Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 107 "Pernikahan Leo dan Anggun"


__ADS_3

bara mengubur tubuh mungil Sasa dalam pelukannya.


" Mas, laperr.." Uara serak Sasa terdengar seksi di telinga Bara.


Ah, si Tiger seakan tidak ada lelahnya. Tapi Bara tidak ingin melakukannya lagi, Bara tau, jika Sasa sudah sangat lelah. Lihat saja kantung matanya, sudah seperti panda. Bara menoleh ke jam dinding, Pukul 2 dini hari.


" Mau makan apa?"


" Terserah, yang penting bikin kenyang."


Bara membuat panggilan room service, Dan memesan dua piring nasi goreng dan jus jeruk.


" Sebentar lagi Sampai, sabar yaa.." Bara mengelus punggung telanjang Sasa.


Sasa memakan nasi goreng dengan lahap. untungnya Bara juga memesan kentang goreng.


" Udah Kenyang?"


" Heum.. Nganttukk lagi Mas."


" Jangan tidur dulu, sini.." Bara menepuk sofa di sebelahnya.


Sasa duduk sambil memeluk tubuh Bara, dan tak berapa lama terdengar dengkuran halus. Bara terkekeh, "Dasar mungill.. tukang tidur."


Resepsi pernikahan Leo dilaksanakan di gedung yang sama, dimana tempat Bara dan Sasa melangsungkan resepsi pernikahan. Mami Shella pagi-pagi sudah datang ke hotel untuk memberikan gaun akad nikah untuk Sasa.


" Daddy dan anak sama aja, ganas pisan.." Gerutu Mami Shella saat melihat masih ada bercak merah di leher Sasa.


" Mami bantuin nutupinya yaa, biar ketutup dengan rata."


" Eeh, iya Mi." Wajah Sasa memanas dan memerah, karena Mami Shella menbantu Sasa untuk menutupi bekas vakum cleaner milik Bara.


" Sempurna.. Ya udah yukk, kita turun. Daddy dan Bara sudah menunggu lama."


Leo terlihat tampan dengan baju adat dari Daerah Padang itu. Anggun pun terlihat sangat cantik dan anggun dengan pakaian adatnya. Akad nikah pun berjalan dengan baik. Dengan sekali tarikan napas dan suara yang lantang, Leo mengucap janji suci itu, dan dalam detik itu juga, Anggun sah menjadi istri Leo Bramansyah.


Banyak kolega Papi Farel, Arka, Vano, dan Bram yang menghadiri pernikahan Leo dan Anggun. Tamu yang datang pun kebanyakan dari kalangan Dokter. Yaa, tentu saja dari kalangan dokter, secara Anggun dan Leo berprofesi sebagai Dokter.

__ADS_1


Kesya, Puput, Vina, Mili, dan Ara sedang duduk di meja bulat yang di sediakan. Mereka berbincang seputar pernikahan Bara dan Sasa yang dia hari lalu terlaksana. Pernikahan yang cukup meriah, walaupun di hadiri oleh preman, tapi preman-preman tersebut sangatlah sopan dan tahu diri. Yaa, walaupun saat kedatangan mereka sempat terjadi drama yang membuat jantung bekerja lebih cepat.


" Intinya kemarin itu adalah pernikahan yang membuat sport jantung." Ujar Ara.


" Iyaa, Mas Vano aja sampai langsung menyuruh mengawal Mbak di sana."


Tawa mereka menghiasi pembicaraan sederhana itu.


" Gak nyangka yaa, Setelah apa yang terjadi, akhirnya Mas Bara nikah juga dengan Mbak Sasa. Jodoh emang gak ada yang tau yaa.."


"Hmm, Kayak kamu sama Gilang. Siapa yang berfikir jika kalian berjodoh."


Mili tersenyum menanggapi ucapan Vina.


" Ara, jadi kamu Kapan nich dengan Bang Jodi?"


Mengalirlah pembicaraan tentang Ara dan Jodi, serta keluh kesah Ara yang selalu saja harus bersabar saat mengajak Jodi menikah. Pecah lah tawa di meja bundar itu. Bagaimana tidak, seharusnya yang ngebet kawin itu dari pihak pria, bukannya pihak wanita.


