Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F 45


__ADS_3

Pertemuan keluarga besar dengan istri Veer pun membuat seluruh keluar terkejut. Karena yang menjadi istri Veer adalah Nafisa danudirja. Pengusaha dalam bidang pembangunan.


"Waah, gak nyangka jika Veer menikah dengan Nafisa, ini bukan pernikahan yang terjadi karena bisnis kan?" Tanya Mami Vina.


"Bukan Mi, pernikahan ini terjadi karena sebuah kecelakaan." Ujar Veer. Untungnya saat ini hanya ada Mami Vina, Mami Mili, dan Mama Kesya.


"Kecelakaan? kecelakaan gimana?" Tanya Mami Mili Panik. "Kamu gak hamili Nafi kan?" Tebak Mami Mili.


"Gak Mi, Veer gak lakukan hal itu." Veer menarik napasnya, dan membuangnya perlahan. Jika sudah masalah begini, Maka Mami Mili akan marah karena tidak ingin jika anak-anak nya mengulang kesalahan yang sama dengan diri nya. cukup dirinya dan Papi Gilang saja yang melajukan kesalahan besar, walaupun itu tak di sengaja, Jangan anak-anak mereka.


"Baiklah, Veer akan ceritakan."


Veer pun menceritakan bagaimana diri nya dan Nafi bisa terjebak dalam pernikahan itu. Sehingga Mami Mili bernapas lega.


"Huuf, syukur lah. Mami harap di antara kalian akan tumbuh cinta. Seperti apa yang Mami dan Papi rasakan dulu." Ujar mami Mili yang mengingat saat dirinya jatuh cinta setelah mereka menikah.


"Kami hanya menikah 6 bulan saja, dan jangan berharap lebih Mi atas pernikahan ini."


"Tetap saja, Mami akan berdoa kalian menjadi pasangan selamanya. Amin.."


"Amiin.." Jawab Mama Kesya dan Mami Vina bersamaan.


*


"Hai kakak ipar, perkenalkan Kau Fatih." Fatih mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Nafi. "Ah ya, ini hadiah untuk pernikahan kalian."


"Pernikahan ini hanya formalitas saja Fatih." Ujar Veer.


"Namun tak ada salahnya kan dengan memberi hadiah? ya gak?" Fatih mencari pembelaan dari sahabat dan juga sekaligus sepupu-sepupu nya itu.


"Yoi bro." Jawab Lana. Pasalnya Lana juga memberikan sebuah tas mewah limited edition untuk Nafi sebagai hadiah pernikahan mereka.


"Terima kasih." Jawab Nafi. Tanpa Veer ketahui jika hati Nafi menghangat mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari orang yang baru di kenalnya. Rasanya Nafi betah berada dalam lingkungan Veer, namun Nafi harus mengingat kembali jika mereka hanya menikah dalam kurun waktu 6 bulan, kemudian mereka akan berpisah.


"Kamu jangan terkecoh dengan Fatih dan Lana. Mereka lebih tua dari Aku. Cuma mereka ini sok muda aja." Ujar Veer kepada Nafi.


Nafi hanya tersenyum menanggapi ucapan Veer, karena di mata Nafi memang mereka terlihat seperti seumuran.


Perkenalan yang hangat pun membuat Nafi tak secanggung awalnya.


"Raysa gimana?" Tanya Anggel yang sudah duduk di sebelah Fatih.

__ADS_1


"Hah, begitulah. Dia sehat."


"Bukan itu, apa masih menutup hati nya untuk kamu? dan masih melihat ke arah Farhan saja?"


Fatih tersenyum, "Aku gak tau. Biarkan waktu yang menjawabnya. Aku hanya akan menjalankan apa yang kata hati ku katakan."


"Sok puitis Lo." Ujar Lana dan menggemplang kepala Fatih.


"Sirik aja Lo. An, jangan mau sama dia. Gak tetap pendirian." Ujar Fatih memprofokasi Anggel.


Lana memberikan tatapan tajam kepada Fatih, sedangkan Fatih tertawa terbahak-bahak.


Di tempat lain, Raysa menunggu sebuah pesan dari Fatih. Namun tak satu kabar atau pesan, atau panggilan masuk pun yang berada di ponselnya.


"Kok belum kasih kabar ya?" Ujar Raysa sambil menatap ponselnya.


