Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 123


__ADS_3

"Jadi, siapa nih namanya?" tanya Papi Gilang kepada Fatih.


Fatih menggenggam tangan Raysa dan tersenyum.


"Yang sama Papi, Namanya Abang Reyhan, Reyhan Faysa Algibran," ujar Fatih.


"Dan yang sama Daddy, Rayyan Faysa Algibran," ujar Raysa.


"Halo Abang Reyhan," ujar Papi Gilang sambil menciumi hidung Reyhan.


"Ganteng banget cucu Opa, eh, bedainnya di mana yaa?" tanya Daddy Bara.


"Buset dah, masa gak bisa bedain? Opa apaan sih Lo? Cucu sendiri aja gak bisa bedain," ujar Papi Gilang sambil tersenyum mengejek Daddy Bara.


"Heh, emang lo tau? Emngnya lo bisa bedain?" tantang Daddy Bara.


"Bisa dong, anak gue kembar. Jadi gue udah pengalaman."


"Oke, mari kita uji."


Daddy Bara memberikan Rayyan kepada Bunda Sasa, begitu pun dengan Papi Gilang, memberikan Reyhan kepada Mami Mili. Daddy Bara dan Papi Gilang pun berbalik badan dan membiarkan Mami Mili dan Bunda Sasa meletakkan cucu mereka secara acak.


"Udah?" tanya Daddy Bara.


"Udah." jawab Bunda Sasa.


Daddy Bara dan Papi Gilang pun berbalik, mereka mendekati brankar Raysa, di mana baby twins di letakkan oleh bunda Sasa dan Mami Mili.


Daddy Bara terlihat kebingungan, karena wajah Reyhan dan Rayyan benar-benar sangat mirip. Daddy Bara menggaruk kepalanya karena bingung.


"Bisa bedain gak?" tanya Papi Gilang.


"Lo bisa emang?" ujar Daddy Bara dengan remeh.


Papi Gilang menatap kedua cucunya, kemudian Papi Gilang menyentuh bayi yang ada di sebelah kirinya.


"Abang Reyhan dan yang ini adek Rayyan." ujar Papi Gilang sambil menyentuh bayi mungil yang ada di atas brankar.


Daddy Bara menatap ke arah Raysa dan Fatih, meminta jawaban yang benar dari mereka.


"Papi Gilang benar, Yang kiri abang Reyhan, dan yang kanan Adek Rayyan." ujar Raysa, yang mana membuat Daddy Bara kesal, sedangkan Papi Gilang sudah menyombongkan dirinya.


"Kebetulan aja itu, gak usah sok deh," ujar Daddy Bara.


"Bilang aja Lo iri, week.."


Dan, perdebatan pun terjadi, sehingga membuat si kembar Reyhan dan Rayyan terbangun dan menangis.


"Kalian ini, udah besar tapi masih aja kayak anak kecil, sana keluar. Bikin ribut aja, cicit Mami jadi nangis nih," Ujar Oma Shella menegur Daddy Bara dan Papi Gilang, serta mengusir dua pria berbadan besar yang sudah mendapatkan predikat opa.


Raysa yang masih kaku pun panik karena si kembar langsung menangis dengan kencang. Untungnya Mami Mili dan Bunda Sasa sigap untuk menenangkan kedua cucunya.


"Intinya jangan panik, selalu siapin susunya di dekat bayi." ujar Mami Mili yang berpengalaman dalam mengurus bayi kembar.

__ADS_1


Asi Raysa belum lancar, untuk itu Baby Twins diberi susu formula.


"Kencang banget ngeny*tnya. Sampai bunyi-bunyi gitu minumnya," ujar Raysa sambil memandang baby Rayyan yang ada di dalam gendongannya.


Fatih pun menggendong baby Reyhan yang sedang menyusu di dodotnya sambil di timang-timang dan dinyanyikan sholawat nabi.


"Mau gendong," seru Steva dan Sofi yang sedari tadi tak sabaran dan harus mengalah karena keduluan dengan Daddy Bara dan Papi Gilang.


Di luar ruangan, Papi Gilang dan Daddy Bara masih saja berdebat dan saling menyalakan karena telah di usir dari kamar oleh Oma Shella.


*


"Gimana? Seru gak punya bayi kembar?" ujar Quin yang sedang menjenguk Raysa.


