Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 44 " Lift "


__ADS_3

Hari sudah beranjak sore. Bara masih aja betah berada di apartemen Sasa. Padahal Sasa sudah menyuruhnya untuk pulang, karena Sasa ingin tidur siang. Tapi keras kepala Bara tidak bisa di tandingi oleh Sasa, hingga akhirnya Sasa pun mengalah. Sasa membiarkan Bara di ruang TV, sedang kan dirinya tidur siang di dalam kamar. Tidak lupa Sasa mengunci pintunya.


Sasa sudah terlihat lebih segar setelah mandi. Sasa pun keluar dari kamar, untuk melihat apakah Bara masih berada di sana atau tidak. Sasa menggelengkan kepalanya saat melihat Bara tertidur di sofa dengan tv yang masih menyala.


" Kebiasaan deh, buang-buang listrik" gerutu Sasa.


Sasa membersihkan bekas cemilan yang berada di atas meja. Bara memang sudah menganggap jika apartemen Sasa ini seperti rumahnya. Lihat saja, cemilan Sasa pun tanoa izin dia mengambilnya. Tapi ya sudah lah, lagian dia kok yang Bayar semua belanjaan Sasa waktu itu.


Sasa sebenarnya tidak tega untuk membangunkan Bara, terlihat dari tidurnya yang sangat pulas dan dengkuran yang terdengar menandakan jika dirinya sudah terlelap sangat nyenyak. Tapi Sasa harus membangunkan Bara, karena jika tidak Bara akan kehilangan waktu solat ashar nya.


" Hei, bangun.. Udah sore" Sasa menepuk pipi Bara pelan.


Perlahan Bara membuka matanya, dan yang pertama kali di lihatnya adalah wajah Sasa. Bara langsung saja menarik tangan Sasa agar tubuhnya jatuh di atas Bara.


" Hei, lepasiin ih"


" Begini dulu." Hening. " Hah, kapan kamu mau terima aku? jadi setiap aku tertidur dan terbangun orang pertama yang ku lihat adalah kamu. Aku mencintai kamu Sa, Sangat mencintai kamu"


Sasa terdiam, dia tidak menjawab, walaupun dalam hatinya ingin sekali dia berkata ' Iya, aku terima, Aku juga mencintai mu, dan juga sangat mencintaimu'. Tapi itu hanya bisa Sasa katakan di dalam hatinya. Sasa menahan semua itu sampai dia benar-benar yakin dengan Bara. Jika Bara tidak akan berpaling kembali kepada Lia, ataupun wanita mana pun.


" Mending kamu mandi deh, terus solat ashar"


Bara melepaskan pelukannya, dan tersenyum kecut karena Sasa tidak menjawabnya. Tapi Bara tidak ingin menyerah, dia akan tetap berusaha meyakinkan Sasa, apapun yang terjadi.


" Gue mau kerumah Mami." Ujar Sasa sambil memasukkan rujak Sirsak yang tadi di buatnya.


" Mami kemarin minta rujaknya jika sudah siap di buat. Trus mampir ke rumah Mabuk Kesya ya, Mbak Kesya juga minta rujaknya"


Hati Bara menghangat, saat mendengar Sasa memanggil nama Mami nya dengan Mami. Bara terus saja memperhatikan wajah Sasa yang masih berbicara.


" Lo gak denger gue? atau gak mau antarin gue ke rumah Mbak Kesya dan ke rumah Lo?" Kesal Sasa yang sedari tadi dia bercerocos Bara tidak menanggapinya, malahan menatap dirinya sambil tersenyum.


" Mau mungil, cepet banget sih ngambeknya. Bahkan untuk membawa mu pulang kerumah ku sebagai istri pun aku bersedia"


Sasa tidak menjawab, dia malah menyibukkan seolah tidak mendengar ucapan Bara.


"Mungil"


" Hmm?" Sasa hanya bergumam, tapi tidak menoleh kepada Bara.


Bara menghela napasnya, " Sudah siap? kita berangkat sekarang?'


" Iya, ini udah siap"


Bara mengambil kantung plastik yang berisi rujak sirsak. Mereka berjalan sambil mengobrol ringan hingga sampai ke dalam lift.


" Mas, makasih ya yang kemarin. Pria itu memang sering meresahkan, saya pernah melaporkan dia, tapi malah saya yang di salahkan" Ujar seorang wanita yang di dalam lift.


" Iya, sama-sama Mbak" Jawab Bara tanpa senyum, namun tidak mengurangi ketampanannya.


" Mas, minta nomor ponselnya boleh?"

__ADS_1


Sasa langsung melirik kearah Bara dari dinding lift yang memantulkan wajah mereka.


" Maaf Mbak, saya sudah punya calon istri" Bara meraih pinggang Sasa, tidak ada penolakan dari Sasa, bahkan Sasa membiarkan Bara semakin mempererat pelukannya.


Bara tersenyum saat melihat Sasa menahan senyumnya, dengan mengulum bibirnya. Ah, jika saja tidak berada dalam lift, mungkin Bata sudah kembali mencuri ciuman Sasa.


" Seneng banget kayaknya di akui sebagai calon istri" Bisik Bara saat mereka sedang berjalan menuju mobil Bara.


