Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 76


__ADS_3

Pesanan Fatih dan Raysa pun tiba. Sedangkan kan Tissa dan Farhan baru saja memesan sarapan mereka.


"Gue duluan ya makannya, Laper banget." Ujar Fatih kepada Tissa dan Farhan, kemudian ia langsung menyendokkan lontong tersebut kedalam mulutnya, pasti nya setelah membaca bismillah.


"Ica juga duluan, Laper ..."


"Silahkan, Ca." Jawab Farhan dengan terus menatap ke arah Ica.


Ah, bagaimana ia bisa melupakan Raysa. Secara Raysa lah wanita yang selalu membuatnya berdebar-debar memimpikan masa depannya hanyalah Raysa.


"Udah mandanginnya, ntar susah move on Lo., mending Lo pandang-pandang tuh Tissa, gak kalah cantik dengan Raysa. Siapa tau Lo bisa jodoh berjodoh dengan Tissa." Ujar Fatih dalam satu tarikan nafas sebelum ia kembali menyuapi lontong kedalam mulutnya.


"Dah bisa jadi rapper Lo." ejek Fatih yang mana tidak di gubris oleh Fatih.


Tak berapa lama pesanan Farhan dan Tissa pun tiba.


"Mbak, taucho nya bisa di tambah banyakan dikit?" pinta Tissa kepada sang pelayan.


"Sebentar ya Mbak." Pelayan tersebut pun mengambilkan taucho untuk Tissa.


"Jangan pedas-pedas, Tis. Ingat perut Lo. Mana masih pagi ini."


"Sumpah, ini gak pedes sama sekali." Ujar Tissa membela diri.


"Gak pedes di mulut Lo, tapi di perut Lo udah panas."


Tissa hanya mencibir mendengar nasehat Fatih.


"Kak Tissa doyan pedes juga?" Tanya Raysa yang melihat jika sang tunangan sepertinya sangat perhatian dengan sahabat wanitanya itu.


"Sakin doyannya pernah di rawat di rumah sakit, karena magh nya kumat."


"Seserius itu?" tanya Raysa terkejut.


"Udah lama banget itu. Tapi sekarang udah gak papa lagi kok. Udah rutin minum obatnya." jawab Tissa.


"Penyakit jangan di cari Tis, kalo udah kumat Lo juga yang menderita."


"Iya ... iya ..." Tissa pun tak jadi menambahkan taucho yang baru saja di antar oleh pelayan ke dalam lontongnya.


Raysa menatap ke arah tunangan yang tersenyum tipis di saat Tissa tak menambahkan taucho di dalam lontongnya.


'Kak Tissa nurut banget sama Bang Fatih.' batinnya.


Setelah menyelesaikan sarapannya, Farhan mengeluarkan rokoknya dan menawarkan rokoknya kepada Fatih.


"Gak, gue gak ngerokok di dekat orang yang gue sayangi." tolak Fatih.


Farhan seakan tertampar dengan apa yang Fatih katakan. Seharusnya jika ia menyayangi Raysa, Farhan tidak akan membiarkan Raysa juga ikut menghirup racun yang ia hisap.


Raysa merasakan wajahnya memanas, sudah di pastikan jika saat ini pasti wajahnya sudah merona.


Raysa menatap wajah Fatih dengan tatapan penuh cinta. Raysa baru sadar, selama ini Fatih memang tak pernah merokok di dekat nya.


Fatih menoleh kearah Raysa dan mengelus kepala Raysa dengan sayang. Mata Raysa pun terasa berkaca-kaca mendapatkan cinta yang luar biasa dari Fatih.


"Hadeeww, mau romantis-romantisan jangan di depan gue dong." Gerutu Tissa dan memutar bola matanya.


"Sirik aja Lo."


Setelah selesai makan, Fatih pun membayar semua makanan mereka. Emang sih, Fatih dan Farhan sempat berebutan membayar makanan mereka, namun Tissa mengatakan untuk membiarkan Fatih yang membayarnya. Itung-itung ucapan terima kasih karena udah di buatin acara pertunangan yang meriah.


"Kita beriringan aja jalannya?" Tawar Fatih.


"Kayak ya gak deh, ada yang mau gue cari nanti keluar dari tol." jawab Tissa.

__ADS_1


"Oke, sampai jumpa di Bandung ya."


Fatih dan Raysa pun berpamitan kepada Tissa dan Farhan. Mereka memasuki mobil masing-masing.


"Kak Tissa ternyata asik juga ya."


"Iya, kalo dulu kamu kenal dia, duh. Pasti kamu gak akan percaya itu Tissa."


"Kenapa?"


"Pemalu banget orangnya."


"Masa sih?"


"Iya, tapi sekarang malu-maluin." Ujar Fatih savil terkekeh.


