
Nando telah menjalani hukumannya. Nando juga harus membayar denda atas apa yang telah di lakukannya.
" Bagaimana, apa kau akan membalasnya?" Riko menyesap kopi yang ada di hadapannya.
" Hmm, tentu. Dia salah memilih lawan."
" Apa kau akan menyebarkan video tersebut?"
Nando tersenyum miring, tentu saja dia akan menjatuhkan Lia. Seperti Lia menjatuhkan harga diri nya. Bahkan Lia berani-berani nya membuat orang tak bersalah menjadi tercela atas perbuatannya.
" Aku akan selalu membantu mu." Riko menatap foto yang ada di hadapannya.
" Apa kau menyukai dia?"
Riko tersenyum tipis. " Dia sangat unik. Tapi sayang, dia akan segera menikah."
" Yaa, dia memang sangat unik. Aku hanya ingin membantu membersihkan namanya."
" Maksud mu?"
" Aku memang mabuk malam itu, tapi aku sangat yakin, jika yang aku tiduri itu bukan Sasa. Melainkan wanita lain. Lagipula tubuhnya tidak ada bercak merah bekas ulah ku." Nando menyesap lemon tea nya. " Kau tau, jika aku sudah bermain, maka tidak akan ada celah mulus yang tertinggal. Terlepas aku sadar atau pun tidak."
" Kau memang bajingan."
" Yaah, begitu laah"
" Kau menyukainya juga?" Nando menghentikan gerakannya, lalu dia tersenyum.
" Gadis itu memiliki daya tarik tersendiri."
" Jangan bilang kau akan merebutnya."
Nando terkekeh. " Aku memang pria brengsek. Tapi aku masih memiliki tanggung jawab terhadap istri ku"
Riko tertawa. " Apa dia masih merajuk dengan mu?"
" Bukan Nando namanya jika tidak bisa menaklukkannya kembali."
" Aku heran, kenapa kau bisa menjalin hubungan dengan Lia."
" Karena dia mencintai ku"
" Dan kau?"
__ADS_1
" Awalnya aku juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Akan tetapi perlakuannya yang terlalu over protektif kepadaku membuat ku muak. Aku juga ingin memiliki istri yang bisa memasak, tapi Lia? Dia membenci memegang bumbu-bumbu dapur."
Riko masih menyimak apa yang di ceritakan Nando.
" Aku tidak tau jika dia bertunangan dengan Bara. Selama ini dia hanya mengatakan jika Bara adalah sahabatnya, dan tidak menutup kemungkinan jika Bara menyukainya, karena dia cantik. Aku akui itu, dia memang sangat cantik. Tapi lama kelamaan aku bosan dengan hubungan yang kami jalani, hingga akhirnya aku mengetahui jika Bara ternyata adalah tunangannya. Lalu aku bertemu dengan Claudia. Dan aku kembali jatuh cinta kepada gadis berkulit coklat itu."
" Dan kau menikahinya?"
" Yaa, aku menikahinya karena dia pantas untuk menjadi ibu dari anak ku."
" Lalu, apa yang akan kau lakukan kepada Lia?"
" Aku hanya melakukan apa yang telah dia lakukan kepadaku. Dia mencemari nama baikku, dan aku akan melakukan hal yang sama"
" Tapi kau tidak kehilangan klien mu"
" Itu karena memang pekerjaanku sangat memuaskan. Walaupun aku bermain curang di awal. Tapi pekerjaan ku membuat mereka puas. Bahkan lebih dari kata Puas."
Di tempat lain, Mami Shella sedang geram dengan mulut teman-teman sosialitanya. Bagaimana mungkin mereka bisa membicarakan hal seperti itu, sedangkan mereka juga memiliki anak perempuan.
" Mi, jangan difikirn, biarin aja" Ujar Sasa sambil mengelus lengan Mami Shella.
" Gak bisa gitu Sa. Mulut mereka itu harus di pelajaran."
" Itu bukan Salah kamu. Itu hanya kecelakaan. Dan bagi Mami, kamu tetap gadis suci kesayangan Bara."
Sasa tersenyum tipis, ada rasa lega di hati karena keluarga Bara menerimanya dengan baik, walaupun ada rasa gelisah dan bersalah di dalam hatinya.
