
" Nikah?"
Mami Shella, Daddy Roy, Vina, Kesya, Arka, Vano dan Sasa tercengang mendengar permintaan Bara.
" Iya Mi, Bara mau nikah sekarang. Bara mau nikah dengan Sasa Hari ini juga."
" Tapi kan nikah sama kamu ribet Mas. Harus menghadap dan banyak hal lainnya."
" Nikah sirih aja dulu, Soal menghadap irian belakangan. Yang penting SAH" Bara menarik tangan Sasa dengan lembut.
" Ayoo Mi, Dad, Ke KUA" Teriak Bara.
Daddy Roy dan Mami Shella saling berpandangan. Mereka hanya menggelengkan kepalanya. Sebaiknya biarkan saja Bara dan Sasa menikah secara sirih dulu, dari pada Bara semakin berbuat dosa.
Bara sudah menghubungi Pakde dan Bukde di kampung, untuk memberi tahu jika Sasa sudah kembali. Dan saat ini Bara akan menikahi Sasa secara sirih. Bara sengaja mengajak Sasa menikah secara sirih agar Sasa tidak lagi lari dari Bara, dan Bara bebas mengurung Sasa 24 jam di dalam kamarnya, bersama dirinya. Selepas urusan menghadap dan yang lainnya, Bara akan menikah kembali dengan Sasa secara sah di mata hukum.
" Saya terima nikah dan Kawinnya Marisa binti Sulaiman dengan Mas kawin cincin berlian di bayar tunai"
" Saahhh"
Suara pun menggema memenuhi ruangan KUA. Saat ini Sasa sudah resmi menjadi istri Bara. Sasa mencium punggung tangan Bara, dan Bara mengecup kening Sasa dengan khidmat.
" Alhamdulillah.. Gak bakal dosa lagi liat pemandangan mesum" Ujar Mami Shella.
Bara terkekeh dan mengecup cepat bibir Sasa. Sasa melototkan matanya saat mendapatkan perlakuan yang romantis tetapi memalukan karena Bara melakukannya kembali di hadpaan Banyak orang.
" Mass.. Malu tau.." Gerutu Sasa dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
" Udah sah Mungil" Bara memeluk Sasa dan menyembunyikan wajah Sasa di dadanya.
Mami Shella hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mesum sang anak yang memang menurun dari sang Daddy.
" Anak sama Ayah sama aja. " Gerutu Mami Shella.
" Sama apa Mi?"
" Sama-sama mesum"
" Tapi Mami suka kan di mesumin sama Daddy"
" Dasar tua keladi. Makin tua makin menjadi. Gak malu sama yang muda."
" Biar awet muda terus Mi." Daddy Roy menaik turunkan alisnya. " Mami mau berapa ronde? Daddy masih sanggup"
" Dasar tua keladi" Mami Shella mencubit pinggang Daddy Roy. Daddy Roy hanya mampu meringis dan mengelus rasa panas yang di dapat dari sang istri tercinta.
Bara terus menggenggam jemari Sasa. Dan mengecup punggung tangan Sasa berkali-kali.
" Makasih ya Mas, udah cintai aku sebesar ini" Air mata Sasa jatuh dengan mulusnya. Bara menoleh sekilas karena dia harus fokus menyetir mobilnya. Bara menepikan mobilnya saat melihat air mata Sasa membasahi pipinya. Bara menghapus air mata itu.
" Maaf hikkss.., Maaf karena aku udah ninggalin Mas hikkss... Maaf karena udah buat Mas menderita hiikkss.. Maaf Mas.. Maafin Aku.. hikksss"
Bara meraih bahu Sasa dan memeluknya. "Bukan sepenuhnya salah kamu. Tapi aku juga salah di sini."
