Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 109


__ADS_3

"Ica, cantik Bangeet.." seru Mami Ara.


"Waah, kalo gini, kalah saing dong aku, ntar." ujar Tissa yang juga mengagumi kecantikan Raysa.


"Bisa aja Kak Tissa. Kakak tetap yang paling cantik tau, ya kan kak Farhan?" tanya Raysa Yang sedari tadi melihat Farhan terus saja memperhatikan Tissa.


"Iya, Kamu yang paling cantik. Makanya aku bisa jatuh hati sama kecantikan dan keunikan kamu." ujar Farhan yang masih terus memandang kearah Tissa.


"Eh, bisa juga si kulkas ngegombal," ledek Fatih yang mana membuat semua orang tertawa.


*


Nanda dan Desi pun mencoba gaun mereka, Raysa juga ikut membantu mereka mengenakan gaunnya.


"Sa," panggil Nanda sambil menunjukkan jari manisnya.


Raysa pun menutup mulutnya, namun rasa bahagia tak mampu Raysa bendung sehingga akhirnya membuat ia berteriak.


"Aaaaa ...."


Desi yang lagi membuka baju pun terkejut dan terperanjat kaget, ditambah lagi saat tirai terbuka dan menampilkan Jo disana.


Mata Jo langsung menatap kearah Desinyang hanya terbalut pakaian mininya.


"Keluar..." pekik Desi sambil melempar sendalnya.


Jo yang terkejut pun langsung keluar dan menutup tirainya kembali. Fatih, Farhan, dan Momol sudah tertawa terbahak-bahak saat melihat Jo dilempar sendal oleh Desi.


Tadi, saat mendengar jeritan dari balik tirai, Jo yang paling dekat dengan tirai pun langsung masuk tanpa permisi, sedangkan Fatih, Farhan, dan Momol hanya berani bertanya dari balik tirai.


Sungguh luar biasa Jo, berani sekali ia masuk kearea terlarang.


"Makanya, Jo. Kawin biar gak dilempar sendal." ujar Fatih.


"Mau banget gue kawinin si Desi, cuma dia pasti nolak kalo gue ajak kawin."


Lima detik selanjutnya, kuping Jo sudah ditarik oleh sang Mami.


"Ini etah bahasanya kawin-kawin maksudnya apa? nganu-nganu tanpa nikah gitu?" gerutu Mami Ara dan menjewer telinga Jo.


"Aaw... aww... sakit Mi, aduuh ... ampun.." ujar Jo sambil menahan rasa panas ditenginganya.


"Biarin, biar jangan asal aja kamu ngomongnya. Dikira kucing kali main kawin," ujar Mami Ara sambil melepaskan jewerannya.


Jo mengusap telinganya yang terasa panas dengan aja memelas.


"Mami jangan marah, Jo gak maksud gitu kok,"


"Kalo gitu, kenapa belum lamar-lamar Desi?" kesal Mami Ara.


"Jo masih mau lanjutin pendidikan, Mi."

__ADS_1


"Ya udah, lanjutin aja itu pendidikan Kamu. Ntar kalo Desi diambil orang baru nyahok kamu,"


"Iih Mami, doain jam jelek banget."


"Biarin. Biar gercep Kamu. Ya Allah, semoga di pernikahan Tissa dan Farhan, Desi menemukan jodohnya, Amin..." Doa Mami Ara yang mana membuat Jo membelalakkan matanya.


"Iih Mami, Doa nya kejam banget. gak Asik."


"Biarin, weekk" Mami Ara pun meledek sang anak, yang mana Jo telah terlihat mengerucutkan bibirnya dengan manja.


Fatih, Farhan, dan Momol sampai ternganga dibuat Mami Ara. Yang mana, baru kali ini mereka melihat Jo dengan penampilan menggemaskannya.


Sungguh, ini adalah pemandangan yang sangat luar biasa. Kapan lagi bisa lihat si dingin dan tanpa ekspresi Jo bisa sememggemaskan itu.


*


Didalam tirai, Desi sudah berwajah merah karena malu dan kesal, namun tidak dengan Nanda, Tissa, dan Raysa. Mereka terkekeh geli melihat wajah Desi, apa lagi saat Mami Ara memarahi Jo.


Walaupun mereka tak bisa melihat apa yang terjadi, tapi mereka sudah bisa menebak sememggemaskan apa wajah Jo saat itu.


"Des, Jo sering manja gak sama kamu?" tanya Nanda penasaran.


"Iya, kasih tau kita dong," tambah Raysa.


