
" Assalamualaikum"
" Walaikumsalam, kok baru pulang sih Bar? tidur di mana semalam? kenapa gak kasih kabar?" Tanya Mami Shella beruntun.
" Iya Mi, maaf ya. Semalam Bara ketiduran di tempat teman." Bara membuka jaketnya.
Mami Shella membelalakan matanya saat melihat luka di lengan Bara.
" Bara, ini kenapa?"
Bara terkesiap, dia lupa kalo Maminya tidak mengetahui luka itu.
" Emm, tergores paku dinding saat di kantor Mi"
" Kamu itu, kalo kerja ya hati-hati"
" Iya Mi, lain kali Bara akan lebih hati-hati"
" Ya sudah, kamu mandi gih sana, baju kotornya jangan lupa langsung tarok di belakang ya"
" Iyaa Mami ku sayang" Ujar Bara dan mencium pipi Mami Shella singkat.
Mami Shella mengerutkan keningnya, lagi-lagi tubuh Bara tercium wangi parfum perempuan. Wangi parfum yang sangat lembut, manis seperti kue.
" Apa dia ganti parfum ya?" Gumam Mami Shella.
39 menit Bara telah siap dengan seragam coklatnya. Bara meletakkan baju kotornya di keranjang baju kotor di belakang.
" Daddy udah berangkat?" Tanya Bara
" Iya, Kiki ada ujian, jadi Daddy mengantarkan Kiki kesekolah pagi ini. Kamu gak sarapan dulu?"
" Enggak Mi, tadi udah sarapan kok. Bara pergi ya" Bara mencium kening sang Mami, namun tangan Mami Shella malah melingkar di pinggangnya.
" Tumben banget meluk Bara gini"
" Iya, tiba-tiba aja Mami rindu" Bohong Mami Shella, padahal Mami Shella ingin mencium parfum yang di kenakan oleh sang anak.
Mami Shella melepaskan pelukannya, dan mentap anaknya penuh curiga.
" Bara pergi dulu ya. Assalamualaikum"
" Walaikumsalam"
Sepeninggalan Bara, Mami Shella langsung berjalan kearah belakang., dan mengambil baju yang Bara letakkan di keranjang kotor tadi. Mami Shella mengendus wangi yang masih menempel.
" Wangi nya beda. Parfum ini bukan parfum Bara" Gumam Mami Shella.
Mami Shella ingin meletakkan kembali baju Bara, namun Mami Shella melihat dua helai rambut coklat tua di baju Bara. Mami shella mengambil rambut tersebut. Dan sepertinya dugaan Mami Shella benar, teman yang dimaksud oleh Bara adalah perempuan. Jelas ini bukan rambut Lia, karena rambut Lia itu pendek, khasnya rambut polwan. Sedangkan rambut yang ada di tangan Mami Shella ini panjang. Rambut siapa ini?.
" Hai sayang" sapa Lia yang sudah menunggu Bara di ruangannya.
" Hai, udah lama?"
__ADS_1
Lia langsung saja mendekat kearah Bara dan bergelayut manja di lengan Bara.
" Lumayan, kok tumben kamu telat?"
" Iya, tadi ada urusan mendadak"
" Luka kamu gimana?"
" Udah lumayan"
" Kamu udah sarapan?"
" Udah"
" Yaah, aku belum sarapan. Kamu temeni aku ya" Ujar Lia sambil menunjukkan puppy eyes nya.
" Aku banyak kerjaan sayang. Lagian ini udah telat banget kalo aku harus keluar lagi. Kamu sarapan sendiri ya"
Lia langsung memasang wajah cemberut.
" Hah, ya udah, aku pesanin makanan online ya, kamu mau apa?"
" Aku mau kita makan di luar sayang"
" Lia, aku banyak kerjaan. Kamu tolong ngertiin aku ya"
Lia terkejut mendengar Bara sedikit membentaknya, selama ini Bara tidak pernah membentaknya, apalagi berkata kasar. Wajah Lia pun menjadi sendu, Bara menyadari itu.
" Maaf sayang, aku gak bermaksud__"
" Aku pesanin makanan kesukaan kamu ya"
Lia pun menganggukkan kepalanya. Lia memperhatikan Bara yang fokus ke layar komputernya dan berkas yang berada di hadapannya.
" Kenapa aku merasa kamu berubah ya Bar?" Batin Lia. " Hah, lagi pula siapa yang peduli jika kamu berubah, malah itu lebih bagus, jadi aku bebas mengumbar hubunganku dengan Fernando. Semoga kami cepat mendapatkan pengganti ku. walaupun aku tau, setiap perempuan yang kamu kencani diam-diam itu tidak bisa membuat kamu melupakanku " Batin Lia lagi.
