
Acara pernikahan Leo dan Anggun masuk dalam berita topik terkini. Sasa dan Bara juga tersorot dalam kamera, dan menjadi perbincangan hangat.
" Sa, Mami gak nyangka kalo kamu dekat dengan Riko dan Mama nya."
Sasa melirik sang suami, wajah Bara langsung berubah cemberut.
" Iya Mi, gak dekat-dekat banget kok.." Sasa kembali melirik Bara yang baru saja menyendokkan sesendok penuh nasi goreng.
Sasa meringis saat kembali mendapati Bara memakan cabai rawit, sepertinya Bara si beruang madunya itu benar-benar kesal.
" Mas.." Sasa menegur Bara yang kembali ingin memakan cabe rawit. Sasa menggelengkan kepalanya saat Bara menoleh kearahnya. Bara kembali meletakkan cabe rawit tersebut.
Mami Shella dan Daddy Roy yang menangkap sinyal aneh pun mengulum senyumnya, ingatan mereka kembali saat pesta pernikahan Leo dan Anggun.
Bagaimana tidak tertawa semua orang tertawa melihat Bara, saat Riko datang bersama mamanya. Dan mereka menghampiri Sasa dan Bara. Bara yang mengetahui jika Riko menyukai Sasa pun kembali merasa cemburu, apalagi saat Riko dengan lancangnya mencium punggung tangan Sasa di hadapannya lagi. Menatap Sasa dengan Binar dan penuh cinta. Bara tau, jika Sasa tidak nyaman dengan itu, tapi tetap saja, Bara tidak suka. hingga akhirnya Bara membuka jasnya dan membungkus wajah hingga tubuh Sasa dengan jas nya agar tidak ada yang melihat kecantikan Sasa dan memujinya terang-terangan dan berharap Sasa dan Bara berpisah. Kurang ajar memang Riko, karena dia dengan terang-terangan berdoa seperti itu.
" Marisa, ku tunggu janda mu" Ujar Riko lantang sambil mengedipkan matanya sebelah.
Sontak semua orang yang mendengarnya terkejut, dan mengulum senyumnya saat Melihat Bara langsung membuka Jas nya dan membawa Sasa pergi setelah memberi peringatan kepada Riko. Riko hanya mengangkat bahunya dan tersenyum cuek. Mama Riko sampai mencubitnya karena membuatnya malu.
" Mass.. " Tegur Sasa lagi, karena Bara memakan nasinya dengan cepat dan mulut yang penuh.
" Kesal mungil.. Pagi-pagi dah bahas si kutu kupret itu.."
" Mami kan cuma penasaran Bara.." Mami sudah mengulum senyumnya. Baru kali ini Mami melihat Bara cemburu, dulu saat bersama Lia, Bara tidak pernah bereaksi seperti ini.
" Tapi tetap aja, Bara gak suka nama dia di sebut-sebut."
" Oke..okee.. Mami minta maaf ya.."
Daddy Roy dan Mami Shella masih mengulum senyumnya. Dan hanya memperhatikan Sasa yang mencoba untuk menenangkan Bara. Lihatlah, hanya dengan usapan lembut di punggung Bara saja, Bara sudah luluh dan langsung minta di manjai. Dasar Bara lebay..
Ponsel Mami Shella berbunyi, dan menampikan nama Oma Laura. Kabar yang di berikan Oma Laura pun membuat Mami Shella terkejut dan juga ikut senang. Siapa yang gak senang jika diajakin liburan, dan di traktir lagi..
Mama Rosa yang kebetulan juga berada di rumah Mami Shella juga ikut bersorak bahagia. Aah, sebenarnya Kayla ini anak siapa? Kenapa sangat lengket sekali dengan Bara dan Sasa. Lihatlah, Anggel juga tidak mau lepas dengan mereka berdua. Atau jangan-jangan... Semoga saja yaa..
Mami Shella langsung bergegas membereskan pakaian nya dan Daddy Roy kedalam koper. Mama Rosa juga bergegas pulang untuk mempacking barang mereka juga, mumpung Kayla lagi bersama Sasa.
