Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F -7


__ADS_3

Raysa mengembangkan senyum nya di saat melihat sosok silet pria yang sangat di rindu nya. Pria itu berdiri dengan gagahnya sambil melambaikan tangan kepada Raysa. Raysa pun menghampirinya dengan berlari kecil.


" Kak Farhan, kenapa gak kasih kabar ke sini?"


Farhan tersenyum, membuat perasaan Raysa semakin menghangat.


"Mau kasih kejutan." Farhan memberikan paperbag kepada Raysa.


"Apa ini?"


"Buka, biar kamu tau apa isinya."


Dengan perasaan berbunga Raysa pun membuka paperbag tersebut. Raysa menutup mulutnya saat melihat isi paperbag yang dibawa oleh Farhan.


"Asam Jawa!!" Serunya bahagia.


Ya, tadi malam Raysa baru saja membuat status di aplikasi onlinenya, dan mengatakan jika dirinya sangat menginginkan buah asam Jawa atau buah Tamarin. Tanpa mengomentatk status Raysa, Farhan pun berusaha mencari buah Tamarin tersebut. Namun buah tersebut sudah dalam kemasan kotak yang dijual di supermarket.


Rasanya sih tidak terlalu asam, tidak seperti yang Raysa inginkan, namun tetap saja, Raysa sangat bersyukur karena Farhan memberikan sesuatu yang ia inginkan tanpa di minta.


Hah, Raysa jadi teringat dengan Fatih. Biasanya dialah orang yang selalu tau apa yang Raysa inginkan, dan Fatih sudah hafal jadwal tamu Raysa setiap bulannya, sehingga Fatih selalu menanyakan apa yang Raysa inginkan saat tamunya akan datang. Ya, jika Raysa sedang ingin datang bulan, maka Raysa akan seperti ibu hamil yang sedang ngidam dan ingin makan yang asam-asam.


"Terima kasih."


"Sama-sama. Oh ya, kamu udah selesai tes nya?"


"Iya, hanya lagi tunggu Arash aja."


Farhan pun menganggukkan kepalanya. Selagi menunggu Arash, Raysa dan Farhan pun duduk di dekat penjual dadakan yang ada di depan rumah sakit bhayangkari. Di mana tempat di laksanakan nya pemeriksaan kesehatan.


*


"Assalamualaikum, Bun, Oma." Raysa mencium punggung tangan Bunda Sasa dan Oma Shella yang sedang bersantai di teras.


"Walaikumsalam."


"Assalamualaikum Bun, Oma." Ujar Farhan yang ada di belakang Raysa.


"Walaikumsalam."


"Bunda, Oma, Farhan langsung balik ya ke kantor, karena ada pekerjaan yang harus Farhan kerjakan."


"Gak mampir sebentar aja gitu? minum teh atau coklat hangat?" Tawar Bunda Sasa.


"Lain kali Bun, kalo ada waktu yang sedikit longgar, Farhan pasti mampir, sekalian bawa Raysa nya jalan-jalan, bolehkan Bun? Oma?"


"Boleh dong. Asal tau aturannya jika bawa anak gadis Bunda."


"Iya Bun."


"Ya udah, kamu hati-hati di jalan ya, jangan lupa makan dan minum vitamin."


"Iya Bun, Makasih ya, Farhan balik dulu, Oma. Ca." Farhan pun mencium punggung tangan BUnda Sasa dan Oma Shella.


"Assalamualaikum."


"Walaikumsalam." Jawab Oma Shella dan Bunda Sasa berbarengan.


"Bun, Oma, Ica masuk ya."


"Oh iya, sayang. Tadi ada kiriman dari Fatih. Udah Bunda simpan di kamar kamu ya."


"Bunga lagi?"


"Kayak nya bukan. Bunda juga gak tau apa isinya, soalnya Bunda gak lihat."

__ADS_1


"Iya Bun, makasih ya Bun."


"Sama-sama."


Raysa melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah, kemudian ia langsung menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Kamar yang dulu pernah di tempati oleh Kesya.


