
Sasa baru saja bangun tidur dan keluar dari kamarnya karena merasa haus. Sasa tidak solat subuh, karena lagi datang bulan. Sasa tidak memperhatikan jika sudah ada Bara yang memperhatikannya dari meja makan.
Sasa membuka kulkas dan mengambil air mineral. Sasa membuka tutup botol dan meminumnya.
" Masih pagi mungil, jangan minum yang dingin-dingin" Ujar Bara sambil mengambil botol mineral yang berada di tangan Sasa.
" Aaaaaaaa" Sasa terkejut dan berteriak. Sasa menyilangkan tangannya di atas dada nya. Sasa sedang memakai tangtop saat ini.
" Lo, Ngapain di sini?" Pekik Sasa menatap tajam ke arah Bara.
Bara menunjukkan paperbag yang di bawanya. Sasa mengernyitkan keningnya menatap paperbag tersebut.
" Baju kamu yang tertinggal"
Sasa membulatkan mulutnya dengan bergumam 'ooo'.
" Cuci muka dulu gih, trus kita sarapan" titah Bara.
Sasa pun menurut dan kembali kedalam kamarnya. Tak berapa lama Sasa keluar dengan memakai baju kaos oblong, dan mencepol rambutnya.
" Cepat banget mandinya?"
" Hmm? Siapa yang mandi?"
" Jadi kamu belum mandi?"
" Belum, nanti aja deh. Keburu Laper" Sasa langsung duduk dan meminum teh hangat yang sudah di siapkan oleh Bara.
" Hambar banget sih? rumah gue masih banyak gula kali" Ujar Sasa dan menambahkan gula kedalam minumannya.
" Minumnya sambil liatin aku aja, biar terasa manis" Ujar Bara sambil mengedipkan matanya sebelah.
" Idiihh.. pede amat sih"
Sasa pun menyendokkan bubur dan memasukkannya kedalam mulutnya. Bara pun ikut menyuapkan bubur kedalam mulutnya. Mereka makan dengan diam, tidak ada yang berbicara. Sasa menikmati setiap suapan demi suapannya. Sedangkan Bara, menikmati suapan demi suapan sambil memandang mungilnya.
" Kamu gak ke toko?" Tanya Bara yang melihat Sasa malah santai di depan tv, sambil menonton film kartun.
" Gue off hari ini. Lo gak kerja?"
" Masih izin sakit, berkat kamu mungil"
" Salah sendiri. Ya udah, kalo sakit Lo pulang aja sana, trus minum obat"
" Perhatian banget sih kamu. Tapi obat aku ada di sini"
__ADS_1
Sasa mengerutkan keningnya. " Di rumah gue gak ada obat kali"
" Obat aku itu kamu, mungil"
Sasa meredakan tenggorokannya yang kering. "Apaan sih Lo. Udah pulang sana"
" Gak mau"
Bara merebahkan tubuhnya di bawah sofa yang beralasankan karpet bulu tebal dengan berbantal paha Sasa. Sasa terkejut dan ingin mendorong kepala Bara, namun gerakan Bara yang menahan tangannya membuat dirinya mengurungkan niat untuk menyingkirkan kepala Bara dari pangkuannya.
" Begini sebentar. kepala ku sangat pusing"
" Kenapa?" Tanya Sasa yang terdengar seakan berbisik.
" Semalam aku gak bisa tidur, kefikiran kamu terus. Takut kalo kamu menolak cinta ku. Takut kalo kamu pergi tinggalkan aku." Bara membuka matanya dan menatap mata Sasa yang memang kebetulan Sasa sedang melihat ke arahnya.
" Kamu janji ya mungil, jangan pernah tinggalin aku"
Sasa tidak menjawab, dia hanya membuang pandangannya saat melihat Bara menatapnya dengan tatapan memohon.
" Mungil"
" Tidur lah, atau gue dorong kepala Lo dari pangkuan"
Bara tersenyum tipis, kemudian dia menutup matanya dan melipat kedua tangannya di dada.
