Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 80 " Penggemar Rahasia"


__ADS_3

" Sus, saya udah bisa pulang kan?"


" Sudah Mbak, karena tidak ada luka parah, Mbak sudah bisa pulang."


" Terima kasih Sus."


Sasa meraih tas ranselnya. Sasa keluar dari IGD dengan mata yang sudah di rias setajam mungkin. Sebagian wajahnya tertutup.oleh Masker.


Sasa tadi sempat mengikuti Bara, kenapa pria itu berada di rumah sakit sepagi ini. Ternyata Kesya, Bos cantiknya itu akan segera melahirkan. Kabar lahirnya keturuna Moza langsung menghebohkan satu runah sakit di kalangan Dokter dan perawat. Apalagi kabarnya jika Kesya melahirkan anak kembar sepasang.


Sasa ikut bersyukur atas kelahiran bayi kembar Kesya. Sasa berdoa semoga Kesya dan kedua bayinya selalu di beri kesehatan.


Untungnha di dekat rumah sakit terdapat perbelanjaan yang lengkap. Sasa mampir di sana untuk membeli sepasang baju cantik untuk Baby twins Kesya.


" Mas, Bisa minta tolong?"


Sasa meminta tolong kepada seorang Ojol yang sedang mangkal di dekat rumah sakit.


"Iya Mbak."


" Saya pesan offline untu ngantar Barang ini ke rumah sakit. Di kamar VVIP nomor 03. Atas nama Kesya."


" Isinya apa nih Mbak?, trus kalo di tanya dari siapa?"


" Isinya baju untuk bayi. Bilang aja dari penggemar rahasia."


" Waah, nanti Mbak bohongi saya. Tau-taunya Bom lagi ini. Enggak ah "


Sasa membuka maskernya. " Mas bisa ambil foto saya. Nama saya Marisa," Sasa menunjukkan KTPnya. " Kalo ini benar Bom, Mas bisa laporin saya"


Ojol tersebut mengambil foto Sasa untuk berjaga-jaga.


" Okey, biayanya 30 rb ya Mbak, kan ngantarnya ke ruang VVIP"


Sasa mengeluarkan uang seratus ribu. " Buat Mas semua. Tapi ingat, jangan sebut nama saya. Bilang aja dari Penggemar rahasia. Kalo di tanya saya di mana, bilang aja Mas gak tau yaa.."


" Waaah, beres tu Mbak. Oke deh. Saya antar yaa.."


Ojol tersebut mengambil uang seratus ribu yang disodori oleh Sasa. Dengan langkah percaya diri, Ojol tersebut memasuki rumah sakit dan bertanya ruangan VVIP.


"Bismillahirrahmanirrahim, Semoga menjadi anak yang Soleh dan Solehah. Safeer Arkana Moza, dan Syaqila Az-Zahra Moza"


Air mata haru langsung menetes saat Arka menyebutkan nama putra dan putrinya.


" Subhanallah, nama yang bagus Raja. Papi bangga sama kamu" Papi Farel memeluk Arka.


" Hai Veer, hai Qila" Ujar Vina menirukan suara anak kecil sambil melambaikan tangan Zein.

__ADS_1


" Sepupu mungil ku" Ujar Leo, yang mana membuat darah Bara berdesir.


' Mungil'


" Lihat deh, mungil-mungil kan mereka. Mungil banget, gemees deh" Tambah Leo.


Semua orang sudah menatap Bara dengan Was-was, Bara yang menyadari tatapan dari semua orang pun berusaha untuk tersenyum. Anggun langsung menyenggol lengan Leo. Awalnya Leo bingung, namun saat Bara mendekat kearahnya dan menyentuh bayi mungil itu, Leo baru menyadari jika dia baru saja mengingatkan Bara dengan Sasa.


" Maaf Mas" cicit Leo.


" Nyantai aja, memang mereka mungil-mungil dan gemesin kok" Ujar Bara dengan tersenyum tetapi aura wajahnya terlihat sendu.


Bara mendapatkan panggilan telpon dari Andi. Mengatakan jika pada saat dini hari terjadi kecelakaan tunggal sebuah Bus. Dan para korban sedang berada di rumah sakit. Kebetulan sekali Bara berada di rumah sakit tersebut. Bara memeriksa para korban kecelakaan. Syukurlah tidak ada yang terluka serius. Sebagian Korban yang hanya luka ringan sudah pulang.


Bara melangkah menuju meja resepsionis, meminta data dari nama-nama orang yang mengalami kecelakaan kepada perawat. Bara tidak menyadari jika tadi dia Baru saja berselisih dengan Sasa. Tentu saja Bara tidak menyadarinya, karena Sasa memakai masker dengan make up di bagian matanya yang di pertajam.