" Eh, pengantin baru yang kedua kalinya benar-benar gak bisa menjauh yaa.."


" Heem, Mas Bara mah posesif banget. Ingat gak kejadian saat Nando mengundang kita di acara anniversary orang tuanya. Ada Riko di sana. Dan ternyata Riko dan Mbak Sasa saling mengenal. Kata Mbak Sa sih mereka bertemu di panti jompo yang di Purwokerto. Mas Bara merajuk dengan Mbak Sa. Cemburu diaa.. Lucu banget deh.." Ujar Kesya yang mengingat-ingat kejadian saat itu.


" Waah, luar biasa nyali Riko yaa.."


Dan mereka pun menggibahi Bara yang terlalu posesif kepada Sasa.


" Aduuh, kayak suami Mbak-mbak gak posesif aja." Celetuk Ara.


Semua mata langsung tertuju kepada Ara.


" Iya juga yaa.." Tawa pun kembali pecah.


" Seru banget, ceritain apa?" Sasa datang dengan senyum yang merekah.


" Ceritain Mbak Sa dengan Mas Bara."


" Oohh yaa. Apa tuh?"

__ADS_1


" Ada deeh.."


Setelah Sasa bergabung bersama Kesya, Vina, Mili, Puput, dan Ara. Bara juga bergabung bersama Para lelaki tampan. Arka, Vano, Fadil, Gilang, Duda, dan Jodi. Bara hanya mengantar Sasa dengan selamat dari tatapan para buaya lapar yang menatap istrinya itu.


" Udah, ngekorin Mbak Sa nya?" Goda Arka.


" Mau nya sih di rangkul terus. Lihat aja, mata-mata para lelaki itu, semuanya menatap ke Mungil seolah ingin menerkam."


" Mbak Sa cantik, di tambah lagi sekarang udah jadi Bintang iklan. Mungkin kalo Mas ngijinin, udah jadi artis terkenal deh."


" Gak, Enak aja jadi artis. Jadi Ambassador aja Gue udah panas dingin."


" Terus, kok di ijinin?"


" Hasil dari bujukan Mami." wajah Bara cemberut. Memang setelah Sasa terlihat kembali di toko kue, banyak pihak entertainment yang menginginkan Sasa, namun Sasa menolaknya. Hingga akhirnya mami Shella membujuk Sasa dan Bara untuk menerima tawaran menjadi Ambassador sebuah perhiasan. Padahal Sasa malas banget buat pakai yang begituan. untung syutingnya cuma sekali.


Arka dan Vano sudah tertawa saat mengingat bagaimana Mami Shella sangat antusias begitu mendengar ada perusahaan berlian yang ingin menjadikan Sasa ambassador nya. Bara yang melarang akhirnya luluh dengan bujuk rayuan Mami Shella. Dan sejak saat itu, banyak iklan yang meminta Sasa untuk mengiklankan produk mereka, tapi Sasa menolak Nya. Hingga Sasa di jadikan Duta Peduli Bangsa , karena rasa kepeduliannya kepada masyarakat yang kurang mampu sangatlah tinggi. Apalagi kepada anak-anak yang kurang beruntung.


Bara memperhatikan sang istri yang memang kecantikannya semakin bertambah semenjak menyandang istri dari seorang Bara. Benar kata orang tua dulu. Aura seorang wanita akan keluar jika mereka sudah menikah dan memiliki anak. Bahkan kecantikan mereka bisa berkali-kali lipatnya.


Bara dan Sasa kembali ke rumah bersama Mami Shella dan Daddy Roy. Lusa mereka akan berangkat ke Bali, jadi mereka harus mempersiapkan barang bawaan mereka. Apalagi ini liburan pertama bagi Sasa.


" Kamu kenapa?" Bara memandang sang istri yang bingung harus membawa pakaian apa.


" Bingung Mas, aku gak tau harus bawa apa.."


" Ya udah, aku bantuin.." Dan akhirnya Bara lah yang mempacking baju Sasa dan dirinya.


" Bali, Kami datang.."


Bara mengajak Sasa merebahkan diri setelah mempacking barang bawaan mereka.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..

__ADS_1


Salam SaBar... (Sasa & Bara )


__ADS_2