Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 65 " Target utama"


__ADS_3

" Gimana Sasa Mas?" Kesya langsung menodong Arka dengan pertanyaan.


" Hah.. Jika ini jebakan ,sepertinya sudah di rencanakan dengan baik dan tanpa jejak. Semua cctv tidak ada yang menampilkan Sasa di culik. Bahkan cctv di apartemen Nando, menampakkan Sasa datang dengan sadar dan masuk kedalam apartemen Nando." Jelas Arka.


" Ya Allah, Key gak percaya jika itu Sasa."


" Mas juga gitu, tapi semuanya memang memberatkan Sasa."


" Mas, aku yakin. Sangat yakin sekali jika Mbak Sa gak bersalah. Tolong dia Mas. Tolong buktikan juga jika Ayah dan Ibu Mbak Sa tidak bersalah. Aku mohon Mas. Memang ini kasus yang sangat lama, tapi aku yakin Mas pasti bisa membuktikan jika Ayah dan Ibu Mbak Sa tidak bersalah. Dan juga dengan Mbak Sa."


Arka menatap sang istri yang memohon dengan sangat untuk membuktikan Sasa tidak bersalah. Sebegitu sayangkan istrinya itu kepada Sasa?.


Ponsel Arka berbunyi, menampilkan notifikasi dari dari orang suruhannya. Arka langsung mengumpat dan memeluk Kesya.


" Sayang, kamu tenang yaa. Aku harus pergi. Kasus Sasa sepertinya akan sangat rumit."


" Mas mau kemana?"


" Bertemu Bara dan Fadil"


Arka langsung menyambar kembali kunci mobilnya. Bahkan Arka belum sempat mengganti baju nya.


" Bagaimana bisa?" Tanya Arka saat sudha tiba di ruang kerja Bara.


Bara masih diam, begitu pun dengan Fadil. Bara seperti memikirkan sesuatu.


" Apa yang Lo fikirkan."


" Saat gue dapat kabar tentang Sasa, gue langsung menuju apartemen Sasa. Gue rasa ada yang aneh. Kata orang yang menggeledah kamar Sasa, dalam laci nakasnya yang terkunci, di temui 10gr sabu-sabu. Tapi Sasa tidak pernah mengunci laci nakasnya."


" Dari mana Lo tau?"


" Gue pernah geledah kamar dia, saat Lo datang bersama Puput. Dan gue masih berada di sana. Sasa menyembunyikan gue di dalam kamarnya, karena takut Lo marahi dia. Dan di situ gue sempat meggeledah kamar Sasa. Hanya ingin menuntaskan rasa penasaran aja. Dan satu hal lagi, Kunci laci selaku tergantung di tempatnya. Sasa tidak pernah melepasnya. Tapi di sini di katakan jika laci tersebut terkunci, dan mereka membuka paksa laci itu."


" Aku rasa Sasa memang di jebak. Tapi siapa?" Gumam Fadil.


" Lo udah dapat hasil cctv di rumah sakit? Pria yang menemui Sasa?" Tanya Arka.


" Sudah, terakhir kali yang menemui Sasa adalah pria ini." Bara menunjukkan rekaman cctv tersebut.


Fadil membolakan matanya, dia mengenali pria itu. Itu adalah preman yang pernah Sasa permalukan di depan umum.

__ADS_1


" Tunggu, pria ini adalah preman yang pernah berselisih paham dengan Sasa, tapi dia bukan polis. Sedangkan Dokter Putra mengatakan bahwa ada seorang polisi yang mendatangi Sasa. "


" Sepertinya cctv ini juga sudah di sabotase."


" Ar, kayaknya kita butuh bantuan Riko."


Arka mengernyitkan keningnya. Riko? apa yang di maksud oleh Fadil adalah Riko Artmaja?. Pria Yang selalu adu jotos dengan dirinya?


" Iya, Riko Artmaja." Seakan tau apa yang ada didalam fikiran Arka, Fadil langsung menyebut nama Riko.


" Kenapa harus dia?"


" Karena dia yang terbaik."


Arka berdecih. Kenapa harus Riko? pria arogan yang selalu memperebutkan juara dengannya. Arka sungguh tidak menyukai ini, tetapi demi Kesya yang menyayangi Sasa, Bara terpaksa mengikuti saran Fadil.


Bara sudah menyewa detektif untuk mencari tau siapa orang yang menjebak Sasa, begitu pun dengan Arka dan Fadil, mereka mengerahkan semua orang terbaik nya.