" Siapa yang seneng? Biasa aja tuh"


" Nih buktinya, masih biarin aku meluk kamu"


Sasa baru menyadari jika Bara masih memeluk pinggangnya posesif. Pantas saja tadi saat bertegur sapa dengan satpam, para satpam tersenyum penuh arti kepada mereka.


Sasa mendorong tubuh Bara agar menjauh dari dirinya. Namun pegangan tangan Bara di pinggangnya masih mengerat.


" Lepasin, Malu tau" Ujar Sasa dengan wajah memerah.


" Mau, tapi malu. Tenang aja mungil, aku akan tetap setia nunggu kamu sampai bilang 'Yes' "


" Lepasin"


" Sampai kamu duduk cantik di dalam mobil" Bara tidak menggubris protesan Sasa. Bara terus saja berjalan sambil memeluk pinggang Sasa posesif. Kapan lagi coba kan.


Bara membuka pintu, dan menyuruh pujaan hatinya masuk. Setelah merasa Sasa aman, Bara menutup pintunya perlahan.


" Kita langsung kerumah Mami ya. Kesya juga di sana"


" Eemmm,, seger banget Sa" Ujar Kesya saat mencicipi rujak yang di bawa Kesya.


" Iya ,seger dan enak banget. Bisa aja kamu Sa punya ide untuk buat rujak sirsak." Tambah Mami Laura.


" Rujak kwini juga bisa loh Mi"


" Oh ya, wah.. Rasanya Mami gak sabar untuk cepat-cepat musim buah kwini. "


" Key juga Mi. Udah terasa sampai pingin ngences deh"


" Gini nih bumil, susah di pancing dikit langsung ileran"


Tawa pun pecah, membuat perasaan Bara menghangat, saat melihat Sasa bisa akrab dengan Kesya dan Mami Shella. Berbeda dengan Lia dulu, seperti ada jarak antara Lia dan Mami Shella. Mungkin itu sebuah pertanda jika Bara memang tidak berjodoh dengan Lia.


" Seru banget, Sampai gak ada yang jawab salam" Ujar Daddy Roy.


" Eh, Daddy. Ini loh Dad, si Sasa bawain rujak sirsak. Cobain deh"


Mami Shella langsung menuangkan rujak sirsak kedalam mangkok, dan memberikannya kepada Daddy Roy. Daddy Roy pun mulai mencicipi rujak sirsak buatan Sasa.


" Eemm, enak juga. Pinter kamu Sa, buat ide cemerlang seperti ini." Puji Daddy Roy.


" Kamu makan malam di sini kan Sa " Tanya Kesya.

__ADS_1


" Enggak Mbak, saya pulang aja"


" Yah, gak seru dong. Makan malam di sini aja ya.. Mas, bujuk dong Sasa nya" pinta Kesya.


" Makan malam di sini ya" Pinta Bara.


" Pulang aja deh " Tolak Sasa sambil berbisik.


Dan terjadilah bisik membisik di antara mereka, Kesya, Mami Shella, dan Daddy Roy hanya bisa memperhatikan gerak gerik mereka yang terlihat sangat romantis itu.


" Udah, gak usah bisik-bisik lagi. Pokoknya Sasa makan malam di sini. Titik, Mami gak mau dengar penolakan"


" Iya Mi" Jawab Sasa akhirnya.


Bara tersenyum menang, akhirnya Sasa dapat di luluhkan oleh Mami nya.


Sasa membantu Kesya dan Mami Shella untuk memasak. Di saat lagi asyik memasak, Vina datang saat mengetahui Sasa membawa rujak sirsak.


" Telat banget sih Mbak, udah habis tau" Goda Kesya.


" Iih, Masa di habisin sih. Mbak kan pingin juga Key. Sa, kamu bawa banyak kan? Untuk Mbak ada kan?" Tanya Vina kepada Sasa.


" Udah Key habisin jatah Mbak. Ha..ha..ha."


" Iih Key, jahat banget sih kamu. Mbak mau juga.. Mbak penasaran loh sama rasanya."


Terjadilah perdebatan antara Vina dan Kesya, Sasa hanya memperhatikan keduanya sambil tersenyum.


" Mereka memang gitu Sa, akur, berantam, terus baikan lagi. Suka jahilin satu sama lain" Bisik Mami Shella.


Dalam hati Sasa berkata, pantes saja Bara jahil, ternyata Vina dan Kesya juga jahil. Tapi menurun dari siapa ya sifatnya?. Kalo Mami Shella sepertinya keras kepala. Apa Daddy Roy? Tapi Daddy terlihat sangat berwibawa, masa sih bisa jahilin orang?.


Akhirnya Mami Shella mengeluarkan satu wadah berisi rujak sirsak yang memang sudah di siapin Sasa untuk di berikan ke Vina.


" Yeeey, ternyata ada juga jatahnya. Makasih Mi, Makasih Sasa" Vina mendaratkan ciuman di pipi Mami Shella dan Sasa.


Sasa merasa terkejut, namun keterkejutannya berubah menjadi malu, karena di goda oleh Kesya dan Vina.


" Jangan terkejut Sa, kita emang sering begini. Kamu harus terbiasa, karena sebentar lagi kan bakal jadi anggota keluarga kita. Iya kan Mo"


" Iya dong, Calon mantu Mami yang Mungil" Goda Mami Shella.


Bara tersenyum mendengar godaan dari Mami Shella, Vina dan Kesya.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..

__ADS_1


salam SaBar ( Sasa Bara)


__ADS_2