Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab. 124 " Makan bersama"


__ADS_3

Bara benar-benar memborong sabun, handbody, shampo, dan juga parfume dengan wangi yang lembut. Apapun akan Bara lakukan selagi diri nya mampu, demi mungilnya.


" Banyak banget belanjaannya." Tanya Mami Shella yang melihat Bara mententeng satu kantong plastik besar.


" Iyaa Mi, alat tempur demi mendekati mungil." bisik Bara yang takut suaranya terdengar oleh Sasa.


Mami Shella menganggukkan kepalanya.


Bara langsung mandi menggunakan sabun yang baru di belinya, tak lupa Bara juga mencuci rambutnya. Setelah Mandi, Bara memakai handbody dan parfume. Bara terkekeh saat merasa dirinya sudah seperti wanita kebanyakan. Tapi, demi mungil, apapun Bara lakukan.


" Mas.." Pekik Sasa saat merasakan dirinya dipeluk oleh seseorang, namun dengan bau yang berbeda. Tapi Sasa mengenal postur tubuh tegap tinggi yang tengah memeluk nya saat ini.


' Kamu rindu aku?' Bara menunjukkan ponselnya yang menampilkan sebuah tulisan.


" Iya Mas, banget.. Wangi kamu beda yaa.., aku suka.." Sasa membalik tubuhnya dan memeluk Bara.


"Ekheemm" Deheman Mami Shella membuat Sasa melepas pelukannya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena malu.


" Mesra-mesra depan Mami. Mami kan juga mau di peluk-- Aaaa..." Mami Shella terkesiap saat ada tangan yang melingkar di pinggangnya.


" Udah kan?" Ujar Daddy Roy yang ternyata memeluk Mami dari belakang.


Daddy Roy, Mami Shella, Bara, dan Sasa pun tertawa melihat kebucinan mereka. Bahagia itu sederhana, asal kamu tidak menuntut lebih, itu saja.


' Masak apa mungil?', Bara menulis kalimat di ponselnya, dan menunjukkan nya kepada Sasa.


Sedari tadi Bara tidak mau jauh-jauh dengan Sasa.


" Masak sayur asem Mas, ikan asin, tahu goreng, tempe goreng, sama sambal terasi."


Bara menunjukkan wajah tak sabar ya untuk mencicipi masakan Sasa hari ini.


Mami Shella yang melihat kebucinan sang putra pun menggelengkan kepala, dalam hati berkata. ' Persis Daddy nya muda dulu. Eh, sekarang masih bucin juga sih..' mami Shella pun tersenyum.


" Mami kenapa senyum-senyum?" Daddy Roy mengelus kepala Mami Shella. Semenjak Sasa menikah dengan Bara, Daddy Roy memang tidak segan-segan lagi menunjukkan kemesraan di depan mereka. Bahkan Daddy Roy terang-terangan mengecup bibir Mami Shella jika ada kesempatan.


" Lihat Bara sama Sasa, ingat Daddy muda dulu. Persis banget bucinnya. Sekarang juga masih bucin siih.."


" Bucin apaan sih sebenarnya? banyak banget bahasa gaul anak sekarang yang di singkat-singkat."


" Bucin itu budak cinta."


" Iih, Daddy mah gak budak cinta, tapi Daddy memang cinta beneran sama Mami.."


Kan..kan..Mulai deh Daddy nunjukkin kemesraan dan rayuan gombalnya. Sasa tersenyum dan berdoa semoga dirinya dan Bara sampai tua bersama, tetap romantis seperti Daddy Roy dan Mami Shella.


" Uwwkk.."


Sasa mulai mual. Bara dengan cepat mencium bibir Sasa dan pergi menjauh, sepertinya Bara haris kembali mandi dan menggunakan handbody dan parfume untuk menutupi aroma tubuhnya. Bara mengerti, Sasa bertahan di dekat dirinya hanya sampai 4 jam.


" Waaah, udah seger lagi.." Goda Daddy Roy.


" Demi mungil Dad.."


" Uweekkk..." Sasa yang mendengar suara Bara langsung mual.


" Udah deh Bar, mending lakban aja deh tuh mulut, kalo gak di gembok, haha..ha. " Ejek Daddy Roy..


Bara memanyunkan bibirnya kemudian mendekati Sasa yang berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan semua unek-uneknya saat mendengar suara Bara.


Bara mengelus punggung Sasa, dan merasa kasihan dengan Sasa. Apa semua wanita hamil muntah dan lemas seperti ini?. Karena Bara melihay Vina dan Kesya yang tidak sampai muntah hingga lemas seperti Sasa. Mereka mual, tapi tak separah Sasa yang setelah muntah, wajahnya langsung pucat.


