
Malam-malam Bara pun menjadi tidak tenang karena Vina terus saja mengganggunya. Yang paling bikin Bara kesak adalah, saat dirinya sedang bercumbu dengan Sasa, dan akan mencapai puncak, Vina tiada henti-hentinya menggedor pintu kamar mereka, sampai hasrat mereka yang menggebu-gebu menghilang seakan menguap dengan angin..
" Ganggu aja.." Gerutu Bara.
" Sabar Mas.. Nanti kalo aku hamil anak kamu gimana? Kamu kesal juga?"
" Yaa bukan gitu sayang, habis tadi kan sedikit lagi meledak. Lagian Vina gak sabaran banget sih gedorin pintunya."
Setelah memakai baju, Bara dan Sasa pun keluar kamar. Vina sudah menyengir dengan lebar sambil membawa bungkusan di tangannya.
" Apa nih?"
" Mie mas, sama bumbu. Vina kepingin Mie Aceh. Ini Bumbunya baru aja di dapat sama Mas Vano, di tempat jualan Mie Aceh di kuliner malam."
" Yaa kenapa gak sekalian minta di masakin di sana?"
" Vina maunya Mas yang masak " Mata Vina sudah berkaca-kaca.
" Tapi Mas gak ngerti masaknya Vina.."
" Kan bisa liat yucuup. hikkss... lagian tadi Mas Vano udah catat kok apa-apa aja langkahnya. "
" Ya ampun Vina, kalo rasanya beda gimana?"
" Hikkss... jadi Mas gak mau masakin.. Hikss.. Mami....."
Senajata ibu hamil, mengadu kepada sang ratu.
Mami Shella pun keluar dari kamarnya. " Ada apa ini ribut-ribut?"
Vina berlari dan memeluk sang Mami. " Hikss.. Mas Bara gak mau masakin Mie Aceh buat Vina.. hikks.s. Mas Bara gak sayang vinaa.. Huaaa...."
Mami Shella menggelengkan kepalanya, dan menatap Bara tajam.
Bara menghela napasnya kasar.." Iyaa..iyaaa., mas Masakin. kalo gak enak, mas gak tanggung jawab yaa.."
Denagn wajah berbinar Vina menganggukkan kepalanya.
" Bawel" Gerutu Bara yang di dengar oleh Vina..
" Huaaaa..... Mami... Mas Bara gak iklas masakinnya.. Huaaa......"
" Bara... kalo ngerjain sesuatu itu harus iklas.." Tegur Mami..
" Iyaa Mi, Bara iklas kok. iklaaaassa banget.. udah yaa.. Jagan ngambek, Mas masakin deh.. cup..cup..cup.."
Vina mengerucutkan bibirnya, dan mengikuti Bara kedapur saat Bara memeluk dirinya.
Vano sudah merasa iba dan bersalah kepada Bara, karena bukan sekali dua kali, tapi sudah hampir tiap malam Vina mengganggu tidur Bara, bahkan jika tidak memakan masakan Bara, Vina akan uring-uringan semalaman, hingga sampai lidahnya dapat merasakan masakan Bara.
Sasa sudah tertawa dalam senyumnya. Dan itu, terlihat oleh Bara.
" Awaas kamu mungill... siap-siap sampai pagi.." bisik Bara.
Mie Aceh buatan Bara pun siap. Tante Mega sampai bela-belain datang saat mendengar Bara yang memasaknya. Padahal dengan bermodal yuccupp.. Masakan Bara terasa sangat nikmat.
Tidak hanya Vina dan Tante Mega, Vano, mami Shella, Daddy Roy, Om Bram, Om Nazar, Tante Rosa, Kiki, dan Sasa pun ikut menikmati masakan Bara. Kapan lagii kaan.. Mari berterima kasih kepada Vina..
Usia kandungan Anggun sudah berjalan 3 bukan, Sasa masih belum juga ada tanda-tanda jika dirinya akan segera hamil. Hingga akhirnya Mami Shella menyuruh Bara mengkonsumsi vitamin agar memiliki bibit yang Unggul, begitu pun dengan Sasa, juga meminum vitamin penyubur.
.
.
