Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 118


__ADS_3

Raysa menatap kedua orang tuanya yang tengah berdebat memperebutkan dirinya.


Ya, saat ini Raysa dan Fatih sudah kembali ke Jakarta. Jangan ditanya berapa kecepatan yang Fatih bawa, agar Raysa tak merasakan goncangan yang kuat. Waktu yang biasanya di tempuh kurang lebih 2 jam, memakan waktu hingga 5 jam.


Raysa sempat mual dan muntah di tengah perjalanan, mereka pun terpaksa berhenti dan beristirahat selama 1 jam. Benar-benar perjalanan yang sangat melelahkan.


"Ica tinggal sama Gue," ujar Daddy Bara.


"Gak bisa gitu dong, Mas. Ica tinggal sama Gue." ujar Papi Gilang.


"Ica anak Gue,"


"Ica Anak sekaligus menantu Gue,"


"Pokoknya Ica tinggal dengan Gue,"


"Gak, Ica tinggal sama gue,"


"SSTTOOOOPPP.... Bisa gak sih berhenti berdebat memperebutkan Ica?" kesal Raysa yang sudah ingin menangis.


"Ica tinggal dirumah yang udah Abang Fatih bikin untuk Ica," putus Ica akhirnya.


"GAK BOLEH," pekik Papi Gilang dan Daddy Bara secara bersamaan.


Raysa yang terkejut pun, seketika langsung mewek dan menangis. Daddy Bara dan Papi Gilang pun seketika merasa panik. Tak pernah-pernahnya putri mereka cengeng seperti ini.


"Ica, maafin Daddy ya, Daddy gak sengaja,"


"Iya Ica, maafin Papi ya, Papi gak sengaja. Kalau Daddy kamu mengalah, pasti perdebatan ini gak bakal terjadi,"


"Seharusnya Lo yang ngalah, Lang. Ica anak Gue, sudha sepatutnya dia tinggal sama Gue." ujar Daddy Bara yang kembali memulai perdebatan.


"Dimana-mana itu, istri ikut suami. Jadi sudah benar kalau Ica itu pulang kerumah Aku," sambung Papi Gilang.


Mami Mili dan Bunda Sasa pun menepuk jidad mereka masing-masing, baru saja minta maaf sudah mulai lagi perdebatannya. Jika tak dihentikan, maka ini tak akan berakhir.


Raysa sudah menangis tersedu-sedu, namun Papi Gilang dan Daddy Bara masih saja berdebat memperebutkan Raysa.


Geram dengan kedua tingkah pria paruh baya itu, Oma Shella pun berdiri dan menjewer telinga kedua pria paruh baya itu.


"Aaww... ampun, Mi, ampun.." seru Daddy Bara dan Papi Gilang sambil berdiri mengikuti gerak tangan Oma Shella.


"Kalian berdua kapan bisa dewasa dan mengertinya sih? Raysa dan Fatih pasti juga pingin memiliki rumah impian," ujar Oma Shella.


"Tapi Mi, Mami dulu juga paksa Bara buat tinggal dirumah. Padahal kan Bara juga pingin punya rumah sendiri," rengek Daddy bara.


"Ooh, jadi kamu mau nyalahin mami gitu? Kalau kamu dan Sasa pergi dari rumah, rumah ini sepi dan kosong, kamu tega biarin Mami kesepian?" ujar Oma Shella yang semakin kuat menjewer kuping Daddy Bara.


Daddy Bara memekik kuat karena merasakan jika telinganya ingin terlepas dari telinganya.

__ADS_1


*


Raysa menatap sang suami yang lagi sibuk dengan pekerjaan kantornya. Malam ini akhirnya mereka mengalah untuk menginap dirumah Oma Shella.


Setelah perdebatan yang panjang, jalan tengah yang diambil adalah Raysa dan Fatih akan bergantian tinggal dirumah Mami Mili dan Bunda Sasa, sampai rumah impian mereka benar-benar siap dan terisi dengan barang-barang sesuai dengan keinginan Raysa.


"Abang," panggil Raysa.


"Ya sayang," ujar Fatih tanpa mengalihkan perhatiannya.


"Bobok yuukk,"


Fatih mengangkat kepalanya, ia pun menelan salivanya saat melihat Raysa menggunakan lingeri dengan belahan dada rendah dan memamerkan pahanya yang mulus.


"Abang..." panggil Raysa lagi, yang mana membuat Fatih tersadar dari lamunannya.


"I-iya sayang," Fatih langsung meninggalkan pekerjaannya dan mendekati sang istri.


Fatih menggendong Raysa dan membawanya keatas tempat tidur.


"Abang gak kepingin?" tanya Raysa saat Fatih membenarkan rambutnya.


