Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 62 " Lia cemburu"


__ADS_3

Bayangan Bara berciuman dengan Lia tudka bisa hilang dari fikiran Sasa. Sasa lebih banyak melamun, dan itu tak luput dari pandangan Kesya. Kesya berjalan mendekati calon kakak iparnya itu.


" Kok melamun Mbak Sa?"


" Hah? Oh, gak kok"


" Jangan bohong, pasti lagi ada masalah ya?. Cerita aja sama aku."


Sasa menatap wajah Kesya. Sungguh wajah yang membuat siapa saja merasa tenang. Hanya menatapnya saja sudah merasa tenang dan adem. Pantes saja Big Bos cinta banget sama Bos cantiknya ini.


" Hmm, Hubungan Mas Bara dengan Lia dulu gimana sih?"


Kesya agak terkejut mendengar pertanyaan Sasa. Namun dia cepat merubah ekspresinya.


" Sebenarnya aku gak punya hak buat ceritain bagaimana dan sejauh mana hubungan mereka. Kenapa Mbak Sa gak tanya sama Mas Bara aja?"


Sasa menggelengkan kepalanya. " Enggak Ah, ntar di kira kepo, atau ngungkit masa lalu."


Kesya menggenggam tangan calon kakak iparnya itu.


" Mbak Lia itu cinta pertamanya Mas Bara. Tapi Setau Key, Mbak Lia malah menjalin hubungan dengan teman Baik Mas Bara. Setelah mereka putus, Mbak Lia sempat dekat dengan Mas Bara, Sampai Mbak Lia punya pacar lagi, dan Mas Bara masih setia untuk mendengar semua curhatan Mbak Lia. Hingga akhirnya Mbak Lia menerima cinta Mas Bara."


Sasa menggigit bibir bagian dalamnya. Hatinya rasanya sangat sakit, Beruang Madunya begitu mencintai Lia.


" Mbak Sa tau? Pertemuan mereka berawal dari Mbak Lia nyelamatin Mas Bara. Hinga Mbak Lia cedera patah tangan karena nya. Untungnya semua baik-baik saja, makanya Mbak Lia bisa jadi polwan."


" Emm, Mas Bara jadi polisi apa karena Mbak mengikuti Mbak Lia jadi polwan?" Tanya Sasa ragu. Takut kalau saja pertanyaan nya itu di jawab iya dengan Kesya.


" Bukan. Mas Bara dulu pernah kecelakaan, di tabrak dengan orang yang tidak bertanggung jawab. Hingga mengalami cedera yang lumayan parah. Polisi gak mau mengusut kejadian itu, intinya Mas Bara gak mendapatkan keadilan, karena yang menabrak Mas Bara itu orang kayak, dan semua bisa di beli oleh uang. Termasuk keadilan."


Kesya menjeda ucapannya. Dia menatap wajah Sasa yang mulai berkaca-kaca. " Untuk itu, Mas Bara berjanji, jika dia ingin menjadi seorang polisi. Polisi yanb jujur, dan menegakkan keadilan. Polisi yang benar-benar menjunjung tinggi martabatnya dengan kejujuran. Dan cita-cita Mas Bara itu, jauh sebelum Mas Bara bertemu Mbak Lia. Jadi profesi Mas Bara sekarang ini tidak ada hubungannya dengan Mbak Lia."


Ada rasa lega di hati Sasa, ternyata Beruang Madunya itu menjadi polisi bukan karena mengikuti jejak Lia. Akan tetapi memang cita-citanya yang sejak lama.


" Orang tua Mbak Lia itu seorang polisi, maka dari itu Mbak Lia juga ikut berprofesi sebagai polisi." Tambah Kesya.


" Intinya, Jika Mas Bara sudah memilih siapa pendamping hidupnya, maka selamanya dia akan menjadi ratu di hati Mas Bara."


" Tapi, Mas Bara pernah ingin menjadikan Mbak Lia sebagai pendamping hidupnya."


" Itu sebelum dia jatuh cinta dengan Mbak Sa. Mas Bara itu bukan tipe orang yang gampang untuk jatuh cinta. Jadi Mbak Sa tenang aja. Mbak Sa akan menjadi satu-satunya di hati Mas Bara. Percaya deh.


Jatuhlah air mata Sasa yang sedari tadi di tahannya. Kesya langsung memeluk Sasa, memberikan ketenangan di sana.


" Sa, Lo kenapa? Kok nangis?" Fadil yang Baru saja datang melihat Sasa menangis langsung panik. Pasalnya Sasa bukan orang yang gampang menangis.

__ADS_1


" Mbak Sa gak pa-pa,"


" Gak pa-pa kok nangis sesenggukan gini. Sa" Fadil menarik Sasa dan memeluk tubuh mungilnya, belum lagi Fadil memeluk, dia sudah mundur beberapa langkah dari Sasa.


" Jangan peluk-peluk calon istri gue." Ujar Bara galak.


" Iih, posesif amat sih." gerutu Fadil.


" Kayak Lo enggak aja "


" Ya emang enggak, tapi sekarang kalo Puput sudah ketemu, gue bakal melebihi kalian posesif nya."


