Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 54 " Beruang Madu"


__ADS_3

Sudah 4 hari Bara di rawat di rumah sakit. Dan hari ini Bara sudah di perbolehkan pulang. Sasa tengah membereskan barang Bara, dan memasukkannya kedalam tas yang di bawa oleh Daddy Roy tadi.


" Mungil, kamu ntar jangan balik lagi ke toko ya.. temenin aku di rumah"


Semenjak Sasa menyatakan perasaannya, Bara semakin manja kepadanya, Bahkan dia sampai memonopoli waktu Sasa hanya untuk dirinya. Kesya sampai geleng-geleng kepala melihat kebucinan sang Abang. Seingatnya dulu saat bersama Lia, Bara tidak sebucin ini.


" Gak Bisa Mas, gak enak dengan teman-teman yang lain. Sudah dua hari aku off, sayang kan Ica, Lena, Bela, dan Ara."


" Ya udah kalo gitu, aku gak mau makan dan minum obat nya nanti kalo bukan kamu yang nyiapin." Bara melipat kedua tangannya di atas dada, dengan bibir yang di manyun-manyumkan, persis seperti anak kecil.


Sasa memicit pangkal hidungnya. Tingkah Beruang madu nya benar-benar seperti anak kecil.


" Mas, jangan gitu dong. Kalo gak minum obat Dengan teratur, gimana mau cepat sembuh lukanya?"


" Makanya, kamu temenin aku di rumah ya.. Ya..ya..ya.. Mau yaa.."


" Gak bisa Mas.."


" Ayo laahh, mau yaa.. demi aku.. yaa mungil.. sayang.."


Sasa hanya bisa menghela napasnya kasar. Beruang Madu nya benar-benar membuatnya pusing. Tak berapa lama pintu terbuka dan menampilkan Daddy Roy dan Arka.


" Sudah siap?"


" Sudah Om" Jawab Sasa.


" Ck, kok masih panggil Om sih, bentar lagi kan mau jadi menantu, jadi panggilnya harus Daddy." Daddy Roy tersenyum jahil kepada Sasa.


Ah.. akhirnya Sasa tau, sifat jahil Bara menurin dari siapa, ternyata dari Daddy Roy. Siapa sangka pria paruh baya yang masih terlihat tampan dan berwibawa itu bisa menjadi pria humoris Pantes saja Mami Shella selalu terlihat awet muda dan bahagia. Ternyata rahasia nya adalah suami yang humoris dan penyayang.


" Iyaa.. Dad-Daddy" Ujar Sasa terbata.


" Good calon istri" Ujar Bara sambil mengelus puncak kepala Sasa.


Sasa langsung mundur dua langkah agar Bara tidak bisa meraih lagi kepalanya. Rasanya sangat tidak sopan dan canggung di perlakukan seperti itu di hadapan orang lain, apalagi di hadapan orang yang lebih tua.


Mami Shella, Kesya, dan Vina sudah menyiapkan acara penyambutan dan syukuran kecil-kecilan untuk Bara. Ada nasi kuning, ketan kuning dan bubur merah putih. Katanya sih untuk menaikkan semangat yang jatuh saat mengalami kecelakaan. Intinya makanan tersebut sangat nikmat untuk di makan.


" Waahh, makasih ya Mi, Vina, Kekey" Bara memeluk dan menciumi 3 wanita cantik itu."


" Ayo Sa, kita makan nasi kuningnya"


" Iya Mbak"


Sasa menyendokkan nasi keatas piring yang di sodorkan oleh Bara tadi. Sasa merasa canggung karena Mami Shella, Daddy Roy, Kesya, Arka, Dan Vina sedang menatapnya dengan senyuman.


" Nih.."


" Makasih mungil"


" Waah, ini mah istri idaman banget." Goda Daddy Roy.


Bluusss..

__ADS_1


Wajah Sasa langsung memanas dan memerah.


" Iya dong, Mantu idaman. "


" Persis saat kita pacaran dulu yaa Mi"


" Yee, itu sih Daddy aja yang selalu ngebet deketin Mami."


" Kan cinta. Ya harus di perjuangkan dong"


Upss, ternyata pejuang cinta yang dimiliki oleh Bara, juga menurun dari Daddy Roy. Sepertinya Daddy Roy mulai menampakkan rasa nyamannya kepada Sasa, sehingga sifat lain dari Daddy Roy perlahan terlihat di mata Sasa.


" Bener Dad, kalo cinta harus di perjuangkan. Ya kan sayang" Goda Arka kepada Kesya.


" Iih, iyaa deh iyaa. Yang pejuang cinta.. Ya kan Mbak Vina"


Uhuukk..uhukkk.uhukk..


Sasa menyodorkan air kepada Vina, kebetulan Vina duduk di dekat Sasa.


" Hiii..hii..hi.. malu dia Mas. " Kesya terkikik geli melihat wajah Vina yang memerah.


Sungguh, jika di ingatkan tentang dirinya yang selalu menyelipkan nama pangerannya di setiap doa. Vina rasanya sangat malu, walaupun pangeran itu menjadi suaminya saat ini.