"Seneng, Mbak. Tapi sedikit rempong ya,"


"Nanti malam siap-siap aja, bisa gak tiduran semalaman." ujar Quin sambil terkekeh.


"Na itu, abang Fatih lagi tiudr sekarang, katanya buat isi amunisi nanti malam," seru Raysa sambil menunjuk kerah Fatih yang sudah tertidur pulas di dekat kedua bayinya.


"Jaman sekarang udah canggih, ada botol susu yang langsung siap guna saat di perlukan."


"Iya,Mbak. Tadi udah dibeli juga sama Mami."


"Halo... halo ... haloo... baby twins aunty," seru Tissa yang baru memasuki kamar Raysa.


"Kasiih salam dulu, napa Sa?" tegur Quin sambil menepuk bahu Tissa pelan.


Tissa hanya terkekeh dan memeluk Quin. "Duh, tu bayi gorila ngapain tidur situ?" ujar Tissa mengatai Fatih.


"Fatih masuk keruang operasi?" tanya Tissa takjub.


"Iya, Kak. Bertahan hingga akhir."


"woww, keren ah."


"Kamu gimana? udah isi belum?" tanya Quin.


"Doakan saja ya, lagi program juga nih."


"Kurangi bergadang, jangan terlalub capek-capk kerja."


"Baik, buk bos," ujar Tissa sambil memberi hormat kepada Quin.


"Kakak sama siapa ke sini?" tanya Raysa.


"Sama Farhan, tapi lagi di luar, ngomong sama Abash. Eh, ya, si abash pacaran ya sama Sifa?" tanya Tissa kepo.


Raysa dan Quin serentak mengangkat kedua bahunya. Mereka saja bingung apa yang terjadi dengan hubungan Sifa dan Abash. Intinya, Sifa selalu menegaskan kalau Abash hanya atasannya saja.


Fatih terbangun saat Reyhan mennagis, dengan cepat Fatih menggendongnya.


"Eh, Sa. Kapan sampai?" tanya Fatih dengan wajah bangun tidurnya.

__ADS_1


"Baru 30 menit yang lalu. Tih, gue mau gendong dong."


"Loh, dari tadi di suruh gendong gak mau," ujar Raysa.


"takut bangun, nangis. Lagian aku gak pinter ngambilnya."


Fatih memberikan Reyhan kedalam gendong Tissa. Tissa menatap bayi mungil yang ada di dalam gendongannya itu dengan mata berkaca-kaca.


"Bismillah, insya Allah kalau sudah waktunya, pasti dia juga akan hadir dalam rahim kamu," ujar Quin sambil mengusap punggung Tissa yang mulai terisak.


Tissa hujani Reyhan dengan kecupan lembut, dalam hati, Tissa berharap agar cepat di berikan malaikat kecil kedalam kehidupannya.


*


"Kok melamun? kenapa?" tanya Farhan.


Saat ini mereka sedang menuju rumah yang Farhan bangun untuk Tissa.


"Apa bayi mungil itu akan hadir kedalam perut aku?" lirih Tissa.


Farhan langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Sa, denger Aku. Kita Jangan pantang menyerah, semua pasti ada jalannya, lagi pula, kita menikah juga belum genap setahun kan? Lagian, aku gak pernah mempermasalahkan soal anak, yang aku butuhkan hanya kamu. Kamu yang setia di samping aku." ujar Farhan sambil memangku wajah Tissa.


Tidak tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tissa membalas menangkup wajah Farhan.


"Jangan pernah tinggalin aku, ya."


"Gak akan pernah." Farhan mencium bibir Tissa dan ********** dengan lembut. "Aku cinta kamu, sekarang, nanti, dan selamanya."


"Aku juga."


Lagi, Farhan mendaratkan kecupan di bibir Tissa.


"Oh ya, tadi Quin bilang, lusa mau Adain acara penyambutan kepulangan Raysa. Kamu bisa hadir?"


"Insya Allah bisa,"


"Oh ya, satu lagi. aku bingung nih, kasih hadiah apa untuk baby twins, kamu ada ide gak?"


"Emm, apa yaa?"


Readers ada yang tau gak? cocoknya Farhan dan Tissa kasih hadiah apa untuk Baby twins?


Dan untuk kak Kharda, terima kasih ide namanya yaa...


**


Jangan lupa Vote ya setiap hari senin


Jangan lupa like and komen.


Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA

__ADS_1


salam rindu Tissa dan Farhan


__ADS_2