
Farhan mencari keberadaan Tissa diseputaran lantai dasar mall tersebut, namun Farhan tak menemukan Tissa. Farhan pun berlari keluar Mall.
"Tissa..." pekik Farhan saat melihat Tissa sedang menyetop taksi.
Farhan berlari dengan kencang dan untungnya berhasil menangkap tangan Tissa.
"Tissa, Maafin Aku," ujar Farhan saat setelah berhasil meraih tangan Tissa.
Tissa berusaha melepaskan genggaman tangan Farhan dari pergelangan tangannya. Namun, cengkraman tangan Farhan terlalu kuat untuknya. Farhan meminta maaf kepada supir taksi merasa tak enak, farhan pun meriah uang 100ribu dalam saku celananya.
"Farhan, lepasiin." Tissa terus berusaha untuk melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Farhan.
"Sa, maafin Aku. Aku mohon," lirih Farhan dengan menatap kedalam mata Tissa.
"Hikks.. Aku benci sama Kamu, hiks ..."
Farhan langsung menarik tubuh Tissa kedalam pelukannya.
"Maafin Aku, Sa. Maafin AKu."
*
"Maafiin Aku ya," lirih Farhan dengan sendu. Saat ini mereka berada didalam mobil Farhan.
"Hmm.." Tissa hanya menjawab dengan gumaman. Bahkan, Tissa masih menangis karena Farhan belum juga sepenuhnya menyadari kesalahannya.
"Sa, Maafin Aku. Aku gak tau, perasaan apa tadi yang hinggap di dada ku. Saat mendengar kamu mendapatkan setangkai mawar, darah aku berdesir panas, Seperti ada bongkahan di sini (Farhan menunjuk dadanya), bongkahan besar yang buat dada aku sakit. Dan, saat aku melihat pria itu menatap penuh kagum kepada kamu, aku takut kamu akan terlena dan jatuh cinta sama dia. Aku takut Sa. Dalam fikiran aku, kamu hanya milik aku, kamu punya aku, aku gak mau ada orang lain. tanpa aku tau, jika perasaan itu namanya cemburu." Farhan menangkup pipi Tissa.
"Maaf, karena telah kasar sama kamu. Aku gak sadar dengan apa yang telah aku lakukan tadi. Maafin aku, Kamu mau kan maafin aku?"
Farhan menghapus air mata yang kembali mengalir di pipi Tissa.
"Aku mau maafin Kamu, tapi kamu harus janji, gak boleh ulangi kesalahan itu lagi. Jika aku salah, kamu tegur aku dengan baik, bukan seperti tadi." ujar Tissa dengan nada merajuk.
"Iya, maafin Aku ya... Aku janji, aku gak bakal ulangi kesalahan itu lagi."
Farhan mendaratkan kecupan di kening Tissa, kemudian kecupan itu turun kemata Tissa, dan berlabuh dibibir Tissa.
Mereka saling mence-cap manisnya bibir satu sama lain, hingga sebuah ketukkan dikaca mobil memisahkan bibir mereka.
Farhan menatap tajam kearah si pelaku, sedangkan si pelaku sudah tersenyum miring. Farhan membuka kaca jendela mobil.
"Apaan sih Lo? ganggu aja," gerutu Farhan.
"Belum muhrim Farhaan .... ha..ha..ha.."
Fatih dan Momol tertawa tebahak-bahak melihat wajah kekesal Farhan. sedangkan Tissa? Tissa sudah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
"Aah, rasanya ini sungguh memalukan." gumam Tissa.
*
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Fatih saat menyadari jika Raysa sedari tadi terus senyum.
"Aku senang, kak Farhan menemukan kebahagiaannya, begitu pun dengan kak Tissa." Raysa kembali terkekeh
"Kenapa?"
"Aku jadi ingat saat pertama kali bertemu dengan kak Tissa. Tanpa alasan yang jelas, aku membenci dia. Sungguh, aku tak tahu kenapa bisa sangat membenci kak Tissa, apalagi saat mengetahui jika kak Tissa sahabat perempuan Abang satu-satunya. Kayak ada yang nusuk-nusuk di sini," ujar Raysa sambil menunjuk dadanya.
"Itu karena kamu gak menyadari, jika Kamu sangat mencintai aku."
"Iya, Cinta itu aneh yaa.. harus merasakan kehilangan baru menyadari artinya cinta,"
"Kamu gak kehilangan aku, cuma gengsi aja." ujar Fatih sambil mencuil hidung Raysa.
"Iya deh iyaa, aku akui jika aku gengsi, habis kamu selalu nyebelin sih.."
