Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 88 " Mau susu"


__ADS_3

Setelah membantu Bara melakukan pelepasan, Sasa membersihkan dirinya dan bergegas keluar kamar. Sasa merasa tidak enak dengan Mami Shella karena bangun kesiangan.


" Mi.."


" Udah seger aja. Sarapan dulu gih.. Eh, bisa di katakan sarapan gak yaa jam segini." Mami Shella menoleh kearah jam yang bertengger manis di dinding.


Sasa juga mengikuti pandangan Mami sgella. Sasa menelan ludahnya karena ternyata sudah pukul 11 siang. Bara memang Raja Mesum. Sasa harus sabar menghadapi kemesuman Bara. Sasa bergidik ngeri membayangkan kembali jika dirinya akan di masuki oleh Bara. Oh, bisa dari pagi ke pagi sepertinya.


" Kamu kenapa?"


" Hah? Gak pa-pa Mi" Sasa merutuki otaknya yang sudah berfikiran mesum. Hah, ini pasti tertular dari kemesumannya Bara api tercinta. Coklat pait yang terasa manis.


Sasa memakan nasi goreng yang ada di atas meja.


" Loh, kok makan nasi goreng sih. Makan nasi putih aja, ini lauk sambal terinya udah siap." Mami Shella meletakkan semangkuk sambal teri Medan yang di campur dengan kacang tanah dan tempe yang sudah di potong kecil-kecil.


" Gak pa-pa Mi, mubazir kalo di buang."


" Persis Kesya kamu, Gak suka buang-buang makanan."


Bara datang dengan memakai seragam yang sudah di tutupi dengan jaket.


" Mi.."


" Hmm, pasti ikut tidur juga kan. Ada lah polisi jam segini baru berangkat."


Bara menyengir, " Udah minta izin tadi Mi."


" Mas mau makan?" Tanya Sasa dan siap berdiri untuk mengambil piring Bara.


" Iya mungil."


" Udah, kamu duduk aja. Biar Mami yang Ambilkan."


Mami Shella meletakkan nasi di piring dan menyodorkannya kepada Bara. Mami sehlla menuangkan susu ke gelas dan memberikannya kepada Bara.


" Kamu mau susu juga Sa?"


" Gak Mi, makasih. Sa cukup minum air putih aja."


Mami Shella menganggukkan kepalanya. "Mami tinggal yaa, Mami mau ke tempat Rosa sebentar, mau ambil belimbing wuluh."


" Iya Mi." Jawab Bara dan Sasa berbarengan.


" Mungil, ikut aku yaa.. Cuma sebentar kok, palingan cuma 2 jam. Terus kita ke apartemen."


" Apartemen? mau ngapain?"


" Aku mau minum susu."


" Minum susu? ya udah minum aja terus susunya itu. "


" Bukan susu yang ini."


Sasa mengerutkan keningnya. Apa di apartemen nya ada persediaan susu?


" Lalu? Emangnya di apartemen ada susu?"


" Ada.. Susunya kenyal, Mas mulai kecanduan sama susunya."

__ADS_1


" Ya udah terserah Mas aja, tapi aku tunggu di toko aja ya.. Kangen juga dengan Ica, Bella, dan Lena."


" Iyaa sayang.."


Bara sudah tersenyum mesum, Sasa benar-benar polos. Dia tidak mengetahui tujuan dan maksud dari perkataan Bara.


Bara menghentikan mobilnya di depan toko kue.


" Aku gak turun yaa.. udah siang banget ke kantor."


" Iyaa Mas. Mas hati-hati ya." Sasa mencium punggung tangan Bara. Ada rasa hangat dan juga menggelitik di dada Bara.


'Ahh, imut gini bagaimana sanggup jauh-jauh dari mungilnya.' batin Bara.


" Assalamualaikum."


"Mbak Sasa.." Teriak Lena dan Bella bersamaan.


Mereka langsung berlari dan menghambur kepelukan Sasa. Ica yang mendengar nama Sasa juga berlari kearah depan. Ica juga ikut memeluk Sasa.


" Senang deh Mbak Sa kembali. Hiikkss.." Lena sudah menangis tersedu-sedu.


" Maaf yaa, aku ninggalin kalian"


" Kami rindu Mbak Sa."


" Aku juga rindu kalian"


Sasa, Lena, Ica, dan Bella pun duduk ruang peristirahatan karyawan. Mereka bercengkrama dan melepas rindu.


" Siapa tu?" Mawar, karyawan baru Kesya bertanya dengan temannya.


Mawar menatap tidak suka kepada Sasa. Pasalnya Mawar melihat Sasa turun dari mobil Bara, dan sebenarnya Mawar suka dengan Bara saat pertama kali melihat pria itu.


" Apaa? Mbak Sa udah nikah?" Lena terkejut bukan main. Tidak hanya Lena, Bella dan Ica juga terkejut mendengar kabar itu.


" Kok gak undang-undang sih Mbak?" Bella mengerucutkan bibirnya, tanda merajuk.