"Ada-ada aja deh Abang."


*


Fatih langsung mengendarai mobilnya menuju kantor polisi, tempat dimana Raysa mengais rezeki.


Fatih hanya menunggu di dalam mobil, sedangkan Raysa memberikan laporan kepada sang komandannya.


"Wah, yang baru tunangan, ceria banget dah." Goda Nanda dan menarik tangan Raysa untuk melihat cincin yang di kenakan nya.


"Buset, permata euy. Nikahnya pasti bakal berlian ini."


Raysa hanya menggelengkan kepala nya dan menarik tangannya dari tangan Nanda.


"Nanti gue ceritain ya, gue mau kasih laporan dulu."


Setelah memberikan laporan kepada sang komandan. Raysa menemui Nanda dan menceritakan garis besar tentang pertunangannya dengan Fatih.


"Gilee ... Akhirnya Lo tunangan sama Mr.F yang Lo cinta?"


"Gue ikut senang deh. Semoga Lo bahagia dan cepet merit."


"Amiin, gue doain Lo cepat nyusul ya."


"Amiin.."


Setelah memberikan kabar tersebut kepada Nanda, Raysa pun menghampiri Fatih yang ada di dalam mobil.


"Udah?" Tanya Fatih dan menyimpan ponselnya kembali.


"Udah. oh ya, aku off hari ini, Kita jalan-jalan yuk."


"Yah, gak bisa, aku harus kerja. Eemm, gimana kalo kamu antar makan siang ke kantor aku."


"Emang boleh aku masuk ke kantor kamu?"


"Boleh dong, kamu kan calon istri aku. Nanti aku suruh supir untuk jemput kamu ya,"


"Oke, kamu mau di masakin apa?"


"Apa ya? oh ya, tumis jamur lidi ya. Aku lagi pingin itu."


"Baiklah pangeran."


Fatih pun terkekeh mendengar julukan dari Raysa untuk dirinya. Fatih pun melajukan mobil yang dikendarainya dengan kecepatan sedang.


Sesampainya di lobi apartemen, Raysa pun turun dari dalam mobil. Tapi sebelumnya tak lupa Fatih mengecup kening Raysa dengan sayang.


"Hubungi aku kalo sudah siap masak, biar nanti aku kirim supir untuk jemput kamu."

__ADS_1


"Iya Abang."


Raysa melambaikan tangannya di saat mobil Fatih mulai melaju meninggalkan lobi apartemen.


Dengan senyum yang mengembang dan perasaan yang sangat baik. Raysa pun snagat bersemangat untuk memasaknya makan siang untuk sang pujaan hati.


*


Fatih hari ini di sibukkan dengan pekerjaan di kantor sang Mami yang mana Fatih harus mengerjakan beberapa laporan harus ia tanda tangani.


Ponsel Fatih berdering dan menampilkan nama Raysa di sana.


"Ya sayang." Sapa Fatih saat mengangkat telfonnya.


"Aku udah siap masak ya, Bang "


"Oke, kau kirim supir ke sana ya."


"Iya, nanti kabari aku ya kalo udah sampai "


"Siap Nyonya Bos."


Fatih pun memutuskan panggilannya setelah merasa cukup untuk menggombali sang tunangan.


Fatih menekan intercom yang langsung tersambung ke meja kerja Romi.


"Rom, siapin supir dan suruh jemput tunangan aku di Apartemen ya."


"Siap Bos."


Fatih pun melanjutkan kembali pekerjaannya yang menumpuk. Huuf, padahal hari ini ia ingin menggambar sketsa milik kliennya, namun pekerjaan di kantor mami Mili sangat membutuhkan dirinya.


*


"Supirnya udah di bawah ya. Ntar bilang kalo kamu tunangannya aku."


"Harus bilang gitu?" tanya Raysa dengan wjaah merona.


"Iya, biar semua orang tau kalo kamu udah jadi tunangan aku."


"Baiklah."


Raysa pun memutuskan panggilannya setelah mengucapkan kata cinta kepada Fatih. Raysa bergegas turun dan menemui supir yang dikirimkan Fatih untuknya.


"Pak Tukimin?" Tanya Raysa saat melihat pria paruh baya sedang mengobrol dengan satpam.


"Iya, saya.".


"Saya Ica, tunangannya Abang Fatih."


Satpam yang mengenal Raysa dan Fatih pun membelalakkan matanya.


"Mbak Raysa dan Mas Fatih sudah bertunangan?" Tanya Satpam dengan kepo.


"Iya, kami udah bertunangan."


Selagi satpam berdecak kagum dan ikut gembira, Raysa pamit dan mengikuti pak Tukimim menuju mobil kantor Mami Mili.


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...

__ADS_1


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2