Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F 5


__ADS_3

\=\= Taman bermain.\=\=


" Raysaaaa.... turunin.. ntar kamu jatuh." Gadis yang menggunakan pakaian seragam SMP itu meneriaki Raysa yang sedang memanjat pohon mangga.


" Udah deh, tenang aja.. " Raysa terus menaiki kakinya ke batang pohon.


" Layca..."


Raysa yang sangat mengenal suara bariton yang baru saja meneriaki nya pun langsung menoleh kebelakang.


" apaan sih, bikin orang terkejut aja." kesal Raysa.


" Ngapain Lo manjat, udah macam monyet aja.."


" Enak aja bilangin aku monyet, "


" Ooh, bukan yaa.. ha..ha..ha.."


Raysa berdecak kesal.


" Layca turun."


" Gak mau, aku mau ambil mangga itu."


" Turun." Ujar Fatih tegas.


Raysa berdecak kesal, ia pun kembali turun dari dahan pohon yang memang belum terlalu tinggi.


" Aku mau mangga itu.." Rajuk Raysa dengan nada juteknya.


" Iyaa, tapi gak juga manjat pohon pakai rok gitu. "


" Kan aku pakai legging."


" Walaupun, udah nih pegang." Fatih memberikan tasnya kepada Raysa.


Fatih panjat pohon mangga tersebut dan mengambil mangga yang di inginkan Raysa.


" Cukup?"


Raysa menganggukkan kepalanya dengan wajah berbinar.


" Baru menstruasi aja udah ribet gini, kalo udah hamil anak aku gimnaa? tapi tenang aja, aku bakal lakuin apapun yang kamu minta. jangankan pohon mangga, pohon toge pun bakal aku panjatin." Ujar Fatih sambil menaik turunkan alisnya.


" Iisss, lebay deh."


Raysa tak menggubris ucapan Fatih, ia mengembalikan tas Fatih kemudian meninggalkan Fatih di belakangnya.


" Layca, tungguin dong calon imam kamu ini.."


Raysa semakin mempercepat langkahnya bersama dengan teman nya.


" Sa, kasian itu calon suami nya." Goda Sarah teman Raysa.


" Jaga mulut nya yaa, bukan calon suami gue dia. Kalo Lo mau, ambil aja sana.."


" Beneran, jangan nangeees yaa ."


" Iihh, ngapain gue nangees.. Sana-sana..." Raysa akhirnya berlari meninggalkan Fatih dan Sarah.


Raysa terbangun dari tidurnya dan langsung terduduk, ia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Raysa tersenyum mengingat mimpinya barusan, kemudian ia menoleh kearah jam yang berada di dinding.


" Astaghfirullah.." Dengan cepat Raysa bangkit dan bergegas mandi.


" Pagi tuan putri." Sapa Daddy Bara.


" Pagi Daddy.."


" Enak banget yaa tidurnya, di banguni sholat subuh malah gak mau bangun."


Raysa menyengir dan menunjukkan gigi rapi nya.


" Kapan mulai pendaftaran nya, sayang?" Tanya Bunda Sasa.


" Dua Minggu lagi Bun, masih ada waktu Ica buat latihan lari dan renang."


" Sama Arash?"


" Iyaa Bun. "


Terdengar suara Fatih mengucapkan salam. Raysa pun bergegas menghampiri.

__ADS_1


" Pagi amat? Pasti minta makan."


Fatih terkekeh, tau aja. Masakan Bunda gak ada dua nya.


" Aku bilangin Mami Ya "


" Jangan dong, ntar aku di pecat jadi anak."


" Mungkin pun Mami emang udah malas punya anak kayak kamu."


" Mami bakal bener-bener depak aku dari KK kalo aku sampai gak bisa nikahi kamu."


" Lebay.."


" Pagi amat?"


" Biasa Oma, kangen masakan Bunda." Fatih menyengir.


" Sama aja kamu kayak Papi kamu. Dulu papi kamu juga pagi-pagi buta udah nongol aja di sini."


" Buah jatuh gak jauh dari pohonnya, Oma."


Oma Shella pun mengangguk setuju dengan ucapan Fatih.


" Mau ke mana bang?" Tanya Ibra.


" Ajak Mbak kamu jalan-jalan."


" cie..cie.. mau ukir kenangan yaa sebelum berangkat.."


Byuuurr ....


Bunda Sasa yang sedang minum pun menyemburkan air dari dalam mulutnya. Daddy Bara sudah mengulum senyumnya, mengerti kenapa Bunda Sasa menjadi gugup begitu.


" Bunda kenapa?"


" Hah? Eeng.. gak kenapa-napa kok.."


