Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 82


__ADS_3

Raysa menggandeng tangan Fatih dengan posesif. Raysa baru tahu jika tunangannya yang nyebelin namun ngangenin ini banyak di gandrungi oleh wanita-wanita kelas atas. Dari yang cantik, kaya, kulit mulus, bening, seksi, asli, dan juga palsu.


 Eh! Maksudnya itu loh yang palsu, eem ... gunung kembar dan bantalan duduk ... he ...he ... hee ...


“Nyebelin.” Gumam Raysa sambil berdecak.


“Kenapa?” Tanya Fatih menoleh kearah Layca nya, wanita pujaan hatinya sedari masih bau kencur.


“Gak papa, Cuma kesel aja lihat mereka liatin abang kayak gitu.”


Fatih terkekeh, ini lah alasannya Fatih mengajak Raysa ke pesta, agar wanita-wanita yang menatapnya liar itu tidak lagi mengganggu nya di pesta.


“Kamu lebih cantik dari mereka,”


“Benarkah?”


Sedangkan Nanda, ia merasa kikuk dan gugup. Ini adalah pertama kalinya ia pergi kepesta di mana orang-orang kaya berada.


“Wah, gebetan baru nih?”


 Nanda dan Momol pun langsung menoleh. Momol tersenyum lebar melihat Tissa datang seorang diri.


“Ya dong, sekarang gue gak jomblo lagi. Emanya lo.”


Tissa mencebikkan bibirnya, namun seorang pria menghampiri mereka dan membuat momol ternganga. Tissa bersama dengan Farhan?


“Maaf, karena sudah membuat kamu menunggu lama.”


“Gak Papa.” Tissa tersenyum manis.


“Kak Farhan? Kak Tissa?”


Tissa dan Farhan pun menoleh, mereka mengembangkan senyumnya di saat melihat Fatih dan Raysa yang terlihat sangat serasi sekali.


“Kalian datang bersama?” tanya Fatih menatap Farhan dan Tissa bergantian.


“Tidak, kami bertemu di depan.” Jawab Farhan.


Ah, Fatih merasa kecewa mendengar ucapan Farhan. Apa Farhan ini bodoh? Tissa itu cantik dan baik, bahkan Farhan sudah mengetahui dari mulut Fatih jika Tissa menyukainya. Apa Farhan tak bisa membuka hatinya untuk Tissa? Atau Farhan memang belum bisa membuka hatinya untuk yang lain?


Hmm, Fatih memahamiapa yang Farhan rasakan. Ia juga pernah mencoba untuk move on dari Layca, namun apa? Bukannya makin move on malah makin cinta. Duhh, untung aja Layca tunangannya dengan Fatih. Bisa jadi jomblo karatan nih Fatih kalo seandainya Layca nikah sama Farhan. Gak lucu kan tunggu anak mereka lahir trus Fatih minta di jodohi dengan anak mereka? Hi ..hi ..hi .. udah kisah nya film vampir yang ada serigalanya gitu deh.


“Mol, kenalin nape. Cantik banget.”


Momol dengan bangganya meraih pinggang Nanda dan memperkenalkan Nanda sebagai ibu dari anak-anaknya kelak, yang mana membuat Nanda tersedak ludahnya sendiri. Sedangkan Raysa sudah mengulum senyumnya melihat wajah Nanda yang panik. Bukan karena apa-apa, pasalnya Momol mengtakan hal itu dengan saura yang lantang, yang mana seorang paparazi yang selalu kepo dengan urusan pribadi dari pengusaha-pengusaha muda ii pun langsung mengambil kesempatan dan mengungah berita tersebut.


Mampu !!!


Bisa di kejar wartawan si Nanda nih. Berhubung Momol itu CEO dari merk sepatu yang sedang naik daun.


“Tinggal lo nih Tis yang jomblo. Masa gak mau di resmikan sih?” ledek Momol sambil melirik ke arah Farhan.


“Kami hanya berteman, tidak lebih.” Jawab Farhan cepat tanpa mengetahui jika ada hati yang hancur.


Fatih yang menangkap raut wajah Tissa yang berubah sesaat namun cepat ia kembali kan wajah cerianya pun hanya bisa menghela napasnya pelan.


“Hai Tuan Fatih, apa kabar?”