Mata Raysa langsung tertuju kepada paper bag berwarna coklat yang ada di atas meja riasnya. Raysa yang penasaran dengan isinya pun langsung membuka paperbag tersebut.


Senyum Raysa langsung mengembang di saat melihat isi dari paperbag tersebut.


Buah asam Jawa, buah yang masih original dan belum terkena olahan pabrik manapun. Raysa bingung, bagaimana Fatih bisa mendapatkannya. Raysa yang sudah ingin meneteskan air liurnya pun bergegas membuka kulit buah Tamarin tersebut, dan mencomot isinya yang terasa asam dan juga manis yang berpadu. Mata Raysa sampai merem melek merasakan nikmatnya buah asam Jawa tersebut.


(Sumpah, aku rasanya ikutan ences saat nulis bagian ini)


*


Raysa sudah terlihat segar, rasa letihnya sudah sedikit berkurang. Raysa duduk bersandar di tempat tidurnya, dan memainkan ponselnya. Raysa amenbuka aplikasi chatting onlinenya, dan mulai membuat status.


Terima kasih untuk buah tamarin nya.


cling ...


Raysa langsung membuka pesan yang dikirim oleh Fatih.


Fatih👽 : syukur deh kamu suka.


Raysa : Makasih, tau aja yang mana aku mau.


Fatih👽: Aku calon imam mu, tentu aku tau apa yang kamu suka.


Cling ...


Kak Farhan🌷: Katakan saja padaku, apapun yang kamu inginkan. Aku akan berusaha mewujudkannya.


Raysa tersenyum membaca pesan dari Farhan, sehingga ia melupakan pesan dari Fatih. Raysa sibuk membalas pesan dari Farhan, hingga dirinya tertidur.


cling ...


Fatih👽: Ya udah deh kalo tidur, selamat beristirahat dan sukses untuk hari esok.


Di kamar asrama yang berada di negara tetangga, Fatih menatap ponselnya yang masih bercentanh abu-abu. Fatih menghela napasnya pelan.


"Mungkin udah tidur. Kelelahan banget kaya nya"


Fatih pun membuka kontak dari nama lain, yaitu Arash. Ya, Fatih akan bertanya apa yang Raysa lakukan hari ini kepada Arash. Walaupun pria itu selalu menjawabnya dengan rasa penasaran dan menjengkelkan, namun Arash adalah orang yang satu-satunya paling tepat untuk Fatih tanyakan.


"Aku lelah dan ngantuk Bang, besok aja ya aku telpon balik." Ujar Arash di seberang panggilan.


"Sip lah, selamat istirahat."


Panggilan pun berakhir. Fatih hanya bisa menghela napas untuk kesekian kali ya. Ia sangat merindukan Raysa saat ini. Hanya memandang fotonya saja bagi Fatih untuk melepas rindunya.



"Ca, kamu rindu aku gak sih?" Monolog Fatih sambil mengusap foto Raysa yang ada di ponselnya.


*


Dan ...


Hari ini adalah hari yang di tunggu - tunggu oleh Raysa dan Arash. Setelah melewati hari-hari yang berat, akhirnya saat yang di nanti-nantikan pun tiba. Hari dimana pengumuman kelulusan Arash dan Raysa sebagai Perwira polisi.


"Raysaaaa ..."


" Araashh ..."

__ADS_1


Raysa dan Arash pun saling berpelukan sambil mengucap rasa syukur.


"Alhamdulillah, akhirnya perjuangan kita membuahkan hasil."


"Iya ... Gak nyangka banget bisa seangkatan dengan kamu." Seru Raysa dengan mata berkaca-kaca.


Seperti kelulusan biasanya, Raysa selalu di kejutkan dengan kehadiran Farhan, tapi tidak dengan kehadiran Fatih kali ini. Farhan membawakan sebuket bunga besar yang sangat indah.


"Selamat Ca, akhirnya kamu melalui perjuangan yang tak sia-sia."


