanya Fatih setelah puas menghajar pria asing tersbwut.
Raysa memelik Fatih dan menangis di dalam pelukannya.
"Aku di sini, tenang lah." Fatih mengelus rambut Raysa dan menenangkannya.
Pria asing tersebut langsung di bawa oleh pihak polisi yang bertugas di kapal pesiar tersebut. Fatih aakn membuat perhitungan kepada Pria asing yang telah berani melecehkan istrinya.
Fatih dan Raysa pun langsung kembali kedalam kamarnya. Fatih sudah mengirim pesan kepada Papi Gilang, jika Raysa kelelahan dan ingin kembali ke kamar.
"Dasar pengantin baru, gak sabaran buat ***-***," ujar Papi Gilang.
"Biar cepat dapat cucu kita." sambung Daddy Bara.
"Amin, semoga sepulang dari sini, Raysa langsung gembung. Bukan gembung masuk angin, tapi gembung hamil." ujar Papi Gilang.
"Amiin ..."
Tanpa mereka ketahui, jika Raysa baru saja mengalami kejadian buruk.
**
Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.
Jangan lupa like and komen.
__ADS_1
Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA
salam rindu Tissa dan Farhan