" Kamu tau Sa, Mbak Vina itu dulu kangsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Kak Vano. Padahal namanya aja gak kenal, tapi dia selalu berdoa agar di jodohkan dengan pangerannya. ha..ha..haa"


" Keeyyy" Geram Vina.


" Serius Mbak?" Sasa membuka mulutnya dan menutupnya dengan tangan.


Bluuss..


Kembali lagi wajah Sasa memerah mendengar ucapan Vina.


" Wah, bener tuh Mbak. Kayaknya mulai sekarang kita manggil Sasa dengan sebutan Mbak deh. Yaa kan Mbak Sasa. Calon istrinya Mas Bara yang ganteng dan nyebelinnya kebangetan??"


Sasa memegang kedua pipinya yang merasa memanas. Rasanya sangat malu di goda seperti ini di meja makan, apalagia da Daddy Roy dan Mami Shella.


" Udah.. Udah.. Kok jadi godain Sasa sih.. Kasian dia udah mirip kepiting rebus gitu. Ayo calon mantu, di lanjut lagi makannya."


Vina dan Kesya sudah terkikik geli melihat wajah Sasa yang memerah. Lucu sekali rasanya. Sasa melirik kearah Bara, dan Beruang Madunya itu malah mengedipkan matanya sebelah kepadanya.


" Mas, kode keras nih kayaknya" Goda Arka.


" Tenang aja, gak akan lama lagi si mungil ini akan menyandang gelar menjadi Nyonya Bara Prayoga Bahari." Ujar Bara bangga.


" Kalo gitu kamu hatus cepat sembuh, biar bisa langsung melamar Sasa"


" Tentu Dad"


Acara makan pun penuh dengan godaan yang membuat Sasa malu sendiri. Baby sister Zein pun yang mendengar percakapan mereka juga ikut tersenyum dan mengaminkan agar Sasa dan Bara cepat menikah.


" Mi, Mbak, saya permisi balik ke toko yaa"

__ADS_1


" Loh, kok balik sih. Di sini aja duku, Bara juga baru pulang kan"


" Gak enak sama teman-teman kerja yang lain Mi. Udah kebanyakan libur"


" Ya udah deh, Mami gak bisa maksa."


Sasa tersenyum dan meraih tasnya. Namun dengan secepat kilat tas yang ingin di sandangkan di bahu oleh Sasa sudah berpindah tangan ke pelukan Bara.


" Gak boleh pulang"


" Mas, Aku gak enak loh sama teman yang lain"


" Kekey" panggil Bara.


Kesya yang sedang bermain dengan Zein pun menghampiri Bara.


" Kenapa Mas?"


" Mungil izin satu hari lagi yaa. Mas mau di temeni mungil." ujar Bara manja. Yaa, jika sedang sakit mode manja Bara memang meningkat drastis, apalagi saat ini dia memiliki pacar yang sangat perhatian dan baik hati.


Kesya menatap kearah Sasa, Sasa menggelengkan kepalanya memberi kode agar Kesya tidak memberikannya izin.


" Okey Mas ku. Buat Mas apa sih yang gak. Mbak Sasa calon kakak ipar, hari ini temenin Mas ku yang tampan dan manja ini yaa" Ujar Kesya denagn nada menggoda.


" Iya Sa, Kamu temenin si Bara yang manja ini yaa. Kalo ngambek susah nanti bujuk nya" tambah Mami shella.


" Iya Mbak Sasa calon kakak ipar, sehari lagi liburnya. Yaa..ya..yaa.." Vina gak mau kalah untuk menggoda Sasa.


Kok jadi satu keluarga sih yang menggodanya.. Hadeww... Jika sudah begini, Sasa bisa apa? Dengan pasrah Sasa menganggukkan kepalanya.


" Makasih mungil" Bara ingin memeluk Sasa, namun Mami Shella menahannya.


" Gak pake meluk-meluk depan Mami yaa Bara"


" Berarti kalo di belakang Mami boleh?'


" Dasar anak nakal" Mami Shella memukul lengan kekar Bara.


Sasa duduk di depan TV bersama Bara yang juga ikut menonton film kartun kesukaan Sasa. Mungilnya ini sangat menyukai segala film kartun.


Kesya sudah kembali ke toko, sedangkan Vina sudah pulang kerumahnya. sedangkan Mami Shella baru saja pergi ke pengajian komplek.


Bara mengalihkan perhatiannya untuk menatap kekasih hatinya. Bara tersenyum saat melihat Sasa sudah terlelap dalam tidur nya. Bara rasanya ingin sekali menggendong Sasa dan merebahkannya di atas tempat tidur, tapi luka di punggungnya belum kering, dan Bara belum boleh mengangkat beban dulu.


Bara merapikan rambut yang berantakan di wajah Sasa.


" Maaf ya mungil, karena jagain aku kamu kelelahan. Aku sengaja menyuruh kamu untuk tidak bekerja hari ini, supaya kamu bisa istirahat di sini. Love you mungil" Bara mendaratkan ciumannya di kening Sasa.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..

__ADS_1


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..


salam SaBar ( Sasa Bara)


__ADS_2