Fatih, Raysa dan yang lainnya menoleh kearah sumber suara. Terdapat cewek seksi dengan menggunakan gaun belahan dada rendah yang memerkan gundukan kenyal itu kepada semua umat yang ada di pesta tersebut. Fatih mengenal wanita tersebut, karena wanita itu pernah menjalin kerja sama dengannya, namun Fatih langsung


memutuskan nya secara sepihak karena wanita bernama Gebi itu ingin melecehkannya.


 Oh Tidak, apa kata dunia jika Fatih sampai di perkoskos dengan Gebi!!


 “Oh, hai.” Fatih menarik pinggang Raysa dengan posesif gara tubuh Raysa menempel  kepadanya.


Gebi melirik kearah Raysa dan tersenyum miring seolah sedang mengejek Raysa. Raysa yang tak menyukai tatapan dari wanita seksi di hadapannya yang dengan berani menggoda tunangannya itu pun lagsung saja membalas pelukan Fatih dan menunjukan kemesraan di depan semua orang.


Raysa tak peduli, ynag terpenting adalah Fatih-nya hanya milik Raysa seorang.


“Siapa wanita ini? Apa dia salah satu mainan mu?


Mendengar kata ‘salah satu mainan’ membuat Raysa semakin terbakar cemburu dan memeluk tubuh Fatih semakin erat. Tidak, bukan memeluk, lebih tepatnya Raysa sedang meremas pinggang Fatih karena kesal. Fatih yang merasakan perih sekaligus geli pun hanya bisa menahannya agar Raysa tak semakin marah dengannya.


“Maaf, saya tak pernah memiliki mainan dari manusia, Dan satu hal lagi, wanita ini adalah CALON ISTRI saya, seharusnya anda lebih banyak membaca berita dari pada menghabiskan waktu untuk menggoda setiap pria kaya.” Ujar Fatih yang mana membuat Gebi semakin di rendahkan.


Gebi yang kesal pun menghentakkan kakinya dan meningalkan Fatih. Tadinya Gebi sangat penasaran dengan wanita yang di bawa oleh Fatih. Ternyata wanita itu benar-benar sangat cantik dengan rambut pendeknya. Menurut Gebi, wanita cantik itu adalah wanita yang berambut panjang dan terawat, yang mana menambah kesan seksi dan glamour di saat mereka menggelombangkan rambut mereka dengan cantik.


Namun ternyata, melihat gadis berambut pendek yang datang bersama Fatih dan Momol membaut Gebi kesal setengah mati. Mungkin ia akan memotong rambutnya menjadi pendek agar terlihat semakin seksi jika ia menggunakan pakaian yang terbuka.


 Fatih merasakan perubahan wajah Raysa yang terlihat kesal setelah kepergian Gebi.


“Kamu cemburu?” bisik Fatih.


“Gak ah, ngapain aku cemburu?” ujar Raysa dengan jutek.


“Jadi kok cemberut?”

__ADS_1


 “Gak kok, biasa aja. Aku lapar, aku mau lihat-lihat apa ada yang bisa di makan atau tidak di sana.”


Raysa pun mengajak Nanda untuk mengambil makanan di meja prasmanan.


“Ikut dong.” Pinta Tissa dan langsung bergabung dengan Nanda dan Raysa menuju meja prasmanan di mana terdapat banyak banget makanan yang mengungah selera.


 “Lo bikin Nanda pucet tau gak dengan pengakuan Lo.” Tegur Fatih kepad Momol.


“Sumpah, gue langsung jatuh hati dengan Nanda.”


“Yakin banget lo kalo Nanda mau sama lo?”


“Gak yakin, Cuma gue bakal usaha buat dia mau sama gue.” Momol menaik turunkan alisnya.


Fatih memutar bola matanya malas. “Nanda tu cewek baik-baik, sahabatnya Layca, awas aja lo kalo berani macem-macem dengan Nanda, bisa tidur di rumah sakit lo berhari-hari di buat oleh Layca nya gue.”


 Momol hanya mengendikkan bahunya, namun ia melihat seorang kolega yang sudah lama tak bertemu.


“Bentar ya, gue tinggal  dulu.”


Setelah kepergian Momol, tinggallah Fatih dan Farhan.


 “Lo gak pingin buka hati untuk Tissa?” tanya Fatih to the point.


Farhan tersenyum. “Tissa memang cantik, tapi gue ngerasa kalo gue cocoknya hanya berteman dengan dia. Lagian gue juga gak mau jadiin dia pasangan gue hanya untuk di jadikan pelarian. Gu gak sejahat itu.”


“Tissa emang cewek baik, masa sih lo gak mau coba buka hati lo?”


