Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 43 " Rujak sirsak"


__ADS_3

" Udah matang nih kayaknya"


Sasa mengeluarkan buah Sirsak dari tempat persembunyiannya. Sasa memeriksa bahan dari kulkas.


" Jeruk nipisnya kurang nih. Hmm, cabe rawit nya juga. Iih, emang ya si Bara api itu, boros banget pake cabe rawit." Gumam Sasa.


" Ya udah deh, aku pergi beli dulu bahan yang kurang".


Sasa meraih cardigan dan kunci motornya.


Ceklek...


Sasa terkesiap karena Bara sudah ada di depan pintu bersiap untuk menekan Bel.


" Mau kemana?"


" Mau ke kios rempah yang di belakang apartemen"


" Mau ngapain?"


" Mau beli jeruk nipis, udah ih.. Awas, gue mau lewat" Ujar Sasa kesal karena Bara masih berdiri di depan pintu.


" Aku ikut"


" Hmm"


Bara meraih tangan Sasa untuk di genggam, namun gerakan Bara sudah terbaca oleh Sasa. Dan Bara hanya meraih angin.


" Weeekk, gak dapat" Sasa menjulurkan lidahnya karena Bara tidak berhasil menggenggam tangannya.


" Mungiiiill"


Sasa terkekeh dan berjalan cepat agar Bara tidak bisa mendekatinya. Selagi menunggu pintu lift terbuka, mereka tak henti-hentinya bercanda.


" Kamu kecil banget sih mungil. Padahal makan kamu banyak. Ngelebihin tukang bangunan malahan"


" Iih, enak aja bilang makan gue banyak. Lo tu, kalo makan selalu ngabisin cabe rawit gue"


" Namanya juga aku doyan pedes. Kayak kamu. Kecil tapi pedes"


" Apaan sih"


Ting..


Pintu lift terbuka, berhubung hari weekend, jadi ramai penghuni apartemen yang berjalan-jalan keluar menikmati hari libur.


Bara masuk setelah Sasa. Di sebelah Sasa ada pria yang sedari tadi memperhatikan Sasa. Dan menatap Sasa lapar. Pintu lift kembali terbuka, dan beberapa orang masuk kedalam lift. Sasa memundurkan dirinya, hingga mendekati pria yang menatapnya tadi. Sedari tadi Bara sudah memperhatikan gerak gerik pria tersebut.


Greepp..


Sasa terkesiap saat Bara meraih tubuh Sasa ke dalam pelukannya, dan Bara menahan tangan pria tersebut yang ingin meremas bok"Ng Sasa.


Seketika keadaan lift menjadi dingin dan mengerikan karena Bara mencekram tangan pria tersebut dengan kuat, sehingga membuta pria tersebut menjerit kesakitan.


"Aaaaaaaaaaaaaa"


Ting..


Bara langsung menarik kuat tangan pria mesum itu ke luar dari lift saat semua orang sudah keluar.


Seketika Bara dan pria itu pun menjadi tontonan. Sasa hanya mengikuti Bara dari belakang.


" Ada yang bisa saya bantu Mas?"


" Ini, pria ini ingin membuat mesum kepada calon istri saya."


Pria yang tangannya masih di cengkram kuat oleh Bara terkejut, dan dia langsung saja mengelak.


" Bohong, saya gak melakukan apa-apa"


" Jangan ngelak kami. Saya liat sendiri dengan mata kepala saya."


" Mana buktinya, bisa aja kamu salah liat" Bela pria itu.


Bara sudah geram dengan pria itu. Akhirnya Bara meminta untuk memeriksa CCTV.


" Gak usah di perpanjang bisa gak sih. Udah lepasin aja" Bisik Sasa.


" Gak bisa mungil, ini kejahatan. Masuk dalam pelecehan seksual" Tegas Bara.


Sasa memutar bola matanya malas. Bukannya tidak ingin membantu Bara menegakkan hukum, cuma Sasa malas ubtuk terlibat dalam hal yang akan mengundang polisi.


Satpam memperhatikan cctv, dan yang di katakan oleh Bara benar. Pria mesum itu langsung di tangkap, Bara langsung menghubungi pihak kepolisian untuk menindak lanjuti kasus pelecehan seksual.


" Udah puas pak polisi?" Tanya Sasa dengan wajah yang??? Di mata Bara sangat menggemaskan, si tambah suaranya yang lucu.

__ADS_1


" Mungil, kamu gemesin banget sih" Ujar Bara sambil mencubit kedua pipi Sasa dengan gemes.


" Aawww, sakit tau"


" Maaf mungil. Ayook" Bara meraih tangan Sasa dan membawanya menuju parkiran mobilnya.


" Naik motor aja, biar cepet. Deket juga, parkirnya juga gampang"


" Okey, sesuai permintaan kamu mungil"


Bara meraih kunci motor Sasa, dan mengambilnya di Basemen Khusus parkir motor. Bara memakaikan helm kepada Sasa, membuat Sasa mencibirkan bibirnya.


" Sok romantis Lo"


" Sama calon istri, harus dong"


" Iih,, masih aja kepedean bilangin gue calon istri"


" Biarin, biar kamu luluh."


Sasa hanya mencibirkan bibirnya, kemudian dia naik ke atas motor.


