Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 143 " Turun tanah"


__ADS_3

Tak terasa hari ini adalah turun tanah baby Raysa. Bara yang sedari tadi tak ingin melepas sang bayi dari gendongan pun terus membawa Raysa ke sana dan kemari dalam gendongannya.


" Iih Bara, di tarok aja di Raysa nya di dalam box bayi. Entar bau tangan itu.."


Bara mencium tangannya, kemudian mencium pipi Raysa. " Enggak kok Mi."


Mami Shella memukul bahu Bara.


" Bukan itu maksud Mami Bara.. Nanti Raysa kebiasaan di gendong, dan gak mau di tarok. Yang susah Sasa ntar.." Kesal Mami Shella.


" Oohh, iya Mi." Bara langsung meletakkan Raysa atas kasur kecil yang di siapkan Bara untuk bayi Raysa.


Zein, Anggel, dan Kayla memandang baby Raysa yang tertidur lelap di atas kasur kecil yang di siapkan Bara. Gilang dan Mili yang baru saja tiba langsung menurunkan Fatih dari gendongan, karena Fatih ingin melihat Baby Raysa.


" Oewweekk... Owwekk...Owweekkk.."


Bara dan Sasa langsung berteriak di saat melihat Fatih sudah menarik Baby Raysa dan ingin menggendongnya. Bara langsung berlari dengan cepat menghampiri Fatih dan Raysa.


Fatih yang terkejut saat Bara langsung menggendong Raysa pun menangis, sehingga Gilang yang mendengar teriakan Bara dan Sasa juga ikut mengejar ke arah Fatih dan Raysa. Zein, Anggel, dan Kayla yang juga berada di dekat Fatih dan Raysa pun juga ikut menangis karena terkejut, sehingga membuat ruangan tersebut menjadi heboh.


" Cup...cup...cup..." Gilang mencoba mendiami Fatih yang terus menangis histeris.


" Ndong dek... Awa uyang... Awa uyang dek.." (Gendong adek, bawa pulang.. bawa pulang adek) racaunya sambil menangis.


" Iyaa...iyaa..., nanti Mami yang gendong yaa.."


" Ica...ca..uyang ca..." ( Raysa..Raysa.. bawa pulang Raysa) Racau Fatih yang masih sesenggukan di dalam gendongan Gilang.


" Iya sayang, iya.."


Mili tersenyum, dan melihat ke arah Raysa yang berada di dalam gendongan Sasa saat ini.


" Sepertinya Fatih suka sama Raysa, Mbak."


Sasa tersenyum menanggapi ucapan Fatih. Memang benar, jika Fatih terlihat tertarik dengan baby Raysa, sedangkan dengan bayi-bayi dari teman Gilang atau Mili, Fatih sedikitpun tak tertarik. Bahkan Fatih enggan untuk menyentuh baby-baby tersebut.


" Udah bisa nambah lagi itu Mil." Goda Mami Shella.


Wajah Mili seketika langsung memerah.


" Waah, artinya harus kerja keras ini yank tiap malam buat adeknya Fatih." Goda Gilang.


" Iiihh, apaan sih... " Mili menutupi wajahnya yang memerah, sehingga membuat yang lainnya ikut gencar menggoda Mili.


" Usaha Lang, sampai dapat kembar.." Teriak Kesya yang duduk bersama kedua buah hatinya yang sedang kurang enak badan.


" Aku sih kapan aja selalu siap, asal Mili sanggup aja pagi siang malam."


Mili mencubit pinggang Gilang, sehingga membuat Gilang meringis kesakitan namun ia juga tertawa. Senang rasanya menggoda sang istri.


" Kerjaan aku di kantor banyak ya Mas."


" Kerjaan mah bisa nunggu Mbak, kalo surga dunia yang berlimpah pahala mana bisa di tunda." Timpal Ara yang sedang memeluk satu piring berisi bermacam-macam kue.

__ADS_1


" udah pinter yaa sekarang.."


" Belajar dari om-om yang sok jual mahal. Ha..ha..ha.." Ara terkekeh saat melihat Jodi menatapnya tajam. Namun bukan Ara namanya jika ia tak membalas tatapan Jodi dengan cengiran.


.


.


Sasa baru saja selesai menyusui Raysa yang sudah terlelap pulas di atas tempat tidur. Sasa pun merapikan bajunya.


" Loh, kok ditutup yank?" Bara yang baru saja keluar dari kamar mandi protes saat Sasa mengancingkan kembali bajunya.


Sasa mebatap suaminya itu.


" Bayi satu lagi kan belum nyusu..udah haus banget loh.."