Sasa melihat kesekeliling bandara. Ini pertama kalinya Sasa naik pesawat.
" Mas, kok sepi?"
" Ini Bandara pribadi sayang, jadi jadwal keberangkatannya hanya keberangkatan kita."
" Sekaya itu yaa keluarga Bos Arka?"
" Hmm, lebih kaya dari yang kamu fikirkan sayang."
Sasa menatap sang suami, Sasa tidak bisa membayangkan seberapa banyak uang yang dimiliki oleh Kakek Farel.
Sasa menggenggam tangan Bara kuat saat pesawat mulai terbang, Bara tersenyum dan membalas menggenggam tangan Sasa. Saat mereka sudah mau sampai, Bara juga mengajak Sasa berbicara, agar Sasa bisa menikmati perjalanannya dengan santai.
Ara, Bella, Ica, dan Lena yang melihat pemandangan itu pun menggigit jari mereka, belum lagi melihat Leo dan Anggun yang sempat berciuman. Lebih tepatnya Leo yang memaksa mencium Anggun.
" hu..hu..hu.. nasib jomblo ya gini.. karatan gue.." ujar Bella.
" Sabar Bel, nanti kita cari bulek di Bali." ujar Ara.
"Ekheemm"
Ara menoleh ke sumber suara, dan mendapatkan tatapan Jodi yang tajam. Ara menyengir dan langsung memasang wajah tak bersalah.
BALIIII......
__ADS_1
Ara dan Lena mendapatkan satu kamar yang sama, Sedangkan Bella dan Ica mendapatkan kamar yang sama.
Bara dan Sasa, serta Leo dan Anggun mendapatkan kamar yang berbeda. Di mana sengaja di pesan oleh Papi Farel khusus untuk kamar pengantin Baru.
" Kamu suka?" Bara memeluk Sasa dari belakang.
" Hmm, Suka Bangeet Mas.. Ini Pertama kalinya aku masuk hotel semegah ini dengan pemandangan laut, dan untuk pertama kalinya juga aku ke Bali."
" Kalo ada rezeki, kita bisa ke Maldives?"
Sasa mengerutkan keningnya. " Maldives?" Beo Sasa.
" Hmm, Pulau di mana khusus untuk para pengantin Baru, dan pasangan yang ingin berbulan Madu."
" Itu luar negri ya?" Mas kan tau aku gak bisa bahasa Inggris."
" Kan ada Mas."
" Tapi..?"
" Kamu lebih suka Riko yang mengajari kamu?" Bara sudah memasang wajah mode cemberut.
Sasa dengan cepat membalik tubuhnya dan menangkup pipi Bara, saat mendengar nada suara Bara yang terdengar merajuk.
" Aku sama dia cuma temen. Gak lebih. Cinta aku cuma buat Mas aja. Dari awal sampai kapan pun. Udah, jangan merajuk lagi yaa.. Masa suasana romantis gini merajuk-merajuk sih.. Rugi dong waktunya.."
" Okee, tapi ada syaratnya."
" Apaan?"
Bara menggendong Sasa tanpa aba-aba, membuat Sasa terpekik karena terkejut akibat dari ulah Bara.
" Kita olah raga air yuukk"
Di kamar lain, Leo dan Anggun juga sedang menikmati dekor kamar mereka.
" Lee " Anggun terpekik saat Leo menggendongnya dari bekakang.
" Kita mulai sekarang atau mau mandi?"
" Mandi dulu, aku gerah Lee.." Anggun sudah membuang pandangannya kesegala arah. Pasalnya Leo memandangnya dengan intens. Walaupun saat mereka pacaran, Leo sering memeluk dan menciumnya, tapi ini terasa beda. Jantungnya berdegup dengan kencang saat berada dalam satu kamar yang sama dengan Leo.
" Aku harap, aku tidak mendapatkan kutukan PMS."
" Maksud kamu?"
" Seperti Papa muda itu, mereka harus menahan hasratnya karena ada palang merah yang menghalangi."
" Lee, bi-bisa gak ngomongnya gak usah vulgar gitu?"