 “Cinta gak bisa di paksai, Tih. Dari pada gue maksa buat cinta dengan dia, terus dia nya malah sengsara dan gak bahagia dengan gue, kan sayang dia juga. Seharusnya bisa menemukan pria yang lebih baik dari gue, malah kejebak dikehidupan gue.”


Fatih menganggukkan kepalanya, membenarkan apa yang Farhan katakan. Mencintai seseorang itu tidak bisa di paksakan. Jika memang cinta, maka cinta itu akan datang dengan sendirinya.


“Gue Cuma mau bilang ke lo, jangan kasih harapan ke Tissa.”


 Farhan mengangguk setuju dan mengerti kekhawatiran Fatih kepada Tissa.


*


“Layca sayang, kok masih manyun sih?”


Saat ini mereka sedang berada di dalam mobil menuju jalan pulang. Fatih mengendarai mobilnya dan sesekali menoleh kearah Raysa. Nanda di antar pulang oleh Momol. Ada yang mau Momol omongin ke Nanda, gitu si alasannya tadi untuk maksa Nanda pulang bersamanya.


“Siapa yang manyun?”


“Kamu, tuh lihat bibirnya maju ampe lima centi maju kedepan."


 Fatih pun merintih kesakitan. “Sakit sayang.”


“Biarin, nyebelin. Hiiks ...”


Fatih terkejut di saat mendengar isak tangis dari Raysa. Fatih menoleh dan melihat jika saat ini Raysa sedang mengusap air matanya yang mengalir di pipi halusnya.


 Fatih menepikan mobilnya.


“Sayang, kok nangis?”


Fatih memegang bahu Raysa dan membuat tubuh Raysa menghadap kearahnya.


“Abang nyebelin. Hikss, abang punya hubungan apa sama cewek tadi?” tanay Raysa dengan air mata yang terus mengalir dan sesak di dadanya.


 Fatih mengernyitkan keningnya, “Cewek mana?”


“Itu, cewek seksi yang nenennya nyembul keluar. Kata nya abang pernah punya hubungan spesial sama dia. Abang suka megang-megang gunung kembarnya saat berdua dengan dia. Ia?” pekik Raysa dengn marah.


Fatih sontak saja terkejut mendengar perkatan Raysa.


“Layca, siapa yang ngomong gitu?” tanya Fatih dingin.


“Jawab aja, iya atau gak?” ujar Raysa dengan judes.


 “Layca.” Panggil Fatih dengan suara dingin.


Raysa yang menyadari jika Fatih marah dengan pertanyaannya yang terdengar dari suaranya  pun perlahan menolehkan kepalanya kepad Fatih. Dapat Raysa lihat jika saat ini Fatih benar-benar sedang menahan emosinya.


“Dengar, aku sama sekali gak pernah menyentuh seorang perempuan pun selain kamu. Aku gak pernah mencium seorang perempuan pun selain kamu, aku gak pernah membayangkan melakukan ‘hal itu’ selain dengan kamu. Kamu mengerti? Wanita itu sedang memprofokasi kamu agar hubungan kita rusak, karena apa? Karena aku pernah


menolaknya dan membatalkan kontrak secara sepihak di saat perusahaannya sedang sangat membutuhkan dukungan dan insvestor dari perusahaan lain.”


 Fatih menangkup kedua pipi Raysa yang mana sudah di penuhi dengan air mata.


“Ini lah dunia bisnis, kamu akan menemukan orang yang licik dan menghalalkan segala cara untuk menghancurkan musuhnya. Aku sengaja mengajak kamu ke pesta agar kamu tahu bagaimana dunia bisnis yang sedang aku jalani sebagai CEO di perusahaan Mami.”


 “Abang sungguh-sungguh tak pernah menyentuhnya?”


“Tak pernah, walaupun dia pernah menanggalkan pakaian bagian atasnya di hadapan aku, tapi aku gak pernah menyentuhnya sama sekali.”


Raysa membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang ia dengar. Apa benar wanita itu pernah menanggalkan pakainnya?

__ADS_1


“Hiks, ma-maksud abang? Wa-wanita itu pernah menggoda abang?”


 “Ya, abang mau kamu mendengarnya langsung dari Aku. Tapi sumpah, Aku gak pernah menyentuhnya sama sekali dengan sengaja.”


Raysa kembali membelalakkan matanya dan menatap tajam ke arah Fatih.


 “Maksud abang? Abang menyentuh dada nya tanpa sengaja.”