Pernikahan Duda dan Lena yang diselenggarakan meriah, dan di sponsori oleh Arka pun berjalan dengan sangat megah.. Seperti biasa, Bara tidak mau jauh dari sang istri. Bara terus saja merangkul pinggang sang istri, hingga akhirnya Leo memisahkan mereka, dan menarik Bara untuk menjauh dari Sasa.
Sasa menyibukkan dirinya dengan berbagai kegiatan yang di jalaninya. Seperti mengecek Sabar Express, toko kue, anak jalanan, dan panti jompo.
Sasa juga menghadiri acara penggalangan Dana untuk fakir miskin yang ada di pelosok daerah, Sasa sebagai icon nya.
__ADS_1
" Mas beneran gak bisa temenin aku?" Mereka baru saja selesai mengeluarkan keringat demi menanam benih cinta.
" Aku besok ada ujian mungil, kamu tau kan, jika beberapa bulan lagi aku bakal naik pangkat lagi.."
" Iyaa Mas, cuma kalo gak ada kamu, aku gugup tau.. Apa lagi besok ada tamu dari luar negri."
" Kamu kan udah pinter bahasa Inggrisnya." Bara mencuil hidung Sasa.
" Ya tetap aja Mas, kalo aku salah sebut gimana? Aku butuh kamu, my tutor my husband.."
" Duuh, dah kayak judul film aja.."
Sasa dan Bara terkekeh.
Sasa sudah menyiapkan semua keperluan Bara.
" Jadi nanti perginya sama Mami?"
" Iya Mas, Tadi Mami bilang bisa kok temenin aku."
" Ya udah, Mas tenang kalo kamu di temani Mami."
Bara mengecup kening Sasa, " Aku pergi ya mungil.."
" Iya Mas, hati-hati yaa.."
Setelah kepergian Bara, Sasa pun bersiap untuk pergi ke penggalangan Dana. Tak lupa Sasa mengirimkan pesan berpamitan kepada Bara.
Dentingan pesan masuk ke ponsel Bara, dan menampilkan nama Mami Shella.
Mamiđź’— : Kamu yakin gak nyusul ke sini? Ada Riko di sini. Mana Sasa cantik banget lagi..
Bara membolakan matanya saat mendapati foto Sasa yang terlihat sangat cantik dan berkelas. Bara Panas dingin.
Bara : Iya Mi, sebentar lagi selesai, kalo sempat Bara nyusul kesana.
Mami Shella tertawa terbahak-bahak, Rasanya sangat menyenangkan membuat sang putra cemburu.
Mamiđź’— : Lihat, mereka sedang berfoto berdua. Waah, Riko terlihat tampan yaa..
Bara yang mendapat pesan dari Mami Shella pun langsung panas dingin.
" Apa sudah selesai? Apa saya boleh pulang? Ada urusan mendadak yang harus saya kerjakan."
" Silahkan Pak."
Bara pun bergegas ke tempat acara penggalangan Dana, di mana sang istri tercinta berada di sana. Bara percaya dengan Sasa, jika dirinya tidak akan membagi hatinya, namun Bara tidak percaya dengan Riko, karena prianitu sungguh meresahkan hidupnya, sejak pria itu mengatakan menunggu Sasa menjadi janda.
Buk susi, masih bisa gak tu si riko di tenggelamkan?
Tak butuh waktu lama, Bara sampai ke hotel, dimana tempat penggalangan dana di laksanakan. Tak kalah berwibawanya dari Riko, Bara melenggang berjalan penuh percaya diri, dan mendekati sang istri.
" Hai sayang..." sapa Bara saat sudah berada di hadapan Sasa.
" Mas..." Wajah Sasa langsung berbinar saat melihat Bara hadir dihadapan nya.
" Maaf yaa aku telat." Bara mengecup kening Sasa dengan mesra.
" Gak papa, aku senang Mas bisa datang. " Sasa langsung menggenggam jemari Bara.
" waah, hanya butuh 20 menit untuk sampai" Mami Shella mengulum senyumnya.
Sasa mengernyit heran. " Mami yang nyuruh kamu ke sini Mas?" Sedikit kecewa, pasalnya Sasa sudah membujuk Bara untuk menemaninya.
__ADS_1
" Tidak, tapi aku memang harus ke sini, demi menjaga kamu dari hama"
" Hama?" Beo Sasa. Kemudian Sasa mengikuti kearah tatapan mata Bara.
