Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 101


__ADS_3

Fatih tersenyum melihat wajah Raysa yang terlelap nyenyak setelah kegiatan panas mereka.


Fatih mengusap peluh yang masih tersisa di dahi Raysa, sehingga membuat Raysa menggeliat dan semakin merapatkan pelukannya ketubuh Fatih.


Fatih menghembuskan napas berat, karena bukit kenyal milik Raysa semakin menempel di dadanya, dan itu membangunkan mungilnya yang berubah jadi Hulk.


"Layca ... Layca ... bisa banget sih kamu goda aku kayak tadi. Aku suka kamu yang liar seperti tadi." Fatih mencium bibir Raysa.


Eh, rencanannya cuma Bentara doang, tapi kok nagih ya? Fatih pun mel*mat bibir Raysa sehingga sang empu mengerang, membuka matanya, dan menahan dada Fatih hingga ciuman mereka pun terlepas.


"Abanng ..." lirih Raysa dengan suara parau dan seksi, yang sialnya terdengar semakin menggoda di telinga Fatih.


"Aku ingin lagi, boleh tambah?" tanya Fatih dengan suara paraunya.


Raysa membenarkan posisinya, kemudian ia tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tanpa menunggu lama, Fatih pun kembali menempelkan bibirnya, serta memberikan sensasi-sensasi luar biasa ditubuh Raysa hingga mereka kembali mendapatkan pelepasannya lagi.


*


"Mas, ngapain di luar?" tanya Bunda Sasa yang menghampiri Daddy Bara.


"Lagi cari angin." jawab Daddy Bara sambil terkekeh pelan.


"Angin kok di cari, ntar masuk angin minta dikerokin."


Bunda Sasa berjalan mendekati Daddy Bara. Tak harus menunggu kode dingin, Daddy Bara memeluk Bunda sasa yang tubuhnya lebih kecil darinya, dan menenggelamkan Bunda Sasa kedalam pelukannya.


"Udah hangat kan?" tanya Daddy Bara.


"Bersama kamu aku selalu merasa hangat, Mas."


"Bersama kamu, aku merasa hot." balas Daddy Bara.


"Maksud kamu?"


Daddy Bara xukup menggoyangkan sedikit pinggulnya, maka Bunda Sasa sudah paham apa maksud dari perkataannya.


"Dasar mesum."


Daddy Bara pun hanya bisa terkekeh.


"Waah, pacaran gak ngajak-ngajak." Ujar Papi Gilang yang sudah menghampiri Bunda Sasa dan Daddy Bara.


"Mana ada pacaran ngajak-ngajak. Yang ada ngeganggu tau." ujar Daddy Bara.


Papi Gilang hanya terkekeh dan menarik Mami Mili kedalam pelukannya.


"Apaan sih, Mas?" kesal Mami Mili, karena Papi Gilang memaksa tubuh mami Mili yang tinggi untuk masuk kedalam pelukannya.


"Biar kayak mereka." ujar Papi Gilang menunjuk kearah Daddy Bara dna Bunda Sasa.


"Lah, Mbak Sasa mungil Mas badannya, jadi bisa masuk dan tenggelam di pelukannya Mas Bara. Lah aku? aku tinggi Mas, bahkan tinggi aku sama kamu cuma beda 10cm."

__ADS_1


"Ya udah, peluk gini aja." Papi Gilang pun meletakkan dagunya di bahu Mami Mili.


Tak berapa lama Papa Arka dan Mama Kesya, beserta Papa Fadil dan Mama Puput pun ikut bergabung dengan Papi Gilang dan Daddy Bara.


"Waah, reunian gak ajak-ajak." ujar Papa Arka.


"Gak reunian, lagi pingin pacaran aja di pinggir kapal. Biar serasa jadi Jack dan Rose." ujar Daddy Bara.


"Kalo mau jadi Rose dan Jack, berdiri di ujung kapal itu, Mas." ujar Papa Fadil sambil menunjuk ke arah depan kapal yang berbentuk lancip.


"Ngapain, di sini juga bisa, ya kan mungil."


"Hmm?" Bunda Sasa mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah sang suami. Namun tiba-tiba ...


cup


Bunda Sasa membelalakkan matanya saat Daddy Bara mengecup bibirnya.


"Iih, dasar mesum." gerutu Bunda Sasa.


Yang lain pun tertawa melihat keunyuan pasangan big and small tersebut. Ada saja kelakuan Daddy Bara untuk membuat Bunda Sasa kesal.


