Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 58


__ADS_3

Makan siang pun akhirnya selesai dengan Fatih yang membantu Tissa dan Raysa secara bergantian. Bahkan Momol dan Rian pun menggelengkan kepalanya, seakan sedang melihat seorang suami yang berlaku adil kepada kedua istrinya.


"Fat, kayaknya Lo bakat ya poligami." Kekeh Momol.


"Gue belum sanggup berlaku adil."


"Siapa bilang, tadi bukti nya Lo adil banget kasih makan Tissa dan Raysa, curiga gue. Jangan-jangan Lo punya hubungan lagi sama Tissa."


"Ngarang cerita Lo." timpal Tissa sambil melempar tisu kearah Rian. "Gue sam Fatih cuma sahabatan." Tambah Tissa.


"Sahabat jadi cinta kan bisa ya ...." Sela Momol.


Tissa ingin membantah, tapi Fatih melarang Tissa melanjutkan perdebatan yang unfaedah itu. Tissa pun mendengus sebal.


"Fat, katanya Lo mau nyanyi, nyanyi dong ...." ujar Rian.


"Gue gak ada bilang kalo mau nyanyi."


"Yaaah, pikun nih orang."


"Lah, kan bener, gue gak bilang kalo gue mau nyanyi, tapi Lo yang minta gue buat nyanyi. Kalo Lo pikun, gue ingatin."


Rian menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil tertawa hambar.


"Nyanyi dong, biar seru di hari pertama cafe gue."


Fatih menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Ia menatap kearah panggung, terlihat berfikir ingin menyanyikan lagu apa.


"Oke, kalo gue nyanyi, gue minta gratis sebulan makan di sini." Ujar Fatih sambil menyeringai.


"Buset, sebulan. Ngeri amat Lo buat gue cepet bangkrut. Mana cewek Lo dua lagi." Celetuk Rian.


"Ya udah kalo Lo gak mau."


"Iyaa deh, iya .... dua lagu yak."


"Sipp ...."


Fatih bangkit dan berjalan kearah panggung live music tersebut. Band local yang baru saja menyanyi pun menyambut Fatih dan Rian yang menghampiri panggung, dan memberikan ruang untuk Fatih menguasai panggung tersebut.


"Cek, cek, cantik ...." ujar Fatih yang mengetes mic yang ada di tangannya.


Raysa menatap Fatih masih dengan perasaan yang campur aduk. Rasa gemuruh di dada nya setiap mengingat perihal tentang Tissa dan Fatih. Raysa menahan rasa panas di matanya agar bulir bening tersebut tak terjatuh.


Oh ya, masalah jam tangan. Itu memang jam tangan couple yang di berikan oleh klien nya kepada Fatih sebagai hadiah. Fatih bingung dengan jam tangan milik perempuan, hingga akhirnya Fatih yang siang itu memang janji bertemu dengan Tissa pun, memberikan jam tersebut kepada Tissa. Awalnya Fatih ingin memberikan kepada Raysa, namun mengingat Raysa yang selalu saja menolak perihal tentang dirinya, hingga akhirnya Fatih memutuskan untuk memberikan jam tanga tersebut kepada Tissa. Mumpung merayakan hari jadi persahabatan mereka yang terjalin cukup lama. Tissa pun tak mempermasalahkan dari mana Fatih mendapatkan jam tersebut, yang pasti Tissa sangat menyukai model jam yang ternyata limited edition tersebut.


Terlihat Fatih berbicara dengan beberapa personil band yang sebelumnya nampil. Mereka menagguk-anggukan kepalanya dan membantu Fatih untuk menjadi pengiring musik yang akan Fatih nyanyikan.


Terdengar suara musik yang beralun merdu, dan tak berapa lama di susul oleh suara Fatih yang memang sangat merdu.


Hangat senyummu memastikan harapanku padamu, padamu, oh yeah


Meski ku tau tak akan mudah bagiku denganmu, denganmu, oh yeah


Segala tentangmu istimewa


Andai aku mendapatkanmu bintang dunia


Coba sejenak mengenal aku


Bukan tak mungkin kau akan menemukan


Aku yang berbeda dari semua


yang pernah kau temui


Dan berharap untuk memilikimu


Kau keindahan dimataku kau sempurna


Tak kurang tak lebih, oh yeah


Izinkan aku untuk mencoba


Andai aku mendapatkanmu bintang dunia


Coba sejenak mengenal aku


Bukan tak mungkin kau akan menemukan

__ADS_1


Aku yang berbeda dari semua


yang pernah kau temui


Dan berharap untuk memilikimu


Segala tentangmu istimewa hoohoo


Andai aku mendapatkanmu bintang dunia


Coba sejenak mengenal aku


Bukan tak mungkin kau akan menemukan


Aku yang berbeda dari semua


Yang pernah kau temui dan berharap untuk memilikimu


Coba sejenak mengenal aku


Bukan tak mungkin kau akan menemukan


Aku yang berbeda dari semua


Yang pernah kau temui dan berharap untuk memilikimu ....


hooowoo .... yeeey ...


