Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 112


__ADS_3

"Bang, emangnya rumah yang kita datangi waktu itu, beneran rumah kita?"


Masih ingatkan dengan adegan mesum dicarport? Dimana mereka melakukannya dirumah yang asing bagi Raysa.


Ya, rumah itu adalah rumah yang Fatih desain untuk Raysa. Memang, rumahbitu belum sepenuhnya jadi, namun Fatih tak sabar untuk membawa Raysa kerumah impian mereka.


"Heum, Kamu suka? atau mau ada yang ditambah lagi?" tanya Fatih sembari mengusap punggung telanjang Raysa.


"Aku suka, tapi kita kan gak tinggal di Jakarta?"


"Aku akan mengurus surat pindah Kamu, tapi mungkin gak bisa pindah dalam waktu dekat, paling cepat setahun, dan kita bisa tinggal di Jakarta."


"Abang serius?"


"Iya, sebenarnya Daddy udah ngusulin untuk kepindahan kamu, cuma posisi kamu dilapangan, Daddy dan Aku sepakat untuk bersabar beberapa waktu lagi, agar Kamu bisa mendapatkan posisi dibagian Administrasi. Aku gak mau, kalo saja Kamu hamil, tapi masih dibagian lapangan. Aku gak mau kalo kamu hamil, terus Kamu maih ngejar-ngejar preman ataupun penjahat."


Raysa merekatkan pelukannya pada tubuh Fatih. "Love you, abang."


Nah, jangan ditanya lagi ya apa yang terjadi. pastinya Fatih akan mengajak Raysa menjadi partner olah raganya. Kalo aku jabarin dan menjurus kesana, entar babnya ditolak lagi, padahal uku udah up, tapi ditolak sama aplikasinya, karena ada adegan yang menjerumus kesana. Hikks ... ini peraturan baru dari NT, maklumi ya...


Dan, jangan pancing-pancing aku buat adegan tersebut. 🤣🤣🤣


Dari pada dikira gak up, mending skip-skip aja kan yaa... setuju kan?


*


Hari yang dinanti oleh Farhan dan Tissa pun tiba. Raysa dan Fatih sudah kembali ke Jakarta demi menyaksikan pernikahan spektakuler dari satu-satunya pewaris perusahaan IT yang terkenal dan termasuk perusahaan 3 besar di Asia.


Wow, Farhan tajir melintir ternyata. beruntung banget ya Tissa, pasti tuh sepupu-sepupunya yang pada nyinyir iri setengah mati. ha..ha..ha..


Kan, baru juga dibilangin, udah ada aja gosip dikeluarga yang mengatakan jika Tissa sengaja menjebak Farhan agar terikat olehnya. Ditambah lagi, kekurangan Tissa diketahui oleh salah satu sepupunya yang bekerja dirumah sakit, menyebarkan kabar tersebut, yang mana Tissa akan sulit untuk memiliki keturunan.


Hmm, jadi ingat saat lamaran. Kakak dari mama tiri Tissa, menolak lamaran tersebut karena merasa kasihan kepada Faran. Bahkan tante itu menyodorkan putrinya untuk menggantikan Tissa menjadi istri Farhan. Mereka juga memperlihtKn kesehatan rahim sepupu Tissa dan juga Tissa yang sangat jauh berbeda. Tissa tak subur, berbeda dengan sepupunya yang subur.


Hal itu membuat Papi Riko sangat marah. Meeka melamar Tissa bukan untuk dijadikan seorang yang harus melahirkan keturunan saja, tapi juga menjadi seorang istri yang bisa mencintai dan membuat putra mereka jatuh cinta.


Papi Riko juga memberikan peringatan kepada siapapun yang berani merendahkan Tissa dan juga membicarakan kekurangan Tissa, maka akan mendapatkan akibatnya. Papi Riko tidak main-main akan hal ini.


Bagi Papi Riko, melihat Putranya jatuh cinta dan dapat hidup layaknya orang normal pada umumnya pun, sudah membuat Papi Riko percaya, jika Tissa adalah pilihan yang tepat.

__ADS_1


Papi Riko tak ingin membuat sang Putra mengalami hal yang sama dengannya. Tidak, bukannya Papi Riko tak mencintai sang istri. Namun, dalam hati Papi Riko masih memiliki sedikit getaran cinta untuk Bunda Sasa.


*


"Ya allah Tissa, cantik bangeet." puji Raysa saat masuk keruang ganti pengantin.