' Maaf mungil..' Bara menunjukkan ponselnya dengan wajah memelas.


Sasa tersenyum dan mengelus wajah Bara. "Gak papa Mas, kan bukan salah kamu. Namanya juga bawaan bayi kita."


Bara mendaratkan kecupan di kening Sasa. Bara menuntun Sasa untuk duduk di sofa, Mami Shella pun menyuruh Sasa beristirahat dan semua masakan biar Mami Shella yang mengerjakan. Toh tinggal tunggu Mateng saja, lagian yang ngulek sambal terasinya juga Daddy Roy. Beginilah aktivitas keluarga Daddy Roy dan Bara, jika hari libur mereka habiskan dengan cara memasak bersama, membersihkan bunga bersama, dan bercengkrama bersama. Karena tidak akan ada waktu seperti ini lagi nantinya. Contohnya Vina dan Kesya yang sudah berumah tangga, tentunya mereka sudah memiliki kehidupan pribadi sendiri-sendiri bersama keluarganya. Mungkin jika Sasa dan Bara juga ikut tinggal di rumah mereka sendiri, maka keadaan rumah Mami Shella akan sepi, dan pastinya hanya ada Daddy Roy dan Mami Shella.


" Nda.. Nda.." Zein yang sudah bisa mulai berjalan memasuki rumah sambil memanggil nama Bunda nya.


Sasa tersenyum dan terharu saat melihat zei. yang sudah mulai berjalan dengan sedikit cepat.


" Waaah, udah gak mual lagi nih Mbak sama Mas Bara " Tanya Vina yang melihat Bara berada di dekat Sasa.


" Masih, ini baru siap muntah karena dnegar suara Mas Bara. Tapi wangi Mas Bara beda kan.."


Vina mengendus ke tubuh Bara. " Kok mirip wangi perempuan yaa?" Vina kembali mengendus wajah Bara, ketiak, dan tangan Bara, kemudian Vina tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


" Jadi Mas Bara berubah jadi perempuan?"


Bara hanya memberikan tatapan tajam kepada Vina.


" Diem Aja Mas, ngomong dong.. ha..ha..ha. " Vina pun menjahili Bara, kapan lagi bisa mengejek Bara tanpa mendapatkan balasan dari Bara .


" Ha..ha.. Mas gak di kira belok kan sama temen kantornya.. Ha..ha..ha.. Aduh..aduh . Mas, geli mas.. Ha..ha..geli.. "


Bara pun menggelitik pinggang Vina, Hingga Vina tergolek di lantai. Untungnya Memakai karpet bulu yang tebal dan lembut.


Sasa hanya tersenyum melihat kedua adik berabang itu. Sasa pun sibuk bermain dengan Zein yang terus menciumi wajah nya.


.


.


" Mami masak apa?" Vina pun melenggang ke dapur saat mencium wangi yang sedap.


" Masak sayur asam, bumil kepingin katanya."


" Waah, enak banget. Vina tadi masak ayam goreng Kalasan, sama rebus sayur kangkung, dan sambal terasi cabai ijo. Vina suruh Mas Vano bawa ke sini yaa. Biar kita makan bareng."


" Ya udah, kita makan di taman belakang aja yukk.. Buat serasa lesehan.."


Mami Shella pun meminta bantuan kepada Daddy dan Bara untuk menggelar tikar dia tas rumput hijau yang ada di halama belakang rumah mereka.


" Ros, beramin yuukkk.." Teriak Mami Shella dari tembok belakang rumahnya.


(Beramin \= makan bareng sama-sama)


" Yukk mbak, aku kebetulan masak ikan goreng sama rebus daun ubi, tapi sambel terasinya belum siap." Balas Tante Rosa dengan teriakan juga.


" Banyak ini sambal terasi, udah bawa sini terus makanannya."


" Oke lah Mbak, aku bilang sama Mas Nazar yaa.."


Vano yang tengah membawa makanan pun di tanyai oleh Tante Mega.


" Mau ke mana?"


" Mau makan di halaman belakang rumah Daddy."


" Sayur asem sama sambal terasi." Vano melihat Mami nya yang tengah menelan ludah. " Mami mau ikut?"


" Tentu laah, Tanpa kamu ajak pun Mami memang mau ke sana."


Mami Shella menuruh Art membawa ayam Kalasan yang di masak oleh Vi a tadi. Tadinya Vano hanya membawa beberapa potong, namun Tante Mega menyuruh membawa semua nya. Makan bersama akan terasa lebih nikmat.


" Yuk Pi," Ajak Tante Mega yang sudah bersiap dan menggendong Anggel.


" Kemana? Papi udah laper banget ini.."


