Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 99


__ADS_3

"Jangan berhenti jika belum puas. Jangan keluar kamar jika belum sampai 5 ronde."


Mendengar nasehat Daddy Bara, sontak saja Raysa dan Fatih membuka mulutnya tak percaya.


Jangan keluar sebelum lima ronde? Bisa lemas nih lutut.


Daddy Bara menepuk bahu Lana, kemudian ia berteriak.


"Jangan terlalu lama memberikan Daddy cucu. Kalo perlu berikan Daddy cucu yang banyak." ujarnya sambil menepuk bahu Raysa dan Fatih. Lalu, dengan santainya merangkul bunda sasa dan masuk kedalam kapal pesiar.


Raysa dan Fatih sudah menjadi bahan tontonan oleh orang-orang yang juga ingin menikmati libur. Fatih menurunkan topi yang ia kenakan, begitu pun dengan Raysa, ia juga menutup wajahnya dengan topi bundarnya itu. Mereka berjalan cepat masuk kedalam kapal sambil bergandengan tangan.


*


"Huuf, Daddy ada-ada aja deh pembahasannya. Masa Sampai 5 kali ronde." gerutu Raysa.


"Kenapa? kamu takut?"


"Bukan gitu, aku takut Abang sakit pinggang aja."


Fatih merasa di remehkan sebagai laki-laki.


"Ooh, jadi kamu nantangin aku?" ujar Fatih sambil berjalan kearah Raysa.


"Buk-bukan gitu maksud aku. Aku cuma kasian aja kalo Abang sakit pinggang karena terus menggoyangkan pinggul Abang." Ujar Raysa yang sudah memundurkan langkahnya.


"Kamu mau bukti kalo aku bisa lebih dari 5 ronde?" Fatih sudah berhasil mengurung Raysa dalam kungkungannya.


"Kamu gak capek emangnya? kita kan baru sampai? gak pusing karena jet lag?" Raysa memasang wajah sendu nya.


"Baiklah, aku ampuni kamu sekarang." Fatih melepaskan Raysa dari kungkungannya.


"Aku mandi dulu, Abang jangan ikut-ikut."


"Hmm, tapi kalo kamu pingin Abang ikut, boleh juga, Abang udah biasa dengan penerbanagn pesawat."


"Dasar sombong." gerutu Raysa dan masuk kedalam kamar mandi.


Fatih terkekeh dan merebahkan dirinya di atas sofa sambil memainkan ponselnya. Tak berapa lama Raysa keluar dengan keadaan yang lebih segar.


"Abang gak mandi?" tanya nya kepada Fatih yang masih fokus kepada ponselnya.


"Sebentar lagi. Oh ya, Tissa kirim pesan, katanya semalam Farhan dan keluarganya datang kerumah untuk melamarnya. Dan mereka akan menikah bulan depan."


"Benarkah? waah, aku ikut bahagia dengarnya." Raysa memberikan handuk kepada Fatih.


"Untuk apa?" tanya Fatih menatap handuk yang ada di tangan Raysa.


"Cepetan mandi, aku udah ngantuk."

__ADS_1


"Lalu?" Fatih sengaja menggoda Raysa. Fatih tau jika Raysa ingin tertidur sambil dipeluk olehnya.


"Abang, aku mau tidur sambil dipeluk." Ujar Raysa dengan manja.


Fatih terkekeh dan mengambil handuk yang ada di tangan Raysa. Fatih pun bergegas masuk kedalam kamar mandi sebelum sang istri tercinta semakin merajuk.


Ta butuh waktu lama bagi Fatih untuk membersihkan diri, ia pun kuat dari dalam kamar mandi dengan keadaan segar. Fatih berjalan mendekati Raysa yang tengah bermain game di ponselnya.


"Ayo tidur." ujar Fatih sambil meraih posnel Raysa dan meletakkannya di atas meja. Lalu Fatih menggendong Raysa ala bridal style dan membawanya keatas tempat tidur.


Fatih memberikan lengannya untuk Raysa jadikan bantal, kemudian ia memeluk tubuh sang istri, tak lupa Fatih mendaratkan kecupan di kening, mata, hidung, dan Bibir Raysa.


Mereka pun terlelap dalam tidurnya.


*


Raysa menggeliat dan membuka matanya perlahan. Raysa tak temukan Fatih di sampingnya.


"Abang?" panggil nya.


Gak ada jawban, Raysa pun turun dari tempat tidur dan melihat ada sebuah pintu yang Raysa tebak adalah balkon kamar mereka. Raysa benar-benar takjub, Karena kamar yang mereka tempati memiliki balkon sendiri untuk menikmati pemandangan laut.


