Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 64


__ADS_3

Pernikahan Quin yang di adakan lebih cepat dari perjanjian awal pun membuat seluruh keluarga kembali sibuk. Raysa yang masih berada di Jakarta juga ikut di sibukkan dengan Quin. Contoh nya seperti saat ini, Quin mengajak Anggel, Kayla, dan Raysa untuk memanjakan diri di salon.


Mama Kesya meminta Anggel, Kayla, dan Raysa untuk menemani Quin ke salon.


" Ca, kamu kapan balik ke Bandung?" Tanya Mama Kesya.


" Seharusnya besok, tapi karena besok hari pernikahan Quin, jadi aku minta izin satu hari lagi, Ma."


" Kamu gimana sama Farhan?"


" Ya gak gimana-gimana juga Ma, "


" Maksudnya gak gimana-gimana juga tu gimana? apa Farhan sudah lamar kamu?"


" Iih Mama, sama keponya kayak Bunda."


" Namanya juga orang tua, Ca."


" Tapi gimana mau di lamar ma, pacaran aja gak dia sama Farhan." Ujar Kayla sambil terkekeh.


" Farhan sok sibuk sih, kaku banget, sama kaya Papi nya. Ntar, kalo Ica nya udah di ambil orang, baru deh nyesel." Tambah Anggel yang mana di sambut tawa oleh Mama Kesya dan Kayla.


" Emang ada yang mau sama Ica? selain si Fatih?" goda Quin yang tadi hanya mendengar pembicaraan mereka.


" Kayak nya gak ada deh. Siapa juga yang mau sama tukang pukul kayak kamu ca, mungkin itu juga alasan Farhan belum mengungkapkan perasaannya ke kamu."


" iih, kok jadi bahas tentang Ica sih? yang mau kawin kan Quin. Lagian, Mbak Anggel dan kak Kayla juga kapan mau mengakhiri masa lajangnya?"


Seketika, Anggel dan Kayla serentak berdehem untuk membasahi tenggorokan mereka. Quin menatap kedua saudaranya itu, dan Quin curiga jika telah terjadi sesuatu dengan mereka.


*


"Ca, Farhan jadi lamar Lo?" Tanya Anggel yang memang sedikit kepo dengan hubungan Raysa, Farhan, dan Fatih. Saat ini mereka sudah berada di salon.


"Hmm, seharusnya nanti malam, cuma Om Riko gak bisa datang karena ada keperluan mendadak."


"Ca, Lo yakin kan sama Farhan?" Kali ini Quin yang bertanya.


"Ya-yakin lah. Lagian udah lama juga kan hubungan aku sama Kak Farhan."


Quin dan Anggel melihat jika ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh Raysa.


"Ca, Mbak kok gak yakin ya sama jawaban kamu? sepertinya ada sesuatu yang kamu sembunyikan."


"Hah? gak ada kok. Ica gak sembunyikan apapun."


"Baiklah, asal kamu gak menyesal di akhir aja, Ca."


"Maksud Mbak?"


"Mbak rasa sudah jadi rahasia umum bagaimana Lana terobsesi dengan Mbak, yang mana terlalu mengabaikan perasaannya sendiri. Dan saat ia menyadari nya, wanita itu sudah sulit untuk di capai." Jelas Quin.


Semua yang ada di sana pun tahu siapa yang di maksud oleh Quin. Quin juga sengaja berkata seperti itu agar menyadarkan Anggel akan cinta Lana kepada nya.


Kayla dan Anggel pun mencairkan suasana canggung dengan menggoda Quin. Dan mereka tentunya berhasil karena telah membahas soal Abi yang mencium Quin di depan seluruh keluarga demi bisa menikahi Quin dengan cepat.


Setelah melakukan perawatan peremajaan kulit, Quin yang memang belum siap menikah dengan Abi pun memiliki ide cemerlang untuk menjebak para pria-pria yang sedang jatuh cinta dengan ketiga wanita yang ada di sebelahnya ini. Dengan keanggunan dan kelentikan jari nya, Quin mengirim pesan yang sedikit membuat kekhawatiran penuh kepada tiga laki-laki tersebut.


