Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 127 " Buah cempedak"


__ADS_3

" Udah?" Tanya Sasa yang melihat Bara masuk kedalam kamar.


" Iyaa, kenyang banget sayang. Oh ya, Kesya mau pulang itu."


" Iyaa.." Sasa pun menyelesaikan mainnya bersama Veer.


" Yuukk, kita ke tempat Mama.."


Dengan perutnya yang sudah terlihat, Sasa menggendong Quin dan menghampiri Sasa. Tadinya Bara sudah meminta agar dirinya yang menggendong Veer, namun Veer menolak dan tetap ingin di gendong oleh Bundanya.


" Waah, kenyang banget yaa.." Sasa melihat semua orang sudah bersender karena kekenyangan.


" Iya Mbak, mantap-mantap banget durian nya. Kuning, isi tebal, top markotop deh.."


Setelah berbincang beberapa lama, Kesya, Vina, Vano, Om Nazar, Tante Rosa, Kiki, Om Bram, dan Tante Mega pun kembali pulang ke rumah masing-masing.


Seperti biasa, Zein meminta untuk tidur bersama Sasa. Dan Vina bisa apa? karena Zein menangis untuk minta tidur sama Sasa. Untungnya Kayla dan Anggel sudah tertidur, jika tidak pasti juga bakal ikut menangis dan meminta tidur dengan Sasa.


" Aduuuh, anakku bukan anakku, anaku anak kandung ku mencintai ipar ku." Dan banyak lagi judul film yang ada di ikan terbang yang Vina sebutkan.


Sasa, Mami Shella, Daddy Roy, Om Nazar, Tante Rosa, Om Bram, dan juga Tante Mega tertawa mendengarkan Vina menggerutu dengan menyebut mama fiml yang sempat viral itu.


Zein terlihat tidur sangat tenang, Awalnya Zein terlihat gelisah, namun setelah Sasa membuka baju dan membiarkan Zein hanya menggunakan Singlet dan semp*ak nya saja, Zein terlihat tenang dalam tidur nya. Efek makan durian yang banyak mungkin.


.


.


" Mas, aku pingin buah cempedak deh." Ujar Sasa tiba-tiba saat Bara baru saja pulang dinas Malam.


" Cimpedak?" beo Bara.


" Hmm, Pingin banget.."


" Di mana carinya? lagi gak musim gini?"


" Gak tau, pokoknya Mas harus cariin buah cimpedaknya yaa.."


Bara menggaruk kepalanya, yang benar saja Mungilnya, dimana Bara harus mencari buah cimpedak, sedangkan buah tersebut adanya jika sudah musim saja.


" Mass, kok diem sih? Gak mau yaa? ya udah deh kalo Mas gak mau."


Sasa merajuk, dirinya langsung masuk kamar dan merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Tak lupa Sasa menutup dirinya dengan selimut.


Bara menggaruk kepalanya, jika di kinta cari buah mangga, Bara pasti bisa mendapatkannya, namun ini cimpedak, buah yang adanya saat musim cimpedak, di mana Bara harus mencarinya?


" Mungil, jangan ngambek dong. Ntar dedek bayinya cemberut loh.. Iyaa, nanti Mas cariin ya buahnya. "


" Janjii?"


" Iyaa Janji."


Sasa membuka selimutnya dan memeluk tubuh Bara yang sudah berada di sampingnya.


" Terus, kenapa masih di sini?" Tanya Sasa yang melihat Bara belum jug bergerak untuk mencari buah cimpedak.


" Iya sayang, iya.. Ya udah, aku cari buahnyanya yaa.."

__ADS_1


" Iyaa, aku tunggu Mas d rumah aja yaa.."


" Iyaa mungil.." Bara mengecup pucuk kepala Sasa.


Bara pun beranjak dan membersihkan dirinya. Sebenarnya Bara sedikit ellah, karena semalam Bara ikut patroli, mengontrol jalanan yang akhir-akhir ini sedang banyak laporan jika dijalan sedang heboh dengan begal. Padahal jalan tersebut sebelumnya aman-aman saja.


Bara keluar dari kamar mandi, dan sudah melihat Sasa tertidur dengan cantiknya. Bara pun menyunggingkan senyumnya.


