Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 48 " Pejuang cinta"


__ADS_3

" Apa? Dance? bwahahaha...." Sasa tertawa terbahak-bahak saat Bara mengatakan jika Kesya meminta dirinya, Arka, Jodi, duda, dan Kiki untuk latihan dance ala K-Pop.


" Mungil, kamu bahagia banget kayaknya. "


" Huhu.. gue penasaran dengan Lo yang kaku itu, ngedance."


" Mungil.."


" Hmm? Eh..eh.. apaan sih" Sasa terkesiap saat Bara sudah menarik pinggangnya dan memeluk tubuhnya.


" Kamu bilang tubuh aku kaku? Aku cuma mau kasih ingat kamu aja, kalo aku bisa dansa"


" Beda kali. Udah ah, lepasin"


" Gak mau, habisin satu lagu"


" Dasar modus. Lepasin gak?"


" Gak?"


" Dasar Beruang. Lepasin iih, napas gue sesak kalo Lo meluk gue erat gini"


Bara merelaikan pelukannya.


" Mau ngapain?" Tanya Sasa saat Bara mendekatkan wajahnya ke wajah Sasa.


" Mau kasih kamu napas buatan"


" Dasar mesum, sana jauh-jauh." Sasa menolak tubuh Bara untuk menjauh dari nya.


Bara terkekeh saat melihat wajah Sasa yang malu-malu seperti itu.


" Semalam gak nolak, kok sekarang nolak?"


" Apaan sih, dasar mesum"


" Cuma mesum sama kamu mungil "


" Dasar pembohong, "


" Serius mungil, cuma sama kamu"


" Terus, Lia dan mantan-mantan kamu gimana? udah berapa bibir yang kamu cicipi?" Nada suara Sasa terdengar seperti sedang kesal, apa boleh dikatakan jika Sasa cemburu?


Sasa yang tengah sibuk mengeluarkan Bara belanjaan Baranyang berupa cemilan keatas meja pun membalikkan tubuhnya saat tidak mendengar jawaban Bara.


" Aaaa" Sasa terkejut karena Bara ternyata sudah berada di belakangnya.


Bara mengangkat tubuh Sasa dan mendudukkan nya di atas meja.


" Cuma dua bibir, Lia dan kamu"


Sasa menggigit bibirnya karena kesal. Dan itu juga terlihat dari perubahan wajah Sasa. Bara menangkup kedua pipi Sasa.


" Tapi aku tidak pernah mencium Lia seperti ini"


Bara langsung menyambar bibir Sasa, dan menciuminya dengan lembut. Bara melepaskan ciumannya, melihat bagaimana reaksi Sasa, tidak ada penolakan, Bara kembali mendekatkan bibirnya dan perlahan mata Sasa menutup saat bibir Bara sudah menempel di bibirnya.


Tangan kanan Bara perlahan turun dan meraih pinggang Sasa, menariknya agar mendekat dengan tubuhnya. Bara terus memimpin dalam ciumanya, di gigitnya bibir Sasa agar terbuka, dan Bara menyelusupkan lidahnya, mengabsen semua yang ada didalamnya.


Bara melepaskan ciumannya saat merasakan Sasa menepuk tubuhnya. Bara menyatukan kening mereka, sambil meraup udara sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


" Kamu..Hah, yang pertama, merasakannya" Ujar Bara sambil menghapus jejak Saliva yang berada di bibir Sasa.


" Dasar pembohong"


Bara meraih tubuh Sasa dan memeluknya. "Baiklah, Katakan kamu bukan yang pertama. Tapi, apa aku yang pertama?"


" Tidak" Jawab Sasa dalam pelukan Bara.


" Dasar pembohong "


Sasa memukul punggung Bara, sehingga membuat Bara terkekeh.


" Lepasin, gue mau kerja"


Bara pun melepaskan pelukannya.


" Kamu udah mandi? Mau aku mandikan?"


" Dasar mesum" Sasa turun dari meja, dan menginjak kaki Bara kuat-kuat.


" Aww, mungil sakit. "


" Gak rasa... Weekkk" Sasa menjulurkan lidahnya.


" Awas kamu mungil yaa" Bara bersiap mengejar Sasa, dan Sasa langsung buru-buru kabur dan masuk kedalam kamar serta mengunci pintunya.


Sasa dan Bara berjalan beriringan menuju lift, seperti biasa, mereka selalu mengobrol tentang hal receh yang selalu membuat Bara tertawa.


" Gue heran, kenapa Mbak Kesya minta ngedance ala K-Pop. Kenapa gak joget India aja gitu?"


" Mungil, kamu jangan macam-macam ya"


" Gue rasa itu ide bagus. Nanti coba gue usulin ke Mbak kesya"


" Ck, setiap pagi Lo udah nongol aja di apartemen gue, bosan gue setiap hari liat Lo" Sasa membuang wajah nya setelah mengatakan itu.