Raysa merasa suntuk, ia pun mengambil remote tv dan menghidupkan nya. Namun ia masih merasa tak enak jikanbelum mendapatkan kabar dari Fatih. Raysa pun mengambil ponselnya dan ingin mengirim pesan kepada Fatih, namun Tak berapa lama ponselnya berbunyi dan menampilkan nama Farhan di sana.


Raysa awalnya tersenyum lebar saat ponselnya berdering, namun saat melihat nama Farhan, senyum Raysa sedikit memudar. Raysa berdehem dan menetralkan suaranya yang terlampau tersulut kesal.


Perlahan Raysa menggeser tombol hijau, hingga terdengar suara Fatih mengucapkan salam.


*


Fatih pun menghela napasnya lelah. Seharian ini ia sengaja tak mengirimkan pesan kepada Raysa, karena ingin mengetahui bagaimana reaksi Raysa jika dirinya tak mengirimi pesan duluan.


"Hah, sudah lah Fatih. Jika begini terus kamu akan jadi bujangan." gumamnya.


"Salah siapa cinta terlalu dalam?"


Fatih menoleh dan melihat pantulan dirinya yang sedang bersandar di dinding lemari nya. Fatih mengerjapkan matanya apa saat ini dia tengah tertidur dan bermimpi.


"Lo yang terlalu cinta sama Layca, sehingga Lo gak bisa liat ada wanita lain yang lebih baik dari dia. Mata hati Lo udah buta."


Fatih mengucek matanya, kemudian ia kembali fokus ke pantulan diri nya itu. Masih ada .. dia masih ada di sana. Fatih merasa merinding, apa saat ini dia berada di dunia lain?


"Si-siapa Lo?"


"Gue? gue adalah Lo, dan Lo adalah gue."


"Waah, seperti nya gue harus ke psikiater sekarang."

__ADS_1


"Yups, Lo harus ke sana. Lo harus hilangin rasa terobsesi Lo dari Laysa."


Pantulan diri Fatih pun mendekat, membuat Fatih memundurkan tubuhnya hingga bersandar di sofa. Fatih menelan ludahnya di kala pantulan dirinya itu mencondongkan tubuhnya kearah nya.


"Lo harus ingat, wanita gak hanya tentang layca, periksakan diri Lo, mungkin ada yang salah di dalam sana."


Fatih mengikuti arah tunjuk pantulan dirinya, yang menunjuk ke arah dada nya. Saat Fatih sedang melihat kembali kearah pantulan dirinya, pantulan tersebut sudah tak ada lagi. Membuat Fatih bergidik ngeri dan merasa jika diri nya benar-benar sudah gila.


"Huuff, sejak kapan kamar gue jadi berhantu. huuff, kayak nya gue mesti periksa ini. Jangan-jangan gue udah jadi indigo lagi. Iihh, serem.." Fatih berjalan kearah kamar mandi,


"Eh, sebelum gue tidur, kayak nya gue harus pastiin dulu deh, kalo gue ini belum meninggal."


Fatih pun berjalan keluar kamar nya dan mencari Sang mami. Fatih melihat jika televisi di ruang keluarga masih hidup, dan bisa dipastikan jika sang Mami pasti belum tidur. Fatih lun berjalan menuju dapur dengan percaya diri.


"Ahhh, mas.. Kalo ... ah.. anak-anak lihat gimana?" Desah Mami Mili yang mana sedang di cumbu oleh Papi Gilang.


"Mereka sudah tidur, sekarang sudah jam 11 malam sayang, jadi nikmati lah." Ujar Papi Gilang yang tengah asik menyusu.


Untungnya posisi Mami Mili sedang membelakangi Fatih, jadi apa yang di lakukan oleh Papi Gilang tidak terlalu terlihat eh Fatih.


Fatih meringis kemudian ia berjalan mundur. Fatih merasa jantungnya berpacu dengan cepat. Yang benar saja orang tua nya, masa mau begituan gak lihat tempat sih?


Hadeew, sudah lah anak nya yang lajang ini masih jomblo. Mana jomblo karatan lagi. Uughhhh, jangan kan begituan, ciuman aja belum pernah.


Hah, ini akibat dari Fatih yang ingin merasakan ciuman pertamanya dengan Raysa.


Fatih dengan cepat kembali ke dalam kamar, ia pun langsung masuk kamar mandi, membersihkan diri, dan melaksanakan sholat malam. Cara ini lebih baik untuk membuat hati nya tenang.


Jangan lupa follow aq yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....

__ADS_1


__ADS_2