"Pingin, tapi Abang harus tahan. Abang gak mau buat Kamu kelelahan sayang. Lagi pula, kamu belum sembuh total."


Raysa pun menghela napasnya pelan, entah kenapa Raysa benar-benar sangat ingin merasakan belaian tangan Fatih. Tapi Raysa juga sadar, jika ia tak boleh egois dengan keinginannya untuk bercinta. Ini semua demi anak mereka.


*


"Duh, setiap pagi lihat adegan romantis gini, Jadi pingin nikah muda," celetuk Sofia saat melihat Fatih turun dari tangga sambil menggendong Raysa.


"Emangnya udah ada calonnya?" tanya Mami Mili.


"Ya belum lah, lagian kan Sofi cuma becanda Mi,"


"Oh yaa? Mami kira udah ada calonnya."


"Kenapa gak pakai lift aja, Bang?" tanya Papi Gilang saat sang putra sudah berada didekatnya.


"Biar romantis aja Pi,"


"Iya, romantis. Kalo pinggang kamu encok pas turun tangga gimnaa? Papi gak mau ya terjadi apa-apa sama menanti kesayangan Papi,"


"Fatih kan beda sama Papi. Kalo Papi iya, bisa encok kalah gendong Mami naik tangga," ejek Fatih.


"Kurang ajar Kamu, Mau Mami jewer hah?"


"Ampun Mi, hehehe," ujar Fatih sambil menangkup kedua tangannya.


"Tapi Fatih benar Mi, kalau Papi gendong Mami, bisa encok pinggang Papi. Secara Mami udah gendut."

__ADS_1


"Ooh, jadi salahi Mami gitu? bukannya Papi yang emang udah tua dan gak punya tenaga?" ujar Mami Mili kesal.


"Loh, siapa bilang Papi gak punya tenaga? Mami mau berapa ronde buat bor? Papi masih sanggup"


"Iihh, Papi... ngomongnya direm dong. masih ada anak dibawah umur nih," pekik Sofia sambil menutup telinganya.


"Lah, yang mau kawin muda tadi siapa yang ngomong?"


Sofia mencebikkan bibir nya, sedangkan yang lain tertawa melihat wajah merajuk Sofia.


*


Sudah 4 bulan Fatih tak menyentuh Raysa, setiap Raysa mengajak Fatih bercinta, Fatih selalu menolaknya karena tak ingin membuat Raysa kelelahan.


"Gila tuh film layangan putus. Istri lagi hamil, malah selingkuh," ujar teman Raysa Yang seprofesi.


"Iyaa, tapi sebenarnya, laki-laki itu jika istri lagi hamil, hobinya emang selingkuh. Katanya, main sama istri lagi hamil gak enak,"


"Untung Gue belum nikah. Semoga aja suami Gue gak kayak gitu."


Raysa yang hanya menjadi pendengar pun, merasa tersentil hatinya. Benarkah Fatih tak ingin menyentuhnya karena ada wanita lain? tapi siapa?


Raysa pun berencana akan mencoba mengajak Fatih kembali untuk bercinta. Jika Fatih menolak, Jangan salahkan Raysa jika berfikiran buruk tentang Fatih.


*


Di tempat lain, Fatih sedang berkeluh kesah dengan Lucas, Lana, Veer, dan Zein.


"Gue kadang hampir hilang kendali tau gak sih, gue gak tau sampai kapan gue sanggup tahan untuk tak menyentuh Layca,"


"Lo udah coba periksa lagi belum?" tanya Lucas.


"Bulan lalu gue udah periksa, tapi Anggel bilang kalau bisa jangan main dulu. Tensi darah Layca rendah, takutnya jika Layca kelelahan, makanakan berpengaruh kepada kesehatan Layca dan pertumbuhan janinnya."


"Hmm, obatnya rutin kan di minum? lagi pula itu baru trimester ketiga. Ini udah masuk trimester kedua, coba aja periksa lagi, mana tau udah bisa di goyang," ujar Lucas memberikan nasehat, karena Lucas memiliki mu kedokteran.


"Cas, Lo udah pernah goyang si Nia belum?" tanya Lana yang mana membuat Lucas tersedak ludahnya sendiri.


"Ya kali dia goyang si Nia, baru ciumnya udah lari kekamar mandi muntah-muntah," ejek Fatih yang mana disetujui oleh yang lainya.


"Bangsat Lo pada." gerutu Lucas, kemudian ada senyum tipis yang tersungging saat mengingat kejadian dimana ia mencium Nia dengan rakus.


**


Jangan lupa Vote ya setiap hari senin


Jangan lupa like and komen.


Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA

__ADS_1


salam rindu Tissa dan Farhan


__ADS_2