" Makan di rumah Shella, orang tu lagi makan bareng-bareng di sana. Dari pada kita cuma makan berdua kan, enak makan rame-rame, kapan lagi coba, anggap aja lagi piknik."


" Yookk laah.. Eh, tapi kasin ya si Bara. Kita pada ngumpul, dia malah gak bisa dekat-dekat dengan istri nya.


" Udah Bawaan bayi. Yukk lah, katanya Laper.."


Om Bram dan Tante Mega pun bergegas menuju rumah Daddy Roy.


" Eh, kok ada Bara." Tante Mega terkejut. Bara hanya tersenyum menanggapi jawabannya.


" Iya Mi, mas Bara sebelum dekat-dekat dengan mbak Sa, harus mandi dan pakai parfume perempuan."


" Ooh, pantes aja wanginya cewek banget. Pintar juga kamu cari ide."


" Idenya Om Nazar Mi."


" Waah, memang kalo orang bijaksana, ya begitu... Ada aja idenya. pantas saja sifat Kesya bijaksana turun dari kamu ya Zar." Puji Tante Mega.


" Enak aja, turun dari saya itu sifat si Kesya."


" Anak gue itu Roy.."


" Anak gue, hasil didikan gue.."


" Benih gue.."

__ADS_1


Dan, penonton hanya menggelengkan kepalanya jika sudah melihat kedua pria seusia itu berdebat tentang masalah kepemilikan Kesya.


" Udah..udah, itu aja diributin. Kesya itu anak kita bersama."


" Vina sama Mas Bara gimana Mi?" Tanya Vina dengan wajah sengaja dibuat cemberut.


" Ya anak Mami lah.."


" Anak aku juga mereka Shel," tambah Om Nazar.


" Iya..iyaa.. anak kita bersama." Ujar Mami Shella memilih mengalah dari pada harus mendengar perdebatan yang gak berfaedah antara Daddy Roy dan Om Nazar.


Om Bram pun yang tak tahan lapar dengan menu yang ada di hadapannya pun langsung mengambil nasi, ikan asin, sambal terasi, dan juga daun ubi. Menikmati makanan sederhana dengan melihat Drama di hadapannya.


" Iih, Papi udah curi start dia " Tegur Tante Mega.


" Laper Mi. Bisa tunggu sampai sore jika nunggu selesai mereka berdebat " Ujar Om Bram menunjuk kearah Daddy Roy dan On Nazar.


Sasa dan Bara pun menikmati makanan mereka, dengan Sasa menyuapi Zein, Anggel, dan Kayla. Bara juga menyuapi Sasa. Bara tidka ingin sang istri terlambat makan. Lagian, Bara ingin memanjakan sang istri yang tengah hamil.


" Romantis bangeett.. " Seru Vina melihat Bara dan Sasa.


" Mas, kamu suapin aku dong kayak Mas Bara."


" Udah tua kamu Vin "


" Dasar, gak ada romantis-romantisnya." Kesal Vina.


" Niih, aaa.."


Dengan wajah merona, Vina membuka mulutnya.


" Lebay.." Ujar Mami Shella.


" Mami kalo cemburu bilang aja. "


" Mami mau Daddy suapi?"


Daddy sudah siap dengan nasi yang ada di tangannya.


"Udah tua, malu tau.." Tapi gak urung, Mami Shella membuka mulutnya dan menyuapi Mami Shella.


" Aaa.." Ujar Om Nazar tak mau kalah.


" Apaan sih Mas?"


" Udaaah, buka mulutnya.. Aaaa"


Tante Rosa pun membuka mulutnya dengan terpaksa, karena Om Nazar sudah mendekatkan nasi yang ada di tangannya di depan mulutnya.


" Dasar lebay.." Gerutu Tante Rosa.


" Ini namanya perhatian sayang." Om Nazar mengecup kening Tante Rosa tiba-tiba.


" Waaah..." Seru Vina, Vano, dan Sasa, Tante Mega, dan Om Bram.


" Lo kita cuma Lo yang bisa, gue juga bisa." Daddy Roy pun gak mau kalah, Daddy Roy mencium kening dan pipi Mami Shella.


" Udah deh, gak usah pada lebay. Mau menikmati makan aja terganggu." kesal Mami Shella dan menatap tajam kearah Daddy Roy dan Om Nazar


Om Nazar dan Daddy Roy kompak menundukkan wajahnya dan kembali menikmati makanan mereka.


' I love you' Bara menunjukkan tulisan kata cinta itu.


Sasa tersenyum. " Love you to, my bear."


" Udah deh, yang tua diem, eh malah yang muda ngatain cinta ."


Sasa pun tersenyum malu, berbeda dengan Bara yang malah mencium pipi Sasa dengan sengaja.


IG : RIRA SYAQILA


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...

__ADS_1


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2