Bara merelai pelukannya. Di hapusnya air mata Sasa, Dan tangkupnha wajah Sasa. Perlahan Wajah Bara mendekat, deru napas Bara sudah terdengar dan menyapu kulit wajah Sasa. Sasa memejamkan matanya, dan merasakan benda kenyal dan lembut yang sudah menempel di bibirnya. Bara menghisap dan Melu**t bibir Sasa penuh cinta. Bara memindahkan tangannya ke tengkuk Sasa, dan tanagn satunya lagi memegang punggung Sasa. Sasa membalas ciuman Bara tidak kalah lembut. Menyalurkan rasa rindu yang selama ini di pendamnya seorang diri. Ciuman yang awalnya lembut dan menuntut, berubah menjadi ganas dan liar, Sasa berusaha menyeimbangi ritme yang di buat oleh Bara.
__ADS_1
Bara melepaskan ciumannya dan menempelkan kening mereka. Deru napas mereka saling memburu, dan saling meraup oksigen sebanyak-banyaknya.
" I love you mungil."
Bisik Bara dan kembali melahap bibir Sasa dengan ganas dan menuntun. Bibir Bara masih menikmati rasa manis dari bibir Sasa. Bara menyusupkan lidahnya dan mengabsen semua rongga yang ada di mulut Sasa. Sasa mendesah dalam ciuman mereka saat tangan Bara perlahan mengelus punggung Sasa dengan gerakan naik turun. Tangan nakal Bara yang tadinya memegang tengkuk Sasa perlahan turun menjelajah gunung kembar yang sempat Bara lihat dulu, dan membuat dirinya tidak bisa tidur dan harus bermain solo berhari-hari.
Ketukan kaca mobil yang beruntun membuat Bara menghentikan aksinya. Bara menghapus jejak Saliva yang ada di bibir Sasa dengan ibu jarinya.
" Manis" Ucap Bara sebelum membuka kaca jendela mobil. Sasa sudah menutup sebagian wajahnya dengan selendang yang di berikan di KUA tadi karena merasa malu kepergok oleh polisi membuat mesum di pinggir jalan.
Eh, yang buat mesum polisi juga kan. Hadeeww.. Bara.. Bere...
" Selamat sore pak. Maaf mengganggu kesenangannya." Ujar polisi yang bernama Udin itu.
" Selamat sore." Jawab Bara dengan tak kalah berwibawanya.
" Maaf, Bisa menunjukkan surat-suratnya?"
Bara mengeluarkan SIM dan STNK dari dompetnya dan menyerahkan kepada polisi bernama Udin tersebut.
Udin tersenyum saat melihat status pekerjaan Bara. Melihat semuanya lengkap, Udin pun segera memberikan hormat kepada Bara yang memang pangkatnya lebih tinggi dari dirinya.
" Siap Pak" Ujar Udin sambil memberi hormat.
Bara membalas hormat Udin.
"Maaf pak, surat-suratnya semua lengkap, tapi perbuatan bapak tidak patut di contoh pak." Ujar Udin dengan gemetar.
" Maaf, saya terlalu rindu dengan istri saya."
" Baik kalo begitu, Bapak silahkan jalan dan melanjutkannya di rumah"
" Mas siihh" Gerutu Sasa dan menutup wajahnya kembali dengan selendang.
Bara terkekeh melihat wajah Sasa yang sangat imut dan dirindukannya. Dengan segera Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Mau kecepatan tinggi takut di kejar sama si Udin. Masa polisi langgar peraturan, kan gak boleh yaa.. Jadi Bara tetap mematuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas. Urusan Junior bisa menunggu, yang penting mereka selamat sampai apartemen Sasa.
Bara menggenggam jemari Sasa dengan erat tetapi tetap lembut. Bara tersenyum lebar kepada satpam yang ada di apartemen. Satpam tersebut sempat terkejut melihat Bara bersama Sasa. Tapi satpam tersebut juga senang melihat Bara kembali ceria seperti dulu.
" Mass" Sasa menunjuk cctv yang ada di dalam lift. Bara benar-benar tidak sabaran, akhirnya Bara memeluk Sasa dengan erat.
" Lama banget sih nyampe nya." Gerutu Bara. Sasa terkekeh dalam pelukan Bara, padahal degup jantung Sasa sudah seakan ingin keluar dari sarangnya.
Ting..