" Mami makan yaa." Kesya coba membujuk Mami Shella.


Semenjak berita Sasa terciduk dengan Nando, Mami Shella seakan kehilangan semangat beserta selera makannya. Mami Shella sudah menganggap Sasa sebagai putrinya.


" Mami gak lapar Key."


" Key.."


"Hikkss, pliiss Mi. Makan yaa.. Hikkss. dua suap aja. Yang penting perut Mami terisi. Hiikk.." Kesya sudah meneteskan air matanya. Tidak sanggup melihat Mami Shella terpuruk seperti ini.


Mami Shella menghela napasnya, kemudian dia membuka mulutnya. Tak tega melihat putri bungsunya menangis. Apalagi Kesya tengah hamil, sudah di pastikan jika kesediha Kesya juga di rasakan oleh baby.


Sudah seminggu berlalu, hujatan dan cacian pun di lontarkan untuk Sasa. Bahkan saat persidangan ada yang melempar telur busuk kearah Sasa.


Nando juga memiliki masalah dengan istrinya. Istrinya mengajukan cerai, padahal pernikahan mereka baru seumur jagung. Nando menatap Sasa dengan iba juga benci. Tapi Nando tidak bisa berbuat apapun. Semua bukti memberatkan Sasa dan Nando.


" Aku tidak tau, apa tujuan Lia melakukan ini". Dari sekian lama Nando dan Sasa sering duduk bersebelahan saat menunggu jadwal sidang mereka, baru kali ini Nando membuka suaranya.


" Lia?"


" Ya, aku yakin dia di balik semua ini. Dia dendam kepada ku, tapi aku tidak tau masalah apa yang terjadi di antara kalian."


Selama di tahan, Sasa dan Nando memang tidak boleh bertemu dengan siapaoun, kecuali pengacara mereka.

__ADS_1


" Aku calon istrinya Bara."


Nando seketika menoleh kearah Sasa.


" Aah, semua menjadi masuk akal."


" Tapi, kenapa kamu bisa mengatakan jika Mbak Lia yang melakukan semua ini?"


" Karena dia ahlinya untuk melakukan sesuatu tanpa jejak. Sebenarnya selama ini aku memanfaatkan dia, untuk melancarkan bisnis ku dengan cara curang. Dan Lia dengan sukarela menolong ku. Dari awal aku tau dia tertarik kepadaku, tapi aku tidak menyangka jika dia terlalu terobsesi kepada kehidupanku."


" Kamu tidak mencintai Lia?"


" Tidak, aku hanya menganggapnya sebagai partner ku. Partner dalam segala hal, yermausk di atas ranjang."


Sasa menutup mulutnya yang terbuka, diantidak percaya jika Lia sudah sangat jauh melakukan segala hal dengan pria yang bernama Nando itu.


" Aku sudah menyuruh pengacara ku untuk mencari tau, namun ayah tiri ku seolah menghalangi segala usahaku. Mungkin ini kesempatan dia untuk menjatuhkan ku."


Sasa masih setia mendengar ucapan Nando. "Jadi, aku butuh bantuan mu. Kamu bisa meminta tolong kepada Arka untuk mengungkap semua ini. Katakan kepadanya, jika Lia yang merencanakan semua ini. Dan suruh Arka menghubungi orang ini."


Nando memberikan secarcik kertas yang bertuliskan nama dan nomor ponselnya.


" Aku akan berusaha. tapi, apa aku boleh tanyakan satu hal?"


" Tanyakan."


" Apa, apa malam itu.. kita?"


" Aku tidak tau apa yang terjadi dengan kita saat malam itu. Setelah kepergian kita, pembantuku mengatakan jika ada bisa darah di seprey. Maaf, jika aku menodai mu"


Seakan tersambar petir. Hati Sasa hancur, Masih pantaskah dia untuk Bara?. Padahal Sasa selama ini menjaga mahkota nya hanya untuk suami nya. Tapi ini?.


Sasa dengan cepat menghapus air matanya, saat mereka sudah di suruh masuk kedalam persidangan. Ada Bara, Mami Shella, Kesya, Vina, Arka, Leo, Fadil, dan Daddy Roy di sana. Rasanya Sasa sudah tidak muka. Sasa hanya menatap mereka, lalu kemudian Sasa menundukkan kepalanya.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..

__ADS_1


salam SaBar ( Sasa Bara)


__ADS_2