(Yang penasaran dan pingin dengar lagu di atas, boleh cari aja yaa di bg' Ucup, judulnya Bintang Dunia. Biar makin dapet gitu feel nya. hehehe)


Raysa dengan cepat menghapus air matanya yang dengan kurang ajar membasahi sudut matanya. Tanpa Raysa sadari, jika sedari tadi Fatih bernyanyi, Tissa memperhatikan Raysa.


'Sa, Lo boleh bohongi perasaan Lo dengan orang lain. Tapi gak sama gue. Gue cewek, dan gue juga bisa lihat apa yang Lo rasain ke Fatih. Ca, perjuangin Fatih, sebelum Lo kehilangan dia.' batin Tissa sambil menatap sendu kepada Raysa.


Hah, rasanya Tissa ingin mengatakan hal itu, namun melihat bagaimana Raysa menatapnya dengan tatapan tak suka, Tissa tak berani mengatakannya.


Fatih pun melanjutkan lagu keduanya. Dengan hanya dirinya yang bermain gitar.


Bulan bawa bintang menari, iringi langkahku (iringi langkahku)


Malam hadir bawa diriku, berjumpa denganmu


Cinta hadir bawa diriku, menyentuh indahnya


Gemuruh tepuk tangan kembali terdengar, hingga suara pelanggan meminta untuk Fatih bernyanyi lagi.


"Maaf, jatah ku bernyanyi hanya dua lagu. Jika aku bernyanyi untuk lagu yang ke tiga, maka sahabatku, Rian si pemilik cafe akan cepat bangkrut karena tak mampu membayar ku. ha..ha..ha.."


Seluruh pelanggan pun tertawa dengan lelucon yang Fatih buat. Walaupun ada rasa kecewa di hati mereka karena tak bisa mendengar suara emas Fatih lagi.


*


"Layca, kamu kok diem aja? kenapa?"


Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil menuju jalan pulang.


"Gak papa." Raysa melirik kearah jam tangan yang melingkar di tangan Fatih. "Jam nya bagus." lirihnya yang masih terdengar oleh Fatih.


"Oh, ini? hadiah dari klien."


"Oohh, pasti mahal."


"Hmm, limited edition."


'Pantes aja jam tangan yang aku kasih gak kamu pakai lagi. Lagian udah ketinggalan jaman banget tuh jam, wajar aja kalo kamu ganti ma yang baru, limited edition lagi.' batinnya. "Bagus ya jam nya, cocok sama kamu." tambahnya


Fatih menoleh, "Kamu suka?"


"Hmm? gak." Raysa menatap kearah luar. 'Suka, dan berharap akulah yang memakai jam tangan couple itu.' batinnya.


Hening, Tak ada percakapan lagi di antara mereka, hingga Fatih memarkirkan mobilnya di parkiran toko yang terlihat elit. Raysa memandang kearah luar, dan mengernyit saat membaca bahwa mereka berada di jam yang terkenal di kota tersebut.


"Ngapain ke sini?" Tanya Raysa dan menoleh kepada Fatih.


Fatih mencondongkan tubuhnya kearah Raysa dan mengambil sesuatu di dalam dashboard, membuat Raysa menahan napasnya karena jarak mereka yang sangat dekat.


Fatih mengambil satu kotak persegi berwarna hitam. Raysa ingin bertanya, namun suaranya seolah nyangkut di leher karena aroma tubuh Fatih yang menyeruak memenuhi indera penciumannya.


"Yuukk turun."

__ADS_1


Raysa pun mengikuti Fatih. Fatih meraih tangan Raysa dan menggenggamnya. Jantung Raysa berdegup kencang, pipi nya terasa memanas. Raysa hanya mampu menggigit bibirnya menahan gejolak rasa yang ada di hati nya.