"Hah, kagak pernah. Yang ada bawaannya kaku aja. Tapi cemburuannya tinggi banget."


"Kayaknya keluarga Moza pria-pria pencemburu yaa," ujar Tissa.


"Bang Fatih gak tuh,"


"Heum, Dia dulu bilang cinta sama aku, tapi gak pernah terlihat cemburu saat kak Farhan datang. Makanya aku gak yakin sama dia dulu." ujar Raysa. kemudian ia menoleh kearah Tissa dan menggenggam tangan Tissa dengan rasa bersalah.


"Eh, kak, Maaf. Gak bermaksud apa-apa kok," sungguh, Raysa merasa bersalah.


"Gak papa, lagian itu masa lalu dan sudah menjadi kenangan. Dan kenangan itu memang tak bisa dihilangkan. Ya kan?" ujar Tissa dengan tersenyum.


"Maaf ya kak sekali lagi,"


"Iyaa."


"Oh ya, gimana kalo buat mereka cemburu?" usul Nanda.


"Gimana caranya?" tanya Desi dan Raysa bersamaan.


Nanda pun merangkul Desi dan Raysa untuk mendekat kearah Tissa. mereka pun menunduk dan berunding mendengarkan apa yang Nanda katakan.


"iiih, aku gak ikutan yaa.. Lagian aku mau merit." ujar Tissa.


"aah, gak seru. Ayo laah kak. Lihat juga, kak Farhan cemburuan gak sih?" ujar Desi.


"Kagak mau, kalian aja, aku jadi penonton."

__ADS_1


"Hmm, baiklah. tapi jangan bongkar rahasia yaa.." ancam Desi.


"Iya..."


Setelah selesai fitting, mereka pun mengajak para pasangan untuk jalan-jalan ke mall. Farhan sebenarnya tak bisa ikut, namun karena mendengar kekeras kepalaan dari calon sang istri yang ngotot ingin ikut. Farhan pun terpaksa ikut untuk menemani Tissa. Farhan tak ingin Tissa jadi obat nyamuk diantara pasangan lebay tersebut.


*


"Duuh, yang pengantin baru ... nempel terus.." ujar Momol meledek Fatih dan Raysa yang sedari tadi tangan Fatih tak lepas dari pinggang Raysa.


"Kawin Mol, kawin, biar tau rasanya halal." uajr Fatih dan mengecup pipi Raysa. Raysa pun memukul pelan dada Fatih, karena perbautaj sang suami di depan umum.


"Mau tau diliatin orang," cicit Raysa dengan pipi yang merona.


"Ya elah Tih, kalo kawin mah sekarang juga siap aku. Cuma yang ribet ini kan nikahnya, hahahah" Momol tertawa puas sehingga membuat Nanda menutup wajahnya, karena tawa Momol mengundang perhatian orang lain.


"Gak kenal Gue," ujar Nanda sambil berjalan cepat meninggalkan Momol.


"Yah, ditinggal gue, sayang tunggu dong." Momol pun mengejar langkah Nanda.


Tanpa mereka sadari, jika sedari tadi Farhan terus menggenggam tangan Tissa dengan hangat.


*


"Makan dulu yuuk," ajak Tissa dan masuk kedalam sebuah resto.


Nanda melihat ada beberapa pria yang duduk di satu meja. Mereka pun memilih duduk di dekat pria-pria itu.


"Eh, gak bisa digeser mejanya, harus duduk pisah," ujar Raysa saat meminta pelayan menyatukan meja mereka, namun pelayan tersebut mengatakan jika mejanya tak bisa di geser-geser.


Para pria pun mengalah karena para wanita ingin duduk dalam satu meja yang sama.


Salah satu dari pria yang duduk dimeja lain, melihat kearah meja Raysa, Nanda, Desi, dan juga Tissa. Pria itu tersenyum, dan dibalas senyum oleh Desi.


"Luar biasa, berani banget kamu?" bisik Desi.


"Gak papa, kita lihat aja, apa pasangan kita cemburu atau gak." balas Nanda dengan berbisik.


"Aku cuci tangan dulu ya," ujar Desi yang diangguki oleh yang lainnya.


Saat Desi bangkit, mata Jo terus mengawasi kemana Desi pergi. Jo mengepalkan tangannya saat melihat seorang pria mengajak Desi berkenalan. Mana tampan lagi rtuh cowok.


Braakk ...


"Dasar brengsek." geram Jo.


**


Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.


Jangan lupa like and komen.

__ADS_1


 Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA


salam rindu Tissa dan Farhan


__ADS_2