Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 129 ' Biji Cempedak'


__ADS_3

Sasa yang tengah mencuci biji cempedak pun terkejut dengan kehadiran sang suami yang tiba-tiba saja memeluknya.


" Mas.." Sasa menolehkan kepalanya ke belakang, namun yang terjadi adalah Bara mengecup pipi Sasa.


" Lagi ngapain mungil?" Bara menompang dagu nya dengan menggunakan bahu Sasa.


" Ini Mas, lagi cuci biji cempedak."


" Mau buat apa?"


" Ya mau buat di makan dong, sayang."


" Mungil, kamu kayak Mas gak sanggup beli makanan aja deh, sampai biji cempedak pun mau kamu makan."


" Iih, ini favorit aku Mas. Aku yakin pasti Mas juga bakal ketagihan."


" Maca cih.."


" Iya sayang, eh.. minggir dulu deh, aku mau naikin ini ke kompor."


" Yuukk.." Dengan posisi yang masih memeluk Sasa, Bara menarik lembut tubuh Sasa mendekati kompor.


" Iih, apaan sih Mas. Ada-ada aja deh.."


" Habisnya rindu mungil, beberapa hari ini kamu kayak gak nyaman gitu sama aku."


" Masa sih?"


" Iyaa, wajah kamu tu gak bersemangat tau gak. Senyumnya juga terpaksa.."


" Maaf yaa, aku juga gak tau kenapa gitu." Sasa membalikkan tubuh nya dan menatap wajah sang suami.


" Iyaa sayang, namanya juga bawaan ibu hamil."


" Mas, kamu kok ganteng banget yaa?"


Sasa memperhatikan wajah Bara dengan seksama.


" Memang aku ganteng sayang, kamu aja yang telat nyadarinya dulu."


" Masa sih? perasaan wajah kamu kemarin-kemarin biasa-biasa aja tuh.. Tapi kok sekarang ganteng banget yaa? Mas pake skin care juga waktu awal-awal aku hamil?"


" Ya gak dong mungil,"


" Mas Perawatan? wajahnya bersih banget gini. Sedangkan wajah aku kusam dan tumbuh jerawat. Lihat nih leher aku, kayak bedagi gitu, padahal udah aku gosok-gosok biar hilang, tapi tetap aja dekil."


" Kata Mami, itu bawaan ibu hamil sayang." Bara mengelus pucuk kepala Sasa.


" Mas gak akan ngelirik yang lain kan?"


" Ya gak lah mungil, mata aku cuma tertuju kepada kamu saja kok, sayang ku." Bara mengecup kening Sasa.


" Beneran? awas aja kalo Mas berani lirik-lirik yang lain." Sasa memanyunkan bibirnya.


"Iih, gemesin banget deh. Jadi pingin tau gak.."


" Dasar mesum.."

__ADS_1


.


.


Sasa duduk di sebelah Bara yang tengah menonton tv, di mana menampilkan cerita perjalanan seorang polisi yang sedang berpatroli dan merazia orang-orang yang duduk di pinggir jalan, dengan membawa semangkok biji cempedak yang sudah di rebus.


" Biji cempedak?"


" Hmm, Mas mau?"


" Emang enak?'


" Enak dong." Sasa mengupas kulit biji cempedak dan memberikannya kepada Bara.


" Cobain deh.."


Bara pun membuka mulutnya saat Sasa menyodorkan biji cempedak itu.


" Gimana?"


" Enak juga.."


Bara hanya membuka mulutnya, sedangkan Sasa menyuapi biji cempadak itu kedalam mulutnya dan mulut Bara.


" Waah, romantis banget.." Mami Shella yang merasa lapar keluar kamar dan melihat keromantisan Bara dan Sasa.


" Eh Mami." Sasa yang tadinya duduk dengan di rangkul oleh Bara pun memberikan jarak antara mereka.


" Apa tuh?" pandangan Mami Shella fokus kepada biji cempedak yang sedang di pangku oleh Sasa.


" Biji cempedak Mi, Mami mau?"


Dan, Mami Shella, Bara, dan Sasa pun tenggelam dengan obrolan seru sambil menikmati biji cempedak. Daddy Roy sampai harus keluar kamar karena sudah kehausan karena terlalu lama menunggu Mami Shella kembali.


" Loh..loh..loh... ditungguin di kamar malah nangkring di sini.."


" Jangkrik kali Dad nangkring."


Daddy Roy langsung duduk di samping Mami Shella, dan merangkul bahu Mami Shella.


" Loh, Daddy gak di suapi?" Tanya Daddy Roy yang sudah menunggu Mami Shella menyuapi biji cempedaknya, seperti apa yang di lakukan oleh Bara.


" Ya kalo mau makan sendiri dong."


