Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 53


__ADS_3

Quin menggerutu kesal, bagaimana tidak, kakek memberikan dirinya waktu sebulan untuk mengenalkan kekasih nya, atau Quin harus menerima perjodohan ini.


 "Udah, kamu terima Lana aja." Ujar Fatih yang sedang duduk di cafe cake milik Quin.


 "Males ah, aku gak cinta sama dia." Quin menatap kearah luar jendela, dan Fatih juga melakukan hal yang sama.


 "Aku dengar kamu lagi dekat dengan dokter hewan itu?"


 Quin menoleh. "Gak, cuma sebatas bisnis aja."


 Fatih menganggukan kepalanya, kemudian ia kembali fokus kepada sketsa nya.


 "Aku tinggal ya, banyak pelanggan di luar." Ujar Quin, dan Fatih mengacungkan jempolnya.


 Sudah tiga hari ini Raysa terus saja mengirimi pesan singkat untuk Fatih. Pesan-pesan yang memberikan perhatian kecil seperti menanyakan udah makan belum? jangan lupa solat, jangan bergadang, dan masih banyak lainya. Fatih pun terkadang membalas pesan tersebut, namun dengan pemikiran yang mengatakan jika pesan itu bukan di tujukan untuknya.


 Yaa, Fatih harus menanam pemikiran jika semua perhatian dari Raysa bukan untuknya. Ini salah satu cara agar alam bawah sadar Fatih bisa perlahan melupakan Raysa.


 Waktu terus berjalan, Fatih kembali ke Bandung hanya untuk menghadiri rapat, kemudian ia menginap di hotel. Hanya semalam saja, lalu Fatih memilih untuk kembali ke Jakarta.


 Tissa sampai kesal karena Fatih berjanji akan membantu nya untuk mempersiapkan galery miliknya. Namun Fatih beralasan jika ada pekerjaan yang harus di kerjakan. Setidaknya setelah Quin bertunangan dengan seorang pria.


 Fatih sempat tertawa terbahak-bahak saat Kakek setuju dengan pilihan Quin, karena ternyata pria itu adalah pria yang ingin di jodohkan oleh Quin.


 "Senjata makan Tuan, ha..ha..ha.." Fatih tertawa dengan terbahak-bahak.


 Quin yang kesal pun melempar Fatih dengan tepung, sehingga seluruh wajah dan rambut Fatih pun memutih. Gantian Quin yang tertawa terbahak-bahak.


 Acara pertunangan Quin pun sampai ke telinga Raysa. Kebetulan sekali ada libur kejepit, jadi Raysa bisa datang ke acara pertunangan Quin dan juga bertemu dengan pujaan hati nya.


 Ya, Raysa akan mengutararakan perasaan nya kepada Fatih. Tak sabar rasa nya Raysa untuk bertemu dengan Fatih. Hah, waktu seakan berjalan melambat.


 Raysa harus menahan kekesalannya, karena semua rencananya gagal. Komandan Raysa menyuruh seluruh polisi angkatan tahun ini untuk berburu mangsa di lapangan. Dalam artian mereka akan melakukan sebuah penyelidikan yang baru saja terjadi kasus mutilasi.


 "Jadi kamu gak bisa pulang?" tanya Quin dari seberang panggilan.


 "Hmm, maaf Mbak. Tapi aku janji, saat Mas Veer nikah aku akan kembali."


 "Baiklah, kamu harus pegang janji kamu."


 "Iyaa ... Pasti ..."


 Raysa pun memutuskan panggilannya setelah mengobrol dengan Quin. Raysa kembali mendesah, di saat Fatih belum membalas pesan nya.


*


Pertunganan Quin dan seorang keturunan pengusaha kaya di Eropa dan di segani di seluruh Indonesia pun membuat mata Raysa terbelalak. Belum lagi mereka terlihat sangat serasi saat Quin dan Abimana berdiri berdampingan. Belum lagi Veer dan Istrinya yang berasal dari kalangan pengusaha ternama juga. Nafisa, gadis cantik yang membuat Raysa merasa sangat iri melihat keserasian mereka.

__ADS_1


 "Semoga Mbak Quin bahagia sama Mas Abimana." Gumamnya sambil menonton berita yang menayangkan tentang pertunagan Quin dan Abi, serta pemberitaan tentang Veer dan Nafi.