 “Iya, gak sengaja tersentuh di saat abang mendorong tubuhnya gar menjauh dari abang.” Jelas Fatih.


 Bukannya tenang, Raysa malah semakin meradang. Bagaimana tidak, ia dapt melihat dada wanita itu sangat besar dan menggoda. Bolehkan Raysa katakan jika dirinya cemburu?


“Sama aja, abang udah nyentuh dada dia.” Kesal Raysa.


“Kan gak sengaja sayang, lagian aku gak suka yang udah di permah.”


Raysa kembali menatap Fatih dengan tatapan tajam.


“Dari mana abang tau kalo punya dia sudah di permak?” pekik Raysa.


“Rasa kenyalnya beda.” Ujar Fatih dengan polosnya.


Raysa menutup matanya dan menggeram gemas. “Uuukkhhhh ... Abang nyebeliiin .....”


Raysa pun mulai memukuli Fatih, sehingga Fatih meringis kesakita.


 “Sakit Layca.” Ujar Fatih seraya melindungi wajah tampannya.


“Abang nyebelin, katanya gak pernah pegang, katanya gak sengaja, tapi kok bisa tahu kalo dadanya udah di permak?” pekik Raysa sambil sesunggukan.


Fatih pun menahan kedua tangan Raysa dan mendorong tubuh Raysa hingga bersandar di pintu.


 “Kamu tahu, seorang pria langsung bisa membedakan mana yang asli dan yang palsu, tanpa menyentuhnya pun aku sudah mengetahuinya. Berbeda dengan milikmu.” Ujar Fatih sambil menurunkan pandangannya ke arah dada Raysa.


 Raysa megikuti arah pandang Fatih, kemudian ia memajukan wajahnya dengan cepat dan menggigit telinga Fatih sehingga Fatih memekik kesakitan dan melepas kedua pergelangan tangan Raysa.


“Dasar mesum.” Ujar Raysa sambil menutupi kedua gundukan mungilnya.


Fatih mengusap telinganya yang perih sambil terkekeh melihat wajah Raysa yang memerah karena malu.


“Layca, nikah yuk ...”


*


Seluruh keluarga di sibukkan dengan pernikahan Quin dan Anggel yang berjarak sehari itu. Tiba-tiba saja Martin, calon suami Anggel meminta untuk mempercepat pernikahan mereka karena harus berada di luar negri dengan waktu yang lumayan lama. Sama hal nya seperti Abi dan Quin yang akan berangkat ke Jerman dua hari setelah pesta pernikahan mereka.


“Kak An, ternyata Mas Martin tampan juga ya.” Goda Raysa yang mana saat ini mereka tengah berendam di jacuzzi dengan air susu dan taburan bunga bersama Anggel, Quin, dan juga Kayla.


“Hah, buat apa tampan kalo nyebelin.” Gerutu Anggel.


 “Awas bucin loh kak.”


“Kamu mau bilang, kalo aku bakal bucin sama Martin kaya kamu ke Fatih?”


“Iih, aku gak bilang gitu Mbak.”


“Ayo cerita, apa saja yang sudah kalian lakukan?” tanya Quin dengan tatapan menggoda.


“gak ngapa-ngapain kok.”


“Bohong banget, setidaknya kalian sering ******* kan?” ujar Kayla yang mana membuat para gadis, ekhem kecuali Quin yang sudah tak lagi bersegel, itu pun ikut terkejut mendengar ucapan Kayla.


 “Waah, kayaknya Aunty ku satu ini udah ahli banget yaa ...” Ujar Quin sambil menaik turunkan alisnya.


 “Eh, kok jadi aku sih?”


“Tanyain Anggel tuh, apa dia pernah ******* dengan Martin apa belum?” Kayla mencoba mengkambing hitamkan Anggel.


“Waah, ada yang mau  menghindar nih. Aduh .. duh .. duh .. calon keponakan ku yang imut dan pendiem ini.” Goda Anggel.


“Eh iya, jadi penasaran dengan kamu dan Martin, ayo dong cerita.” Desak Quin.


Anggel langsung memutar bola matanya malas. Huff, jangankan ciuman, jumpa dengan Martin saja Anggel sudah merasa sangat malas.


 


**


Hai .. hai ... Aku mau minta tolong dong.


Mampir ke Novel ku yang baru netas ya ..


Judulnya : Twins A and Miss Ceriwis.


Jangan lupa di Favoritkan dan like nya ya ...


Salam Sayang LAYCA FATIH

__ADS_1


__ADS_2