Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 82 "Menemukan Kamu"


__ADS_3

Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh suka cita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejati


Lembah yang berwarna membentuk melekuk


Memeluk kita dua jiwa yang melebur jadi satu


Dalam kesucian cinta


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejati


Suara gemurih tepuk tangan pun terdengar. Para orang tua yang tinggal di panti jompo pun menangis mendengar lagu yang sangat menyentuh hati, Apa lagi suara yang menyanyikannya sangatlah merdu.


Mami Shella melangkahkan Kakinya ke arah Gadis mungil nan manis. Yang sudah menghancurkan dan meluluh lantakkan hati sang putra nya.


" Mami??" Terlihat wajah yang terkejut saat Mami Shella sudah berada di hadapan gadis manis itu. Matanya langsung berkaca-kaca denagn air mata yang siap untuk jatuh dalam sekali kedipan.


Mami Shella langsung memeluk gadis itu. Pecahlah tangisnya dalam pelukan Mami Shella.


" Mami.. hiikksss"


" Mami rindu kamu, Sasa. Mami rindu, sangat rindu. Tapi Mami juga membenci ka.u.. Hikksss.."


Tante Linda yang melihat adegan sedih di hadapannya pun juga ikut menangis.


" Maaf Mi. Maafin Sasa. Hikkss.. Sasa Malu.. hiksss... Sasa---"


" Diam, Mami tidak meminta penjelasan apapun dari kamu" Potong Mami Shella yang masih memelum tubuh mungil Sasa.


Yaa, gadis di panti jompo yang baru saja menyanyikan lagu untuk menghibur donatur dan penghuni panti adalah Sasa.


" Katakan, kenapa kamu pergi?" Saat ini Mami Shella sudah berada di sebuah taman yang berada di dalam panti jompo. Mami Shella meminta waktu pribadi untuk berbicara dengan Sasa.


" Sasa pembawa sial bagi keluarga Mami. Gara-gara Sasa, Mas Bara selalu kena masalah, Gara-gara Sasa, Mami selalu gunjing oleh teman-teman Mami, Gara-gara Sasa, Daddy terkena masalah di Kantor, dan gara-gara Sasa, Toko Mbak Kesya jadi sepi." Sasa menundukkan kepalanya, Menyembunyikan wajahnya yang sudah kembali berlinang air mata.

__ADS_1


Mami Shella menangkup wajah Sasa, dan di hadapkan ke wajah Mami Shella.


" Gara-gara kamu pergi, Bara masuk rumah sakit, dan Bara sudah seperti orang gila yang kehilangan semangatnya."


Sasa membelalakkan matanya. " Mami bohong, Waktu itu Sasa liat Mas Bara baik-baik aja"


Mami Shella menaikkan alisnya sebelah. "Kamu tidak percaya?"


Mami Shella mengeluarkan ponselnya, dan memperlihatkam video di mana Bara menangis sambil mengatakan rindu Sasa, video di mana Bara memeluk tepung serba guna sambil tertidur, dan video gimana Bara mengajak tepung serba guna itu berbicara, seolah-olah itu adalah Sasa.


" Mi.." Sasa menutup mulutnya, air matanya kembali jatuh dengan derasnya.


" Kamu harus dihukum karena sudah membuay Anak Mami seperti ini."


" Mi, Maafin Sasa.. Hikks.."


" Mami akan maafin kamu, kalo kamu ikut pulang sama Mami, dan menikah dengan Bara. Kamu harus di hukum oleh Mami dan Bara. Kamu akan Mami hukum, seberat-beratnya. Dan Mami pastikan kamu tidak akan pernah bisa keluar dari rumah."


" Maafin Sasa "


" Kamu mau Mami Maafin kamu?"


Sasa menganggukkan kepalanya.


" Kamu harus ikut Mami, dan buat semangat Bara kembali. Buat senyum Bara kembali, dan Buat Bara kembali seperti dulu."


" Apa yang harus Sasa lakukan..Hikss.."


" Tapi... Bagaimana jika Sasa kembali, Mas Bara semakin mendapatkan masalah. Dan Mami semakin digunjing oleh teman-teman Mami?"


" Itu urusan Mami dan Bara, Yang terpenting sekarang kamu harus di hukum. Titik."


" Mi, Tapi.. Sasa bukan perempuan yang pantas untuk Mas Ba---" Mami Shella menutup mulut Sasa dengan jari telunjuknya.


" Pantas atau tidak pantasnya kamu, Itu urusan Mami dan Bara. Kamu hanya perlu menjalankan peran kamu sebagai pendamping Bara."


" Mi, Tapi Sasa..."


" Kamu mau ikut atau tidak? Kalo kamu gak mau ikut, baiklah.. Mami sampai kapan pun Mami gak mau maafin kami. Dan Mami akan melaporkan kamu ke...ke...ke..." Mami Shella berfikir, akan kemana dia akan melaporkan Sasa.


