
Bara membuka matanya saat merasakan goncangan ditubuhnya.
" Udah jam berapa?"
" Hampir jam 4"
Bara merenggangkan tangannya, mengusir rasa pegal karena tertidur dengan melipat kedua tangannya di dada.
" Gue masuk ya, Lo langsung pulang aja"
" Aku antar sampai pintu apartemen"
" Ck, ntar modus?"
" Enggak, beneran aku antar sampai pintu apartemen"
" Hmm, terserah deh. Yang penting gak boleh masuk lagi yaa"
" Iya mungil" ujar Bara sambil mengelus pucuk kepala Sasa.
Sasa langsung memalingkan wajahnya yang mungkin akan terlihat memerah. Sepertinya semakin hari perasaan Sasa semakin tidak bisa terkontrol. Ingin memiliki, tapi takut kecewa.
Sasa dan Bara tersenyum ramah kepada Satpam yang sedang bertugas. Sesampainya di depan pintu apartemen, Bara menahan tangan Sasa saat Sasa ingin masuk kedalam apartemen setelah membuka pintunya.
Cup..
" Selamat istirahat mungil" Bara daratkan kecupan singkat di bibir Sasa.
Sasa membeku dan hanya mematung mendapatkan ucapan selamat istirahat dari Bara.
" Aku pulang ya"
Sasa masih mematung menatap wajah Bara.
" Kamu diam aku tambah loh nanti"
Sasa masih tidak bergeming, Sasa masih menetralkan fikirannya dan jantungnya yang sedang bekerja keras. Melihat tidak ada reaksi apapun dari Sasa, Bara mendorong tubuh sasa pelan untuk lebih masuk. Bara menutup pintu apartemen dengan menggunakan kakinya. Di raihnya tengkuk Sasa dan diciumi bibir Sasa dengan lembut.
Sasa mengerjap-ngerjapkan matanya, berfikir keras untuk mengembalikan kewarasannya. Sasa melepaskan ciuman Bara dengan menundukkan wajahnya.
Bara menyatukan kening mereka, dihapusnya jejak Saliva yang ada dibibir Sasa dengan menggunakan ibu jarinya.
" Maaf mungil " Bara menjauhkan tubuhnya sedikit. " Kamu istirahat ya, aku pulang. Assalamualaikum"
Bara membuka pintu apartemen dan menutupnya kembali setelah berada di luar.
" Walaikumsalam" jawab Sasa pelan,
Sasa memegang bibirnya. Ada bagian dari dirinya yang tidak rela saat Bara memlepaskan ciumannya, tapi itu semua karena dirinya yang duluan menghentikan ciuman mereka. Sasa memegang dada nya, jantungnya berdetak tak karuan. Sasa membalikkan tubuhnya dan berjalan cepat menuju kamarnya.
" Ya ampun, Lo udah gila Sa? Lo merasa kehilangan saat dia menghentikan ciumannya? Hei, dasar munafik Lo sa. Aaahhh, kenapa aku menginginkannya kembali!!"
Sasa sudah mencak-mencak di atas tempat tidur, dia memeluk guling seakan memeluk tubuh Bara.
" Ya ampun, wangi tubuhnya aja masih nempel di baju gue" Sasa semakin menghirup aroma yang menempel dibajunya. Aroma tubuh Bara yang maskulin dan sangat menenangkan bagi Sasa.
Bara melajukan mobilnya sambil tersenyum. Dia mengingat saat dirinya mencium Sasa tadi.
__ADS_1
" Akhh... seharunya aku cium lebih lama lagi" gumam Bara. " Jadi kangen kan."
Bara memarkirkan mobil nya di garasi. Terlihat Daddy Roy dan Arka sudah siap untuk pergi solat subuh ke menasah komplek.
" Baru pulang? Temani Sasa tidur lagi?" Goda Daddy Roy.
" Gak Dad, tadi ban mobil bocor, ya montirnya kejebak hujan. Tanya Arka deh kalo gak percaya"
" Ya jam 1 udah siap kali Mas montirnya" Ujar Arka.
Bara hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Ngapain kamu di apartemen Sasa?" Daddy Roy menatap tajam kearah Bara. " Kamu gak macam-macam kan Bara? Daddy gak pernah ya ajarin kamu kurang ajar sama perempuan" Terdengar suara Daddy Roy berubah menjadi dingin. Walaupun tidak ada kenaikan oktav dalam nada suaranya.
" Gak Dad, saat sampai di basemen apartemen, Bara ngantuk, jadi Bara tidur di mobil, kebetulan Sasa juga ketiduran di mobil saat Bara antar pula."
Daddy Roy menatap wajah Bara dengan seksama. Setelah merasa apa yang di katakan benar, Daddy Roy pun menganggukkan kepalanya.
" Okey, Daddy percaya. Sekarang ayo kita pergi solat"
Daddy Roy berjalan duluan, dan di susul oleh Arka dan Bara.
Sepulang dari solat subuh, Bara sudah melihat Kesya dan Mami Shella sedang sibuk di dapur. Kesya juga menatapnya dengan seksama hingga sampai memicingkan matanya.
" Mas pulang, tapi udah telat. " Ujar Bara tanpa Kesya bertanya.