" Loh, mau kemana lagi Bar?" Tanya Mami Shella yang melihat Bara sudha kembali rapi, padahal baru saja pulang kerja.


" Iya Mi, Bara mau cari buah cimpedak. Sasa kepingin."


" Hah? Cimpedak?" Mami Shella terkejut.


" Iyaa, di mana ya Mi nyarinya itu?"


" Aduuh, kalo bukan musimnya sih sudah Bar."


Bara menggaruk kepalanya, " Tu dia Mi,Bara bingung mau cari ke mana."


" Coba deh ke pasar buah Yang ada di pasar pekan, mungkin ada. Siapa tau rezeki kan."


" Iya Mi, ya udah kalo gitu Bara pergi ya Mi, assalamualaikum." Bara mencium punggung tangan Mami Shella.


" Walaikumsalam."


Bara pun berlalu dengan menggunakan Motor, alasannya agar tidak susah untuk memarkirkan kendaraannya.


Bara sudah berkeliling di setiap pasar, dari pasar pekan, sampai pasar harian Bara sudah mencarinya. Bara pun juga melewatkan makan siangnya, hingga jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Bara pun akhirnya memutuskan pulang, dan berharap Mungilnya tidak ngambek karena tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.


" Assalamualaikum.." Ujar Bara dengan suara yang letih.


Sasa mencium punggung tangan Bara, namu matanya juga melihat kearah motor dan juga tangan Bara yang kosong tanpa membawa tentengan plastik.


" Cempedak nya mana?" Tanya Sasa.


" Emm, maaf ya mungil, Mas gak bisa dapatin buahnya. Mas udah nyari kemana-mana, tapi gak dapat juga. Maaf ya mungil." Ujar Bara dengan sesal.


" Hmm, ya udah Deh." Terdengar helaan napas kecewa, Sasa benar-benar menginginkan buah tersebut.


.


.


" Sasa mana? gak ikut makan malam?" Tanya Mami Shella yang tidak melihat Sasa bersama Bara.


Memang sih, Biasanya Sasa membantu Mami Shella memasak, namu. hari ini Sasa seperti mengurung dirinya di dalam kamar.


" Gak selera makan Mi, " Ujar Bara dengan wajah sedih.


" Kenapa?"


" Gak dapat buah cimpedak."


" Ooh, ya udah entar kamu paksa makan yaa, biar dikit asal makan nasi. "


" Iya Mi."

__ADS_1


Bara pun mengikuti saran Mami Shella, Bara membawa nasi di atas nampan kedalam kamar.


" Mungil, makan yukk." Ajak Bara


" Gak lapar Mas."


" Ayok dong, sayang Adek bayinya kalo kamu gak makan."


" Tapi aku gak lapar Mas."


" Dikit aja, tiga suap boleh juga."


" Mas.." Rengek Sasa.


" Mungil, demi anak kita sayang. Makan yaa.."


Akhirnya Sasa mengalah dan membiarkan Bara menyuapkan nasi kedalam mulutnya. Sasa benar-benar makan hanya tiga suap. Dirinya sungguh sangat kenyang dan tak berselera.


Bara menghela napasnya, sepertinya Bara harus mencari si buah cempedak itu.


.


.


Pagi ini Sasa terlihat masih murung, namun Sasa tidak mau terlalu menyampaikannya. Sasa merasa bersalah karena kemarin telah membuat suami tercintanya itu kelelahan, namun Sasa juga sulit mengontrol emosinya.


Semalaman Sasa sulit tidur karena menolak di peluk oleh Bara, padahal dirinya sangat ingin dipeluk.


" Pagi Mi." Sapa Sasa


" Pagi sayang, Kok masih cemberuy sih.." Goda Mamis Shella.


Sasa memaksakan senyumnya, namun masih saja wajahnya terlihat tidam berseri.


" Mungil, aku berangkat kerja yaa.."


" Iya Mas,"


" Kamu ada rencana ke mana hari ini?"


" Gak ada, lagi malas keluar aja Mas."


" Iya sayang. " Bara mengecup kening Sasa, setelah Sasa mencium punggung tangannya.


" Aku pergi ya.."


" Iya Mas, hati-hati ya.."


Setelah kepergian Bara, Sasa pun kembali kedalam kamarnya.


IG : RIRA SYAQILA


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...

__ADS_1


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2