"ck..CK..CK... dasar perempuan tak tau malu"
Sasa menoleh kearah sumber suara. Ada Lia di sana, sejak kapan perempuan itu ada di sana?.
Saat ini Sasa sedang berada di sebuah taman, menenangkan fikiran dan hatinya setelah mendengar sindiran dari teman-teman Mami Shella tadi.
" Apa mau mu?"
" Aku? mau aku?. Ha..ha..ha.. Mau aku kau pergi dari kehidupan Bara"
" Aku tidak akan pergi dari kehidupan Bara."
" Oowww, apa kau tau. Kau itu sumber masalah di keluarga Bara. Bara di skors karena memiliki hubungan dengan mu, seluruh keluarganya di curigai dan di jadikan saksi karena telah berhubungan dengan gembong narkoba."
" Aku bukan gembong narkoba. Semua sudah terbukti, dan aku tidak bersalah."
__ADS_1
" Oh yaa? Lalu bagaimana dengan kedua orang tua mu? mereka sengaja membayar orang untuk membersihkan nama orang tuamu. Dan kau tau, Om Roy sampai di tuduh menyelundupkan uang karena berhubungan dengan kamu. Toko kue harus tutup karena di lempari telor busuk, dan Tante Shella, dia harus masuk rumah sakit karena ulah mu itu membuat seluruh keluarganya terkena sial."
" Kau bohong, Bara tidak mungkin di scors."
" Kau tidak percaya? Tanya kan saja apa kepada orangnya, apa yang aku katakan bohong atau tidak. " Lia berjalan mendekati Sasa.
" Kau tau, jika aku menjadi dirimu, aku akan pergi sejauh-jauhnya hingga mereka tidak bisa menemukanku. Karena apa? Karena kau pembawa sial. Lihat saja, walaupun namamu sudah bersih, mereka masih menganggaomu wanita ternoda yang tidak pantas untuk Bara."
" Lalu, apa kau pantas untuk Bara?"
" Tentu saja, karena kami masih saling mencintai." Lia menegakkan tubuhnya. " Ingat perkataan ku. kau pembawa sial, jadi sebaiknya kau menjauh dari kehidupan Bara."
Setelah mengatakan itu Lia meninggalkan Sasa sendirian. Air mata Sasa jatuh tanpa bisa Sasa cegah. Apa yang di katakan Lia? Apa benar jika semua keluarga Bara mendapatkan sial karena dirinya?. Sasa akan mencari tahu akan hal itu.
Sasa tengah membersihkan meja dintoko Kesya. Memang semenjak dia kembali bekerja, toko Kesya tidak terlihat seperti yang kemarin-kemarin saat dirinya sebelum mendapatkan scandal.
" Len, apa boleh aku tanya sesuatu?"
Lena menganggukkan kepalanya. " Mbak mau tanya apa?"
" Eemm, apa selama saya di penjara, toko ini pernah tutup?"
" Hmm, dua hari kami terpaksa tutup, karena ada orang yang melemparkan telur ke jendela. dan pintu. Bahkan sampai mengenai pelanggan."
Bela yang tak sengaja mendengar pembicaraan Lena dan Sasa pun langsung mendekat.
" Len, di cariin malah di sini. Itu Ica tadi nyariin kamu di dapur. Katanya kamu pinjam uang sama dia. ayo di selesaikan dulu" Bela menarik paksa tangan Lena. Lena hanya tercengang dan mengikuti Bela.
" Lo apaan sih bilang ke Mbak Sasa kalo toko sampai tutup dan di lempari telur. Kalo Mbak Sa merasa bersalah gimana?" tegur Bela saat mereka di sudah sampai di dapur.
" Ya ampun, mulut gue iih.. Gue lupaa.." Lena memukul mulutnya pelan berkali-kali.
Sasa yang mendengar pembicaraan mereka tersenyum kecut. Dadanya terasa nyeri, karena mengetahui fakta, dimana apa yang di katakan Lia benar adanya. Sasa pun bertekad untuk mencari tau tentang Daddy Roy, apa benar Daddy Roy juga terkena getah dari masalah dirinya? kemudian Bara, beruang madunya itu. Apa benar Bara di scors?. Sasa kan mencari tahunya.
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..
salam SaBar ( Sasa Bara)
__ADS_1