"Iya kak, makasih yaa ..." Raysa tersenyum malu saat menerima buket bunga dari Farhan. Padahal bukan kali ini Farhan memberikan kejutan untuknya, tapi kali ini rasanya sangat berbeda. Entah bunga yang di berikan Farhan sangat indah dan mahal, atau tak jadinya Fatih di saat bahagia ini.


"Sayang ..."


Raysa langsung berbalik, dan menemukan senyum yang merekah dari pria paruh baya yang masih terlihat tampan itu.


"Daddy ..." Mata Raysa berkaca-kaca.


Daddy Bara merentangkan kedua tangannya, dan Raysa pun berlari dan menubruk tubuh Daddy Bara. Daddy Bara memeluk Raysa dan menggendongnya dengan cara berputar.


"Ica berhasil ... hiks ... Ica berhasil ..." Raysa memeluk tubuh Daddy Bara, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Daddy Bara.


Selama mengikuti tes Bintara, Raysa sekalipun tak membawa nama sang Daddy. Raysa menutupi identitasnya dan tak membicarakan tentang keluarganya. Ketika di tanya tentang sosok seorang ayah, Raysa hanya mengatakan jika ayahnya adalah orang yang setia, kuat, bertanggung jawab, dan Hebat. Raysa hanya menceritakan tentang sang Bunda.


Komandan pun sampai salut dengan Raysa, saat mengetahui jika Raysa adalah anak dari seorang perwira polisi berpangkat tinggi, namun Raysa tak sekalipun membawa-bawa nama sang Ayah. Raysa benar-benar lulus murni dengan kemampuannya sendiri.


*


Daddy Bara menggenggam jari jemari Raysa sepanjang perjalanan pulang. Farhan yang mengemudikan mobil Daddy Bara, sedangkan Arash sudah kembali bersama Mama Kesya dan Papa Arka.


Kepulangan Raysa di sambut teriakan dan sorakan kebahagiaan dari seluruh anggota keluarga. Bahkan Kayla sudah berlari dan loncat ke punggung Raysa. Yaa, begitulah mereka. Raysa yang lebih tinggi dari pada Kayla dan Anggel, selalu menjadikan Raysa tempat bergelayut manja.


"Yeeeeyyyy ... Akhirnya jadi buk polwan ..." Seru Kayla dan Anggel sambil menyemprotkan petasan ulang tahun.


Waktu terus berjalan, hingga tiba saatnya merayakan makan malam bersama di restoran mewah milik Papa Fadil. Makan malam untung keberhasilan Raysa dan Arash. Tentu saja saat membahas siapa yang menjadi bandar, Papa Arka dan Daddy Bara berdebat untuk membayar semua biaya makan, hingga akhirnya Bunda Sasa dan Mama Kesya menjadi penengah, bahwa pembayaran akan dilakukan secara bagi dua.


Di saat menantikan menu makanan datang, tiba-tiba saja datang seorang pelayang memberikan sebuket bunga merah dan cake kesukaan Raysa, blackout chocolate cake.


Raysa tau siapa pengirimnya, karena bunga mawar yang selalu sama dikirimkan oleh Fatih. Raysa tersenyum mengingat ternyata Fatih tak melewatkan sedikitpun keberhasilannya, walaupun Fatih tak berada di dekatnya.


"Buat ibu polwan yang tercantik, Raysa Prayoga Bahari. Sukses selalu, I Love you ..."


Raysa mengalihkan perhatiannya kearah panggung, di mana di sana berdiri seorang pria yang selalu membuatnya kesal, namun pria itu juga yang selalu mengerti akan dirinya.


"Fatih???"


"Kamu tak ingin memeluk aku?"


"Dasar menyebalkan, tamu tak di undang." Kesal Raysa dan menghapus air matanya yang terjatuh.


Fatih berjalan mendekati Raysa, dan mengacak rambut nya yang sudah rapi.


"Iihhh ... Rambut aku rusak ntar ..." Kesal nya.


Fatih hanya terkekeh dan menatap rindu kepada wanita yang selalu membuat tidurnya tak nyenyak.


Jangan lupa follow aq yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..

__ADS_1


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2