" Mas, sumpah.. aku gak tau dia di juga ikut acara ini."
" Aku percaya kamu sayang, tapnlibaku gak percaya sama dia. Makanya aku datang untuk menjada kamu."
" Mas dari mana tau kalo ada dia? atau...?"
Sasa melihat kearah sang mertua. Mami Shella mengedipkan matanya sebelah.
.
.
Setelah kehebohan Vina di setiap Malam. Vina kembali menghebohkan, karena dirinya akan segera melahirkan. Dan itu juga membuat Bara sendiri panik.
"Siapa namanya Vin?"
Vina menatap ke arah Vano.
" Ziana Inaya Bramansyah"
" Cantik bangeet namanya.. Panggilannya apa nih?"
" Naya."
" Halo Naya." Kesya melambaikan tangan Qila sambil menirukan suara anak kecil. Qila tertawa khas bayi melihat Baby Naya.
" Gimana kehamilan kamu An?" Tanya Mami Shella.
" Alhamdulillah baik Tante."
" Alhamdulillah."
Sasa yang mendengar itu merasa sedih, karena sampai sekarang Sasa belum juga di berikan kepercayaan untuk mengandung buah cintanya dengan Bara. Sedangkan Lena saja tengah hamil muda. Puput juga saat ini tengah hamil, usia kandungannya sama dengan Anggun. Bisa di katakan anak mereka akan seanggakatan lah saat sekolah. Bara yang melihat tatapan sendu Sasa langsung merengkuh tubuh sang istri, dan mengusap bahunya lembut.
Sasa menoleh ke wajah Bara dan tersenyum. "Aku gak pa-pa kok Mas." Ujar Sasa sambil meremas pelan tangan Bara.
Waktu terus berjalan tanpa terasa. Ara sudah lulus kursus menjahitnya dengan nilai yang baik. Dan salah satu gambar rancangannya berhasil di beli oleh salah satu perancang terkenal di Indonesia. Bahkan Ara di ajak untuk bergabung dengan timnya, namun Ara menolak karena dia masih ingin bekerja di butik Tante Dewi, menghasilkan karyanya di butik ini, butiknya teman Mami Laura.
Seperti janji Jodi, Dia melamar Ara dan langsung di terima oleh Om Samsul. Bagi Om Samsul, sekarang kebahagiaan Ara yang terpenting. Walaupun Febi tidak menyetujuinya, tapi Om Samsul tetap bersikeras untuk menikahkan Ara dan Jodi.
Pernikahan mereka juga di selenggarakan dengan meriah. Arka membuatkan pesta seperti apa yang di hadiahkannya kepada Duda. Dan memesankan kamar suit room romantis yang memang di khususkan untuk pengantin.
Dengan suara lantang Jodi mengucapkan Ijab Qabul nya. Ara menangis terharu saat kata Sah tak kalah menggemanya di ruangan luas tersebut. Pesta pernikahan Ara dan Jodi pun berjalan meriah. Bahkan beberapa artis yang sering meminta di desainkan bajunya dengan Ara pun juga ikut meramaikan pesta pernikahan mereka.
"Selamat Bro, jangan buru-buru, pelan-pelan aja, kalo sakit, mainin atasnya biar teralihkan rasa sakitnya" Bisik Duda.
" Iyaa..iyaaa, udah sana turun Lo."
"Jangan lupa di cumbui dulu, biar lebih nikmat."
" Iyaa, dasar raja mesum."
" Masih ada yang lebih mesum lagi, tuh.." Duda menunjuk kearah Bara yang sedari tadi tidak melepas pelukannya di pinggang Sasa.
" Dia sih posesif abiis.."
" Ya udah, gue turun ya.. semoga berhasil dalam sekali tancap"
Jodi memutar bola matanya. Saat acara pelepasan masa lajangnya, Duda selalu menasehatinya untuk bermain pelan, mencumbu, dan membuat Ara basah dulu, baru di gempur. Tak mau kalah dengan Duda. Arka, Bara, Leo, Gilang, Fadil dan Vano pun bergantian memberikan nasehat. Jika kalian bertanya nasehat apa, tentu saja nasehat dalam bercumbu.. Waah, emang kalo para pria sudah berkumpul, mulutnya bisa melebihi perempuan lemesnya.
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
__ADS_1
Salam SaBar... (Sasa & Bara )