" Saya minta semua datanya yaa Sus" Titah Bara.


" Siap Pak."


Setelah mengecek beberapa pasien, Bara kembali menuju kamar Kesya.


Cekleek..


Bara masuk saat Fadil mencium pipi Puput, sedangkan Gilang memeluk Mili.


" Paling Bapaknya juga kepingin Mas" celetuk Gilang.


Mereka hanya tertawa menanggapi celotehan Gilang.


" Assalamualaikum, Mbak Key" pekik Ara yang langsung berlari ke arah Kesya, namun Bara menahannya karena Ara baru saja pulang kerja.


" Waah, tumben banget Lo datang-datang bawa hadiah" Ejek Bara.


" Maunya sih gitu Mas, tapi apalah daya, Gaji ku belum keluar. He..he.he.. Oh ya Mbak, ini tadi di depan ada tukang ojek yang nitip ini. Katanya dari penggemar Mbak" Ujar Ara sambil melirik kearah Arka.


" Penggemar?" ulang Arka.


" Aku gak ikutan ya, aku cuma bantuin nyampein amanah." Ujar Ara dan sudah bergabung dengan Puput yang tengah memotong kue yang di bawanya tadi.


Arka meraih paperbag yang di bawa Ara, dan membuka isinya. Ternyata semua isinya adalah baju bayi.


" Dari siapa Mas? Ada kartu ucapannya gak?"


" Ada nih" Arka membuka ucapan dan membacanya.


"Assalamualaikum Mbak Kesya, selamat ya atas kelahiran baby twins nya. Aku senang loh tau Mbak udah lahiran. Semoga mereka menjadi anak yang Soleh dan Solehah. Maaf ya, aku hanya bisa kasih hadiah kecil ini. Maaf juga ya, aku gak bisa temui Mbak langsung. Aku belum siap untuk bertemu dengan kalian semua, dan aku merasa tidak pantas berada di antara kalian. Maafin aku ya Mbak. Miss u, Sasa."

__ADS_1


Bara langsung meraih kartu ucapan yang di pegang Arka. Bara melihat tulisan tangan itu, dan itu memang benar tulisan tangan Sasa.


" Ar, gue minta tolong periksa cctv rumah sakit." Ujar Bara dan langsung berlari keluar kamar.


" Mas, Sasa di sini. Dia di sini. Hikss.. Cari dia Mas.. Cari Sasa sampai dapat.. hiks.." Kesya sudah sesenggukan saat mengetahui siapa si penggemar rahasianya.


Arka langsung memeluk Kesya, sedangkan Fadil langsung menghubungi pihak IT dan keamanan.


Bara berlari dan memperhatikan semua perempuan yang berbadan kecil dan berambut coklat.


" Mungil, di mana kamu??" Gumam Bara dan masih terus memperhatikan sekitar.


Saay Bara berlari keluar dari kamar dan berlari dengan terburu-buru. Bara tidak menyadari jika ada seorang wanita, dengan menggunakan masker dan kacamata berada tepat di hadapan dia.


" Maaf Mas" Gumam Sasa dan mengikuti langkah Bara tanpa terlihat oleh Bara.


Setelah memastikan Bara kembali masuk kedalam kamar Kesya, Sasa pun keluar dari rumah sakit dan menyetorkan taksi. Sasa kembali di mana seharusnya dia berada. setidaknya rasa rindu yang bersemayam di dadanya sedikit melega karena dapat melihat Kesya, Mami Shella, Daddy Roy, dan yang paling utama adalah Bara.


" Gimana? Ketemu?"


Tanya Kesya saat melihat Bara dan Fadil memasuki kamar rawat inap.


Bara menggelengkan kepalanya, kemudian menghempaskan tubuhnya kasar di sofa.


" Hah, terlambat Key" Ujar Bara sambil menutup matanya dengan lengannya.


Kesya tau, saat ini Bara sedang menangis. Kesya pun meneteskan air matanya, sebisa mungkin dia menahan Isak tangisnya agar tidak di dengar oleh Bara.


Fadil memberikan hasil cctv yang dari dini hari sampai jam terakhir Fadil meminta rekaman cctv tersebut.


" Bar, ini Sasa bukan sih?" Tanya Fadil.


"IGD? Apa dia??" Bara membuka dokumen yang di berikan oleh perawat tadi atas nama keseluruhan pasien yang mengalami kecelakaan. Benar saja, tertulis nama Marisa di sana. Lengkap dengan cidera yang di dapatnya.


" Sepertinya Sasa di Bogor, karena bus yang mengalami kecelakaan tunggal berasa dari sana."


" Gue suruh cek bus area sana"


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..


salam SaBar ( Sasa Bara)

__ADS_1


__ADS_2