" Peluk mungil, nanti kamu jatuh"


" Ogah"


" Ya udah, aku gak mau jalan nih"


" Ck, cepetan deh. Keburu siangan. Panas tau"


"Makanya, cepetan peluk"


Sasa memutar bola matanya malas. Sasa meraih kau kemeja di bagian pinggang Bara, dan meremasnya kuat.


" Udah, buruan jalan"


Bara tersenyum dan kemudian menjalankan motornya. Mengikuti arahan Sasa, ke mana kios rempah yang ingin di tujunya.


" Buk, cabe rawit sama jeruk nipis ya"


" Iya neng Sasa. Eh, itu siapa? Pacarnya ya?"


Sasa menoleh kearah ibu penjual yang menunjuk kearah Bara yang tengah berbicara di ponselnya.


" Masa sih, temennya ganteng banget"


Sasa hanya tersenyum menanggapi ucapan ibu penjual.


" Udah mungil?"


" Udah"


" Aku mau wortel dong mungil, nanti kamu buatin jus nya yaa"


" Hmm" Sasa hanya bergumam karena ibu penjual sedari tadi sudah tersenyum penuh arti memandang Sasa dan Bara.


" Cuma temen kok romantis gitu sih?" goda ibu penjual.


" Saya bukan temennya buk, tapi calon suaminya"


" Apaan sih Lo" Sasa menyikut perut Bara.


" Auuww, sakit mungil"


" Biarin"


" Iiihh, Neng saA jangan jutek-jutek loh sama calon suaminya. Nanti kabur calon suaminya gimana?"


" Gak akan buk, saya udah mentok dan terpaku di hatinya Sasa" Ujar Bara tanpa malu.


Sasa hanya bisa pasrah mendengar dua percakapan antara Bara dan Ibu penjual.


" Udah ini neng belanjaannya. Ada lagi?"


" Udah buk, itu aja"


Sasa ingin mengeluarkan uangnya, namun keburu Bara membayar semuanya.


" Pengertian banget calon suami nya neng, ibu tunggu undangannya ya"


Sasa hanya tersenyum dan pamit pulang.


" Apaan sih, ngaku-ngaku calon suami gue!!" Kesal Sasa.


" Kan emang iya"

__ADS_1


" Ck, susah emang ngomong sama orang keras kepala"


" Kalo lembek jeli dong"


" Iih, nyebelin banget sih"


Sasa menggerutu kesal, sedangkan Bara terkekeh mendengar kekesalan Sasa.


" Kamu mau buat apa?" Tanya Bara, saat ini mereka sudah berada di apartemen Sasa


" Mau buat rujak sirsak"


" Emang bisa? Rujak kan biasanya mangga, jambu "


" Ya bisa-bisa in aja lah"


Bara memperhatikan Sasa memncuci buah sirsak, kemudian dia memotong nya abstrak dan memasukkan kedalam Cooper.


" Di blender?"


" Iya, tapi ya gak sampai halus juga. "


Bara terus memperhatikan Sasa. " Ada yang bisa aku bantuin?"


" Lo potong cabe rawit nya ya."


" Oke mungil" Bara pun mengerjakan apa yang di suruh Sasa.


" Pertama-tama buah sirsak nya di blender pecah, jangan halus ya, trus di campur deh dengan cabe rawit. Kemudian kasih garam dan gula secukupnya. Aduk sampai rata, lalu kasih jeruk nipis deh." Sasa memeragakan seolah-olah dia adalah chef yang sedang syuting acara masak.


Sasa menyendokkan rujak buatannya dan menyodorkannya kearah Bara. Bara pun spontan membuka mulutnya. " Emm, enak. Tapi kurang pedes mungil"


" Ck, sama Lo aja kali yang kurang pedes. Sayang bumil kalo pedes-pedes."


" Buat untuk aku yang pedes ya mungil"


" Sayang sama lambung kenapa sih. Hobi banget makan pedes"


" Duh, perhatian banget sih. Makin cinta deh. Sini cium dulu"


" Jauh, awas kalo berani dekat" Sasa mengacungkan pisau kearah Bara"


" Mungil, bahaya tau"


Sasa tersenyum menang saat melihat Bara tidak jadi mendekatinya, apalagi mencuri ciumannya lagi.


Sasa memasukkan rujak sirsak kedalam wadah, dan menyimpannya kedalam kulkas.


" Kalo dingin lebih enak dia"


" Jadi gak sabar rasa yang dingin-dingin"


" Lo jadi jus wortelnya? "


" Iya dong mungil"


Sasa membuatkan jus wortel untuk Bara, sedangkan Bara mengutak Atik ponselnya.


" Nih" Sasa menyodorkan jus wortel kepada Bara.


" Hah, jadi Laper. Mau masak udah malas. Pesen makanan dong" Pinta Sasa.


Baru saja Sasa menyuruh Bara memesan makanan, bel apartemen Sasa pun berbunyi. Bara langsung berdiri dan membukakan pintu. Tak berapa lama Bara kembali dengan mententeng kantong plastik yang sudah di pastikan itu isinya makanan.


" Kapan Lo pesan?"


" Pas kamu buat jus. Aku tau kalo kamu pasti lagi malas masak."


" Pengertian banget sih"


" Calon suami, harus pengertian dong kepada calon istrinya"


" Lebay deh. Udah yuuk makan. udah laper banget gue."


Sasa dan Bara beranjak menuju meja makan, dan menikmati ayam Kalasan yang di beli oleh Bara melalui aplikasi online.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..


salam SaBar ( Sasa Bara)

__ADS_1


__ADS_2