"Iya, kamu cantik banget. Aku bsampai pangling lihatnya," tambah Desi.


"Makasih ya, Aku deg-degkan nih," ujar Tissa sambil mengulurkan tangannya kepada Raysa dan Desi.


"Eh, si Nanda mana?" tanya Tissa saat menyadari jika pendampingnya berkurang.


"Tadi ketemu Momol saat kami mau kesini. Tau sendiri kan? mereka juga lagi masa pingitan, jadi momol katanya mau melepas rindu gitu ke Nanda," ujar Desi menjelaskan.


"Dasar si Momol, gk sabaran." cibir Tissa.


""Emangnya kak Farhan sabaran orangnya? waktu itu aja udah main nyosor, ya gak Des?" ujar Raysa yang meminta pembelaan kepada Desi.


"Yoi' nikmat banget kayaknya, ampe gak lihat tempat,"


Desi dan Raysa pun terkikik, sedangkan Tissa sudah menggigit bibirnya dengan wajah merona. Sungguh, itu adalah hari yang paling memalukan baginya dimana terpergok oleh Fatih, Momol, Jo, Raysa, Desi, dan Nanda saat ia tengah berciuman panas dengan Farhan.


*


Farhan tak bisa menutupi rasa harunya, saat melihat Tissa berjalan menghampirinya. Bahkan Farhan sampai meneteskan airmatanya saat melihat betapa cantiknya Tissa dengan kebaya pengantinnya.


Farhan menoleh kearah Papi Riko, saat sang Papi mengusap punggungnya dengan sayang


"Tissa sangat cantik, terima kasih karena telah memberikan Papi menantu yang cantik. Papi harap, kalian akan memiliki keturunan yang banyak dan juga tampan dan cantik. Pasti sangat menggemaskan."


"Pi, maaf..." lirih Farhan.


"Hei bung, zaman sudah canggih. lagi pula, kalo Allah sudah berkehendak, tak ada yang tak mungkin. Maka dari itu, jangan pernah merasa letih untuk memohon kepada-Nya."


"Iya Pi, makasih banyak." Farhan pun memeluk sang papi dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Papi Riko dan mama sudah sepakat untuk membantu Tissa dan Farhan mendapatkan keturunan.


*

__ADS_1


Acara akad nikah telah berlangsung tanpa kendala, saat ini mereka tengah menikmati pesta pernikahan.


"Bener-bener ya si Jo, masa sampai sekarang masih diam aja gak ada kemajuan. Iih, nyebelin. Udah, cari aja lain, Des. Lagian banyak yang cakep disini," ujar Nanda memanas-manasi.


Desi pun menghela napasnya pelan, mungkinkah dirinya dan Jo memang tak berjodoh?


Setiap gadis berkumpul untuk menarik tali yang dipegang oleh Tissa dan Farhan, yang mana tali tersebut terubung dengan buket bunga yang sedang dipegang oleh Tissa.


"Nanda, kamu mau nikah bulan depan, masa iya mau ikut ambil buket bunga?" ujar Raysa yang melihat Nanda ikut bergabungb dengan para gadis.


Nanda hanya terkikik mendengar larangan Raysa untuk tidak bergabung dengan para gadis.


Sedangkan momol sudah pani, karena takut jika ia dan Nanda tak berjodoh.


Namun, siapa yang menyangka, jika ini adalah rencana Nanda dan tissa, dimana Ia akan melarang sepupu-sepupu Tissa untuk mendapatkan buket bunga tersebut.


MC mulai menghitung mundur dari sepuluh, Tissa dan farhan bersiap untuk memilih satu tali yang terulur kepada para gadis.


Sepuluh, sembilan, ..... dua, satuu ....


Desi terkejut saat seluruh gadis melepaskan tali mereka, sehingga menyisakan dirinya saja. Tissa dan farhan pun menghampiri Desi untuk memberikan buket bunga tersebut kepada Desi.


"Berbaliklah," ujar Tissa kepada Desi saat setelah memberikan buket bunga ketangan Desi.


Perlahan, Desi berbalik dan sudah mendapati Jo berlutut dihadapannya.


"Menikahlah dengan ku, jika kamu menolak, maka aku akan tetap memaksa mu untuk menikah denganku"


Seluruh tamu undangan pun tertawa, sebanrnya Jo ini sedang melamar atau memaksa sih?


**


Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.


Jangan lupa like and komen.


Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA


salam rindu Tissa dan Farhan

__ADS_1


__ADS_2