" Vulgar?"
Anggun sudah memandang kesegala arah untuk membuang rasa gugupnya. Leo terkekeh, mereka memang sudah lama pacaran, tapi Anggun masih saja malu-malu jika Leo mencium atau pun memeluk nya.
" Baiklah, aku tidak akan berbicara vulgar, tapi aku akan melakukan ini."
Anggun terkesiap saat Leo membungkam bibirnya. Anggun semakin mempererat pegangan tangannya di leher Leo.
.
.
"Twins sudah tidur?"
__ADS_1
" Hmm, Sepertinya mereka kelelahan. Ini perjalanan jauh pertama mereka." ujar Kesya sambil membenarkan selimut Twins.
" Kamu yakin gak mau pake Baby sister? Mas bisa cari di sini yang bisa di bayar perhari."
" Gak usah Mas. Lagian ada para Mami, dan Mas Bara dan Sasa juga. Lagian kalo pake Babysister waktu kebersamaan kita sedikit terganggu."
Ya, Bara dan Sasa mengatakan jika mereka akan ikut menjaga Qila dan Veer.
" Iyaa sih. Ya udah, kamu bersihi diri dulu gih, biar Mas jagain twins."
" Makasih mas"
Kesya berdiri dan mengecup bibir Arka singkat. Namun saat Kesya berbalik, Arka malah menahan lengan Kesya dan menariknya hingga kembali mencium dirinya. Arka mencium Kesya dengan penuh napsu, menerobos masuk ke dalam mulut Kesya dan mengabsen setiap rongga mulut Kesya.
" Masshh, eeumm, nanti twins bangun.."
" Cuma sebentar sayang.." Arka terus mengecupi leher Kesya dan turun ke dadanya.
Rencana tinggal rencana, Kesya harus Bermandi keringat dulu sebelum dia benar-benar mandi dan membersihkan dirinya.
Di kamar lain, di saat para pasangan sedang menikmati kemesraan mereka, berbeda lagi dengan pasangan Vina dan Vano.
" Maass, ayookk.. Aku udah lapar banget nih.."
" Sayang, kan baru siap makan.."
Di dalam pesawat, Vina terus saja mengunyah, memasukkan makanan kedalam mulutnya.
" Ayok lah Mas.. Kamu gak sayang liat aku kelaparan bersama Baby kita?" Vina sudah memajukan mulutnya.
" Sayang, mumpung Zein lagi bobok, gimana kalo aku makan kamu, kamu makan aku dulu." Vano sudah menaik turunkan alisnya.
" Gak mau, aku maunya makan makanan yang benar-benar bisa di makan. Makanan yang bisa bikin kenyang, bukannya malah bikin lapar. Ayookk dong Mas.."
Vano menghela napasnya. " Baiklah, ayo kita turun.."
" Yeeey, aku siap-siap dulu yaa.." Vina dengan cepat mencuci wajahnya dan memakai alas bedak sekedarnya.
" Kamu gak mandi?"
" Nanti aja Mas, udah laper banget."
Vano memindahkan Zein ke stroller bayi. Sebenarnya Vano juga sudah menawarkan untuk membawa Babysister, namun Vina menolak karena memiliki alasan yang sama dengan Kesya.
" Mau ke mana?" Tanya Daddy Roy yang melihat Vina dan Vano keluar sambil mendorong stroller bayi.
" Vina Laper Dad, "
" Ya udah, Zeinnya sama Daddy aja. Kasihan dia tidur."
Vano memberikan stroller bayi yang terdapat Zein di dalamnya. " Maaf ya Dad ngerepotin."
" Cucu Daddy ini. Udah sana, pergi jangan sampai Vina ngambek karena kelaperan."
" Makasih Dad." Vina mencium pipi Daddy Roy, sedangkan Vano mencium punggung tangan Daddy Roy.
Begitulah, saling berbagi, saling membantu, dan bahu membahu.. Semoga bukan madu kali ini ada kabar gembira yaa..
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
__ADS_1
Salam SaBar... (Sasa & Bara )