Quin, Raysa, Anggel, dan Kayla telah selesai dengan perawatan mereka. Para gadis itu pun keluar dari ruang perawatan sambil tertawa, hingga tawa dan senyum mereka hilang dan di gantikan dengan wajah terkejut serta pucat, tapi tidak dengan Raysa.


Lana dengan gentle nya datang mendekati Anggel dan tersenyum manis di depannya. Begitu pun dengan Zein dan Fatih.


" Mau apa Lo?" Raysa menepis tangan Fatih di saat dirinya ingin di rangkul oleh Fatih.


" Aku antar kamu pulang."


Raysa menyeringai dan langsung memelintir tangan Fatih di saat tangannya ingin kembali merangkul bahu Raysa.


" Aaw....aww...aww...sakit Gaban.."


Quin sudah tertawa terbahak-bahak di belakang mereka. Anggel dan Kayla langsung menoleh.

__ADS_1


" Ulah kamu Quin?" Geram Anggel.


" Kalian kira aku gak tau apa, terjadi sesuatu di antara kalian." Quin menunjuk Kayla bersama Zein, dan Anggel bersama Lana.


" Ka-kami gak pacaran kok." Ujar Kayla dengan gugup.


" Oh, jadi kalian udah pacaran?" Quin terssnyum misterius.


" Quin,...."


" Gimana yaa kalo Mama Kesya tau.."


" Quin, jangan bilang ke Mbak Kesya.. Pliss. " rayu Kayla.


" Oke, tapi ada syaratnya."


" Apa?" tanya Kayla antusias.


Quin menyeringai, ini adalah saat yang tepat mengambil kesempatan ini untuk melarikan diri.


*


Kediaman Papa Arka sudah di dekor dengan sangat indah. Sesuai permintaan Quin, ia tak ingin pihak wartawan mengetahui pernikahan mereka, cukup di hadiri keluarga inti dan kerabat dekat saja.


ceklek..


Quin dan Mama Kesya menoleh kearah pintu.


" Quin, kamu cantik sekali.." Puji Anggel.


Quin tersenyum manis, tak berapa lama Kayla dan Raysa pun datang.


" Eemm, Mama di cariin dengan Papa." ujar Raysa.


Mama Kesya mengerutkan keningnya, "Benarkah?"


" Iya, ada yang mau di bicarakan, penting"


" Baiklah." Mama Kesya pun meninggalkan Quin bersama Anggel, Kayla, dan Raysa.


" Kamu yakin Quin?" Tanya Anggel dengan gugup.


Ya, ini adalah rencana Quin untuk melarikan diri. Quin mengembangkan senyumnya.


" Tenang aja, aku pastikan rencana kita akan berhasil, asal kita bekerja sama."


" Aku takut ketahuan dan kena marah sama Ayah." Ujar Kayla yang juga ketakutan.


" Aku akan tanggung jawab." Quin menoleh kearah Raysa. " Ca, gimana? Fatih dah siap?"


" Hmm,.. Dia udah siap menangkap kamu."


Quin tersenyum. " Bagaimana dengan Lana dan Kak Zein?" Tanya Quin beralih menatap Kayla dan Anggel bergantian.


" Lana dan Kak Zein siap siaga. Mobil sudah terparkir di luar, saat kamu kasih signal, Lana akan langsung masuk kedalam mobil."


" Good.."


Quin memandang jam yang ada di dinding, 30 menit lagi dirinya akan di panggil untuk turun, menyaksikan Abi untuk mengucapkan ijab qobul.


Quin yang menggunakan kebaya buatan Tante Ara pun terlihat sangat cantik. Quin sengaja menggunakan celana Legging, agak ia bebas bergerak saat mengangkat rok nya.


Quin berjalan kearah jendela, Terlihat Fatih yang sudah siap siaga di bawah sana. Quin memberikan signal kepada Fatih, dan di acungi jempol olehnya.


" Kamu gila Quin." Seru Kayla.


" Itu karna aku tak ingin menikah dengan orang yang tak aku cintai."


Kayla dan Anggel hanya menggelengkan kepalanya, sedangkan Raysa menatap aksi kakak sepupu nya itu.