Bara langsung menggendong tubuh Sasa ala bridal style dalam sekali gerakan. Sasa memekik terkejut dan mengalungkan tangannya di leher Bara. Sasa memasukkan password apartemen nya, dan membukaman pintu. Bara menutup pintu apartemen dengan menggunakan Kakinya.
Bara baringkan tubuh Sasa di sofa, dan perlahan Bara mendekatkan wajahnya kembali..
Drrrettt. ..ddrrrtt.....
Dering ponsel membuat pergerakan Bara terhenti.
" Di angkat dulu Mas, mana tau penting."
Bara mendengus kesal, dan mengambil linsel Yanga da di dalam saku celananya. Bara semakin kesal saat melihat nama Leo di sana.
__ADS_1
" Halo."
" Mas, Mungil kembali yaa.. Waaah, udah main kawin aja nih.. Selamat yaaa..." Uara Leo sampai terdengar oleh Sasa Sakin derasnya teriakan Leo yang memekakkan telinga.
" Kucing kali main kawin.."
" Selamat Mas__"
Bara langsung memutuskan panggilannya. Sudahkan, ucapan selamat dari Leo itu hanya sekedar pengganggu kesenangannya. Bara melanjutkan kegiatan yang tertunda. Saat ini posisi Sasa sudah duduk, dan Bara menahan tengkuk Sasa dan kembali mendekatkan wajahnya.
Drrttt... drrttt...
Ponsel Bara kembali berdering. Bara terpaksa menghentikan kegiatannya yang sedikit lagi sampai ke bibir lembut milik mungilnya. Tertera nama Fadil di sana.
" Haloo"
" Waaahhh, Udah jadi pengantin Baru nih.. Lagi ngapain Mas? Mau langsung buka segel yaa. Pemanasan dulu Mas biar gak__"
Bara kembali mematikan ponselnya dengan sepihak.
" Kita lanjutkan yaa mungil"
Sasa mengulum bibirnya, dan menganggukkan kepalanya pelan. Sasa sebenarnya sudah tidak tahan ingin menertawakan Bara. Wajah Bara sungguh menggemaskan saat sedang kesal seperti ini.
Bara dengan cepat menyambar bibir Sasa sebelum ada gangguan lainnya. Tapi tetap saja, baru saja Bara mendaratkan bibirnya, ponselnya kembali berdering dan menampilkan nama Arka di sana. Dengan kesal Bara mengangkat panggilannya kembali.
" Haloo" Ujar Bara dengan kesal.
" Santai Mas.. Mau di pesanin kamar khusus honey moon gak? Yang kasurnya penuh kelopak bunga. dan ada handuk berbentuk bebek lagi ciuman. haa..ha..ha.." Terdengar tawa dari suara Leo, Vano, Fadil, dan Gilang."
Bara mendengus kesal dan memutuskan panggilannya kembali. Baru saja Bara ingin melempar ponselnya, namun ponselnya kembali berdering. Tanpa melihat siapa penelponnya Bara langsung menggeser layar hijau.
" Apa lagi Hah? Mau gue bejek-bejek kalian?" Ujar Bara dengan kesal.
" Dasar anak gak ada akhlak, beraninya yaa mau bejek-bejek Mami. Kamu yang Mami bejek duluan."
Terdengar suara menggelegar dari seberang panggilan yang memekakkan telinga.
" Mami.." lirih Bara.
" Pulang sekarang, Bawa pulang menantu Mami. Jangan kamu culik dia terus kamu kurng di apartemen."
" Iya Ni, Nanti Bara pulang"
" PULANG SEKARANG" ujar mami Sgella dengan tegas.
" Siap komandan" Ujar Bara dan bergegas berdiri.
" Mungil, Sepertinya kita harus menunda kegiatan kita ini."
Sasa menganggukkan kepalanya dengan antusias. Akhirnya Sasa bisa bernapas lega. Sepertinya Sasa harus berterima kasih kepada sang Mami mertua yang sudah menyelamatkan dirinya dari Bara Api mesum..
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Salam SaBar... (Sasa & Bara )