
Tak terasa, kandungan Sasa sudah masuk bulan ke 3. Bara pun harus semakin sabar karena Sasa masih saja mual dengan aroma tubuhnya, bahkan Bara harus membeli varian rasa dan wangi dari sabun, shampo, handbody dan parfum. Sasa tidak sanggup mencium aroma yang sama lebih dari tiga Hari. Bara pun setiap harinya selalu berganti wangian aroma tubuhnya.
Namun, berita baiknya adalah, Sasa sudah bisa mendengar suara Bara. Bahkan Sasa selalu menyuruh Bara bercerita dan bernyanyi.
" Rindu banget deh sama suara Mas." Sasa memeluk Bara yang hari ini beraroma melon, persis seperti aroma Kesya.
" Iyaa sayang.. Mas juga udah rindu banget buat ngobrol langsung sama kamu kayak gini." Bara mengecup pucuk kepala Sasa.
Saat ini posisi mereka sedang berbaring di tempat tidur, sambil berpelukan.
" Mass.." Sasa membuat pola abstrak di dada Bara.
" Mungill... " Bara menggeram saat merasakan sentuhan Sasa yang memancing sisi liarnya. Yang mana Tigernya sudah 3 bulan ini merindukan sarang hangatnya.
" Kenapahh?" Ujar Sasa dengan suara seksi nya dan tatapan menggodanya.
" Mungiill, ntar kalo aku push up, kamu muntah-muntah karena aroma tubuhku yang berkeringat."
"Iyaaa sih, tapii pingiinnnn" Ujar Sasa sendu sambil terus mengenduselkan wajahnya di ceruk leher Bara.
" Mungiill...."
" Hmmm??..."
Bara pun masih bertahan untuk tidak menyerang Sasa. Namun Sasa terus saja membuat gairah Bara semakin membara, dan membuat si Tiger sesak didalam sana.
" Eeehhmmm.. Munghiill.." Bara mendesis saat Sasa menggigit telinganya, dan memainkan jari-jarinya di atas dada bidang Bara.
Bara masih bertahan untuk tidak menyerang Sasa, namun saat tangan Sasa mulai turun dan menyentuh Tigernya yang berada di balik celananya, pertahanan Bara pun runtuh.
Bara langsung merubah posisi mereka, Sasa sudah berada di bawah Kungkungan Bara. Bara pun perlahan mendekatkan wajahnya, dan mencium bibir Sasa penuh dengan Napsu.
" Eeuungg " Sasa melenguh di tengah ciuman mereka saat Bara menelusupkan tangannya ke balik kaos yang di pakai Sasa.
Perlahan Bara menanggalkan baju Sasa, dan mulai menjamah bagian atas Sasa, serta tak lupa mengecup perut Sasa yang mulai terlihat sedikit membuncit.
" Uuwwkk.." Sasa menutup mulutnya saat merasakan aroma tubuh Bara.
" Uweekk.."
Akhirnya Sasa pun tak tahan lagi. Air hangat bercampur butiran nasi yang belum sepenuhnya halus pun keluar dari mulut Sasa, dan mengenai Dada Bara dan juga tubuhnya sendiri.
Bara langsung menggendong Sasa yang masih mual, dan menghidupkan shower untuk membersihkan diri mereka.
Bara mengelus rambut Sasa, sebelum dirinya meninggalkan Sasa sendiri di kamar mandi. Bukannya Bara tak ingin menemani ataupun membantu mengusap atau memijit punggung Sasa, namun Aroma tubuh Bara akan membuat saus terus muntah, kecuali jika dirinya sudah menjauh, maka Sasa akan berhenti muntah.
Bara mengendap keluar kamar, dengan menutup tubuh bagian atasnya yang telanjang. Bara menghela napas lega saat dirinya telah sampai ke kamar Kesya. Bara pun membersihkan dirinya lagi, padahal satu jam yang lalu Bara baru saja membersihkan dirinya.
" Demi kamu mungill... Demi kamuu..." Gumam Bara sambil menyabuni tubuhnya dengan varian rasa strawberry.
Jangan di tanyakan lagi dengan koleksi sabun di kamar mandi Bara, dari rasa jeruk, apel ,mangga, hingga durian pun ada. shampo yang bervarian wangi, Handbody yang juga berbagai macam wangi dan merk, serta parfume dari yang mahal, hingga yang murah. Yang penting wanginya lembut dan tidak menyengat.
Kalo beli mahal terus kan bisa tipis kantong Bara. Maklum, Bara bukan pengusaha seperti Arka dan Vano. Bara hanya abdi negara yang melayani masyarakatnya dengan sepenuh jiwa dan kejujuran. Bara punya uang lebih juga karena usahanya, namun kan usahanya tak juga sehebat Arka dan Vano, kalo Bara membeli produk kecantikan dengan harga mahal, bisa langsung tutup Sabar Express, gak ada pemasukan lagi deh Bara.
Maka dari itu, Bara sengaja berbelanja bersama Sasa, khusus mencium aroma dari sabun, handbody, parfume, dan juga shampo yang mereka beli dengan merk terkenal d TV. Karena Bara setiap hari harus berganti aroma tubuhnya.