" Oh ya? Yakin bosan?"


" Hmm, tapi karena kamu selalu membawa sarapan, ya ada baik ya juga sih untuk aku"


" Dasar perut karet."


" Biarin, dosa tau nolak rezeki"


Bara menghentikan mobil ya tepat di depan toko Kesya. Sasa dan Bara pun turun dari dalam mobil dan masuk berbarengan dengan.


" Mas Bara" Ujar Gadis kecil yang sangat cantik dan langsung menghadang Bara dan Sasa, serta tersenyum manis, bahkan sangat manis kepada Bara.


Sasa menaikkan alisnya sebelah menatap gadis kecil itu.


" Kamu ngapain di sini?"


" Ara mulai hari ini kerja di sini" Gadis kecil yang bernama Ara itu melihat kearah Sasa, dan tersenyum manis.


" Ini pacar baru nya Mas Bara?" Ujar Ara sedikit berbisik namun Sasa masih bisa mendengarnya.


" Bukan, tapi calon istri Mas"


" Ekheemm, udah ngaku-ngaku calon istri nih?" Goda kesya yang mendengar percakapan mereka.


" Ngayal dia Mbak" Ujar Sasa dan berjalan menuju ruang ganti. Tak berapa lama Sasa keluar dengan menggunakan celemek seragam toko.

__ADS_1


" Jadi sampai sekarang masih di tolak? ha..ha..ha.. kasian banget sih Mas ku" ledek Kesya.


" Key, kamu ini, bukannya doain Mas eh malah ngetawain"


" Habisnya Mas lucu.. Hi..hi.."


" Mas Bara di tolak? Waahh, luar biasa" Ujar Ara takjub.


" Ini lagi, anak kecil ikut-ikutan, ntar Mas bilang sama Jodi supaya jangan mau sama kamu. Karena malas mandi, tukang ngupil, tukang kentut sembarangan, tukang makan, tukang apa lagi yaa"


" Iih, jangan gitu dong Mas. Rahasia perusahaan itu"


" Mas mau ngatain Ara atau ngatain Kesya?" Kesya sudah menatap sengit Bara.


Bara yang merasa ada sinyal bahaya pun langsung mengalihkan perhatiannya kepada mungilnya.


" Mungil, aku pergi kerja ya" Bara memberikan tangannya kepada Sasa untuk di cium.


" Apaan sih, "


" Cium tangan mungil, biar berkah"


" Iih, emang gue binik Lo apa"


" Iya, calon binik. Ihh, Lama amat sih" karena geram dengan Sasa yang tidak menyambut tangannya, akhirnya Bara meletakkan punggung tangannya di bibir Sasa.


" Apaan sih" kesal Sasa.


" Assalamualaikum mungil. Key, Ara, Mas balik kantor ya"


" Hati -hati Mas" Ujar Ara dan Kesya berbarengan.


Kesya mengajak Ara untuk berkenalan kepada tangan kanannya.


" Ara, kenalin ini Mbak Sasa namanya. Sa, ini Ara, adik sepupu Mas Bara, tapi di sini dia sebagai karyawan. Sama seperti kalian."


" Hai Mbak Sasa, salam kenal. Semoga Ara bisa membantu meringankan pekerjaan Mbak ya"


Sasa tersenyum ramah, gadis kecil yang tingginya melebihi tinggi Sasa pun terlihat sangat ramah. Dan yang paling penting Sasa bisa bernapas lega jika gadis cantik di hadapannya ini adalah sepupu Bara. Si porak poranda hati dan perasaannya.


" Salam kenal kembali"


Sudah 3 hari Ara bekerja di toko Kesya. Tapi sudah sangat akrab dengan Sasa, apalagi di saat Sasa tau jika Ara menyukai Jodi. Dan Ara sering bercerita tentang perasaannya, Ara bersikeras akan membuat Jodi jatuh cinta kepadanya, walaupun dia memiliki saingan yang juga bekerja di toko kue.


" Bang Jodi mah emang gitu Ra, hatinya masih nyangkut di kampung orang. Tapi kamu jangan patah semangat, batu yang besar juga akan berlobang jika selalu di tetesin air" Ujar Sasa.


" Iya Mbak, Ara gak akan pantang menyerah, sampai kapan pun Ara akan membuat Bang Jodi jatuh hati kepada Ara."


" Semangat Ara"


" Semangaat" Ujar Ara menyemangati dirinya.


Sasa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ternyata Bara dan Ara memilikk kesamaan yang sangat sama, yaitu sama-sama pejuang cinta.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..

__ADS_1


salam SaBar ( Sasa Bara)


__ADS_2