Sasa terkekeh, " Bukannya gak undang, tapi emang mendadak gitu nikahnya, karena Mbak cuma nikah sirih. Tapi nanti setelah semua urusan di kantor Mas Bara selesai, kami bakal nikah lagi kok, biar sah di mata Hukum."


" Waah, Pak Bara memang keren deh. Sekalinya jumpa langsung ngajak nikah."


" Terus Mbak, udah anu-anu dong sama Pak Bara?" Tanya Bella sambil mengedip-ngediokan matanya genit.


" Anu-anu apa?" Jawab Sasa polos.


" Aduh Mbak, polos banget sih.. anu ini, anu itu, anu-anu lah Mbak.. Yang bisa mengeluarkan suara ah..ah..ah.." Ujar Bella.


" Ngucap Bel, Ngucap. Itu urusan pribadi orang, kamu gak boleh kepo." Lena mengingatkan.


Bella nyengir kuda mendapatkan ceramah dadakan dari Lena. Sedangkan Sasa wajah Sasa sudah memerah menahan malu, dan ingatannya juga kembali saat kejadian tadi malam dan pagi ini.


Ah, sepertinya fikiran Sasa harus di cuci dan di rendam dengan vanish..


Dengan senyum yang merekah, Bara memasuki toko kue.


" Siang Pak Bara." Mawar menyapa ramah kepada Bara.


" Siang."

__ADS_1


" Cari Mbak Kesya ya, Mbak Kesya nya gak ada pak."


Bara hanya menampilkan senyum indahnya. Yang mana membuat Mawar semakin kelepek-kelepek.


" Udah nyampe aja pangeran" Goda Bella saat melihat Bara sudah berdiri di depan meja kasir.


Bara semakin melebarkan senyumnya saat melihat Sasa, istrinya, mungilnya.


" Mas.." Sasa mencium punggung tangan Bara.


" Aaahhh... romantisnya.. jomblo jangan ngiri Yee.." Ujar Ica sambil melirik kearah Bella.


Mereka tidak menyadari jika Mawar sedang menatap tajam kearah Sasa.


" Penganten baru mah beda.." Tambah Bella.


" Maklumi aja Bel. Ya udah kalo gitu, Saya bawa istri saya lagi yaa.."


" Bawa deh Pak bawa.. terserah bapak deh mau di apain. Udah Sah juga.." Ujar Bella dengan nada menggoda.


Sasa melototkan matanya kepada Bella, sedangkan Bella hanya nyengir kuda.


" Kalo gitu saya pamit ya.." Sasa menyapa ramah kepada karyawan baru. Termasuk Mawar, walaupun Sasa merasa jika ada yang aneh dengan tatapan Mawar.


" Mbak, jangan lupa dipraktekin yaa yang tadi kami sarani." Bisik Bella.


" Apaan sih.. Gak ah" wajah Sasa sudah memerah malu. Pasalnya Bella dan Ica memberikan saran bagaimana cara memuaskan suami. Gila gak tu, mereka belum nikah tapi ilmunya udah kesana aja. Bahkan alasan mereka membuat Sasa dan Lena geleng-geleng kepala. Katanya, biar tau teori dulu. Prakteknya mah pas saatnya tiba.


Ica dan Bella sudah terkikik melihta wajah Sasa yang sudah mirip udah Gongseng. ha...ha..ha..


" Mas, aku belum jenguk Ara loh.. Kita jenguk yuk.."


" Nanti aja, sekarang aku mau minum susu dulu. Udah haus banget."


" Nih," Sasa menyodorkan air mineral yang ada di tangannya.


" Bukan ini mungil, tapi aku mau minum susu."


" Tapi tadi katanya haus. Ya minum air dulu biar gak haus, atau mau berehnti di supermarket buat beli susu?"


" Aduuh mungil, lucu banget sih kamu. Buat aku semakin gak sabaran minum susu."


Sasa mengerutkan keningnya. Apa hubungannya dengan Bara tidam sabar minum susu, dengan dirinya yang menggemaskan.


Saat pintu apartemen terbuka, Bara langsung membungkam bibir Sasa, dan membawanya ke sofa. Posisi Sasa sudah terbaring setengah, mereka saling meraup oksigen sebanyak-banyaknya saat Bara melepaskan ciumannya.


" Susu yang aku maksud, yang ini mungil, aku mau susu yang ini" Bisik Bara didepan bibir Sasa, dengan tangannya yang sudah meremas salah satu aset kembar milik Sasa.


"Eeuummkk" Sasa terkesiap saat Bara kembali mencium bibirnya sambil meremas aset kembarnya.


Perlahan tangan Bara semakin turun dan membuka setiap kancing kemeja milik Sasa. Hingga memperlihatkan Aset kembar Sasa yang masih terbungkus rapi. Tanpa mau membuang waktu, Bara langsung saja melahap benda keny dan empuk itu. Membuat Sasa mendesah pelan dengan permainan lidah Bara..


Waahh... Bara memang Bar-Bar.. Gak dapat bawah, atas pun jadi.. 🙈🙈🙈


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..

__ADS_1


Salam SaBar... (Sasa & Bara )


__ADS_2