Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 9 " Kehadiran Lia"


__ADS_3

Visual



Bara Syahputra.



Marisa ( Sasa )


Kebersamaan Sasa dan Bara



Semoga suka dengan Visualnya ya...


\=\=\=\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=\=\=\=


Sasa melihat Ando datang, dan Sasa pun tersenyum ramah kepada Ando.


" Ada yang bisa di bantu pak?" Tanya Sasa ramah.


" Saya pesan coklat hangat satu, sama... ah itu, cake yang kuning itu" Tunjuk Ando ke salah satu cake yang ada di etalase.


" Oh, cake jadul itu namanya. Baiklah, mohon di tunggu ya Pak"


Sasa pun memganggukkan kepalanya dan menyuruh Lena untuk membuat pesanan Ando. Sasa mengantar pesanan yang telah Ando pesan tadi.


" Silahkan di nikmati Pak" Ujar Sasa ramah.


Ando hanya tersenyum tipis, kemudian melirik ke arah jam tangannya.


Sasa memperhatikan Ando dari jauh, entah kenapa Sasa merasa ada sesuatu terhadap Ando dan Puput. Tak berapa lama Puput datang sendiri, dan tersnyum ramah kepada Sasa.


" Hai Mbak Puput, sepertinya sudah janjian" Goda Sasa sambil menaik turunkan alisnya.


" Kamu ini, Memang benar kata Fadil, sebaiknya kamu cari pacar sana. Jadi tidak selalu menggoda orang"


Sasa hanya mengangkat kedua bahunya cuek.


Puput menghampiri Ando, dan mereka terlihat serius membicarakan sesuatu. Tak berapa lama Puput menghampiri Sasa dan meminta buku menu, kemudian Puput kembali kemeja di mana Ando berada.


" Jelas banget tu cowok naksir Puput, tapi si puput kok gak nyadar ya. Dari tatapannya aja gue udah risih banget liatnya," Batin Sasa sambil bergidik ngeri.


Sasa mengalihkan perhatiannya, dan betapa terkejutnya Sasa saat melihat sudah ada bara yang berdiri sambil menooang tubuhnya di meja, otomatis tubuh Bara mencondong ke arah Sasa.


" Apa? " Ujar Sasa ketus.

__ADS_1


Bara juga melihat kearah fokus Sasa tadi. " Apa yang Lo fikirin?"


" Lo enyah dari hadapan gue"


Bara hanya mengangkat bahunya cuek, dan berjalan menuju meja yang dapat memantau gerak gerik Ando.


" Tidak ada yang mencurigakan, hanya saja tatapannya yang terlihat jelas sangat memuja Puput. tapi, saat Puput melihat kearahnya, kenapa tatapan itu berubah?" Batin Bara.


Terlihat Puput menutup buku menu setelah menulis sesuatu. Puput dan Ando berjalan kearah Bara, kemudian Ando bersalaman kepada Bara dan pamit pulang. Tak berapa lama Ando pergi, Fadil pun datang.


" Hei sayang, gimana tadi meeting nya? " Ujar Fadil dan mendaratkan kecupan di pucuk kepala Puput.


" Iih, apaan sih. Malu tau sama Mas Bara dan Sasa."


" Iya juga ya, ada jomblo akut di sini"


Sasa melempar tatapan tajam kepada Fadil, sedangkan tangannya meremas botol plastik bekas air mineral. Fadil langsung menelan ludahnya kasar dan memasang wajah polos tak berdosa sambil tersenyum kearah Sasa.


Fadil, Bara, dan Puput pun berbicara bertiga. Sedangkan Sasa tidak ikut bergabung, karena harus mengecek persediaan bahan baku untuk membuat kue.


Keesokan harinya, Bara pagi-pagi sekali sudah mendapatkan telpon dari Lia. Lia mengatakan jika dia sudah berada di Jakarta, dan ingin bertemu dengan dirinya. Bara mengajak Lia bertemu di toko kue milik Kesya, karena Bara tau, jika Lia sangat menyukai dessert.


Bara menatap jam yang melingkar di tangannya. Bara janjian dengan Lia jam 11, tapi sudah pukul 11:30 Lia belum juga datang. Karena sudah tidak tahan ingin membuang air kecil, Bara akhirnya memutuskan untuk menuntaskan hasratnya ke toilet. Ketika Bara pergi ke toilet, Sasa baru saja masuk dan langsung memberikan belanjaan kepada Bela, sedangkan Sasa kembali ke posisinya.


Pintu kaca itu terbuka, dan menampilkan sesosok wanita cantik, tinggi, putih, dan memiliki senyum yang sangat menggoda. Wanita itu lebih mirip bidadari, Sasa saja terkagum dengan kecantikannya. Eh, gue masih normal kan?


" Saya sudah janjian dengan seseorang"


Tak berapa lama dari arah belakang Sasa muncul seorang pria yang ternyata adalah Bara.


" Sayang, maaf ya aku telat" Ujar wanita itu dan langsung mencium pipi Bara.


Sasa melototkan matanya, ternyata tunangan si Bara api ini cantiknya bagaikan Bidadari. Pantes aja dia bucin, tapi kok??.. Ah, bodo' amat, bukan urusan gue. Sasa melanjutkan lagi pekerjaannya. Tapi fikiran Sasa masih tertuju kepada wajah dari tunangan Bara itu, seperti pernah melihatnya, tapi di mana ya?.


Bara sangat manis memperlakukan sang tunangan, dan semua itu tak luput dari pandangan Sasa. Bukan sengaja ingin memperhatikan, tapi Sasa memang sering melihat ke arah pelanggan yang berada di cafe. Mana tau ada pelanggan yang membutuhkan bantuannya.