Dengan seutai tali yang tak sampai tanah, Quin menuruni tali yang sudah di simpul-simpul tersebut secara perlahan. Katakanlah Quin gila, karena melarikan diri dengan menggunakan kebaya nikahnya. Tak ada waktu bagi Quin untuk mengganti pakaiannya lagi.

__ADS_1


" Shiit. " Umpat Quin saat tali itu tak sampai ketanah, masih ada sekitar 2 meter lagi ketinggian yang tersisa.


" Bukankah sudah ku bilang, kamu membeli talinya terlalu pendek." Gerutu Fatih.


" Kamu yang menyarankan, jadi ini gimana? " ujar Quin yang masih bergantungan.


" Udah, loncat aja, biar aku tangkap."


" Kamu serius?"


" Yaa.."


" Gimana kalo aku jatuh?"


" Gak akan, cepat.. sebelum ada yang melihat."


Quin menarik napasnya ia menutup matanya, namun suara bariton membuat Quin terkejut dan melepaskan tangannya.


" Quiin..." Teriak Papa Arka yang mana membuat Quin terkejut dan melepaskan pegangannya pada tali.


" Aaammmmpll" Quin menutup matanya, membayangkan rasa sakit di punggungnya, dan berakibat patah tulang, atau terkilir.


Quin merasakan rengkuhan tangan kokoh yang memegang tubuhnya kuat, Quin tau itu bukan tangan Veer, dan aroma tubuhnya juga bukan Veer ataupun Papa Arka dan juga Fatih.


Jantung Quin berdegup cepat, takut jika pemikirannya benar. perlahan, Quin membuka matanya sebelah, dan saat melihat siapa yang menggendongnya, Quin membelalakkan matanya.


" Hai Rapunzel !!!" Sapa Abi yang mana dirinyalah yang menangkap tubuh Quin.


Quin melirik kearah Fatih yang sudah di jewer oleh Papi Gilang. Fatih meringis kesakitan dan meminta ampun.


" Papi, Salah Quin.. Jangan sakiti Fatih.." Mata Quin sudah berkaca-kaca saat melihat Fatih kesakitan.


Papi Gilang terpaksa melepaskan telinga Fatih. Fatih mengelus telinganya yang terasa panas dan sudah memerah.


" aawwwhh..... sakit..." rintih Fatih.


Tak berapa lama Terdengar suara rintihan dari dua pria dewasa.


" Aaww... Daddy... sakiit Daddy...aww...aaw..."


"Daddy sakit .... Aaww ...."


Zein dan Lana meringis sambil memegangi telinga mereka, karena Daddy Bara menjewer telinga mereka sambil menyeretnya kearah Papa Arka.


Mama Puput, Mami Mili, Mami Vina, dan Mama Kesya hampir saja pingsan dengan ulah anak-anak mereka


" Bunda... ampun bunda... Ica gak ikutan.. Ica cuma meramaikan saja Bunda.. Ampun bunda.." Raysa meringis saat Bunda Sasa menjewer telinganya.


" Omaaa, ampun... Omaaa sakit..." Ujar Kayla dan Anggel yang telinganya di jewer oleh Oma Shella.


Quin meringis melihat pemandangan yang membuatnya merasa bersalah.


Kayla, Anggel dan Raysa sudah mengelus telinganya yang terasa panas, dengan wajah tertunduk.


Fatih, Lana, dan Zein juga sudah berbaris sambil mengelus telinganya.


" Maaf.." lirih nya menatap saudara yang sudah menjadi sahabat-sahabatnya itu.


Pernikahan Quin pun di langsungkan dengan Quin sendiri yang menyetujui nya.


Eits, tapi Raysa, Fatih, Zein, Kayla, Anggel, dan Lana pun belum bisa bernafas lega. Karena sehabis ini mereka akan mendapatkan hukuman dari Papa Arka.


Note : Mungkin ceritanya menurut kalian berputar-putar. Maaf, Tapi alur ini aku ikuti di cerita sebelah. Masih ada 2 atau 3 Bab lagi menuju Raysa menyatakan cinta nya kepada Fatih. Dan dalam menuju Raysa mengungkapkan perasaannya, rahasia Fatih juga akan terbongkar.


Aku udh kasih bocoran loh ini.


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..

__ADS_1


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2