"Selamat sore Tuan, Nyonya, Ada yang bisa kami bantu?" Ujar seoarang pelayan yang membukakan pintu untuk mereka.


'Nyonya? benarkah aku di panggil nyonya? maksdunya nyonya Fatih kan?' batin Raysa dan semakin membuat wajah Raysa memanas.


"Saya ingin mengganti baterai jam ini." Ujar Fatih sambil menunjukkan kotak hitam yang ada di tangannya tadi.


'Ooh, jam toh. kirain apa tadi.' batin Raysa.


Pelayan toko pun mempersilahkan Raysa dan Fatih untuk masuk dan mempersilahkan Fatih duduk di bangku bar yang ada di depan etalase yang terdapat jam-jam cantik di dalamnya.


"Selamat sore, ada yang bisa di bantu." Ujar seorang pelayan yang berada di balik etalase.


"Ya, saya mau ganti baterai jam ini." Fatih memberikan kotak tersebut.


Raysa terkejut saat mendapati isi kotak itu. Yang mana terdapat jam tangan yang pernah Raysa berikan kepadanya. Ada rasa hangat di hati Raysa, saat mengetahui bahwa Fatih masih peduli dengan jam tangan yang ia berikan.


"Tunggu sebentar ya, Tuan." Pelayan tersebut pun masuk kedalam ruangan kerjanya.


Fatih melihat-lihat jam tangan yang ada di etalase tersebut. Kemudian ia menoleh kearah Raysa yang juga sedang melihat-lihat jam tangan. Lebih tepatnya jam tangan couple.


"Kamu suka?" Tanya Fatih.


"Hmm, cantik ...." Ujar Raysa tanpa mengalihkan perhatiannya dari salah satu jam tangan couple yang menarik perhatiannya.


Pelayan wanita itu kembali dengan membawa jam tangan milik Fatih yang sudah diberikan baterai.


"Mbak, tolong bungkus jam tangan itu ya." Tunjuk Fatih.


"Baik, Tuan."


Raysa hanya menoleh kapada Fatih, ingin berifkiran jika Fatih membeli nya karena dirinya, tapi Raysa takut akan hal itu, karena mengingat Fatih baru saja memiliki jam tangan baru.


"Ini, Tuan."


Fatih memberikan kartu kredit nya untuk membayar semua biaya pengeluarannya.


Sesampainya di mobil, Fatih menarik tangan Raysa dan memakaikan jam tangan yang couple milik wanita ke pergelangan tangan Raysa.


"Ehh ...." Raysa memperhatikan tangan Fatih uang sedang sibuk memakaikan jam tangan ke pergelangan tangannya.


Jantung Raysa berdebar kencang, lagi-lagi suara Raysa seakan nyangkut di leher. Mungkin saat ini Raysa butuh minuman yang di perankan oleh ulat bulu hijau yang mencuri pucuk dan teh nya.


"Cantik, kamu memang gak salah pilih." Ujar Fatih sambil memandang tangan Raysa yang berkulit putih ke kuning-kuningan.


"Ka-kamu beli ini untuk aku?" Tanya nya.


"Hmm, dan aku akan pakai yang punya laki-laki nya."


Dada Raysa seolah penuh dengan bunga-bunga yang siap menebarkan kelopaknya.


"Ini hadiah dari aku, sebagai tanda bahwa aku menerima kamu sebagai adik aku. Mulai saat ini, aku akan berusaha untuk menjadi seorang Abang yang baik kepada kamu."


Praaang ....


Apa kalian mendengarnya? kali ini bukan suara hati yang retak, namun suara hati yang hancur. Hati Raysa tiba-tiba hancur mendengar ucapan Fatih, mata Raysa pun berkaca-kaca, dada nya terasa sesak, bukan karena bunga yang siap menghujani dirinya dan Fatih, melainkan sesak di dada nya yang seakan tertusuk oleh pecahan hati nya.


Sakit ... Raysa merasakan sakit yang untuk pertama kali nya ia rasakan.


Note.


Makasih buat Alin Hendra yang udah kasih saran untuk membuat Fatih bernyanyi. Tapi maaf ya, aku gak pake lagu kamu. karena menurut aku lagu ini lebih cocok untuk mengungkapkan perasaan Fatih kepada Raysa.


Yuukkk, readers yang lainn, yang komen dan saran, serta ide cerita nya mau aku masukin ke cerita, boleh yaa...


Jangan lupa follow aq yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....

__ADS_1


__ADS_2