Sasa mengerutkan keningnya, kemudian ia membelalakkan matanya saat menyadari ucapan Bara, suami mesumnya itu.


" Iih, Dasar mesum."


" Loh, aku kan juga butuh gizi yank, butuh susu dari kamu. Mana bisa aku gak nyusu yank.. boleh yaa.. ya mungil.. udah hampir 2 bulan loh aku puasa. Kamu gak sayang sama aku?" Bara memberikan wajah imutnya yang sangat lucu sekali bagi Sasa.


" Kalo aku gak mau?"


" Ayoo lah sayang, aku udah tersiksa di saat melihat Raysa selalu menyusu di depan ku."


Bara sudah seperti anak kucing yang merayu tuannya. Dengan bertumpu dengan lututnya, dan meletakkan wajahnya di pangkuan Sasa, serta mengedip-ngedipkan matanya imut.


" Cuma nyusu aja yaa, gak ada yang lain-lain."


" Tapi kalo udah nyucu, Tiger pasti bangun mungil. Kamu gak sayang liat dia bangun dan mencari kehangatannya?"


" Iiih, dasar mesum.."


Wajah Sasa memerah merona, sebenarnya Sasa juga merindukan belaian Bara, namun ia takut merasakan sakit saat melakukan hal 'itu'.


Sasa meremas bantal saat Bara mulai mendekat, hingga bibirnya hampir menyentuh bibir Sasa.


" Aku janji, aku akan Pelan-pelan" Bisik Bara tepat di depan bibir Sasa.


Sasa memejamkan matanya saat bibir Bara mulai ******* bibirnya. Sasa pun mulai membalas ciuman Bara, saling mencecap dan bertukar Saliva.


Tangan Bara tak hanya diam, Bara perlahan kembali membuka kancing baju Sasa, dan perlahan menurunkan ciumannya serta memberi jejak di leher Sasa.


Bara mulai menikmati kembali betapa kenyalnya gunung kembar milik Sasa, namun saat Bara mulai menurunkan satu cup nya, Tangis Raysa pun terdengar, hingga Bara menghela napasnya kasar.


Sasa terkekeh melihat wajah Bara Yang lucu saat kecewa.


" Bahagia banget kamu mungil.." Kesal Bara.


" Wajah Mas itu lucu tau..." Sasa masih terkekeh.


" Awas yaa, aku gak akan kasih ampun kamu ntar.."

__ADS_1


Sasa menoleh dan menelan ludahnya kasar. Sasa mengerti apa maksud dari perkataan sang suami. Bara akan bermain sambil memberikan kenikmatan dunia kepada Sasa, hingga Sasa benar-benar lelah dan tertidur lelap.


" Jangan macam-macam kamu ga Mas." Ancam Sasa,


" Ntar kalo aku kelelahan, siapa yang jagain Raysa? kamu gak sayang sama aku dan anak kamu?"


Bara terkekeh dan memberikan smrik nakalnya.


" Aku akan bermain hingga kamu tak akan merasa kelahan. " Bara mencuil hidung Sasa.


" Dasar mesum."


" Emang.. "


" Iih, udah ah, sana Mas. Aku mau tidur."


" Tidur lah.." Bara sudah berbaring di samping Sasa, namun tangannya tak tinggal diam.


" Mas..." tegur Sasa yang mulai kegelian.


" Iyaa sayang.." Bara sengaja mengulum daun telinga Sasa.


" Gelii ah.."


" Aku tau, dan aku suka.." Bisik Bara kembali dan menciumi daun telinga Sasa.


Sasa memejamkan matanya, menahan rasa geli yang bergejolak dari tubuhnya. Sasa berharap agar Raysa tertidur lelap malam ini, karena Sasa juga sudah tidak tahan lagi dengan sentuhan yang Bara kasih.


Sasa melepaskan ASI nya, dan membenarkan selimut Raysa. Sedangkan Bara masih terus menggoda Sasa dengan membelai perut nya Yanga sedikit buncit, kemudian memeras ***********, dan juga memberikan gerakan-gerakan yang membangun gairahnya.


Sasa membalikkan tubuhnya sehingga Bara pun terlentang, dan dengan gerakan cepat Sasa naik keatas Bara, dan memberikan seringai licik..


" Sayaanngghh... Ah.." Bara mendesah kala merasakan Sasa tengah menggoyangkan pinggulnya di atas Tigernya.


" Kamu suka?"


" Hmmm, banget..".


Sasa pun memulai aksinya dengan mencium bibir Bara, hingga pertempuran yang mengeluarkan keringat pun terjadi di sofa.


Jangan lupa follow aq yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA...


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....

__ADS_1


__ADS_2