" Daddy kan juga mau kayak si Bara Mi. Di manja sama istri."


" Dasar lebay.."


Namun, Mami Shella pun tetap mengikuti keinginan Daddy Roy.


" Jadi dulu Mami waktu hamil Bara, sering banget nangis karena Daddy gak nuruti kemauan Mami. Ya seperti kamu ini."


" Tapi Daddy selalu nuruti keinginan Mami kan.." Ujar Daddy Roy dengan menaik turunkan alisnya.


" Iyaa, iya..."


" Mami, dulu waktu hamil Mas Bara ada dekil kayak aku gak?" Tanya Sasa.

__ADS_1


" Ya gak juga sih, cuma Mami berat badannya naik sampai 25kg."


" Hah? yang bener Mi?"


" Iya, Tapi dengan seiringnya berjalan waktu, berat badan Mami turun normal kembali."


" Tenang mungil, Aku akan selalu setia dampingi kamu, sampai kapan pun."


" Kalo aku gendut, terus gak kurus-kurus gimana?" Sasa sudah menatap Bara dengan berkaca-kaca.


" Mau kamu gendut sekalipun, aku tetap cinta. Tapi nanti kita olahraga bareng yaa, biar kamunya gak terlali gendut."


" Iihh, nyebelin deh.." Sasa mencubit pinggang Bara.


" Sakit Mungil.. " Bara mengelus pinggangnya yang memanas.


" Gak rasa." Sasa memanyunkan bibirnya.


Daddy Roy dan Mami Shella hanya geleng-geleng melihat keunyuan Bara dan Sasa. Siapa sangka? Bara yang dulunya hanya bisa memandang pada satu wanita, saat ini bisa berpaling pada wanita yang tepat.


Haruskah Mami Shella berterima kasih kepada Sasa? karena telah hadir di dalam hidup Bara, dan membawa kebahagian untuk Bara dan keluarganya.


Satu bulir bening jatuh dari pelupuk mata Mami Shella.


" Mami kok nangis?" Tanya Daddy Roy yang menghapus air mata Mami Shella dengan penuh cinta.


" Mami dulu pernah berfikir, saat Bara menikah, mungkin kita akan merasa kesepian karena Bara pasti tidak akan tinggal di sini sama kita." Mami Shea menjeda ucapannya, dan mengeluarkan ingus yang sudah menyesak hidungnya.


" Tapi Mami sungguh sangat bersyukur, jika wanita itu adalah Sasa, dan Sasa mau tinggal bersama kita tanpa beban apapun. Hikks... Mami sangat bersyukur, karena Bara menikah dengan wanita yang tepat."


" Hikkss, Mami.." Sasa berpindah duduk ke sebelah Mami Shella dan memeluk Mami Shella.


" Seharusnya, hikss.. Sasa yang ngucapin makasih ke Mami dan Daddy, udah mau terima Sasa.. Hikkss.. Jadi menantu Mami. Hikks... Dan gak malu, punya menantu yang berpendidikan rendah, serta mantan preman pasar... Hikks..."


" Masa lalu kamu itu hanya untuk di jadikan pengalaman hidup kamu sayang. Lagipula Mami dan Daddy yakin, jika kamu terpaksa menjadi preman karena harus bertahan hidup.. hikss.. Mami gak pernah mandang seseorang dari latar belakangnya, asal dia rajin solat, sopan, jujur, dan sayang dengan keluarga, itu udah cukup untuk Mami dan Daddy... Hikks.." Mami Shella mengecup kening Sasa dan memeluknya kembali.


Bara ikut terharu dengan pemandangan di depannya, tidak hanya Bara, Daddy Roy pun juga terharu mendengar penuturan Sasa dan Mami Shella.


Bara beranjak dari tempat duduknya dan memeluk Mami Shella serta Sasa. Daddy Roy pun tak ingin ketinggalan pada moment ini, Daddy Roy ikut memeluk seluruh keluarganya. Untungnya tubuh Daddy Roy besar tinggi, seeprti Bara, jadi masih bisa memeluk seluruh keluarganya ini.


" Aduuh, udah deh jangan bikin sesak menantu Mami.." Kesal Mami Shella yang mana membuat Sasa terkekeh, karena tadi sempat menahan napasnya karena tergenjet.


Nasib ya Sa, punya tubuh mungil.


Maaf ya, klo up nya rada jarang, tapi aku janji, insya Allah bulan depan bakal up tiap hari lagi.


BtW, siap berpisah dengan Bara? Atau lanjutkan keunyuan Bara dan Sasa? atau lanjut ke anak Sasa dan Bara?. Jawabnya di tggu d kolom komentar ya..


dan, jangan lupa follow IG aku juga yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA...


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..

__ADS_1


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2