
" Mas, kangen."
Sasa mengirim pesan kepada Bara. Sudah 1 bulan Sasa tidak berdekatan dengan Bara. bahkan Bara sampai tinggal di rumah Om Nazar, karena Sasa yang terus mual mencium aroma tubuh Bara. Bahkan suara Bara pun membuat Sasa pusing.
Ting..
BeruangMadu : Kamu mau aku pulang?
Send.
Mungil : Iyaa, sekarang yaa..
Bara tersenyum lebar saat mendapatkan pesan dari Sasa. Dengan segera Bara meninggalkan kantornya dan berpesan kepada Andi jika dirinya ada urusan mendadak.
Dengan kecepatan penuh, dan semangat yang menggebu, Bara mengemudikan mobilnya agar cepat sampai ke rumah.
" Mungiilll, aku pulang.." Teriak Bara saat turun dari mobil.
Sasa yang mendengar suara Bara pun langsung berlari membukakan pintu.
" Mas.."
Sasa langsung menghambur kepelukan Bara. Seakan lama tak bertemu, Sasa melepas rindunya.
satu detik, dua detik, lima detik, Satu menit.
" Uweekkk.."
" Mas, kamu mau.." Sasa melepas pelukannya dan belari ke kamar.
" Mungill.." Bara hanya mematung menatap kepergian Sasa, hingga Mami Shella memukul bahu Bara.
" Tumben pulang jam segin"
" Tadi Sasa bilang kangen, makanya Bara pulang, Mi."
" Terus, Sasa nya mana?"
" Udah masuk kedalam, bilang nya aku bau.." Ujar Bara sendu.
" Ya udah, pergi kerja sana. Ngapain berdiri di depan pintu.."
" Mami ngusir aku?"
" Ya udah, masuk. terus kamu tinggal dengar Sasa muntah-muntah."
Bara menghela napasnya. Bara pun dengan lemas dan tak bersemangat kembali ke kantor
Ting.
Mungil : Maaf yaa Mas..*emosedih.
BeruangMadu: Iya sayang, yang penting udah sempat meluk kamu, aku udah bahagia banget. Gimana dengan anak kita?
Bara terpaksa menepikan mobilnya hanya untuk membalas pesan dari Sasa. Hanya ini yang bisa mereka lakukan. Karena Sasa yang tidak bisa mendengar suara Bara. Bahkan mereka melakukan video call tanpa suara. Sasa benar-benar memandanb wajah Bara hingga dirinya tertidur.
Mungil : Anak kita sehat Mas, Aku makannya banyak banget. Semua karena masakan Daddy nya yang lezat.
Bara memang sengaja menyiapkan sarapan dan makan malam untuk Sasa, dengan masakannya. Hanya ini lah yang bisa Bara lakukan untuk cintanya dan buah hatinya.
BeruangMadu : Jangan lupa di minum susu ya ya..
Ponsel Bara berdering, menampilkan panggilan Video dari mungilnya. Bara segera menggeser tombol hijau itu.
" Mas, I Love You.."
Bara membalas ucapan Sasa, namun Sasa tidak bisa mendengar suara Bara, karena Bara mematikan mode suara nya.
" Mas lagi di jalan?"
Bara menganggukkan kepalanya.
" Ya udah, Mas lanjut aja lagi. Aku cuma mau mandangi wajah Daddy nya anak aku."
Bara pun mengemudikan kembali mobil nya. Tidak ada suara dari Sasa, Sasa benar-benar menikmati setiap lekukan dari wajah sang suami, hingga Sasa tertidur.
Bara tersenyum saat melihat Sasa yang sudah tertidur. Bara mengecup ponselnya, seakan dirinya tengah mengecup Mungilnya.
.
.
__ADS_1
" Mi, Mas Bara gak tidur di rumah?"
" Enggak, Bara tidur di rumah Om Nazar. Kamu masih mual dengan aroma Bara?"
" Gak tau Mi, cuma aku rindu aja."
" Ya udah, Mami suruh dia pulang yaa.."
" Iyaa Mi."
Mami Shella menghubungi Bara, dan saat Mami Shella mengatakan jika Sasa rindu, Bara langsung berlari pulang dengan kencang.
" Mungil.. aku pulang.."
" Uwweekk... "
Sasa langsung berlari ke kamar mandi.
" Seperti nya kamu harus kembali kerumah On Nazar." Ujar Mami Shella menatap putranya dengan Iba.
" Mungill.. kamu gak papa?" Bara mengetuk pintu kamar Mandi.
" Uweekkk...Uweekk.."
Bara menghela napasnya, Bara menjauh dari pintu kamar Mandi.
" Bara balik ke rumah Om Nazar ya Mi," Wajah Bara sudah sendu, matanya juga sudah berkaca-kaca.
" Iyaa, kamu yang sabar yaa..."
" Iyaa Mi."
Setelah Bara pergi, Sasa pun keluar dari kamar mandi.
" Mas Bara udah pulang ke rumah Om Nazar Mi?"
" Iyaa, baru aja pulang"
Satu air mata Sasa menentes.
" Hikkss.."
" Iya Mi.."