Tak berapa lama Puput dan Fadil datang, satu lagi pasangan kekasih yang membuatnya jengah. Bagaimana tidak, Fadil selalu saja meledeknya jomblo. Hei.. Jomblo is freedom. Bebas, terserah, gak ada yang kekang. Apalagi Sasa paling tidak suka jika hidupnya di atur, kecuali oleh suaminya.


" Eh, si Bara sama siapa tu?" Tanya Fadil entah pada siapa, saat melihat Bara bersama seorang wanita. Sayangnya wanita itu membelakangi mereka sehingga Puput tidak mengetahui siapa wanita itu.


Akhirnya Fadil dan Puput mendekati Bara. Puput langsung tersenyum ramah kepada si wanita yang juga di sambut ramah oleh wanita itu yang tak lain adalah Lia.


" Eh, Mbak Lia?" Ujar Puput dan bercipika cipiki kepada Lia.


" Puput, Sudah lama sekali ya. Kamu makin cantik aja"


" Ih Mbak bisa aja. Mbak juga makin cantik"

__ADS_1


" Oh ya, sia nih? Pacar kamu?"


" Iya Mbak, kenalin ini Fadil. Kak Fadil, ini tunangannya Mas Bara, Mbak Lia"


" Fadil"


" Lia"


Fadil menatap tak suka kepada Lia. karena Fadil mengenal siapa Lia, tapi tidak dengan Lia.


Fadil dan Puput pun bergabung dengan Bara dan Lia, mereka berbincang dengan sangat seru. Bara yang jahil, dan jutek. Sangat berubah menjadi lembut dan sangat perhatian. Hah, bukan seperti diri nya sendiri.


Sasa melihat kearah luar, namun Sasa menangkap sosok pria yang mencurigakan. Sasa langsung saja berlari keluar untuk menangkap pria mencurigakan itu. Semua gerak gerik Sasa yang buru-buru tak luput dari pandangan Bara, dan Bara langsung menyusul Sasa tanpa permisi kepada Lia, Fadil, dan Puput. Yang mana membuat mereka tercenung dan heran.


" Jangan lari Lo" Teriak Sasa.


Sasa mengejar pria itu, dan tak butuh waktu lama, Sasa mendapatkannya. Ternyata pria itu tidak sendirian. Mereka bertiga, Sasa hampir kesalahan jika Bara tidak membantunya. Mereka bertarung, 2 melawan tiga. Sasa dan Bara terlihat sangat kompak saat melawan 3 pria bertopeng itu. Bahkan Sasa dan Bara bekerja sama dengan mengikuti insting mereka.


Fadil, Puput dan Lia mendengar suara kegaduhan dari luar, mereka pun melihat ala yang terjadi. Betapa terkejutnya mereka saat melihat Sasa dan Bara yang tengah berkelahi melawan 3 orang pria berbadan besar. Fadil langsung melindungi Puput dan menghubungi anak buahnya, sedangkan Lia menghubungi rekan kerjanya yang juga bertugas dengan Bara.


" Awaaass" Teriak Bara dan melindungi Sasa.


Sreett...


" Aakhhh"


Sasa melihat kearah lengan Bara yang baru saja di gores oleh pisau karena melindunginya. " Dasar bodoh" Maki Sasa.


Sasa mendorong sedikit tubuh Bara, kemudian meraih helm yang berada di atas motor di dekatnya. Dengan sekali pukulan kuat, Sasa menghantam kepala pria yang menggores lengan Bara, membuat pria kehilangan keseimbangannya, dan langsung berlutut menahan bobot tubuhnya. Terlihat darah segar mengalir dari kepalanya. Sedangkan kaca helm yang Sasa pegang, sudah pecah.


Tak berapa lama polisi datang, dan menahan 2 pria yang sempat tertangkap, 1 berhasil melarikan diri. Sasa yang melihat sudah banyak polisi, langsung saja menarik Bara kembali kedalam toko, dan membawanya keruangan peristirahatan karyawan.


Sasa mendudukkan Bara di sofa, Sasa menyuruh Bara membuka jaketnya, sedangkan Sasa mengambil kotak P3K, Bara membuka jaket yang digunakannya, untung saja jaket kulit yang digunakan oleh Bara tebal, jadi lengannya yang terkena pisau tidak terlalu parah.


Sasa yang melihat Bara kesusahan, membantunya, hingga wajah mereka sangatlah dekat. Bahkan Bara bisa merasakan hembusan napas Sasa.


Deg.


Jantung Bara kembali berdetak cepat, bahkan saat bersama Lia tadi, Bara tidak merasakan apapun. Tapi jantungnya selaku berdetak cepat jika berada didekat Sasa. Bahkan hanya sekedar melihatnya saja, sudah membuat Bara panas dingin.


Sasa mendengus kesal, karena ternyata Bara menggunakan Baju kemeja lengan panjang, tidak mau ambil pusing, Sasa langsung saja merobek lengan baju Bara agar dia bisa mengobatinya. Semua gerak gerik Sasa tidak luput dari pandangan Bara. Lia yang tadinya ingin melihat keadaan Bara, melangkah mundur karena mendapati tatapan Bara yang berbeda kearah wanita mungil dan manis di hadapan Bara saat ini.


.


.


.Readers... Budayakan siap membaca jangan lupa tancapkan Jempolnya ya.. kasih Like biar aku nya semakin semangat...

__ADS_1


Salam SaBar ( Sasa Bara )


__ADS_2