Kesya yang mendengarnya hanya bisa geleng-geleng kepala. Pria yang berada di lingkarannya semuanya posesif, posesif parah bahkan. Bukannya Kesya gak tau, jika Arka juga menempatkan Bodyguard bayangan untuk memantau gerak gerik Kesya. Kesya gak mau ambil pusing, semua ini demi keselamatan Dirinya.


" Mungil, kamu kenapa? Kok nangis? Siapa yang buat kamu nangis?" Cecar Bara.


Kesya memukul lengan Bara.


" Sakit kekey."


" Mbak Sa nangis gara-gara mas." Ujar kesya kesal.


" Mungil, kamu masih marah sama aku? Aku kan udah minta maaf. Mungil, jangan nangis dong."


Sasa semakin sesenggukan dan memeluk tubuh Bara.


Setelah mengatakan itu, dengan sekali gerakan Bara menggendong Sasa.


" Mas..." Pekik Sasa dengan wajahnya yang berlinang air mata.


" Hah, dasar bucin" Ujar Kesya.


" Yah, pergi dia. Tadi dia yang nyuruh gue ke sini" Gerutu Fadil.


Arka datang saat Bara keluar sambil menggendong Sasa.


" Kenapa Sasa?"


" Lagi ada masalah."


" Gimana? Udah dapat kabar Puput?"


Fadil menggelengkan kepalanya. Hah, rasanya dia ingin sekali membunuh Ando saat ini.


Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tanpa Bara sadari ada mobil yang mengikuti mereka. Bara mengajak Sasa ke sebuah taman yang ada kolam nya. Di mana ada bebek dayung di kolam besar tersebut.

__ADS_1


" Mau ngapain ke sini?" Tanya Sasa dengan suara serak nya.


" Naik bebek"


" Emangnya aku anak kecil apa?" Sungut Sasa dan mengerucutkan bibirnya.


" Kamu memabg masih kecil kan? buktinya tubuh kamu mungil gini. Terkadang aku sampai heran, apa aku sedang pacaran dengan anak SMP Ya?"


" Iiih, nyebelin.." Sasa memukul pelan lengan Bara. Bara terkekeh melihat mungilnya merajuk.


" Ayoo"


Bara memberikan tangannya kepada Sasa, agar Sasa ikut naik keatas bebek dayung tersebut. Bara mengayuh kakinya, agar perahu bebek yang mereka naiki ini berjalan dan berada di tengah danau buatan.


" Sekarang bilang ke aku. Kamu kenaoa nangis? Masih mikirin yang semalam? Aku kan udah jelasin sayang?" Bara menggenggam tangan Sasa, dan satu tangannya lagi membelai wajah Sasa dengan sayang.


" Aku hanya takut jika kamu kembali dengan Lia. Aku belum siap kehilangan kamu. Hikkss..."


Bara langsung menarik tubuh Sasa kedalam pelukannya. Di usapnya punggung Sasa, dan di kecupnya berkali-kali puncak kepala Sasa. Bara pun mencari cara agar Sasa tidak menangis lagi, dan hanya ada senyumnya di wajahnya.


" Mata ini gak boleh ngeluarain air mata sedih, hanya air mata bahagia yang boleh." Bara mengecup kedua mata Sasa.


" Pipi ini hanya boleh memerah karena merona, bukan karena amarah" Bara mengexonkedua pipi Sasa.


" Dan bibir ini" Bara mengusap lembut bibir Sasa, hanya boleh berbicara baik, dan mengatakan jika kita akan bersama bersamanya."


Perlahan Bara mendekatkan kepalanya, dan mencium bibir Sasa. Sasa menutup matanya dan merasakan bibir kenyal Bara yang menempel di bibir nya. Bara melepaskan ciumannya yang bisa di katakan sebentar itu.


" Aku mencintai mu Sa, sangat mencintai mu. Apapun yang terjadi, aku harap kamu selalu percaya sama aku. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Kamu segalanya untuknya untuk ku."


Bara kembali mendaratkan bibirnya di bibir Sasa. Perlahan Bara menghisap dan mencecap bibir Sasa. Saling bergantian atas dan bawah. Dengan lembut Bara melakukan ya, dan Sasa pun membalas ciuman Bara. Lama mereka saling mencecap bibir satu sama lainnya. Hingga Bar melepaskan ciumannya di saat Sasa merasakan kehabisan oksigen. Di satukannya kening mereka.


" I love you, Sa." Bara kembali mendaratkan. ciumannya di kening Sasa. Lama, sangat lama. Seolah menyalurkan cintanya agar selalu tersimpan dalam memori Sasa.


Di balik pohon, Lia melihat semua adegan itu dengan jelas. Walaupun Lia tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, yang pasti Lia melihat jelas bagaimana Bara memoerlajukan Sasa dengan lembut, bahkan ciuman itu, ciuman yang Bara berikan kepada Sasa. Bara tidak pernah menciumnya seperti itu. Padahal mereka sudah lama menjalin hubungan. Li benci, sangat benci karena Bara lebih mencintai Sasa dari pada dirinya.


" Lihat saja, Aku tidak akan membuat kalian bahagia, sedangkan aku di sini menderita." Setelah mengatakan itu Lia pergi me inggalkan tempat itu.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..

__ADS_1


salam SaBar ( Sasa Bara)


__ADS_2