
Sasa sedang membantu Mami Shella menyiapkan menu sahur.
" Sa, mata kami kok sembab? Kenapa?" Mami Shella sengaja bertanya dan berpura-pura tidak tahu.
" Ah, ini... "
" Sasa kangen neneknya Mi." Bara datang dan menjawab pertanyaan Mami Shella.
" Kita pergi ziarah lusa yaa ? mumpung hari Minggu." Mami Shella merangkul bahu Sasa.
" Iya Mi."
Sasa melihat kearah Bara, dan Bara tersenyum lembut.
Mami Shella dan Daddy Roy memanggil Bara dan Sasa setelah pulang dari sholat tarawih.
" Jadi begini, Mami dan Daddy ingin membuat acara pesta pernikahan kalian." Ujar Daddy Roy.
Sasa menoleh kearah Bara.
" Anak laki-laki Daddy dan Mami cuma satu, Jadi Mami ingin Pernikahannya juga berkesan." Daddy Roy menjeda ucapannya. " Kalian jangan fikirkan masalah biaya, Daddy akan menanggung semuanya."
" Daddy, Maaf jika Bara menyela ucapan Daddy. Tapi, Bara pria dewasa yang sudah bekerja dan memiliki istri. Jika Daddy dan Mami ingin pesta untuk pernikahan Bara, Maka Bara akan mengusahakannya dengan usaha Bara sendiri."
Bara sebenarnya sudah memutuskan untuk menghargai permintaan Sasa, Namun Bara juga tidak bisa menolak atas permintaan kedua orang tuanya.
" Mas.." Sasa memegang lengan Bara. Bara menoleh dan menganggukkan kepalanya pelan.
" Bara akan__"
" Bara, Daddy tau, kalo kamu adalah pria yang bertanggung jawab. Daddy tau itu. Vina dan Kesya menikah dengan orang berada, Semua pernikahan mereka di biayai oleh suami mereka. Daddy seakan tidak berdaya dan merasakan jika Daddy tidak bisa menjadi ayah yang baik. Dan kali ini, Daddy mohon, kamu mau terima permintaan Daddy."
" Daddy.." Mata Bara sudah berkaca-kaca.
" Sasa, kamu sudah Daddy dan Mami anggap sebagi Puteri kami. Jadi, sebagai orang tua, bisakan kalo kami menjalankan tugas kami, untuk membuatkan pesta yang meriah untuk putrinya.."
Air mata Sasa terjatuh, pantas kah dirinya diperlakukan sebaik ini?
" Mas.." Bara menoleh dan menggenggam tangan Sasa.
" Sasa, kamu mau kan, kali Mami dan Daddy membuatkan pesta untuk kalian.?"
" Mi.. Sasa merasa gak pantas untuk menerima semuanya.. Sasa.. hikss.."
Mami Shella berpindah duduk menjadi kesebelah Sasa dan memeluk tubuh Sasa.
" Kamu putri Mami, jadi kamu pantas mendapatkan apa yang orang lain juga dapatkan. Jangan pernah merasa diri kamu rendah Sa. Kamu punya Mami, Daddy, Bara, dan semuanya. Kamu punya segalanya."
" Mi.. hiks.."
" Mi, Daddy. Bara perlu membicarakan masalah ini dengan Sasa."
" Tentu, kami akan menunggu jawaban kalian."
Bara menuntun Sasa ke kamar. " Mas."
__ADS_1
" Mungil, Aku mohon, kamu mau yaa, terima tawaran Mami dan Daddy, aku gak bisa melihat mereka kecewa, keinginan mereka adalah hidup ku mungil."
" Mas, tapi itu sama aja kita membebankan semuanya kepada Mami dan Daddy, aku gak mau__"
" Mungil, Aku punya sedikit uang. Kita kan gunakan uang itu untuk membuat pesta, dan selebihnya kita serahkan kepada Mami dan Daddy."
" Tapi Mas.."
" Mungil, aku anak laki-laki satu-satunya. Mereka pasti ingin yang terbaik buat aku."
Sasa terlihat berfikir, dan menatap kedalam mata Bara. Ada ketulusan di sana, Sasa pun perlahan menganggukkan kepalanya. " Aku ikut keputusan kamu Mas. Tapi tolong bilang sama Mami dan Daddy, jangan berhutang demi membuat pesta kita. Aku mohon Mas."
" Baiklah."
Bara dan Sasa kembali keluar. Mami dan Daddy menampilkan senyum terbaik mereka.
" Bara dan Sasa sudah memutuskan, kami menerima tawaran Daddy dan Mami, tapi..." Bara menjeda ucapannya. " Bara ada sejumlah uang yang memang ingin Bara gunakan untuk membuat pesta sebenarnya. Bara akan serahkan semuanya kepada Mami, dan Mami cukup menambahkan berapapun kekurangannya di sana."
" Baiklah, Mami dan Daddy terima."
" Satu lagi Mi, ini permohonan dan permintaan sasa"
Mami Shea dan Daddy Roy menanti kelanjutan ucapan Bara.
