Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 144 "dua ronde"


__ADS_3

Sasa memperhatikan Bara yang tengah memandikan Raysa. Senyum Sasa langsung mengembang di saat melihat Raysa tertawa sambil mencipratkan air ke wajah sang Daddy.


Saat ini Raysa sudah berumur 8 bulan, Raysa juga sangat aktif dan sudah bisa berdiri.


" Nda..Nda..Nda..."


Bara menoleh ke belakang, dan mendapati Sasa yang tengah tersenyum memandang kearahnya dan Raysa.


" Sini bunda, main sama Ica dan Daddy.." ujar Bara dengan suara anak kecil.


Sasa mendekat dan langsung di siram air eh Bara. Raysa tertawa bahagia khas anak kecil.


" Daddy!!!..." Sasa pun mendekat dan ikut bermain air bersama Bara dan Sasa.


Mami Shella yang mendengar suara tertawa pun menjadi penasaran. Pintu kamar Sasa dan Bara yang memang tak di tutup membuat tawa Sasa, Bara, dan Raysa terdengar hingga ke luar.


" Duuhhh seru nya.." Mami Shella memandang dari pintu kamar mandi.


" Sini Oma, ikut main sama Ica." Ajak Sasa dengan suara khas anak kecil.


" Lain kali aja yaa, Oma mau pergi ke kantor Opa. Ada arisan ibu-ibu PKK."


" Iya Oma, hati-hati yaa.."


Bara membuat tangan Raysa seolah melambai kepada Oma Shella.


.


.


Sasa menyiapkan pakaian Bara. Hari ini Bara dinas malam, ada patroli malam yang akan di pimpin oleh Bara.


" Mas, hati-hati ya kalo lagi hadapi preman dan begal."


" Iya sayang..."


" Aku khawatir kalo kamu patroli malam tau."


Bara mendekat ke arah Sasa, dan memeluk nya.


" Kamu tau, saat kamu melawan begal waktu itu, aku sangat takut dan sekaligus merasa malu. Aku suami mu, tapi kamu lebih kuat dari aku."


Sasa membalas pelukan Bara, dan menyandarkan kepalanya di dada bidang itu.


" Dan semenjak itu, kamu latihan hingga otot kamu cidera. Untung gak papa Mas, dan aku gak mau kamu kenapa-napa. Aku bahkan rela melindungi kamu, dan membiarkan aku yang terluka."


Bara merelai pelukannya, dan mencium kening Sasa.


" Aku gak akan biarin kamu terluka lagi Mungil, tidak akan. Dan aku gak akan pernah memaafkan diri aku jika terjadi sesuatu kepada kamu, mungil. Aku cinta kamu, dan aku gak mau kehilangan kamu."


" Aku juga Mas, aku cinta sama kamu."


Bara melirik kearah Raysa yang baru saja tertidur, karena kelelahan setelah bermain tadi.

__ADS_1


" Mungil, Mumpung Raysa tidur, satu ronde yuukk.." Bisik Bara.


Sasa tersenyum dengan wajah merona. Memang saat kehadiran Raysa, waktu Bara dan Sasa untuk Quality time sudah sangat terbatas. Untungnya Mami Shella dan Daddy Roy adalah orang tua yang sangat pengertian. Namun tetap saja, Sasa dan Bara gak akan tega meninggalkan Raysa dengan Oma dan Opa nya demi kepentingan mereka sepanjang malam. Bagi Bara dan Sasa, Raysa adalah belahan jiwa mereka yang menyatu. Jadi, mana mungkin si pemilik belahan jiwa bisa tega berjauhan dengan buah hatinya sepanjang malam.


" Yuukkk Mas, aku juga rindu sama kamu."


Tanpa menunggu lama, Bara langsung mencium bibir Sasa dengan penuh semangat. Bahkan Bara langsung mengangkat Sasa kedalam gendongannya, dan Sasa mengalungkan kakinya di pinggang Bara.


Bara dan Sasa pun memilih Sofa untuk memuaskan hasrat mereka.


" Mashh.. Ahh..."


Sasa mendesah di kala Bara menghentakkan pinggulnya dengan kuat.