Tidak ingin berlarut untuk memuji dan terpukau dengan ketampanan Bara. Sasa akui itu, jika Bara memang terlihat sangat tampan. Belum lagi profesinya sebagai seorang Perwira, wanita mana yang tidak klepek-klepek dengan dirinya. Tapi Sasa? ah, Sasa sendiri sudah mulai ragu dengan perasaannya. Jika memang Sasa mulai menyukai Bara, maka Bara pria pertama yang berhasil merebut hatinya. Tapi Sasa kembali mengingatkan dirinya, jika dia masih belum yakin dengan Bara. Sasa pun akhirnya kembali menonton film kartun.
Sasa sudah merasa kebas dan kesemutan di kakinya. Namun dia tidak tega untuk membangunkan Bara yang tertidur sangat lelap di pangkuannya. Sasa menahan rasa kebas yang menjalar di kakinya. Sudah 2 jam Bara tertidur, wajar saja kan jika kaki Sasa kebas.
" Ah" Rintih Sasa yang menahan rasa sakitnya. Sasa perlahan menggerakkan jari-jari kakinya, namun rasa kebas dan kesemutan membuatnya merasa sakit dan nyeri. " Ukkhh, " Rintih Sasa lagi.
Bara merasa pergerakan gelisah dikepalanya, perlahan Bara membuka mata dan melihat wajah Sasa yang sedang menahan rasa sakit.
" Kamu kenapa?" Tanya Bara panik dan langsung bangkit dari rebahannya.
" Kaki gue kebas, kesemutan.. Aahh"
" Aku pijitin ya biar enakan" Ujar Bara dan mulai menyentuh kaki Sasa.
" Jangan sentuh, Aakkhhhrrggg" Sasa terlambat, Bara sudah keburu menyentuh kakinya.
" Biar cepat hilang kebasnya" Ujar Bara dan memijit pelan kaki Sasa.
" Akkh,, sakiitt" Ujar Sasa dan menarik baju Bara untuk menghentikan gerakan tangan Bara. Nanum Bara tidak memperdulikannya, Bara semakin memberikan pijitan lembutnya di kaki Sasa.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, kaki Sasa sudah bisa di gerakkan dan tidak terasa kebas lagi.
" Udah enakan?"
" Hmmm. Tapi jahat banget si Lo, kaki gue sakit tau" sungut Sasa.
" Biar cepat hilang semutnya. Dan cuma aku yang boleh mendekati si sumber pemanis ini" Ujar Bara sambil mencuil hidung Sasa yang terbilang tidak terlalu mancung, tapi juga tidak pesek.
" Ck, Kebanyakan bergaul dengan Fadil, ya gini nih. Lebay.."
" Aku serius mungil"
" Bodo' ah." Sasa bangkit dan meninggalkan Bara sendirian di ruang Tv. Sasa masuk kedalam kamarnya. 30 menit kemudian Sasa keluar dan sudah dengan keadaan segar dan rapi.
" Mau ke mana?"
" Mau keluar sebentar"
" Mau ke mana mungil?"
" Mau belanja bulanan, mumpung udah gajian."
" Ooh, aku temenin yaa"
" Gak usah, gue bisa sendiri"
" Gak ada bantahan, aku temenin"
Bara langsung meraih tangan Sasa dan menggenggamnya dengan kuat namun nyaman. Seakan tidak ingin terlepas dari genggaman itu.
Sesampainya di supermarket, Bara meraih keranjang dorong dan membawanya, sedangkan Sasa meletakkan belanjaannya di dalam keranjang yang di bawa Bara.
Semua mata tertuju melihat keromantisan yang dipamerkan oleh Bara dan Sasa. Sehingga salah satu pelanggan mengira jika Sasa dan Bara adalah seoasang suami istri yang baru saja menikah.
" Duh, so sweet banget sih suaminya" Ujar seorang ibu-ibu.
" Dia bukanhhmmm..." Bara membukam mulut Sasa dengan tangannya.
" Doa kan saja ya buk, jika kami akan segera menikah "
" Amiinn.. " Ibu itu pun pergi meninggalkan Sasa dan Bara.
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
__ADS_1
Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan sampai batal ya puasanya..
salam SaBar ( Sasa Bara)