__ADS_1
Sasa sudah membersihkan dirinya. Tubuh Sasa sangat lemas, namun Sasa masih menginginkan Bara, dalam kata artian ingin di sentuh oleh Bara. Sasa hanya bisa menghela napasnya, membaringkan dirinya, dan tertidur.
Bara masuk kembali ke kamar mereka, dan melihat jika Sasa sudah terlelap. Bara pun merebahkan dirinya, menarik tubuh Sasa kedalam pelukannya, dan ikut tertidur. Walaupun si Tiger kembali bergerak karena bertemu dengan belahan jiwanya, namun Bara kembali memasang pertahanan yang lebih kuat dari sebelumnya.
.
.
" Mas, aku pingin makan bakso yang pake jeruk nipis itu. Kita ke sana yuukk.."
" Kamu lagi hamil sayang, jangan makan yang micin-micin dulu ah."
Mata Sasa langsung berkaca-kaca, Sasa yang tadinya tengah bersandar di bahu Bara sambil menonton film pun memberi jarak dengan Bara, dan kemudian meninggalkan Bara sendirian di depan TV.
" Mungil..."
Tak ada sahutan dari Sasa, Sasa terus saja masuk kedalam kamarnya. Bara menghela napasnya kasar.
" Kenapa Bar?" Tanya Mami Shella yang baru saja masuk dan melihat sang putra menghela napas.
" Sasa Mi, kayak nya merajuk dengan Bara. "
" Kenapa?" Mami Shella memposisikan duduknya di samping Bara.
" Sasa pingin makan bakso, Mi."
" Oooh, ya udah, kamu bawa aja. Sekali-kali juga."
" Tapi Mi, micin kan gak bagus untuk ibu hamil "
" Hmm, iyaa deh.." Bara pun berdiri dari duduk ya, dan menghampiri Sasa yang sedang berada di bawah selimut.
" Mungill... Kita pergi yukk.."
" Kemana?" Tanya Sasa dengan suara paraunya karena menangis.
" Makan bakso."
Perlahan Sasa menurunkan selumutnya.
" Ciuusss.."
" Iya sayang, ayo.."
Dengan wajah berbinar Sasa menyibak selimutnya itu.
" Aku mandi dulu yaa, "
" Iya Mas, GPL yaa..."
" Apaan tuh?"
" Gak Pake Lama"
" Ooh, iya... iya...
__ADS_1
Dengan cepat Bara memberaihkan tubuhnya. Kali ini Bara membawa parfume ke dalam tasnya, takut jika di perjalanan Sasa merasa mual dengan aroma tubuhnya.
.
.
Sasa bersorak riang saat semangkok bakso sudah berada di hadapannya, lengkap beserta tetelannya. Dengan mata berbinar, Sasa menuangkan saos, kecap, dan cabai rawit halus. Tak lupa pula Sasa meremas jeruk nipis yang tersedia. Seketika aroma jeruk nipis langsung memasuki indera penciuman Sasa.
" Heemm, enak banget wanginya Mas. Gak sabaran deh.." Sasa mengaduk Mie nya agar semua nya menjadi satu.
Bara tersenyum melihat wajah bahagia Sasa. Sasa mencicipi kuahnya sedikit.
" Eemm, enak banget. Bismillah.."
Sasa memasukkan Mie kedalam mulutnya, pastinya setelah meniup sesaat Mie tersebut yang masih mengeluarkan asap. Sasa juga menyendokkan tetelan beserta kuahnya.
" Enak banget Mas.."
" Ya sayang, makannya pelan-pelan yaa.."
Saat mie Sasa telah habis dan menyisakan kuah dan beberapa bakso, Sasa mengambil kerupuk jengek/kulit, dan mencelupkkannya kedalam kuah. Entah berapa bungkus kerupuk sudah Sasa makan. Sasa juga mengupas telur rebus, dan memakannya. Tak lupa juga Sasa memakan kuah bakso tersebut dengan pergedel yang tersedia. Sasa benar-benar menikmati kuah bakso tersebut hingga tak bersisa.
" Alhamdulillah, kenyang banget aku Mas. Makasih yaa.."
" Iya sayang." Bara mengusap ujung bibir Sasa yang terdapat sisa kuah.
" Udah kenyang?" tanya Bara kembali.
" Heum. Rasanya ngantuk banget deh."
" Ya udah, yuukk pulang.." Bara pun membayar makanan mereka.
Pemilik bakso tersebut meminta berfoto dengan Sasa, dan Sasa pun bersedia untuk berfoto. Karena kata pemilik warung bakso, mereka ingin memajang foto Sasa DNA Bara, bukti jika seorang artis cantik pernah makan di warung baksonya. Padahal Sasa sudah bilang jika dirinya bukan artis, namun pemilik Bakso memaksa. Bara sudah menolak juga, namun karena Sasa tak tegaan, akhirnya mereka mengizinkan si pemilik Bakso untuk berfoto dengannya.
" Mas, aku kok ngantuk banget yaa?"
Bara terkekeh. " Bawaan hamil sayang, ya udah, kamu tidur yaa.."
" Iyaa Mas.."
Sasa mencari posisi yang ternyaman, dan kemudian menutup matanya.
hai..hai.. siap berpisah dengan mereka??...
IG : RIRA SYAQILA
Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...
Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..
Senang pembaca, senang juga author...
Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....
-
__ADS_1