Sasa menunggu kelanjutan ucapan Mami Shella dengan jantung yang berdebar, akan ke mana Mami Shella akan melaporkannya ke mana.


" Mami akan melaporkan kamu ke Perlindungan Anak."


Sasa mengerjap-ngerjapkan matanya. "Perlindungan Anak?, Tapi kan Mas Bara---"


" Bara anak Mami. Mami mau aduin kalo kamu udah nyakiti hati anak Mami. Biar kamu di hukum sama kak Seto"


Sasa ingin tertawa, namun melihat wajah sang Mami yang sepertinya benar-benar serius kesal dengannya, Sasa hanya mengulum senyumnya. Sasa menggenggam tangan Mami Shella.

__ADS_1


" Sasa ikut Mami, Tapi Mami jangan Marah ya Sama Sasa."


" Beneran? Kamu mau ikut Mami?"


Sasa menganggukkan kepalabya. Mami Shella memeluk Sasa kembali. " Mami senang kalo kamu kembali.."


" Sasa senang, Mami masih mau Nerima Sasa, padahal Sasa udah bikin keluarga Mami susah, dan buat keluarga Mami malu. Apalagi kalo Sasa udah gak suc---"


Mami Shella dengan cepat menutup bibir Sasa dengan menjepitnya dengan tangannya.


" Mami gak mau dengar." Mami Shella mengulum senyumnya. Ternyata Sasa belum mengetahui hasil visum tersebut. Padahal sudah di umumkan di seluruh stasiun TV, Sepertinya Sasa memang tidak melihat berita.


Memang Sasa tidak ingin melihat berita, karena tidak ingin merasa terpuruk dengan berita yang ada.


Kepulangan Mami Shella membuat Bara semakin uring-uringan. Pasalnya Mami Shella mengatakan jika dia pulang bersama wanita yang akan di jodohkan.


" Kamu tinggal sama Tante Linda ya.." Titah Mami Shella.


Mami Shella tidak ingin mengambil resiko dengan membiarkan Sasa tinggal di hotel ataupun aparatemen nya, karena kapan saja Bara bisa datang ke sana. Apalagi di saat seeprti ini, di mana Mami Shea mengatakan akan menjodohkannya. Pasti Bara mencari ketenangan di apartemen Sasa.


" Mi, Mami serius mau jodohi Mas Bara lagi?" Kesya mencoba berbicara dengan sang Mami. Saat ini Kami Shella sudah berada dir umah dan sedang memasak makanan kesukaan Bara. Tempe goreng dengan di Baluri tepung serba guna. Kesukaan Bara semenjak kepergian Sasa. Intinya apapun itu yang berhubungan dengan tepung serba guna, Bara akan menyukainya.


" Mami serius. Mami gak mau liat Mas kamu itu seperti robot yang gila kerja."


" Mi, Kita lagi usaha buat cari Sasa. Masa sih Mami tega sama Mas Bara?"


" Pokoknga sekali Mami bilang Baranharus menikah dengan gadis ini, Bara harus turuti Mami. Mami gak mau di bantah Kesya untuk kali ini Kesya sayang."


Kesya hanya menghela napasnya pelan. Maminya serius ingin menjodohkan Bara dengan gadis pilihannya. Bahkan Mami sudah menyuruh Bara untuk membeli cincin lamaran yang mahal untuk gadis ini.


Kesya mencoba mencari tau siapa gadis yang akan di jodohi dengan Bara melalui Reza. Reza hanya menggelengkan kepalanya dan mengatakan tidak mengenal siapa gadis itu. Kesya kembali pasrah, sepertinya Reza sudah di tutup mulutnya oleh Mami Shella.


" Restoran?" Kesya dan Vina terkejut saat Mami Shella meminta kepada Arka untuk menyiapkan tempat makan malam yang romantis di restoran yang berada di hotel milik keluarga Moza.


" Harus Mi ya di buat semegah itu?" tanya Kesya dengan suara bergetar.


" Kamu gak mau nuruti permintaan Mami? Ini buat Mas kamu loh. Ya kalo kamu gak mau, Mami bisa kok sewa restoran kamu itu, tapi kasih diskon yaa ."


Kesya dan Vina saling pandang. Arka sudah mengulum senyumnya, pasalnya Arka sudah memerika cctv yang ada di mobil, dan Arka sudah mengetahui siapa gadis yang akan di jodohi oleh Mami Shella. Arka sengaja tidak ingin memberi tahu Kesya, karena di lihat dari gerak-gerik Mami, Mami sengaja ingin memberikan kejutan kepada mereka semua.


" Arka akan menyiapkan seperti yang Mami inginkan" Arka tersenyum lebar.


Kesya dan Vina sudah kesal melihat senyuman Arka. Yang benar saja, Apa Arka juga menyerah dengan mencari keberadaan Sasa?. Padahal Arka adalah salah satu saksi hidup yang melihat sendiri bagaimana Bara bisa gila tanpa Sasa.


Sungguh menyebalkan.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Salam SaBar... (Sasa & Bara )


__ADS_2