" Maka nya Bun, minum itu pelan-pelan." Ujar Daddy Bara sambil tersenyum jahil.


Bunda saat mencebikkan bibirnya, kesal karena Daddy Bara malah menggoda nya.


*


" Heum, biar cepat."


" Ya udah, yuukk.."


Fatih memberikan helm kepada Raysa, setelah memastikan Raysa naik dan duduk dengan nyaman, Fatih pun melajukan motornya.


Dan, di sinilah mereka, di taman bermain.


" Mau main apa?"


" kayak nya kepagian deh kita ke sini."


" Jadi, kita udah sampai di sini? atau mau ke tempat lain?"


" Emm, masuk ke kebun binatang aja yuukk"


" Yuukk lah, sesuai permintaan tuan putri."


Raysa mencebikkan bibirnya, namun sudut bibirnya menyunggingkan senyuman.


Puas berkeliling di kebun binatang, Raysa menarik tangan Fatih untuk menikmati eskrim yang ada di wahana tersebut.


" Seperti biasa?" Tanya Fatih dan Raysa menganggukkan kepalanya.


" Mas, yang tiga rasa kasih rasa jagung, vanila, dan coklat yaa, satu lagi rasa jagung aja."


" Siap Mas, di tunggu yaa.."


Fatih kembali ke meja dengan membawa dua buah cup di tangannya. Satu cup besar dengan 3 rasa, dan satu lagi cup sedang dengan satu rasa.


" Cobain deh." Raysa menyendokkan rasa vanila kepada Fatih.


" Kalo aku demam, kamu mau rawat aku?"


" Ogah.." Raysa mengulum senyumnya.


Satu hal yang unik dari Fatih, yaitu ia tak suka makanan ataupun minuman yang berbau susu ataupun susu berasa Vanila. Intinya Fatih gak suka susu.

__ADS_1


Eemm, kalo susu punya Raysa suka gak yaa???


" Fatih, naik kuda putar yuukk,"


' Sesuai permintaan kamu."


Ini yang Raysa suka dari Fatih, Karena Fatih akan menuruti semua permintaan Raysa untuk mencoba semua permainan di taman bermain, termasuk komedi putar atau kuda putar.


Raysa sungguh bahagia hari ini, karena Fatih menuruti semua keinginannya untuk mencoba semua permainan di taman bermain.


" Lapar gak? mau makan apa?"


" Eemm, makan soto "


" Oke, bentar aku cari soto yang enak di dekan sini "


Fatih meraih ponselnya dan mencari tempat kedai soto yang enak di daerah tersebut.


" Kalo Soto Lamongan kamu mau gak?"


" Eem, boleh deh.. Yukk ah.. Laper.."


Raysa menarik lengan Fatih untuk berjalan dengan cepat.


Sesampainya di kedai soto, Raysa bersorak pelan saat melihat dekor dari kedai tersebut.


" Keren banget, rumah makan soto aja di dekor sedemikian rupa cantiknya."


Fatih tersenyum melihat kebahagiaan Raysa.


" Maaf Mbak, Mas, ini menu makanannya, silahkan di pesan?"


Raysa melihat buku menu yang baru aja di sodorkan oleh pelayan tersebut.


" Fat, kalo gak abis, kamu yang abisin yaa?"


" Haah.. Baiklah .."


Raysa memesan 2 soto, isi paru dan ayam. kemudian Raysa juga memesan es cendol kacang merah, dan juga martabak telur.


" Yakin sanggup habisin?"


" Kan ada kamu Fat." Raysa berikan cengiran kepada Fatih.


" 2 Minggu lagi tes polwan loh."


" Ntar aku diet deh sama Arash."


" Jangan diet-diet kali, aku gak suka kamu terlalu kurus. Kalo perlu di gemukin dikit."


" CK, di mana-mana cewek itu suka langsing, dan cowok nyarinya yang langsing.."


" Tapi kamu terlalu kurus. Yaa aku gak masalah kalo kamu kurus atau gendut, karena di mata aku kamu tetaplah kamu."


" Lebay.."


" Belah dad Abang dek, lihatlah isi hati Abang"


" Mati dong ntar kamu."


" Demi kamu, Abang rela mati" Ujar Fatih dengan dramatis.


Raysa hanya terkekeh sambil memutar bola matanya. " Lebay ... kebanyak berteman sama buaya."


" Dan kamu pawangnya."


" Iihh.... ogah sama buaya."


" Abang bukan buaya dek, tapi sahabatnya buaya." Ujar Fatih sambil mengedipkan matanya sebelah.


Jangan lupa follow aq yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...

__ADS_1


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2