Suara ketukan pintu membuat Lia dan Bara mengalihkan perhatiannya.
" Maaf pak, ada pengantar makanan di depan"
" Oh ya, suruh masuk aja"
" Siap pak"
Bara membayar makanan yang di pesanannya untuk Lia.
" Sayang, kok Mie tiaw?"
Bara menoleh, yang benar saja dia memesan Mie tiaw, padahal seingat Bara dia memesan gado-gado untuk Lia.
" Mas yakin pesanannya gak salah?" Tanya Bara kepada si pengantar makanan.
" Gak pak, ini pesanan bapak" Pengantar makanan itu menunjukkan ponselnya, yang membuktikan bahwa Bara memesan Mie tiaw.
__ADS_1
" Ya sudah kalo begitu, ini uangnya, terima kasih ya"
Pengantar makanan pun mengambil uangnya, dan meninggalkan ruangan Bara. Bara melihat kearah Lia yang tidak berselera dan tidak menyentuh makanan yang ada di hadapannya.
" Kamu gak makan?"
" Gak selera, ya udah deh. Aku makan di luar aja sendiri" Lia pun meninggalkan Bara.
Bara meraih ponselnya dan menghubungi seseorang. Bara menatap kearah Mie tiaw tersebut. Kemudian Bara tersenyum, sepertinya perlahan dia mulai bisa melepaskan Lia. Bara meraih steroform yang berisi mie tiaw, dan memakannya sambil tersenyum.
" Sepertinya sangat enak"
Bara menoleh kesumber suara. " Mungil? "
Tidak..Tidak, mana mungkin mungilnya datang ke kantor polisi. Bara mengucek matanya, dan melihat lagi kearah mungilnya berdiri. Benar saja, tidak ada lagi mungilnya di sana. Apa ini? Sekarang Bara malah menghayal mungilnya menghampirinya? Yang benar saja.
Bara jadi tidak konsen bekerja, bayangan mungilnya yang tidur sambil mengigau terlintas di benaknya. Bara meraih ponselnya, namun saat bersamaan sebuah pesan masuk.
" Seperti yang Bos duga, dia pergi bersama selingkuhannya"
Bunyi pesan itu, Bara tersenyum miring. Hatinya seakan sudah kebal dengan berita dan foto Lia bersama dengan laki-laki Lain. Bara meraih jaket nya, dan berjalan kaki menuju toko kue yang kebetulan berada di seberang kantornya.
" Terima kasih, silahkan berkunjung kembali" Sapa Sasa ramah.
Bara berdiri di hadapan Sasa, Sasa menoleh kearah Bara, namun dia kembali memalingkan wajahnya.
" Temenin aku makan siang" Pinta Bara.
Lena yang berada di sebelah Sasa melongo mendengar permintaan Bara kepada Sasa. Namun Sasa cuek dan tidak menanggapinya.
"Sasa sudah bisa istirahatkan?" Tanya Bara kepada Lena.
Lena melihat jam di dinding, kemudian dia kembali melihat kearah Bara dan menganggukkan kepalanya. Bara tersenyum manis. Di raihnya tangan Sasa, dan di tariknya keluar dari meja kasir yang menghalanginya.
" Apaan sih. Lepasin"
" Ikut atau aku akan menggendong mu" Ancam Bara.
" Lepasin Gue bilang."
Bara menarik Sasa kedekat dirinya, dan menahan tengkuknya. Lena melebarkan matanya.
" Ikut dengan suka rela atau aku akan mengatakan jika kita sudah tidur bersama" Bisik Bara tepat di telinga Sasa, dan hanya Sasa yang dapat mendengarnya.
Sasa menggigit bibirnya kesal, di bukanya Apron toko, kemudian dia keluar dari meja kasirnya dan mendekati Bara, Bara tersenyum penuh kemenangan.
Bara meraih pergelangan tangan Sasa dan menariknya pelan, Sasa terpaksa mengikuti langkah Bara. Sesampainya di luar, Bara menghentikan taksi, dan naik kedalam taksi bersama Sasa.
Bella langsung menghampiri Lena yang masih terbengong dengan pemandangan di hadapannya.
" Ke mana mereka?" Tanya Bela.
Lena menggelengkan kepalanya, tanda dia tidak tahu kemana mereka pergi. Gosip pun di mulai.
__ADS_1
*** Readers... Budayakan siap membaca jangan lupa tancapkan Jempolnya ya.. kasih Like biar aku nya semakin semangat...
Salam SaBar ( Sasa Bara )