" Sasa tidak ingin Mami dan Daddy mengambil pinjaman ke Bank atau mana pun. Sasa meminta, gunakan saja uang Yang ada. Jika uang tersebut tidak bisa membuat pesta yang meriah. Tidak masalah, cukup dengan sykuran bersama saja."
Mami dan Daddy Roy tersenyum. " Kamu tenang aja Sasa, Daddy gak akan meminjam uang ke mana pun. Daddy mu ini rajin menabung, jadi Daddy mempunyai tabungan untuk anak-anak Daddy."
Sasa tersenyum. " Maaf, jika Sasa mengecewakan."
Sasa menganggukkan kepalanya. Daddy Roy melebarkan tangannya untuk Sasa masuk kedalam pelukannya. Sasa memandang Bara, dan Bara menganggukkan kepalanya. Sasa pun masuk kedalam pelukan Daddy Roy.
" Makasih Sa, udah memikirkan masa depan kami."
Mami shella ikut masuk kedalam pelukan Daddy Roy. Bara tidak mau ketinggalan, dia juga ikut memeluk keluarga nya.
" Kok pada pelukan?"
Vina yang tiba-tiba datang langsung ikut bergabung memeluk semuanya.
" Sasa mana yaa, kok udah hilang?"
Mami yang tadinya menangis, tertawa mendengar candaan Daddy Roy. Tapi benar, Sasa sudah menghilang karena ketutupan Mami Shella, Bara, Dan Vina."
Keesokannya, Mami Shella menghubungi Kesya untuk datang kerumah, dan membahas tentang pernikahan Bara dan Sasa.
" Jadi, kita buat acaranya di rumah aja, dengan bajet segitu."
" Kok di rumah sih.. Kesya bantu gedung dan pihak WO."
" Vina urus semua catering nya."
Sasa menantap kedua adik iparnya. "Ini sudah sangat berlebihan."
" Kenapa Mbak? Kita ini keluarga, jadi sudah harus saling membantu kan? Lagian waktu aku nikah dulu, Mas Bara banyak banget bantuin ya. emang sih gak ngeluarin duit, rapi tenaga dan ide Mas Bara itu selalu menciptakan pesta yang sesuai dengan keinginan kami." Ujar Vina.
__ADS_1
" Iya Mbak, jadi ini adalah salah satu bentuk rasa bersyukur kami karena memiliki Abang seperti Mas Bara. Yang selalu ada di saat kami butuhkan. Dan juga bentuk rasa sayang kami kepada Mbak Sasa."
"Hikks.."
Mami Shella mengelus punggung Sasa, dan memelukknya. Kesya dan Vina ikut memeluk, menenggelamkan Sasa di dalam pelukan Mami Shella.
" Loh, kok istri Mas di buat nangis??" Bara mendudukkan dirinya di kursi single.
Kesya, Vina, dan Mami Shella merelaikan pelukannya. Sasa menghapus air matanya.
" Aku gak nangis kok Mas, aku cuma bahagia. Hikkss.."
" Bahagia kok nangis sih.. sini, Mas pangku." Bara menepuk Paha nya.
" Gak sopan depan Mami."
" He..he..he.., canda Mi."
Usrusan pesta pernikahan pun selesai, Bara dan Sasa cukup mengikuti apapun perintah Mami Shella. Seperti saat ini, Mereka tengah fitting baju pernikahan di butik milik Tante Dewi, temannya Oma Laura.
Daddy juga menepati janjinya, untuk berziarah ke makam neneknya Sasa yang berada di kampung.
Sesampainya di kampung, mereka singgah dulu ke rumah Pakde dan Bukde.
" Bukde senang kamu sudah menikah, dan mau mampir k sini."
Mami Shella, Daddy Roy, dan Bara pun mengobrol santai dengan pakde, Sambil mengistirahatkan diri mereka dari perjalanan jauh.
" Kami bahagia nduk?" tanya Bukde. Saat ini mereka berada di dapur, sedang memasak makan siang.
" Iya bukde. Mami dan Daddy orang yang sangat baik. Mereka menyayangi Sa sepertj anak sendiri."
" Nak Bara?"
" Mas Bara juga, dia sangat baik."
" Dan sangat mencintai kamu seperti nya "
Wajah Sasa memerah mendengar pujian dari bukde. Setelah menghidangkan menu berbuka puasa. mereka pun menikmati pun berbincang sambil menunggu waktu berbuka bersama.
Bukde dan Pakde sangat senang saat mendengar Sasa dan Bara akan kembali menikah secara resmi, dan bahkan di buatkan pesta.
" Bukde dan Pakde jangan lupa datang yaa.." Ujar Bara.
" Insya Allah."
keesokan harinya, Bara, Sasa, Mami Shella, dan Daddy Roy pun pamit. Kemudian mereka berziarah ke kuburan nenek. Bara memimpin membacakan doa. Mereka pun bergantian menaburi bunga dan menyiramnya. Setelah berziarah, mereka kembali pulang ke Jakarta.
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Salam SaBar... (Sasa & Bara )
__ADS_1