Sasa membuat panggilan video dengan Bara. Sasa rindu dengan suara Bara, tapi Sasa tak sanggup mendengarnya, karena dirinya akan merasa mual.
" Mas.. Hiks.." Sasa membelai layar ponselnya, seakan sedang membelai Bara.
Terlihat dari gerak Bibir Bara, jika dirinya mengatakan 'Mungil, Aku rindu, aku mencintaimu'.
" Hikkss.. Mas... hiikkss...."
Bara meremas rambutnya, tidak tau ingin berbuat apa, mendekat dengan mungilnya, maka akan menyiksa Sasa. Jauh dari mungilnya, membuat dirinya rindu.
Sasa yang tidak sanggup lagi melihat wajah sang suami yang sendu dengan mata berkaca-kaca pun, mematikan ponselnya.
" Mass.. Aku rindu...hikss.." Monolog Sasa dan memeluk guling milik Bara.
.
.
Bara sudah menjambak rambutnya berkali-kali, dan juga memukul samsak.
" Kamu kenapa Bar?" Tanya Om Nazar.
" Bara rindu Sasa om, Sasa saat Ini sedang menangis karena merindukan Bara juga."
Om Nazar terlihat seperti berfikir. " Om punya ide, mari kita coba."
Bara mengikuti apa yang di katakan oleh Om Nazar. Bara mandi dengan menggunakan sabun milik Tante Rosa, kemudian menggunakan handbody Tante Rosa, dan juga parfume Tante Rosa.
Bara dengan segera melesatkan dirinya ketempat sang istri.
" Mungil..."
Sasa menengadahkan kepalanya, menatap Bara yang menjulang tinggi di depan pintu.
" Masss.. Hikkss..."
Bara menghampiri Sasa, dan langsung mencium bibir Sasa. Sasa membalas ciuman Bara, mengikuti irama bibir yang saling bertautan, dan melepas rindu.
__ADS_1
Bara menyatukan kening mereka, tanpa suara, seolah mata mereka yang berbicara, melepas rindu selama sebulan ini tak saling berkontak fisik.
" Mas, wangi kamu beda.."
" Hmm, " Bara mengetikkan sesuatu diponselnya.
' Aku memakai sabun, handbody, dan parfume milik Tante rosa.'
Sasa tersenyum di tengah tangis bahagianya.
" Aku merindukanmu Mas.."
' Aku juga..'
Bara ingin menyentuh Sasa, namun takut keringat yang akan membasahi tubuhnya, membuat olahraga pelepas rindu mereka menjadi terganggu.
' Kita tidur yuukk..'
Sasa mengangguk dan mengikuti pergerakan Bara yang membaringkannya. Sasa tidur di atas lengan Bara dan memelik pinggang Bara posesif.
Kali ini, Sasa tidak ingin di peluk dari belakang, Sasa ingin memeluk tubuh Bara. Tak butuh waktu lama, Sasa terlelap dengan lelapnya. Bara terus mengecup kening Sasa, rasanya sebulan bagaikan setahun baginya.
.
.
"Siapa yang datang Dad?"
" Bara.."
" Bara di sini?"
" Iyaa, tuh masih di kamar dengan Sasa."
" Bara gitu iih, ntar Sasa muntah-muntah gimana?" Mami Shella sudah berjalan menuju kamar Bara dan Sasa, namun Daddy Roy menahan lengan Mami Shella.
" Bara pakai parfum Rosa kayaknya, jadi aroma tubuhnya agak berbeda. Biarkanlah mereka melepas rindu. Kalo Sasa mual, Bara pasti keluar dari kamar kok."
Mami Shella menghela napasnya, dan membiarkan Bara melepas rindunya dengan Sasa.
.
.
Sasa bergerak risih dalam tidurnya.
" Uwwkk.."
Bara yang merasakan pergerakan Bara, langsung terbangun.
" Mungill,"
" Uuwwkk..." Sasa kembali mual.
Bara dengan cepat bangun dan mengecup kening Sasa. Bara langsung berlari keluar kamar.
" Kamu kenapa?" Tanya Daddy Roy yang juga baru keluar kamar karena haus.
" Sasa mual."
" Ooh, Ya udah, lanjut tidur di kamar atas aja. Masih jam 3 pagi."
" Iyaa Dad." Bara pun melangkah menuju kamar Kesya. Bara tersenyum saat dirinya berhasil tidur bersama Sasa malam ini. Bara pun berencana akan memborong parfume, sabun, dan juga handbody milik Tante Rosa.
" Mungill.. banyak jalan menuju Mungil.." Bara memeluk guling seakan sedang memeluk Sasa.
Di kamar lain, Sasa juga sedang tersenyum senang. Walaupun hanya sebentar, akhirnya Sasa bisa melepas rindunya, walaupun hanya sesaat.
" Mas Bara, beruang maduku " Sasa memeluk guling, seakan memeluk Bara.
Hingga akhirnya mereka berdua melajukan video call, saling tersenyum malu, dan kembali tertidur dengan kondisi ponsel yang masih menyala.
IG : RIRA SYAQILA
Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...
Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..
Senang pembaca, senang juga author...
Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....
__ADS_1