*


Raysa meraba-raba lengan Fatih yang terkena besetan pisau dan peluru. Ingatan Raysa kembali saat melihat wajah Fatih yang menahan sakit dan ketakutan di saat Raysa membuka kancing bajunya dan juga saat Fatih melindungi Raysa dari serangan anak buah Riki.


"Kenapa?" tanya Fatih Yang sedari tadi melihat mata Raysa terus memandang kearah lengannya dengan tatapan sedih.


Fatih langsung membungkam bibir Raysa dengan ciumannya.


"Jangan bahas tentang hal itu. Aku gak mau mengingat saat si brengs*k Riki ingin melecehkan mu." ujar Fatih dengan lembut.


Raysa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Tapi ada hal yang ingin aku tanya ke Abang "


"Hmm, apa itu?" Fatih membenarkan rambut Raysa.


"Kenapa selama ini Abang terlihat lemah di depan aku?"


"Maksud kamu?"


"Abang selalu terlihat seakan tak bisa bela diri. Tapi ternyata, Abang sangat jago dalam hal bela diri."


"Itu karena Aku gak mau kamu terluka. Hanya dengan kamu aku selalu mengalah, tapi dengan yang lain tidak."


"Masa sih?"


"Hmm, Aku beruntung karena memilikinkakinyang jenjang, jadi membuat gerakan ku lebih ringan dan juga lebih mudah untuk mengunci gerakan orang lain. Kamu tau, Lana pernah terkilir karena berusaha membebaskan diri dari kuncianku."


"Benarkah? lalu? siapa lagi yang pernah Abang kalahkan?"

__ADS_1


"Aku dan Veer seri, karena kami memiliki kaki yang sama panjangnya."


"Kalo sama Kak Lucas?"


"Lucas? aahh ... dia hanya suka menonton saja. Dan dia juga enggan untuk me buat dirinya berkeringat dengan berlebih. Kamu tau sendiei bagaimana Lucas kan?"


"Yaa, dia aneh. Bahkan aku pernah dengar katanya dia putus dengan Sarah, karena kak Lucas merasa jijik saat berciuman."


"Ya, dan kamu tau? Lucas pernah muntah-muntah di saat Sarah memeluknya dalam keadaan berkeringat. Sarah merasa terhina, tapi Lucas memang tak berniat untuk menghina nya. Lucas memang tak tahan dan Langsung merasa jijik. Itu lah alasan Sarah memutuskan hubungannya dengan Lucas. Padahal Lucas sangat mencintai Sarah." ujar Fatih panjang lebar.


"Hmm, aku jadi kasihan dengan Nia. Menurutku, kak Lucas terlalu cuek dan kasar dengannya."


"Mungkin karena Lucas tak mencintainya. Kamu tau sendiri kan bagaimana Lucas? ia hanya ramah dengan orang yang benar-benar dekat dengannya. Sedangkan yang lain? dia hanya anggap angin lalu."


"Hmm, sombong gitu kesannya. padahal kan gak sombong ya. Tapi aneh, Papi Leo dan Mami Anggun kan orangnya ramah yaa?"


"Mungkin karena terlalu di manja. Tau sendiri bagaimana Mami Anggun sangat sayang dengan Lucas."


"Yaa, anak emas." Raysa pun terkekeh.


Krruukkk ...


Gantain Fatih yang terkekeh. Perut Raysa berbunyi dengan sangat kerasnya.


"Lapar?" tanya Fatih.


"Hmm, Abang sih minta tambah. Mana durasinya lama banget."


"Tapi kamu suka dan puas kan?" goda Fatih.


"Banget, Abang hebat walaupun tanpa obat kuat."


"Kamu juga hebat, trus Udah bisa goda-godain aku lagi. Aku suka, siapa yang ajarin?"


"Ada deh..."


"Pasti Quin, Kayla, dan Anggel." tebak Fatih.


"Kok tau?" tanya Raysa.


"Tau dong. Oh ya, Aku suka lihat kamu pakai lingeri merah. Haruskah aku membeli lingeri merah yang lebih seksi?" goda Fatih.


"Kenapa gak sekalian beli aku bikini seksi? biar aku berenang dengan bikini."


"Ide bagus. Besok kita keliling mall yang ada di kapal ini. Kamu harus pakai dan berenang sama aku."


**


 Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.


Jangan lupa like and komen.

__ADS_1


 Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA


__ADS_2