Raysa pun melangkahkan kakinya keluar, dan benar saja, suami tercinta nya itu berada di sana sambil menghisap rokok.


"Abang." panggil Raysa.


Fatih menoleh dan tersenyum. Ia mematikan api rokok nya dan membuangnya di tempat sampah setelah memastikan tak ada lagi api bara di rokok nya.


Raysa menyambut tangan Fatih dan mengikuti tarikan tangan Fatih yang mana membawa Raysa berada di depan Fatih, lalu Fatih mengukungnha dari belakang. Raysa memegang pinggiran besi yang terasa dingin itu.


"Kalo aku belum bangun, mana mungkin aku di sini, sayang."


Fatih terkekeh. "Iya juga ya.. Kamu banyak berteman dengan Sifa udah mulai ikut lucunya."


Raysa pun hanya terkekeh. Raysa menghela napasnya pelan dan memandang kearah lautan lepas.


"Pemandangannya cantik banget ya.." ujarnya.


"Hmm, sama seperti kamu."


Raysa menoleh dan mendapati Fatih yang sedang menatapnya. Perlahan, wajah Fatih pun mendekat dan mencium bibir Raysa.


Satu tangan Fatih merengkuh pinggang Raysa, dan satu tangannya lagi menahan tengkuknya. Fatih pun memperdalam ciuman mereka dan menghis*p lidah Raysa serta mencec*p seluruh rasa manis yang ia inginkan.


Tangan Fatih yang berada di pinggang Raysa perlahan menyusup kedalam baju, dan mencari gundukan empuk yang masih terlindungi itu. Tapi bukan masalah, Fatih akan singkirkan penghalang itu sebentar lagi.


"Kamu siap sayang, menerima 5 ronde dari ku?" bisik Fatih di sela ciumannya.


Dengan napas yang tersenggal, Raysa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum mau, eh maksudnya tersenyum malu.

__ADS_1


Fatih membalik tubuh Raysa, menempelkan kembali bibir mereka dan mengangkat tubuh Raysa, sehingga Raysa mengalungkan kakinya di pinggang Fatih.


Fatih membawa Raysa kembali kedalam kamar, lalu ia baringkan Raysa di atas tempat tidur. Fatih menarik keatas baju yang Raysa kenakan hingga terlepas dari kepalanya, dengan tak sabaran, Raysa juga melepaskan baju Fatih, hingga mereka saat ini tak mengenakan apapun.


"Kamu adalah hal terindah yang pernah aku miliki, Layca."


Fatih pun memulai penyatuan mereka.


*


"Abang, aku lelah." rengek Raysa yang mana membuat Fatih terkekeh.


"Baru dua ronde sayang, dan kamu sudah nyerah? Daddy menyuruh kita untuk melakukannya 5 ronde."


"Sayang, durasi mu sangat lama. Setiap permainan menghabiskan waktu hingga hampir sejam. Kaki ku pegel, Abang." rengek raysa dengan manja.


"Bagaimana kalo kita ganti gaya?"


"Abaaanng .... setidaknya biarkan aku istirahat sebentar, dan jangan lupa menyiapkan makanan saat aku terbangun nanti." ujar Raysa dengan manja.


"Hmm, baiklah. Tidurlah istri tercintaku, kumpulkan tenaga untuk ronde ketiga." bisik Fatih yang mana membuat Raysa mebgerahkan sisa tenaganya untuk memukul dada bidanh Fatih.


*


Raysa menggeliat saat mencium aroma makanan yang sangat lezat, perlahan ia membuka matanya, dan yang pertama ia lakukan adalah meraba sisi tempat tidurnya. Tak ada lagi Fatih di sampingnya.


"Abang ..."


"Ya sayang, aku di sini."


Raysa bernapas lega dan tersenyum manis.


"Apa itu?"


"Macaroni kesukaan kamu."


Raysa bangkit dari tidurnya, ia menahan selimut hingga ke dadanya.


Fatih berjalan mendekati Raysa sambil membawa nampan dan meletakkannya di atas pangkuan Raysa.


Raysa mengenyit saat melihat satu bungkusan minuman yang tak asing rasanya berada di atas nampan.


"Ini apa?" tanya dengan wajah polosnya namun terlihat sangat menggoda bagi Fatih.


"Vitamin dari Oma. Katanya biar kuat tahan untuk beronde-ronde.


**


 Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.

__ADS_1


Jangan lupa like and komen.


 Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA


__ADS_2