" Ahhh, kamu sungguh nikmat, mungil" Ujar Bara di sela desahannya yang tertahan, agar Raysa tak terganggu dengan kegiatan olahraga mereka berdua.


Bara menghapus keringat Sasa yang ada di dahi.


" Aku mandi dulu ya Mas, takut Raysa bangun." Ujar Sasa sambil mengutip pakaiannya yang berserakan.


Sasa berlari kecil ke kamar mandi, sedangkan Bara melirik kearah Raysa yang masih tertidur pulas.


" Ronde kedua." Gumam Bara dengan seringai licik nya dan ikut menyusul Sasa yang sudah di dalam kamar mandi.


Sasa berdiri di bawah shower yang sudah di hidupkan. Sasa menikmati setiap air yang jatuh ke atas tubuhnya.


" Mashh.." Pekik Sasa saat merasakan pelukan Bara sambil meremas gunung kembarnya yang terasa sangat padat dan kenyal.


" Dasar mesum.. Akkh.." Sasa terpekik saat Bara mendorong tubuhnya ke dinding, dan mulai mencumbui dirinya.


Pertempuran pun kembali di mulai dengan ronde ke dua.


Apakah ada ronde ke tiga?


Mungkin saja, kalo Raysa belum terbangun, atau..


lanjut malam aja.. 🤭🤭


.


.


Raysa dan Mami Shella tengah menikmati drama thailand.


" Ganteng-ganteng ya Mi, gak kalah tampannya sama cowok Korea."


" Iyaa..."


Daddy Roy yang sedang menggendong Raysa hanya menggelengkan kepalanya. Jika sudha menonton drama Asia, maka Sasa dan Mami Shella seakan seumuran. Bahkan mereka terang-terangan memuji si pemeran cowoknya tanpa mengingat perasaan suami mereka.


" Lihat tuh, Oma sama Bunda, lagi liatin pacar halu nya."


Raysa Yang seakan mengerti pun tertawa. Mami Shella dan Sasa langsung menoleh saat mendengar tawa Raysa.

__ADS_1


" Ica mau ikut nonton?"


" Gak mau, Ica mau sama Opa aja kan? Yuukk Ica, kita main kuda poni."


Daddy Roy pun membawa Raysa untuk bermain kuda-kudaan yang terbuat dari silikon. Daddy Roy merasa senang, karena Sasa bersedia tinggal bersama mereka. Daddy Roy pernah membayangkan saat anak-anaknya menikah, maka rumahnya akan terasa sangat sepi, namun semua itu hanya lah mimpi buruk. Daddy Roy bersyukur karena apa yang di takutkannya tak menjadi kenyataan. Sasa, Bara, bahkan Raysa, cucu nya saat ini tinggal bersama dirinya dan sang istri.


Tak henti-hentinya Daddy Roy bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada dirinya dan keluarga.


.


.


" Mas, kalo kita buat kolam renang di belakang rumah gimana?" Mami Shella bertanya kepada Daddy Roy.


" Kolam renang?"


" Hmm, tadi Mami liat Bara dan Raysa berendam di bathtub lagi berendam sambil bermain. Jadi Mami kefikiran aja untuk buat kolam renang."


" Ide bagus sih, nanti kalo waktunya pas, kita bicarain ini sama Bara dan Sasa ya."


" Iya Daddy.."


" Mi,.."


" hmm?"


" Keluarin keringat yuukk.."


" Udah tua Dad.."


" Yuuk lah, yuukk.. Tiger rindu nyai.."


" Haaah... yuukk laah... Nyai juga rindu Tiger. "


Tak hanya di kamar Daddy Roy, Bara dan Sasa pun juga sedang mempertemukan Tiger dengar sang Nyai. Memberikan kehangatan satu sama lain, agar Tiger dan Nyai tak kedinginan kesepian. Begitulah kira-kira.


Namun, di saat Daddy Roy dan Mami Shella benar-benar sampai puncak, berbeda dengan Bara dan Sasa, dimana kegiatan mempertemukan Tiger dan Nyai tertunda, karena Raysa yang terbangun dan menangis karena panggilan alam, alias pup..


Sabar Ya Bara, gak jadi ronde ketiga..


Jangan lupa follow aq yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA...


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....

__ADS_1


__ADS_2