" Siapa juga yang tanya"
" Tatapan kamu itu, "
" Nyebelin" kesal Bara.
" Hiikkss..."
Mami Shella langsung menoleh kearah Kesya, dan sudah mendapati wajah Kesya yang berurai air mata. Mami Shella mengambil spatula dan memukul bahu Bara.
" Aduuhhh, sakit Mi" Ujar Bara sambil mengelus bahunya yang terkena pukulan.
" Siapa suruh bikin anak bungsu Mami nangis" Ujar Mami Shella jutek.
" Lah, emangnya Bara ngapain?" Gumam Bara yang masih terdengar oleh Mami Shella.
" Dasar gak pengertian kamu ya, " Mami Shella langsung menjewer telinga Bara, Daddy Roy yang melihat itu pun menggelengkan kepalanya dan merelai mereka berdua.
" Aduuh Mi, sakit Mi.."
" Kesya itu perasaannya sensitif, namanya juga ibu hamil. Jadi kamu harus banyak-banyak bersabar dan jaga omongan kamu" Geram Mami Shella.
" Ooh, " Bara ber O ria dan mendekati Kesya yang sudah berada di dalam pelukan Arka.
" Key, maafin Mas ya. Key mau apa? Biar mas beliin" ujar Bara sambil mengelus rambut Kesya.
" Beneran?"
" Iyaa"
Kesya melepaskan pelukan suaminya dan menatap ke arah Bara. " Key mau Mas Bara ngedance ala K-Pop Korea"
__ADS_1
Bara dan Arka langsung tersedak dengan ludah mereka masing-masing. Yang benar saja Bara harus berjoget ala K-Pop Korea. Sedangkan untuk menonton filmnya saja Bara ogah. Arka sudah menahan senyumnya, namun dalam sekejap senyum itu hilang saat mendengar permintaan Kesya.
" Mas juga ikutan yaa, jadi kan seru tu. Biar benar-benar kayak Boy band" pinta Kesya dengan mata yang berbinar.
" Sayang, tapi__"
" Mas gak mau? Hikss.."
Arka sudah menatap horor kearah Kesya. Benar-benar permintaan istrinya ini sungguh di luar dugaan. Dan ini semua salah Bara. Arka menatap musuh ke arah Bara, sedangkan Bara sudah menatap kearah lain sambil bersiul.
" Sayang, kalo Boy band itu kan gak bisa 2 orang, jadi ganti sama nyanyi duet aja yaa" Arka mencoba bernego dengan sang istri.
" Mas Arka, Bang Duda dan Bang Jodi sudah ada di luar ya. Mi, Kiki pergi latihan Basket ya. Assalamualaikum" Kedatangan Kiki membuat mata Kesya semakin berbinar.
" Tunggu" Kesya menahan tangan Kiki.
" Mas Arka, Mas Bara, Kiki, Duda, Jodi. Pas 5 orang, jadi bisa buat group Boy Band. Yeeeaay... Pokonya kamu harus ikut latihan sama Mas Bara dan Arka. Waktu kalian 5 hari dari sekarang. Dan Hari Minggu, Key mau kalian udah menampilkan penampilan hebatnya. Okey" Titah Kesya.
Kiki yang tidak tau apa-apa, mengerjapkan matanya menatap Kesya. Apa maksud dari kakak cantiknya ini. Kiki menatap Bara dan Arka bergantian, mencari jawaban dari mereka.
" Mbak kesya mau kita ngedance kayak Boy band gitu." ujar Bara, kiki langsung menbelalakkan matanya.
" Gak mau" Tolak Kiki tegas.
" Hiikkss... " Air mata Kesya langsung bercucuran deras saat mendengar Kiki menolak permintaannya.
Kesya langsung berlari menuju kamarnya.
" Sayang, jangan lari-lari" teriak Arka dan mengejar Kesya.
Mami Shella sudah menatap Kiki kesal. Kiki hanya mampu menelan ludahnya.
" Kamu turuti saja permintaan Mbak mu ya. Biar dia senang." Bujuk Mami Shella.
Kiki hanya menghela napasnya pasrah. Kiki ini anak yang cerdas, dia mengerti situasi seorang ibu hamil. Karena Kiki sering membaca buku kedokteran. Kiki ingin menjadi seorang dokter.
" Hah, terserah deh, setidaknya bukan hanya Kiki yang terlihat bodoh"
" Kamu ngatain Mas Bodoh?" Bara menatap Kiki musuh.
" Kiki gak bilang Mas kok"
" Lirikan kamu itu"
Terjadilah kejar-kejaran yang mana Kiki mengelilingi meja makan, begitupun dengan Bara yang berusaha meraih tubuh Kiki. Mami Shella dan Daddy Roy hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak-anaknya. Dalam hati, Mami Shella sudah tidak sabar melihat para pria Maco itu ngedance. Ingin rasanya menyuruh Kesya untuk menambahkan personil ngedance denagn Dady Roy, tapi takutnya lagi enak ngedance encok pula tu pinggang, bukannya ngedace, malah kayak cacing kepanasan ntar.
Haaahh...
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..
salam SaBar ( Sasa Bara)
__ADS_1