"Hehe, gemesin banget kamu, jadi pingin tusuk kamu."
"Hah? kamu mau tusuk aku?" pekik Raysa sebal.
"Iya, tusuk di sini," Tangan Fatih pun menyentuh bagian paha Raysa, sehingga membuat Raysa memekik tertahan yang terdengar lebih sangat merdu ditelinga Fatih.
Tanpa menunggu lama, Fatih menarik tengkuk Raysa dan menciumi bibirnya dengan semangat empat lima, hingga mereka menghabiskan waktu yang cukup panjang di dalam mobil untuk melepaskan hasrat dan juga benih-benih cinta.
*
Fatih dan Raysa telah kembali dengan aktifitas mereka saat ini. Ada beberapa laporan kasus yang harus ia selesaikan dengan cepat, agar dapat menghadiri pesta pernikahan Farhan dan Tissa.
Sedangkan Fatih?
Ya, terlalu lama libur membuat Fatih harus bekerja keras, bahkan menghabiskan waktunya untuk lembur. Seperti malam ini, Fatih harus kembali lembur agar dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.
Untungnya Fatih memiliki istri yang pengertian dan juga pintar memasak. Fatih sengaja menyuruh supir untuk menjemput sang istri. Raysa sebelumnya sudah mengatakan jika ia akan memasak dan membawa makan malam untuk Fatih.
Raysa juga beralasan jika dirinya tak ingin makan sendirian di apartemen. Maka dari itu, Raysa membawa bekal kekantornya Fatih, demi menemani sang suami.
"Emm, ini benar-benar enak." ujar Fatih saat Raysa memasakkan tumis jamur kecap.
"Makan yang banyak suami ku, biar kuat bergadang." ujar Raysa dengan seksi.
"Kamu mau ngajakin aku bergadang sambil goyang?"
Raysa terkekeh mendengar ucapan yang Fatih katakan.
__ADS_1
"Gimana tuh, bergadang sambil goyang?" tanya Raysa polos.
"Waah, sepertinya kamu mancing-mancibg aku ya"
Raysa kembali terkekeh, "Aku gak mancing kok, tapi kalo Abang mau bergadang sambil goyang bareng aku, aku bakal siap kok temaninya." ujar Raysa dengan senyum nakalnya.
Tak menunggu waktu lama ataupun menunggu menghabiskan makananya, Fatih langsung saja meny*mbar bibir Raysa, membawanya keatas pangkuannya, kemudian Fatih berdiri dengan bibir yang masih saling bertaut.
Fatih bawa Raysa kedalam kamar istirahatnya, dibaringkannya Raysa diatas tempat tidur, kemudian jari-jari panjangnya membuka setiap helai benang yang menempel pada Raysa.
"Akkhh..."
pekikan tertahan pun mulai terdengar saat Fatih mulai mencumbui Raysa, dan semakin terdengar jelas saat tubuh mereka telah menyatu.
"Yeaah ... terush bhaanng... ini nikmat, aahh ..." racun Raysa sambil *******-***** bahu dan juga rambut Fatih.
Huuff, untung udah pendek rambut Fatih, Jadi Fatih gak harus merasakan terlalu sakit pada rambutnya saat Raysa menjambak rambutnya dengan erat.
*
"Lapar banget ya?" goda Raysa.
Bagaimana tidak lapar? setelah menggoda Fatih saat sebelum mereka kenyang, Raysa kembali meminta jatah untuk bermain di sofa, pastinya setelah olahraga panas di dalam kamar Fatih.
"Banget, kamu benar-benar menguras tenaga aku."
"Mau aku isi lagi tenaganya?" ujar Raysa yang terdengar menggoda di telinga Fatih.
"Duh, Layca.. kamu ini selalu menggoda. Udah ah, aku mau makan dulu, mau lembur. biar cepat kelar kerjaan Aku." ujar Fatih sambil memikirkan hal yang positif.
Namun, sekeras apapun Fatih mencoba berfikir positif, tetap saja bayangan Raysa yang polos dan bergoyang di atasnya ataupun di bawahnya, selalu terbayang di dalam fikirannya
'Oh ya ampun.' batin Fatih.
Dengan cepat Fatih menghabiskan makananya dan menuju meja kerjanya agar fikirannya kembali fokus pada pekerjaannya.
Hmm, bisa fokus gak ya tu Fatih sama kerjaannya. Takutnya Fatih malah melukuis Tubun telanjang Raysa.. he..he..
**
Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.
Jangan lupa like and komen.
Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA
salam rindu Tissa dan Farhan
__ADS_1