 Senyum Raysa pun mengembang saat melihat Fatih ikut terekam di dalam berita tersebut. Fatih menggunakan jas berwarna abu-abu, rambut yang di ikat dengan rapi, serta senyum yang selalu mengembang di wajahnya. Terlihat Fatih tengah bercanda dengan Lana dan Zein.


 “Syukurlah kamu terlihat baik-baik saja.” Raysa masih tersenyum melihat ke arah ponselnya itu.


 *


 Pesta dansa pun di mulai, terlihat Quin dan Abi mulai berdansa, begitu pun dengan Veer dan Nafi.


 “Mereka sangat serasi.” Bisik Papa Arka kepada Mama Kesya.


 “Mau berdansa?” Tawar Papa Arka.


 Tanpa menunggu jawaban lagi dari Mama kesya, Papa Arka langsung menarik pinggang Mama Kesya dan bergabung ke lantai dansa. Ternyata tak hanya mereka, Mama Puput dan Papa Fadil pun juga ikut menuju lantai dansa, hingga mereka tertawa bersama saat saling pandang.


 Papi Gilang dan Mami Mili pun tak mau kalah, hingga Fatih putra mereka hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum bahagia melihat betapa besarnya cinta para orang tua mereka.


 Entah kenapa, Fatih saat ini sangat merindukan Raysa, mungkin jika Raysa berada di sini, Fatih akan mengajakya berdansa.


 " Kamu gak mau ikut dansa?" Tanya seorang gadis cantik dan seksi.


 Fatih menoleh dan menatap gadis itu, kemudian Fatih menarik pinggang gadis itu dan membawanya ke lantai dansa.


 “Kapan Lo sampai?” Tanya Fatih saat meletakkan tangannya di pinggang Tissa.


 “Saat Quin memasangkan cincin ke jari manis tunangannya.”


 Mereka pun berdansa mengikuti irama yang terus beralun merdu.


 “Aku gak tau kalo Quin adalah Qila.” Ujar Tissa cemberut.


 Fatih hanya terkekeh, Tissa memang tak mengenal Qiun, namun Tissa pernah melihat foto Quin di dalam ponsel Fatih. Bahkan di media sosialnya.


 *


 Raysa di kerjutkan dengan berita Quin dan Abi yang di serang setelah pertunangan mereka. Di mana Bunda Sasa ikut menjadi pahlawan dalam menolong Quin dan Abi. Raysa sudah ingin berangkat ke Jakarta, namun Daddy Bara melarangnya. Karena Bunda Sasa  baik-baik saja. Lagi pula sebentar lagi adalah pesta pernikahan Veer dan Nafi, jadi Daddy Bara mau Raysa berada di acara tersebut. Berhubung Raysa masih dalam ikatan dinas, jadi Raysa tidak boleh membuat daftar absennya menjadi merah.


 “Bunda beneran gak papa?” Tanya Raysa dari panggilan Video nya.


 “Iya, Bunda gak papa. Kamu jangan khawatir ya.”


 “Gimana gak khawatir coba, Bunda lawan penjahat.” Terlihat raysa mengerucutkan bibirnya, yang mana membuat Raysa terlihat sangat lucu.


 “Bunda, ini nasi gorengnya.”


 Terdengar suara Fatih yang baru saja memberkan nasi goreng dengan Bunda Sasa.

__ADS_1


 “Makasih ya.”


 “ Bunda lagi telponan dengan Layca?” Tanya Fatih.


 “Iya, kamu mau ngomong?”


 “Nanti aja Bun, Fatih hubungi Layca.” Fatih memberikan senyumnya. “Fatih balik ya Bun, Lana juga sedang menunggu di luar.”


 “Kenapa Lana gak masuk?”


“Ada artisnya yang masuk rumah sakit.”


 Fatih mencium punggung tangan Bunda Sasa.


 “Hati-hati ya.”


 Bunda Sasa pun melanjutkan obrolannya dengan Raysa. Tak lupa Raysa mengirimkan pesan keapda Fatih untuk tak lupa menghubunginya.


 Fatih: Kabari saja jika sudah selesai berbicara dengan Bunda, nanti aku akan menghubungi kamu.


 Raysa tersenyum membaca pesan dari Fatih. Tentu, Raysa pasti akan memberikan kabar kepada Fatih.


 


Jangan lupa follow aq yaa..


IG : RIRA SYAQILA


 


JANGAN PELIT YAA.....


 


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


 


Senang pembaca, senang juga author...


 


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


 

__ADS_1


__ADS_2